8 April 2026
Beranda blog Halaman 39575

Boemi Poetra: Konflik KPK Kontra Polri Sudah Diskenario?

Medan, Aktual.co — Penggagas Gerakan Boemi Poetra mensinyalir, bahwa konflik antara lembaga KPK dan Polri yang semakin memanas sudah diskenario.

“Tidak menyayangkan (konflik KPK Vs Polri), ini ‘by design’. Hak masing-masing orang, kenapa mereka berbuat? Tapi kita nggak bisa ngomong, tapi menurut Boemi Poetra itu ‘by ‘design,” ujar inisiator gerakan Boemi Poetra, Tengku Zainuddin kepada Aktual.co, Jumat (23/1) malam.

Sebelumnya, Zainuddin menilai, bagi Boemi Poetra yang fokus pada sisi kebudayaan, konflik yang terjadi antara KPK dan Polri harus dilirik dari sisi ketokohan para pejabat yang ada di instansi tersebut.

“Yang terjadi sisi ketokohan, tidak ada yang bermasalah, ini antara sosok ‘BG’ (Budi Gunawan) dan ‘BW’ (Bambang Widjajanto), yang akhirnya melibatkan keberadaan institusi. Tidak seharusnya mempersalahkan KPK dan Polri, nilai budayanya apa? Simbol sebuah lembaga masih pada  tokohnya, bukan pada esensi,” kata Zainuddin.

Ditambahkan, sebenarnya tidak perlu mempertentangkan antara Budi Gunawan dan Bambang Widjajanto, karena tanpa keberadaan kedua tokoh tersebut, kedua lembaga penegak hukum itu masih bisa berjalan. Meski, lanjutnya, yang harus diperhatikan adalah sisi ketokohan kedua orang tersebut dari latar belakang masing-masing.

“Tak ada ‘BG’ dan’ BW’ KPK dan Polri pasti akan terus jalan. Indonesia rusak karena ketokohan, tapi analisisnya siapa dia selama ini, siapa dibawahnya? Ada ‘toke’, itu aja. Perang antar ‘toke’ di Indonesia, nanti akan ketahuan, BG ini siapa dan BW ini siapa? Bukan lembaga, lembaga hanya ‘kambing hitam’,” tutup Zainuddin.

Artikel ini ditulis oleh:

Djoko Suyanto: BW Harus Mundur dari Jabatannya

Jakarta, Aktual.co — Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menyatakan, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri, maka Bambang harus mundur dari jabatannya.
“Dengan ditetapkannya sdr Bambang Widjajanto sebagai tersangka oleh Polri maka yang bersangkutan harus mundur dari jabatan Wakil Ketua KPK,” kata Djoko di Jakarta, Sabtu.
Dia menambahkan, dengan jumlah pimpinan hanya 3 orang, maka KPK tidak bisa memutuskan apa-apa. “Dengan kata lain upaya pemberantasan korupsi oleh KPK berhenti,” kata mantan Panglima TNI itu.
Padahal, lanjutnya, komitmen Presiden Jokowi sangat tinggi terhadap pemberantasan korupsi.
“Sulit membayangkan dampaknya dukungan publik terhadap Presiden bila beliau tidak peduli terhadap dampak dari berhentinya Pak Bambang  dari KPK,” kata Djoko.
“Harus ada langkah lanjutan dari Presiden yang memiliki otoritas, agar salah satu program prioritas beliau dalam pemberantasan korupsi oleh KPK, Polri dan Kejaksaan  dapat tetap berjalan,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Lanjutkan Kasus BW, Polri Tak Akan Terpengaruh Tekanan Publik

Jakarta, Aktual.co —  Kepolisian Republik Indonesia tidak akan terpengaruh dengan tekanan publik terhadap proses hukum dari tersangka Bambang Widjojanto.
Demikian disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronie F Sompie dalam diskusi di kawasan Cikini, Sabtu (24/1).
“Tidak ada perubahan sikap Polri dalam menangani kasus BW, meskipun tekanan publik berspekulasi negatif terhadap kita (Polri),” kata Ronie Sompie.
Mantan Kapolwiltabes Surabaya ini mengatakan bahwa Polri dalam menangani kasus BW ini sudah melakukan sesuai dengan mekanisme hukum. 
Polri menangani kasus ini murni mekanisme hukum, walaupun masyarakat berspekulasi negatif. “Mekanisme hukum sudah terpenuhi cukup alat bukti, jadi kami akan tetap melakukan proses ini,” demikian Ronie.

Artikel ini ditulis oleh:

Netanyahu Mau Bertemu, Ditolak Obama

Jakarta, Aktual.co —Presiden Amerika Serikat Barack Obama menolak bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ketika pemimpin Israel itu melakukan lawatan ke Washington pada Maret 2015. Juru bicara Gedung Purih, Bernadette Meehan, Kamis ( 22/1), mengatakan, alasannya sangat sederhana, presiden tidak mau bertemu dengan calon pemimpin negara dalam waktu dekat dengan pemilihan umum negeri tersebut.
“Oleh karena itu, presiden tidak akan bertemu dengan Perdana Menteri Netanyahu sebab dalam waktu dekat akan ada pemilihan umum di Israel, hanya dua pekan setelah beliau direncakanan berpidato di Kongres AS,” ucap Meehan. Netanyahu dijadwalkan berpidato di depan Kongres pada 3 Maret 2015 dan akan mendorong agar supaya AS memberikan sanksi tambahan terhadap Iran. 
Pemimpin Negeri Yahudi ini sedianya berpidato di depan politisi AS, Februari 2015, namun jadwal tesebut diubah agar supaya sesuai dengan perjalanan Netanyahu ke Washington untuk berbicara dalam sebuah konferensi tahunan yang digelar oleh AIPAC, kelompok lobi pro-israel, pada awal Maret 2015.

Baznas Agam Serahkan Beasiswa ke Mahasiswa

Jakarta, Aktual.co — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyalurkan beasiswa sebesar Rp60,5 juta untuk 81 orang mahasiswa binaan Baznas itu.

Ketua Baznas Agam, Isman Imran di Lubuk Basung, Sabtu (24/1), mengatakan para mahasiswa binaan ini berasal dari yakni, Universitas Negeri Padang (UNP) Padang, Universitas Andalas (Unand) Padang, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Lalu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Al Quran (Stai Piq) Kota Padang.

“Ke 81 orang mahasiswa ini berasal dari 16 kecamatan se-Agam. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.

Setiap semester, tambahnya, mereka ini mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000 sampai Rp750.000 perorang.

Bantuan tersebut digunakan untuk biaya tambahan semester, untuk skripsi, praktik lapangan dan lainnya.
“Bantuan ini berdasarkan hasil verifikasi tim dari Baznas Agam,” tambahnya.

Bantuan beasiswa ini bentuk kepedulian Baznas Agam di bidang pendidikan, untuk mengatasi kekurangan biaya pendidikan, sehingga sumber daya manusia (SDM) lebih bagus.

Selain menyalurkan beasiswa untuk perguruan tinggi, Baznas Agam juga menyalurkan beasiswa untuk siswa tingkat SD, SMP, MTs SMA, MA dan SMK.

Selama 2014, Baznas Kabupaten Agam menyalurkan beasiswa sebesar Rp2,3 miliar dari jumlah penyaluran sebesar Rp8,63 miliar.

Sementara 2015, katanya, Baznas Agam menyalurkan zakat sebesar Rp143,78 juta dari dana yang terhimpun sebanyak Rp479,65 juta.

“Pada 2014 kami berhasil menghimpun dana zakat infak dan sedeqah sebesar Rp8,6 miliar,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakar: Presiden Jokowi Belum Termasuk Kategori Politisi Nasional

Jakarta, Aktual.co — Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing mengatakan Presiden Joko Widodo belum termasuk kategori politisi nasional. Karena menurutnya bahwa saat ini pemerintah belum bisa mengatasi konflik dan berada pada posisi tidak nyaman atas persoalan yang melibatkan KPK dan Polri.
“Saya tidak melihat ada unsur jokowi yang membuat persoalan ini mruncing,  yang saya lihat Jokowi belum termasuk politisi nasional,” kata Emrus usai diskusi IPI yang bertajuk ” Ada Apa Dibalik Kisruh Calon Kapolri” di Tebet, Jakarta, Jumat (22/1).
Menurutnya, Presiden Jokowi  berada di tengah politisi tingkat tinggi yang hanya berpikir lebih mudah mengelola kotamadya dan tidak menguasai agenda para politis yang melingkarinya. Jokowi juga harus tingkatkan penglaman politisi nasionalnya agar tidak terjebak di permainan politik.
“Jadi bukan dari dia (Jokowi) sumber nya”, katanya.
 Emrus menambahkan tindak lanjut penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka jika dasar hukum telah jelas harus segera lakukan penahanan. Menurut Emrus, lebih baik di putuskan ditahan sehingga Jokowi tidak berada dalam posisi tidak nyaman dan bisa mengambil keputusan lngsung. 
Tetapi juga harus pertimbangkan aspek poliitik yang tidak mempengaruhi keputusan sehingga tidak menyebabkan guncangan institusi.
“Idealnya Jokowi sudah bisa mandiri mengambil keputusan tanpa tekanan politik partai pengusung dan berkonsultasi dengan pakar-pakar. Jadi Jokowi harus bentuk tim pemikir yang berani berbeda pendapat dengan Jokowi”, Tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain