8 April 2026
Beranda blog Halaman 39554

Longsor di Wonosobo Akibatkan Ratusan Warga Mengungsi

Jakarta, Aktual.co — Tebing longsor di Desa Garung Lor, Kabupaten Wonosobo, mengakibatkan jalan desa tertutup dan ratusan warga mengungsi ke Balai Dusun Garung Cangak.

Koordinator Tim SAR Kabupaten Wonosobo Muhail mengatakan, tebing longsor setinggi 20 meter dengan lebar 20 meter tersebut merupakan tanah milik Perum Perhutani.

“Tidak ada korban jiwa maupun harta pada musibah yang terjadi pada Sabtu (24/1) petang sekitar pukul 18.30 WIB setelah sejak siang hari turun hujan,” katanya di Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (25/1).

Ia menuturkan longsor tersebut menutup jalan Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, dan di bawah jalan tersebut merupakan permukiman warga.

“Karena warga khawatir terjadi longsor susulan, maka sebanyak 298 jiwa dari 82 keluarga mengungsi ke daerah yang aman, yakni di Balai Dusun garung Canguk,” katanya.

Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi, saat ini sudah ada bantuan logistik dari BPBD Provinsi Jateng dan Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo.

Kades Garung Lor Parmin Fahmi Sahab mengatakan, hingga Minggu siang warga masih mengungsi, apalagi saat ini terjadi hujan deras, dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Ia mengatakan, di kawasan tersebut merupakan daerah rawan longsor, pada akhir tahun 2012 di daerah tersebut juga terjadi tanah bergerak.

Ia menuturkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kalau siang hari cuaca cerah warga bisa pulang ke rumah, namun kalau malam hari harus ke tempat pengungsian guna mengantisipasi terjadi longsor susulan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo mengatakan Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo sudah menyalurkan logistik agar para pengungsi tidak kelaparan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertikaian Antar Warga di Timikia, Satu Orang tewas

Jakarta, Aktual.co — Seorang warga tewas akibat pertikaian antarwarga di Timika, Kabupaten Mimika, Povinsi Papua, yang mencuat Sabtu (24/1) malam.
“Satu orang dikabarkan tewas setelah dianiaya sekelompok orang di Jalan Hasanudin, samping Supermarket Diana 2,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige Renwarin, di Kota Jayapura, Minggu (25/1).
Korban tewas teridentifikasi bernama Korinus Karet (42), dengan luka robek di tubuhnya akibat senjata.
Patrige mengatakan, pertikaian antarwarga itu terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.40 WIT.
“Korban diduga tewas setelah dianiaya dan tidak tertolong,” katanya.
Kronologi peristiwa itu, berawal dari perselisihan yang terjadi sekitar satu minggu yang lalu, dimana terjadi keributan di Jalan Samratulangi dan terdapat korban luka ringan dari sekelompok warga.
Pada Sabtu pukul 23.40 WIT, sekelompok warga yang berjumlah sekitar 20 orang dengan membawa senjata tajam jenis parang dan panah wayer, mendatangi Jalan Hasanudin samping Supermarket Diana 2 dengan tujuan mencari kelompok warga yang sering melakukan pemalakan di sekitar Jalan Hasanudin.
“Setiba di samping Supermarke Diana 2, KK (korban) melihat sekelompok masa tersebut, sehingga Ia melarikan diri ke belakang bagian belakang. Massa itu melihat korban lari, dan langsung mengejar sampai depan rumah saudara Andarias Nauw. Disitulah terjadi penganiayaan kepada korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP dengan luka sayatan,” katanya.
Patroli dari Polsek Mimika Baru yang dipimpin langsung oleh kapolsek bersama satu regu anggota Dalmas tiba di TKP dan berhasil mengamankan salah satu dari kelompok pelaku.
“Polisi tiba di TKP sekitar pukul 24.00 WIT dan berhasil menangkap seorang terduga pekaku berininisal AM, sedangkan massa yang lain melarikan diri,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemuda Muhammadiyah Minta KPK-Polri Tak Ada Gesekan

Jakarta, Aktual.co — Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, berharap gesekan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri tidak terjadi, menyusul penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh penyidik Bareskrim Polri pada Jumat (23/1).

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, menyebutkan penangkapan Bambang Widjojanto oleh Polri mendapatkan respons yang cukup keras dari masyarakat.

Hal itu seolah menyuarakan kembali perseteruan lembaga penegak hukum antara Polri dengan KPK, seperti Cicak VS Buaya pada 2009 silam.

Banyak kalangan menilai ada nuansa balas dendam atas keputusan KPK dalam perkara dugaan rekening gendut yang menyeret calon tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan.

Perseteruan lembaga penegak hukum itu pun justru akan menimbulkan kerugian internal bangsa Indonesia dalam pemberantasan korupsi.

Untuk itu Pemuda Muhammadiyah (PM) DIY berharap agar ‘Cicak vs Buaya’ tidak terulang kembali.

PWPM DIY mengharapkan pemberantasan korupsi tetap menjadi fokus pemerintah serta aparat penegak hukum dalam mewujudkan bangsa yang adil dan sejahtera.

Selain itu seluruh lembaga penegak hukum yang menangani korupsi baik itu kepolisian, KPK, kejaksaan, maupun pengadilan agar bersikap independen dan tidak terlibat politik dalam penuntasan kasus korupsi.

“Presiden dan Wakil Presiden harus menunjukkan sikap negarawan untuk mencegah perseteruan antarlembaga penegak hukum,” kata Ketua PWPM DIY Iwan Setiawan, dalam siaran persnya, Minggu (25/1).

Ia meminta seluruh proses penegakan hukum harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan friksi di tengah masyarakat. Di sisi lain, masyarakat agar menahan diri serta mengedepankan nalar kritis agar tidak mudah terbawa arus atas setiap peristiwa yang terjadi.

“PWPM DIY akan senantiasa di garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindakan dan perbuatan korupsi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenhub Belum Memahami Perhitungan Keuntungan Angkutan Penerbangan

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo mengatakan kementerian perhubungan belum memahami tentang perhitungan keuntungan dari penerbangan. Kemenhub masih menganggap bahwa semakin banyak maskapai penerbangan, semakin banyak keuntungan yang didapat.
Menurutnya, semakin banyaknya maskapai penerbangan di Indonesia sebenarnya sangat merugikan jika dilihat dari aspek keamanan penerbangan.
“Semakin banyak maskapai penerbangan sebetulnya Indonesia banyak dirugikan,” kata dia, pada diskusi Aktual Forum, di Jakarta, Minggu (25/1).
Dia menambahkan, perhitungan keuntungan penerbangan bukan dilihat dari aspek maskapai penerbangan, melainkan dari segi keamanan penerbangan dan aspek lainnya, termasuk jalur penerbangannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perbaiki Sistem Penerbangan Indonesia

Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo Mamo, Pemerhati Kebijakan Publik Agus Pambagio, Wakil Ketua DPR Komisi V Yudi Widiana dan Sekretaris Jenderal The Indonesian National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanudin, saat diskusi Aktual Forum dengan tema, “Bukan Cari Kambing Hitam Selamatkan Penerbangan Nasional” di Jakarta, Minggu (25/1/2015). Indonesia adalah satu dari tiga negara yang dilarang unit penerbangannya dipakai diluar negeri karena buruknya sistem regulasi penerbangan kita. Sistem yang buruk harus segera diperbaiki dan tidak ada urusannya dengan politisasi. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

YLKI: Tiga Catatan Terkait Dunia Penerbangan

Jakarta, Aktual.co — Beberapa waktu yg lalu pesawat AirAsia QZ8501 penerbangan Surabaya-Singapura jatuh di perairan Selat Karimata. Menanggapi hal tersebut, Yasasan Lembaga Konsumen Indonesia mengungkapkan bahwa dalam data yang dimilikinya, pengaduan transportasi penerbangan menduduki peringkat keempat, setelah perbankan, perumahan dan telekomunikasi.
 “Dalam catatan kecil Ada beberapa aduan terkait dunia penerbangan. Pertama soal delay, Seperti yang kita lihat, banyak sekali maskapai yang menunda penerbangan secara sepihak. Kedua, refund tiket,” ujar Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo, dalam diskusi Aktual Forum, dengan Tema “Bukan Cari Kambing Hitam, Selamatkan Penerbangan Nasional” di Jakarta, Minggu (25/1).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa aduan refound tiket macam-macam. Misalnya, pembatalan tiket dilakukan sepihak dan atau maskapai berhenti operasi. Ketiga, airline pailit. 

“Model ticketing penerbangan saat ini harus diperhatikan dengan jelas. Di Indonesia tiketing masuk ke revenue, sedangkan diluar, itu masih piutang. Sehingga jika terjadi pembatalan, mudah untuk mengembalikan uang konsumen,” tegasnya.
Menurutnya, ada enam maskapai yang sering dikeluhkan konsumen berdasarkan data yang diterima YLKI. Thailand air menduduki posisi tertinggi.
“Yang penting adalah bagaimana menangani korban secara ideal. Banyak kasus yang ada di Indonesia. Kita tidak punya pola ideal tentang perlindungan korban dan tidak mengulang kasus yang sama,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain