13 April 2026
Beranda blog Halaman 39362

DPP PAN Akan Temui Risma Sampaikan Hasil Survei

Jakarta, Aktual.co — DPD Partai Amanat Nasional Surabaya dalam waktu dekat akan bertandang menemui Wali Kota, Tri Rismaharini untuk menyampaikan hasil survei internal yang menempatkan Risma sebagai calon wali kota terkuat dalam Pilkada Surabaya 2015.
“Hasil survei internal ini dilakukan Tim delapan yang dibentuk DPD PAN Surabaya,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PAN Surabaya Achmad Zainul Arifin saat ditemui wartawan pada acara konsolidasi internal DPW PAN Jatim di kawasan Jalan Darmokali, Surabaya, Sabtu (31/1).
Menurut dia, silaturahim kali ini merupakan pendekatan politik kepada Tri Rismaharini. Itu dilakukan untuk menjalin komunikasi politik awal. Arifin menerangkan, posisi Risma di internal kader maupun simpatisan PAN di Surabaya masih tertinggi.
Terlebih, pascasurvei internal yang dilakukan akhir tahun lalu, dikatakan Arifin, Risma mampu menyelesaikan persoalan kota dengan gaya kepemimpinan berintegritas.
“Kita melihat obyektif. Termasuk kekurangan dalam memimpin Surabaya. Seperti persoalan KBS, Kemisikinan, perlu ada tindak lanjut kongkrit,” kata dia.
Koordinator tim delapan DPD PAN Surabaya, Hamka Mudjiadi Salam sebelumnya mengatakan berdasar evaluasi penilaian yang dilakukan tim delapan DPD PAN Surabaya, kepemimpinan Tri Rismaharini di Kota Surabaya cukup sukses hingga sekarang ini.
“Gaya dan Sepak terjangnya sebagai Wali Kota Surabaya menunjukkan ciri khas arek Suroboyo yang ulet, keras, tidak sombong, pekerja serta pemikir hebat. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Kota Surabaya meraih berbagai predikat dan penghargaan dari Indonesia maupun dari mancanegara.”
Menurut dia, PAN kota Surabaya mulai menjalankan tahapan pemilihan Calon Wali Kota Surabaya, salah satunya dengan meminta pendapat kader PAN dan warga kota Surabaya terhadap sosok Tri Rismaharini untuk diusung dalam Pilkada 2015 untuk masa jabatan Wali Kota tahun 2015-2020.
Oleh karena itu, lanjut dia, saat ini nama Tri Rismaharini masih menjadi pilihan utama dari DPD PAN Surabaya untuk diusung sebagai Cawali Surabaya. Hal itu nantinya akan ditindaklanjuti dengan meminta DPC (dewan pimpinan cabang) dan DPRt (dewan pimpinan ranting) se-Surabaya untuk memberi pendapat dan laporan tentang pilihan utama Tri Rismaharini sebagai calon wali kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

DPP Golkar Versi Jakarta-Bali Bentuk Tim Kecil Hadapi Pilkada Serentak

Jakarta, Aktual.co — DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta dan DPP Partai Golkar hasil Munas Bali membentuk tim kecil untuk menghadapi pemilihan kepala daerah serentak pada akhir 2015 atau awal 2016, terutama untuk menyeleksi bakal calon yang akan diusung.
“Saat ini masih ada dua kepengurusan Partai Golkar dan Pemerintah masih menunggu hasil putusan pengadilan untuk memastikan DPP Partai Golkar yang sah. Putusan pengadilan itu kemungkinan baru ada pada Maret atau Juni 2015,” kata Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta Leo Nababan di Jakarta, Sabtu (31/1).
Menurut Leo, DPR telah menjadwalkan revisi UU Pilkada akan selesai pada 18 Februari 2015 dan tahapan persiapan pilkada akan dilakukan oleh KPU dan KPU Daerah.
Padahal, usulan bakal calon kepala daerah dari suatu partai harus satu nama di setiap daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak.
“Jika ada dua kepengurusan Partai Golkar dan dua-duanya mengusulkan nama bakal calon kepala daerah, maka bisa menjadi gugur atau dipilih salah satu di antaranya,” katanya.
Leo menjelaskan, agar Partai Golkar dapat mengusulkan satu nama bakal calon kepala daerah di setiap daerah, maka DPP Partai Golkar Hasil Munas Jakarta dan DPP Partai Golkar hasil Munas Bali akan membentuk tim kecil untuk melakukan seleksi bakal calon kepala daerah.
Dari DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta, anggota tim kecil yang diusulkan adalah Ketua DPP Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), Sekretaris Jenderal, Ketua Bidang Hukum, serta Koordinator Wilayah (Korwil) di seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut Leo, tim kecil gabungan dari DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta dan DPP hasil Munas Bali akan melakukan seleksi bakal calon kepala daerah, sambil menunggu adanya putusan pengadilan soal konflik Partai Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kerap Dicuri, PT KAI Daop VII Rutin Perbaiki Besi Penguat Rel

Jakarta, Aktual.co — PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) VII Madiun secara rutin memperbaiki alat ‘pandrol’ atau besi penguat rel guna menjaga keselamatan perjalanan kereta api (KA) di wilayahnya.
Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Supriyanto mengatakan perbaikan tersebut dilakukan secara berkala dan bahkan setiap hari.
“Perbaikan besi penguat rel atau ‘pandrol’ selain dilakukan secara rutin, juga karena banyaknya pencurian alat penting tersebut oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Supriyanto kepada wartawan, Sabtu (31/1).
Data Daop VII Madiun mencatat, lebih dari 2.000 ‘pandrol’ yang fungsinya sebagai penguat lintasan rel kereta api di wilayahnya hilang akibat dicuri. Kondisi tersebut jika tidak diperbaiki akan sangat membahayakan perjalanan kereta api.
Supriyanto mengakui, pihaknya sulit mengungkap pencuri ‘pandrol’, karena pelaku berpindah-pindah lokasi sasaran pencurian dengan menyamar sebagai petugas PT KAI.
Bahkan, untuk melakukan pengintaian terhadap pelaku, petugas pengamanan obyek vital (pam obvit) PT KAI terpaksa tidur di gubuk areal persawahan maupun di pemukiman warga setempat.
“Kendalanya selain pelaku berpindah-pindah, mereka itu lebih mengenal wilayah pencurian. Jadi untuk mengelabuhi petugas kami, mereka lebih paham dengan menyaru petugas KAI dan mengenakan pakaian yang mirip seragam PT KAI sehingga kami pun sulit membedakan,” terangnya.
Dia menilai, jumlah kehilangan aset berupa ‘pandrol’ tersebut cukup besar setelah masa angkutan lebaran kemarin. Kasus pencurian aset KAI berdasarkan pengembangan jajaran kepolisian, telah mencapai sekitar 2.417 ‘pandrol’.
Adapun, tempat yang dianggap rawan pencurian adalah lokasi-lokasi yang terpencil, sepi, dan di tengah-tengah persawahan. Di antaranya, di perlintasan daerah Kedunggalar, Barat, Paron, dan Walikukun.
Pihaknya telah melaporkan kehilangan ribuan ‘pandrol’ tersebut ke sejumlah polsek terdekat. Dia berharap, kepolisian segera menangkap dan menindak tegas para pelakunya.
“Kami sudah melaporkan kasus pencurian tersebut. Semoga pihak kepolisian segera menangkap pelakunya, karena hal ini sangat meresahkan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Risma: Pemkot Surabaya Tak Tertarik Bangun Rusunami Seperti Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut, pemkot setempat tidak tertarik membangun rumah susun sederhana milik (rusunami) sebagaimana yang sudah dilakukan di DKI Jakarta.
“Saya tidak tertatarik rusunami. Kita serahkan ke swasta,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ikut menyambut kedatangan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di proyek Apartemen Rusunami Puncak CBD, kawasan Wiyung Kota Surabaya, Sabtu (31/1).
Menurut dia, pihaknya lebih memprioritaskan membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di sejumlah kawasan di Kota Pahlawan. Hal ini dikarenakan tidak semua orang bisa mennyicil angsuran pembelian rusunami sampai Rp500 ribu.
“Kalau warga pendapatnnya Rp600 ribu, sementara angusrannya Rp500 ribu. Itu kan tidak mungkin,” katanya.
Apalagi, lanjut dia, tiap unit luasannya sama antara rusunami dan rusunawa, yakni 21 meter persegi. “Jadi, saat ini kita konsentrasi di rusunawa. Saya ini mengangkat warga yang tinggal di pinggiran sungai.”
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga membantu orang yang selama ini tinggal di rumah kontrakan. “Kalau pakai rusunawa, hanya bayar Rp600 ribu. Akan tetapi, kalau rumah kontrak, bayar Rp2 juta per tahun.”
Untuk rusunawa sendiri, lanjut dia, selama ini pembangunanya dikerjakan pemerintah pusat. “Pemkot hanya menyediakan lahannya, akses jalan dan pengurukan pemerintah pusat akan bangun kalau semua sudah siap.”
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji yang juga mengikuti acara yang sama mengatakan bahwa pihaknya tidak setuju jika Pemkot Surabaya membangun rusunami.
“Kalau ada rusunami, pasti akan banyak makelar. Bisa saja, orang yang punya uang banyak pinjam KTP warga. Setelah dapat, warga tersebut menjual kepada orang kaya tadi. Orang kaya tadi kemudian menjual kepada orang lain dengan harga mahal,” ujar dia.
Untuk itu, lanjut dia, sebaiknya pemkot lebih fokus pada pembangunan rumah susun yang ada. “Bila perlu tiap kawasan ada rusunnya. Makin banyak rusun, makin bagus untuk mengikis kawasan kumuh di Surabaya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pencarian AirAsia ke 35, Tim DVI Kembali Identifikasi Empat Jenazah

Jakarta, Aktual.co — Empat jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501, berhasil teridentifikasi memasuki hari ke 35. Proses identifikasi itu dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim, Sabtu (31/1).
Ketua Tim DVI Polda Jatim, Kombespol Budiyono mengatakan, dengan teridentifikasinya empat jenazah pada hari ke 35, total Tim DVI berhasil mengidentifikasi sebanyak 64 jenazah kecelakaan AirAsia.
Dia mengatakan, empat jenazah yang teridentifikasi masing-masing adalah jenazah berlabel B058 atas nama Nanang Priyo Widodo, 44 tahun, asal Malang, kemudian jenazah label B059 atas Donna Indah Nurwatie, 39 tahun yang juga warga Malang.
Selanjutnya, jenazah berlabel B060 atas nama Andrian Fernando, 13 tahun, warga Petemon 4/8 Surabaya, serta jenazah label B061 atas nama Viona Florensa Abraham, 19 tahun asal Desa Tomra, Kecamantan Pulau Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya.
“Metode identifikasi keempat jenazah ini mengandalkan pemeriksaan DNA kerabat dekat korban, baik orang tua maupun anak kandung korban, karena kondisi jenazah sudah tidak bagus alias rusak,” katanya.
Menurut dia, dalam pemeriksaan sekunder untuk jenazah berlabel B058 dapat dikenali dari cincin kawin bertuliskan nama Tyas, yang juga istrinya, ditambah identitas yang masih tersimpan, seperti KTP, SIM dan STNK.
Sedangkan jenazah B059, dikenali melalui DNA pembanding ibu kandung yang mempunyai kesamaan pada giginya yang cocok dengan data “ante mortem”.
Dia mengatakan, untuk jenazah Andrian Fernando dapat dikenali dari DNA pembanding ibu kandung yang diperkuat data analisa CCTV bandara, dan diketahui korban mengenakan kaos merah bertuliskan “Ben 10 Aliens Force”.
Sedangkan jenazah Viona Florensa Abraham dikenali melalui DNA ayah kandung yang beberapa hari lalu diantar sendiri oleh Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya ke Polda Jawa Timur.
Dengan teridentifikasinya empat jenazah, sisa jenazah yang awalnya hanya 10 jenazah kini bertambah dua menjadi 14 jenazah. Sebab, sebelumnya RS Bhayangkara telah menerima lagi dua jenazah yang ditemukan nelayan di Perairan Majene, Sulawesi Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kapolres Selayar Pimpin Pencarian Korban AirAsia QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Mohammad Hidayat memimpin langsung pencarian korban AirAsia QZ8501 yang diperkirakan terbawa arus sampai di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan.
“Saya mendapatkan pesan email dari Basarnas pusat dan hasil perhitungannya, ada kemungkinan jenazah korban AirAsia akan terbawa arus sampai Selayar,” ujarnya yang dihubungi melalui telepon, Sabtu (31/1).
Dia mengatakan, ujung dari arus gelombang Selat Karimata akan melintasi Perairan Majene, Sulawesi Barat hingga Perairan Selayar, Sulawesi Selatan atau Selat Makassar.
Dia mengaku setelah mendapat surat elektronik itu kemudian melakukan koordinasi dengan Tim SAR Selayar dan menyisir perairan yang memiliki banyak pulau-pulau kecil.
“Kita langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Selayar serta menerjungkan Polair untuk membantu pencarian itu. Semua fasilitas yang dibutuhkan untuk penyisiran itu kita kerahkan,” katanya.
Hidayat menuturkan, pencarian dan penyisiran yang dilakukan sejak pagi pukul 10.30 WITA itu tidak membuahkan hasil karena harus dihentikan saat sore harinya karena buruknya cuaca.
Fasilitas yang digunakan dalam pencarian itu di antaranya Kapal Sea Rider milik Pos SAR Selayar, Speed Bat, Kapal patroli Satuan Polair serta perahu nelayan jenisi katinting.
“Untuk koordinat penyisiran itu berdasarkan arahan dari Basarnas Pusat. Kita hanya menyisir sesuai dengan petunjuk itu karena pemetaan sudah dilakukan sesuai dengan angin barat yang terus berhembus itu,” jelasnya.
Sebelumnya, Badan SAR Nasional Wilayah Makassar berhasil menemukan jenazah penumpang AirAsia QZ8501 di Perairan Sendana, Majene, Sulawesi Barat atau sekitar 950 kilometer (km) dari lokasi jatuhnya pesawat tersebut.
“Berdasarkan penghitungan, lokasi jatuhnya pesawat itu di sekitar Selat Karimata dan jenazah yang ditemukan di Selat Makassar ini berjarak sekitar 950 kilometer,” ujar Kepala Basarnas Wilayah A Makassar, Roki Asikin.
Rosi menyatakan, terdamparnya dua jenazah itu ke Selat Makassar atau di Perairan Sendana, Kabupaten Majene karena angin sekarang ini berhembus ke arah barat.
“Ini musim barat dan dia bisa lepas dari ujung Kalimantan Selatan lalu naik ke utara. Jika angin barat ini terus berhembus bisa sampai tumpuannya ke Selayar (Sulsel).”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain