5 April 2026
Beranda blog Halaman 39537

Jokowi Khianati Konstitusi dan Trisakti Dengan Memperpanjang Kontrak Freeport

Jakarta, Aktual.co — Perpanjangan kontrak Freeport adalah  bentuk pengkhianatan terhadap ajaran Trisakti Bung Karno yang selama ini menjadi platform Jokowi saat melakukan kampanye. Dengan perpanjangan Freeport. dimana lagi ada kedaulatan dan berdikari secara ekonomi?

Selain berkhianat terhadap Trisakti, Jokowi juga melanggar konstitusi dengan memperpanjang kontrak Freeport.
Sebab ada tiga alasan utama penolakan perpanjangan kontrak tersebut. Pertama, pasal 169 ayat (B) UU Mineral dan Batubara mengamanatkan, kontrak karya akan tetap dihormati hingga masa berakhirnya. Amanah itu harus dihormati karena UU Minerba merupakan pengejawantahan kehendak dari masyarakat Indonesia. Yaitu, agar presiden mempunyai kewajiban memegang teguh sesuai sumpahnya ketika dilantik.

Kedua, Freeport sudah terlalu banyak menikmati kekayaan yang seharusnya digunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia. Apalagi, Freeport hingga saat ini enggan untuk transparan soal berapa keuntungan yang diperoleh.

Terakhir, bila perpanjangan diluluskan oleh pemerintah atas desakan pemerintah AS, berarti negara Paman Sam tersebut telah menerapkan politik adu domba. Yaitu, antara pemerintah RI dengan rakyatnya sendiri.

Selain ketiga hal tersebut Freeport selama beroperasi juga sudah banyak melanggar Keselamatan dan Kesehatan Kerja seperti insiden runtuhnya terowongan Big Gossan milik PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, pada 14 Mei 2013, yang mengakibatkan 28 orang tewas. Serta kerusakan lingkungan yang sangat parah dibumi Papua dan tidak sebanding dengan royalti yang diterima masyarakat Papua yang saat ini kehidupan sosialnya masih jauh tertinggal baik dari sisi pendidikan, kesejahteraan serta fasilitas kesehatan.

Tidak dibangunnya smelter oleh Freeport selama ini juga bentuk pelanggaran UU serta sebagai cara agar Freeport menyembunyikan hasil eksploitasinya serta penghindaran dari pengenaan pajak pertambahan nilai.

Dalam kontrak perpanjangan Freeport yang baru ditanda tangani, ada klausul, pada tahun 2017 Freeport harus sudah membangun smelter, tapi pasti akan diabaikan oleh Freeport dengan berbagai alasan kepada pemerintah Indonesia

Jakarta 25 Januari 2015

Oleh: FX. Arief Poyuono Ketua DPP Gerindra

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi: Jangan Ada Kriminalisasi di Kasus KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co —Menyikapi perseteruan antara KPK dan Polri, Presiden Jokowi kembali menyatakan sikapnya dalam sebuah keterangan pers yang singkat di Istana Presiden, Minggu malam (25/1)

Demikian pidato singkatnya:

“Setelah beberapa kali dapat masukan dan fakta, meski belum banyak tetapi pada malam ini perlu saya sampaikan.

Pertama, kita sepakat institusidi KPK dan Polri harus menjaga  kewibawaannya sebagai institusi hukum. Oleh sebab itu jangan ada kriminalisasi proses hukum yang terjadi.

Saat ini harus dibuat  terang benderang, transparan. Dan agar proses hukum dapat berjalan dengan baik jangan ada intervensi dari siapapun.  Tapi saya akan tetap akan mengawasi dan mengawal.

KPK dan Polri harus bahu membahu memberantas korupsi, Biarkan Polri dan KPK bekerja. Keduanya harus bisa membuktikan bahwa mereka bertindak seusai dengan hukum.”

Setelah menyampaikan keterangan pers itu, Prof Jimly Ashshiddiqi memberikan juga keterangan singkat tentang rencana Jokowi untuk membuat tim independen dalam menyikapi konflik antara KPK dan Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

PT Freeport Indonesia Akan Bangun Smelter di Gresik

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia mendesak agar PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk membangun smelter jika perusahaan tambang asal Amerika itu ingin melakukan ekspor mineral mentah.

Pasalnya, pemerintah telah memberikan keringanan melalui perpanjangan nota kesepahaman atau MoU terkait ekspor Freeport selama enam bulan kedepan.

Presiden Direktur PTFI Maroef Sjamsoeddin mengaku senang dengan adanya perpanjangan MoU yang dilakukan pemerintah. Dia akan memanfaatkan waktu selama enam bulan untuk membangun smelter yang rencanannya akan dibangun di Gresik, Jawa Timur.

“Harus betul dimanfaatkan, agar kontribusi PT Freeport dapat memberikan manfaat khususnya aset potensi itu berada di Papua,” kata Maroef Sjamsoeddin di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Minggu (25/1).

Maroef mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan lokasi untuk pembangunan smelter tersebut. Menurutnya, yang menjadi hal utama dalam perpanjangan MoU tersebut adalah perkembangan soal pembangunan smelter PTFI.

“Kita tak hanya menghitung dari sisi bisnis, tapi faktor lain, bahwa ada 13.000 pekerja dan 20.000 sub kontraktor itu telah memberikan manfaat bagi pembangunan,” katanya.

Dia menambahkan, PT Freeport berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya khususnya ke Papua dan skala nasional terhadap Indonesia.

“Proyeksi ke depan, smelter ini akan mengarah pada 2 juta ton konsentrat. Jadi kalau ini bisa, diharapkan sudah 3 juta ton konsentrat per tahun. Memang kami PTFI sudah 20 tahun bekerjasama dengan Gresik kerjasama dengan Mitsubishi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mendag: Ekspor Produk Manufaktur Akan Digenjot

Jakarta, Aktual.co — Ekspor produk manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi akan makin digenjot untuk meningkatkan nilai ekspor non-migas nasional dan menekan defisit perdagangan.

“Selama ini porsi ekspor produk primer dan manufaktur 65:35. Ke depan kami ingin 65 persen ekspor nonmigas berasal dari produk manufaktur,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, di Davos, Swiss, Minggu (25/1).

Untuk itu, ia akan melakukan koordinasi dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin agar kinerja industri manufaktur digenjot dan diperluas ke produk-produk yang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dan selera pasar domestik, tapi juga ekspor, seperti produk hemat energi dan ramah lingkungan.

Selain itu, ia menilai banyak komoditas primer yang selama ini diekspor bisa lebih dioptimalkan nilai tambahnya melalui program hilirisasi.

“Misalnya CPO yang selama ini banyak diekspor dan memberi kontribusi ekspor nonmigas yang besar, bisa diperluas industri turunannya,” kata Rachmat.

Untuk itu, konsumsi dalam negeri juga perlu ditingkatkan, kata dia. Apalagi, dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) terungkap bahwa tantang pertumbuhan ekonomi global makin berat, seiring penurunan harga minyak mentah dan belum pulih sepenuhnya krisis di Amerika dan Uni Eropa.

“Pasar domestik adalah insentif bagi kita, harus ditingkatkan konsumsi dan daya beli masyarakatnya. Pasar yang besar itu juga akan diamankan dari produk illegal dan tidak berkualitas,” kata Rachmat menegaskan.

Ia yakin dengan peningkatan ekspor yang mengandung nilai tambah tinggi, nilai ekspor nonmigas akan meningkat signifikan.

Oleh karena itu, ia juga meminta atase perdagangan dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) mencari peluang ekspor produk manufaktur di negara mereka bertugas.

Sementara itu, Managing Director Grup Sinar Mas Gandhy Sulistyanto menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah mengembangkan industri turunan CPO.

“Saat ini memang saatnya kita serius memperluas pengembangan industri turunan CPO, tidak hanya terbatas untuk produk konsumsi, tapi juga kosmetik dan obat-obatan,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela pertemuan WEF.

 Hal itu, lanjut dia, akan membantu kalangan produsen CPO yang ekspornya mulai tertekan karena harga minyak mentah turun.

Dampak penurunan harga minyak, kata dia, harga biofuel di Eropa tidak kompetitif, sehingga permintaan CPO juga menurun. Dengan hilirisasi, permintaan CPO di dalam negeri akan meningkatkan permintaan CPO.

“Saatnya lakukan hilirisasi yang mampu mendongkrak permintaan CPO di dalam negeri,” ujar Gandhy Sulistyanto.

Ia mengusulkan untuk mempercepat pengembangan industri turunan CPO, maka pemerintah perlu memberi insentif di bidang fiskal, seperti penurunan PPh Badan dan insentif lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Warga Ramaikan Festival Topeng Maulud

Jakarta, Aktual.co — Ribuan warga ikut meramaikan Festival Topeng Maulud Nabi Muhammad SAW 2015 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya setempat di halaman Taman Surya Kota Surabaya, Minggu (25/12).

“Sebenarnya ini penyelenggaraan yang kedua kalinya. Memang saya minta ke Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata). Tujuannya supaya anak-anak Surabaya tahu ada budaya seperti ini di Surabaya. Anak-anak kecil jadi tahu ada Topeng Maulud,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di acara tersebut.

Pada kegiatan tersebut terlihat puluhan ragam topeng Maulud yang dipajang di Halaman Taman Surya, gunungan hasil bumi seperti sayur-sayuran, buah-buahan serta gunungan apem (jajanan) khas Surabaya.

Selain itu, ada beragam penampilan dari siswa-siswi sekolah, komunitas sanggar tari/seni, dan juga dari pewakilan kecamatan yang terkemas dalam parade topeng Maulud 2015. Di antaranya, tari topeng Shalawat dari SMPN 12 Surabaya, juga drum band SMAN 19 Surabaya.

Setelah pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan ritual keberkahan yang diawali dengan Tarian Topeng Gedeg oleh Sanggar Surabaya Menari, dilanjutkan pembagian topeng Maulud oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Kemudian dilanjutkan dengan rebuan gunungan apem dan gunungan hasil bumi.

Menurut dia, Festival Topeng Maulud 2015 ini memiliki kepedulian tinggi untuk ikut merawat budaya kearifan lokal agar tidak lenyap dan tergusur oleh modernitas zaman.

Untuk itu, wali kota menegaskan acara seperti ini akan rutin diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya. “Ke depannya akan terus kita sempurnakan sehingga anak-anak tahu kekayaan budaya di Surabaya,” katanya.

Topeng Maulud merupakan salah satu budaya kearifan lokal yang ada di Surabaya selain ludruk, manten pagon, tari remo, undukan doro dan gulat okol. Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk merawat budaya lokal tersebut agar tetap ada dan dikenal generasi muda.

Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Fauzie M Yos mengatakan Festival Topeng Maulud 2015 diramaikan oleh sekitar 1.200 warga yang terdiri dari pelajar sekolah, komunitas sanggar tari dan seni, serta juga partisipasi dari kecamatan-kecamatan di Surabaya.

“Selain untuk melestarikan budaya, kami juga berharap kegiatan tahunan ini nantinya bisa menjad destinasi wisata di Surabaya,” ujarnya.

Salah satu penggagas acara Festival Topeng Maulud 2015 Herry Lento mengatakan, sejak dulu, di Surabaya ada tradisi perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW di mana anak-anak akan memakai topeng Maulud.

“Dulu, ibu-ibu yang yang pergi ke pasar, membelikan anak-anaknya topeng Maulud. Di kampung-kampung semuanya pakai topeg itu. Itu yang kemudian kita hidupkan kembali tradisi ini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK, Polri dan Nawacita

Jakarta, Aktual.co — Hiruk pikuk politik yang meletup akibat kisruh yang terjadi antara Polri dan KPK jujur saja membuat saya terpukul. Di saat kami di parlemen sedang berjibaku bertempur memutuskan kebijakan politik anggaran untuk nawacita, arus besar isu membuat keputusan-keputusan di DPR terkait APBNP 2015 seakan luput dari perhatian publik.

Saya bertugas di komisi kesehatan dan ketenagakerjaan. Komisi yang sehari-hari urusi kasus buruh dan TKI, tentu saja advokasi pasien yang ditolak dari RS karena tidak mampu. Raker dengan Menkes dan Dirut BPJS  berlangsung 9 jam, raker dengan Menaker dan Kepala BNP2TKI selama 12 jam. Pimpinan partai tetap menugaskan kami untuk tetap kritis dalam trek yang membuat nawacita tak sekedar janji kampanye, tapi betul-betul bisa dibumikan. Bukan perkara mudah, kadang ada hal-hal yang belum satu persepsi dengan para pembantu presiden di Kementrian dan Lembaga. Kami diingatkan untuk berkomunikasi dengan baik, kalau pun ada adu argumentasi harus berbasis data dan realitas lapangan.

Berbicara program bagi eksekutif dan legislatif tentu harusnya dipahami bicara tentang jalan politik, politik kesehatan, politik ketenagakerjaan, politik pendidikan, dan seterusnya. Tak boleh sekedar bicara teknis tapi kosong arah politik: ideologi yang jadi roh atas ide, konsep hingga implementasi dari kebijakan yang diputuskan.  Begitu pula dengan penanganan korupsi.

Bagi saya tetap kebijakan politik penanganan yang seperti apa yang digunakan harus jelas dan tegas. Namun, bukan berarti kasus korupsi dipolitisir jadi kepentingan orang atau kelompok tertentu. Politik sejatinya tak boleh personal. Politik adalah urusan publik. Maaf, jika saya harus katakan dari mulai urusan pemilihan Kapolri hingga “perang KPK VS POLRI” lebih banyak muatan personal, ketimbang urusan publik.

Siapa yang dikorbankan? POLRI, KPK atau Jokowi sebagai Presiden? Bukan tiga-tiganya. Korbannya tetap sama dari satu era kekuasaan ke kekuasaan lain: rakyat. Siapa yang paling rusak citranya? POLRI, KPK atau Presiden? Jawabannya sama, bukan tiga-tiganya, kalau seperti ini yang rusak adalah nama bangsa: Indonesia.

Rakyat dan bangsa sedang dipertaruhkan. Jadi, bagi saya “Selamatkan Rakyat dan Bangsa, Benahi KPK dan POLRI”. Bukan hal etis jika kedua belah kubu saling membuka kebobrokan, saling tuding, sampai hasil BAP kedua belah pihak yang “tertuduh” pun bisa beredar tanpa sensor.

Republik ini rechtstaat bukan machtstaat. Negara hukum bukan negara yang kuat yang kuasa. Benar salah proses hukum yang transparan dan penuhi rasa keadilan yang memutuskan. Sependapat dengan Presiden Jokowi (meski saya tidak setuju dengan kata “meminta”, mengintruksikan atau memerintah lebih tepat rasanya) sebagai Kepala Negara agar semua proses hukum terhadap hal yang dituduhkan kepada para petugas di kedua institusi tersebut segera dijalankan dengan obyektif dan sesuai undang-undang yang berlaku.

Jika boleh saya tambahkan harapan saya, kedua institusi harus kembali kepada rel tugas masing-masing sesuai undang-undang dan konstitusi. Hentikan arogansi dan ego sektoral. Jangan ada lagi pernyataan tanpa bukti dan tanpa proses hukum, tak boleh lagi ada penangkapan semena-mena. Termasuk juga pihak-pihak yang punya kemampuan menyelenggarakan konpers. Mohon hitung masak-masak bukan semata menyelamatkan diri masing-masing. Ini bukan ajang cari panggung. Pikirkan apa faedahnya buat rakyat, apa ada gunanya buat kemaslahatan rakyat. Kalau tidak ada, lebih baik diam kerjakan saja yang bisa berguna buat rakyat. Atau berdoa buat yang sedang berjuang, juga pasti besar gunanya bagi bangsa ini.

Tulisan ini sekedar harapan dan unek-unek saya, politisi yang berharap KPK juga POLRI bisa jadi dua institusi solid memberantas korupsi. Bukan jadi dua institusi yang saling tebas satu sama lain. Bersihkan kedua institusi dari tukang suap dan catut, juga dari makelar dan calo.

Tulisan ini sekedar curhatan politisi yang pekan depan kembali ditugaskan partai  bersama “serdadu lombok abang”  kembali bertempur di parlemen agar nawa cita jadi nyata, bisa memupus derita rakyat, tak sekedar slogan belaka.

Salam Juang

Oleh: Rieke Diah Pitaloka, Politisi PDI Perjuangan

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain