15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39498

Hari-hari Terakhir Sang Pidana

Jakarta, Aktual.co — Berada di lembaga pemasyarakatan sudah pasti banyak dengan aturan dan larangan. Itu juga yang dirasakan Tran Thu Bich Hanh (37), narapidana di Lapas Wanita Bulu Semarang. Namun jelang eksekusi mati terhadap dirinya, wanita asal Vietnam itu bisa mengerjakan hobinya di ruang isolasi.
Melepas kesedihan dan emosi yang dipendamnya setelah mengetahui dirinya akan dieksekusi, Tran atau kerap disapa Asien mengungkapkannya dengan lagu. Ia bernyanyi sambil memainkan gitar di ruang khusus di Lapas Wanita Bulu sebelum dibawa ke lokasi eksekusi. “Dia bernyanyi sambil main gitar,” kata Kalapas Wanita Bulu, Suprobowati, Jumat (16/1), seperti dikutip detik.com.
Selama di dalam Lapas Wanita Bulu, Asien memang harus menaati peraturan tidak boleh merokok, makanan tidak sembarangan, dan lain sebagainya. Ketika berada di ruang isolasi, beberapa keinginannya dipenuhi, diantaranya merokok dan makan kuliner Vietnam. “Walau di lapas dilarang merokok, tapi kami memenuhi keinginannya itu. Dia ingin makan masakan Vietnam juga kami penuhi. Saya lupa nama masakannya,” jelas Suprobowati.
“Diisolasi dia tidak stres. Jangan dibayangkan ruang isolasi itu menyeramkan,” imbuhnya. Meski awalnya terlihat tegar saat mendengar dirinya akan dieksekusi, Asien terkadang masih terlihat sedih. Bahkan kepada rohaniawan, Asien mengungkapkan tidak ingin mati. “Dia juga protes kepada dirinya sendiri karena saat harus menopang keluarga, dia harus menjalani hukuman tersebut,” pungkas Suprobowati.
Asien menyelundupkan 1,1 kg sabu di Bandara Adi Sumarmo Solo. Pada 22 November 2011, ia dijatuhi hukuman mati oleh PN Boyolali. Asien sudah mengungkapkan permintaan terakhirnya yaitu tidak diborgol saat eksekusi dilaksanakan.

Eksekusi Mati Napi Asal Vietnam di Lapas Boyolali

Semarang, Aktual.co — Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyatakan satu orang terpidana mati wanita bernama Tran Thi Bich Hanh alias Tran Dinh Hoang rencananya akan dieksekusi di Lembaga Pemasyarakatan Boyolali. 
Eksekusi mati kepada warga berkebangsaan Vietnam itu berbeda dari lima terpidana mati lainnya yang saat ini sudah berada di Lapas Nusakambangan, Cilacap.
“Pantauan terakhir kami, narapidana wanita (Tran Thi Bich Hanh) masih berada di Bulu. Belum ada perintah dari Jaksa terkait untuk dipindahkan,” kata Yuspahrudin di Semarang, Jum’at (16/1).
Rencanya, eksekusi terhadap enam terpidana mati oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2015.
Satu napi wanita itu akan dieksekusi berbeda dengan Napi mati lainnya. Wanita berkewarganegaraan Vietnam itu akan menjalani eksekusi mati di Boyolali, Jawa Tengah pada Minggu besok. “Teknisnya tergantung Jaksa. Kami hanya bertanggungjawab untuk lapas yang ditempati,” kata dia.
Sementara itu, Kepala LP Wanita Bulu, Semarang, Suprobowati mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan terkait pelaksanaan ekskusi mati tersebut. Namun, dirinya mengakui kalau pihak LP dan terpidana sebenarnya sudah tahu jika permohonan grasi yang diajukannya ditolak.
“Kami sudah tahu kalau grasi ditolak dari berita TV. Lha mereka semua juga menonton TV. Hanya kalau soal pelaksanaan ekskusi itu kami semua belum tahu,” jelasnya.
Tran Thi Bich Hanh merupakan napi titipan dari Kejaksaan Negeri Boyolali. Sejauh ini belum ada pemberitahuan soal rencana eksekusi itu.
Menanggapi keadaan terpidana wanita di lapasnya, Suprobowati menyatakan, sampai detik ini masih dinyatakan baik. Belum ada ada perubahan perilaku apapun yang ditunjukan. Bahkan, aaktivitasnya di LP Wanita Bulu juga terbilang normal seperti biasanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiang Besi Monorel Terbengkalai Membahayakan Pengendara

Mobil sedan melintas besi beton pondasi proyek Monorel di jalan Patal Senayan, Palmerah, Jakarta Selatan, Jum’at (16/1/2015). Tiang pancang yang sedianya akan dipakai untuk proyek monorel kini terbengkalai meninggalkan sisa-sia besi yang semrawut sehingga membahayakan pengendara, terutama saat malam hari. AKTUAL/MUNZIR

Menteri Rini Sebut PLN, Pertamina dan PGN Berpotensi Rugikan Negara

Jakarta, Aktual.co —  Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memberikan catatan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait permasalahan BUMN yang saat ini mulai banyak beralih ke anak perusahaan. Disinyalir, bahwa pendirian anak perusahaan cenderung menjadi tempat transaksi-transaksi yang digunakan untuk kepentingan tertentu.

Menteri BUMN Rini Soemarno membenarkan jika beberapa anak perusahaan BUMN termasuk perusahaan BUMN besar yang memang berpotensi merugikan negara.

“Kami telah lakukan pemeriksaan terhadap anak usaha yang besar seperti Pertamina, PLN, Telkom, PGN dan anak usaha perbankan BUMN besar,” kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (16/1).

Rini justru menuding jika lembaga DPR belum optimal dalam melakukan pengawasan terhadap kurang lebih 600 anak perusahaan BUMN.

Anggota VII BPK, Achsanul Qosasi mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa 45 anak perusahaan dan diperoleh 801 temuan, 1.294 rekomendasi, dengan rasio permasalahan yang berpotensi merugikan negara dan korporasi sebesar 62 persen dari temuan.

“Dalam pemeriksaan, kami memfokuskan pada pemeriksaan kinerja, sehingga produk BPK bukan hanya berpendapat terhadap kebenaran akuntasi, tapi lebih pada program efektifitas dan effisiensi keuangan negara di BUMN serta menjamin pelaksanaan penyelesaian ganti rugi keuangan negara, sesuai UU 15 Tahun 2006, pasal 11,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hanura Dibayangi Gerakan Sempalan

Jakarta, Aktual.co —Musyawarah Nasional (Munas) II Partai Hanura tahun ini dibayangi gerakan sempalan yang ingin mencoba membuat munas tandingan agar Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto tidak dapat mempertahankan jabatan pada masa kepemimpinan selanjutnya. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Muda Hanura yang merupakan organisasi sayap Hanura, Erik Satria Wardhana di Jakarta, Jumat (16/1).
“Saya akui ada gerakan-gerakan sempalan yang mencoba membuat munas tandingan,” kata Erik disela-sela acara pembukaan Munas I organisasi sayap Gema Hanura. Dia mengatakan, gerakan itu muncul dari oknum partai yang pernah bermasalah di internal DPP Hanura. Namun oknum itu kini telah diberhentikan dari kepengurusan partai. “Oknum itu pernah aktif di Hanura, namun ada kasus keuangan dan sebagainya sehingga diberhentikan dari kepengurusan partai,” kata dia.
Erik menegaskan, Gema Hanura selaku organisasi sayap Partai Hanura menyayangkan sekaligus menentang langkah-langkah tersebut. Pasalnya, kata dia, seluruh organisasi sayap yang terafiliasi kepada Partai Hanura secara solid telah mendukung Wiranto untuk kembali menjabat Ketua Umum Hanura periode mendatang. Wiranto dinilai sebagai sosok tunggal yang mampu menjadi perekat dan pemimpin kader untuk saat ini.
Wiranto telah menyatakan kesediaannya untuk kembali memimpin Hanura pada periode kepemimpinan selanjutnya, dengan catatan dirinya hanya ingin mengantar proses regenerasi partai secara aman, santun, selamat dan bermartabat.
Wiranto menekankan agar kader tidak perlu khawatir Hanura akan menjadi kendaraan bagi keluarganya untuk meraih kekuasaan, sebab menurut Wiranto, keluarganya tidak ada yang berkecimpung di dalam Partai Hanura. “Saya secara tulus dan ikhlas ingin membangun kendaraan politik terus berkembang,” ujar Wiranto. Munas II Partai Hanura dijadwalkan berlangsung di Solo bulan Februari mendatang. Dalam Munas II itu Wiranto dikabarkan akan dipilih secara aklamasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pererat Kerjasama, Pertunjukkan Seni Budaya India Digelar di Bali

Jakarta, Aktual.co — Pertunjukan seni dan budaya bertajuk “Festival of India 2015” akan digelar di Pulau Bali dari Januari hingga Maret mendatang sebagai upaya mempererat hubungan kerja sama India dengan Indonesia.

Konsul Jenderal India untuk Bali Amarjeet Singh Takhi saat bertemu Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Jumat mengemukakan kegiatan itu untuk mempererat kerja sama dua negara, terlebih Bali memiliki hubungan historis yang sangat dekat dengan India.

“Festival of India 2015” akan digelar di Bali sepanjang Januari hingga Maret 2015 merupakan salah satu rangkaian festival yang digelar Kedubes India di 16 kota di seluruh Indonesia. Sedikitnya 30 presentasi budaya akan memeriahkan rangkaian festival.

Takhi mengatakan festival akan dimeriahkan tarian rakyat, drama tari, wayang, pertunjukan seni, pameran, seminar, pemutaran film Bollywood hingga film dokumenter.

Khusus untuk Bali, rangkaian festival akan dibuka secara resmi pada 28 Januari 2015 di The Westin Resort, Nusa Dua. Selanjutnya, sejumlah pagelaran seni dan budaya akan dilaksanakan di beberapa lokasi antara lain Ardha Candra Taman Budaya Denpasar, Gedung Ksirarnawa, Auditorium Natya Mandala ISI Denpasar, Museum ARMA, Auditorium Undhiksa, Amphitheatre Diccovery Shopping Mall dan Monumen Bajra Sandhi.

Demi kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut, Takhi sangat mengharapkan dukungan dari pemprov dan masyarakat Bali.

“Dukungan seluruh masyarakat Bali sangat kami perlukan agar tujuan pelaksanaan festival ini dapat tercapai. Kami juga menyampaikan undangan terbuka kepada masyarakat Bali untuk hadir dan menyaksikan pertunjukan dalam rangkaian festival tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi rencana penyelenggaraan “Festival of India 2015” dan berjanji akan meluangkan waktu untuk hadir.

“Ini kegiatan yang sangat bagus dan saya akan datang. Event ini merupakan salah satu upaya dalam memantapkan kerja sama antara Bali dengan India, mengingat kita memiliki kultur yang hampir sama,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Pastika juga mengimbau masyarakat Bali untuk datang menyaksikan pertunjukan yang disuguhkan oleh para seniman dan budayawan India.

Dia yakin, pertunjukan seni yang disuguhkan oleh seniman dan budayawan India akan sangat menghibur dan menarik untuk diikuti.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain