21 April 2026
Beranda blog Halaman 39744

BTN: Kebutuhan Perumahan Indonesia Capai 13,5 Juta Unit

Jakarta, Aktual.co —  Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) mengatakan bahwa Kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi (backlog) di Indonesia telah mencapai 13,5 juta unit. Pasalnya, tiap tahun hanya tersedia sekitar 300-400 Unit rumah

“Kebutuhan kita saat ini sebesar itu, namun nyatanya pemenuhan perumahan tiap tahunnya hanya sekitar 300-400 ribu unit,” kata Maryono dalam seminar bertema “Peluang dan Tantangan Pembiayaan Perumahan di Jakarta, Rabu (21/1).

Menurut dia, dengan besarnya ‘backlog’ tersebut menjadi pertanda bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perumahan sangatlah tinggi. Walaupun pertumbuhannya terkesan lambat, namun sebenarnya sektor properti perumahan pun memiliki potensi keuntungan yang tinggi.

“Permintaan sudah tinggi, tinggal bagaimana investor atau perusahaan pengembang bisa memenuhi kebutuhan yang tinggi tersebut,” katanya menegaskan.

Dari jumlah 13,5 juta unit rumah tersebut tidak semuanya harus dipenuhi atau dijadikan prioritas. Kebutuhan utama perumahan ialah bagi 6,5 juta masyarakat yang tidak memiliki rumah sama sekali, sedangkan 7,2 juta unit diperuntukkan bagi warga yang belum bertempat tinggal tetap.

“Oleh karenanya, BTN siap untuk menjadi integrator antara pihak pengembang dengan konsumen sebagi bentuk dukungan terhadap program satu juta rumah dari pemerintah,” ujar Maryono.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kebutuhan perumahan di Indonesia mencapai 13.526.000 unit.

Sebaran backlog tersebut ialah Pulau Sumatera 2.963, Jawa 7.794, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara 692, Kalimantan 805, Sulawesi 950, Kepulauan Maluku 139, dan Papua 183 unit.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jakarta Hari Ini Akan Diwarnai Sejumlah Demo

Jakarta, Aktual.co —Hari ini, Rabu (21/1), sejumlah unjuk rasa mewarnai Ibu Kota DKI Jakarta. Yakni di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kawasan patung kuda, Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jalan Medan Merdeka Timur, Istana Negara, dan di Jalan Pangeran Jayakarta.
Isu yang diangkat beragam, terkait buruh dan pengangkatan kapolri, dan pengusutan korupsi di Kementerian kelautan. Berikut unjuk rasa yang menurut informasi yang dihimpun aktual.co, digelar hari ini:
Unjuk rasa di Kementerian BUMN oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI Jakarta dan Depok.  Mereka menuntut Revisi Peraturan Menteri Tenaga Kerja no.13/2012 tentang Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Mereka juga menuntut pencabutan Permen no.7/2013 dan pengangkatan pekerja outsouching di perusahaan BUMN. 
Jumlah massa diperkirakan sekitar 1.000 orang, akan berkumpul di Patung Kuda depan gedung Indosat Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sekitar pukul 09.00Wib. 
Unjuk rasa kedua, buruh yang tergabung dalam SBSI di PT Abadi Inti atau Kantor Pusat PT The Master Steel Manufactory di Jalan Pangeran Jayakarta no 107. Massa berjumlah 150 orang menolak PHK sepihak. Menuntut perusahaan untuk mempekerjakan kembali 221 pekerja yg di PHK. Mereka juga meminta pengangkatan karyawan outsourching jadi karyawan tetap.
Di Istana Negara, di Jalan Medan Merdeka Utara, pukul 09.00Wib  nanti juga ada unjuk rasa dari ICW (Indonesian Corruption Watch), Pemuda Muhammadiyah, dan Koalisi Masyarakat Sipil. Massa diperkirakan berjumlah 30 orang, mereka akan menyikapi soal Kapolri. 
Lalu pukul 13.00wib, di Kementerian Perikanan dan Kelautan di Jalan Medan Merdeka Timur no 16, unjuk rasa oleh Intelektual Muda Pemantau Tender (Imput) Institute. Berjumlah sekitar 30 orang, mereka menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi proses tender di Ditjen Kelautan Pesisir Pulau-pulau kecil.

Artikel ini ditulis oleh:

WKSI: IHSG Berpeluang Menguat, Rentan Pembalikan Arah

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin dapat bertahan positif. Meskipun penguatan yng terjadi belum signifikan karena masih minimnya sentimen.

“Belum lagi laju Rupiah yang masih betah di zona merah dan asing yang juga masih belum beranjak dari aksi jualnya turut menahan penguatan IHSG,” tulis Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada dalam risetnya.

Lebih lanjut dikatakan dia, pada penutupan IHSG kemarin beberapa saham pertambangan dan perdagangan yang memiliki kapitalisasi pasar cukup besar dan top gainer mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau. Begitupun dengan positifnya laju bursa saham Asia yang turut mendukung penguatan IHSG.

Pada perdagangan Rabu (21/1) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.118-5.145 dan resisten 5.172-5.186. Menurutnya, laju penguatan IHSG yang belum stabil untuk bergerak naik memberikan posisi yang cukup rentan jika terjadi pembalikan arah.

“Akan tetapi, kami berharap masih ada peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan dengan asumsi didukung oleh laju bursa saham global yang dapat bergerak di zona hijau,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Harga Beras Turun, Disperindag Kota Bogor Hentikan Operasi Pasar

Jakarta, Aktual.co —Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor hentikan operasi pasar khusus beras di sejumlah sejumlah pasar. Menyusul telah turunnya harga beras hingga 2 persen. 
“Kita sudah stop pemesanan dari Bulog sejak 12 Januari,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Kota Bogor, M Sinaga, di Bogor, Selasa (20/1).
Saat ini, ujar dia, harga jual beras jenis IR 64 di tujuh pasar tradisional Kota Bogor sudah turun jadi Rp8.300 per kilo gram. Penurunan terjadi sejak dua pekan terakhir dari Rp8.500 per kilo gram pekan lalu.
Disperindag telah melaksanakan operasi pasar murni selama satu bulan lebih dimulai sejak 13 Desember 2014, dan berakhir hingga 12 Januari 2015. Tercatat sebanyak 200 ton beras terjual dalam operasi pasar tersebut dengan harga Rp7.400 per kilo gram.
Kegiatan operasi pasar ini dilakukan di lima pasar tradisional di Kota Bogor yakni Pasar Bogor, Pasar Merdeka, Pasar Chunpok, Pasar Pancasan, dan Pasar Gang Out. Beras cadangan Bulog ini disalurkan oleh koordinator operasi pasar Dewi Sri di Pasar Bogor.
Operasi pasar dilakukan karena harga beras mengalami kenaikan cukup signifikat mencapai 10 persen yakni Rp9.500 per kilo gram. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.
Salah satu faktor penyebab naiknya harga beras selain karena kenaikan harga BBM bersubsidi pada November 2014 lalu, juga karena pengaruh cuaca yang mempengaruhi musim tanam di senta-sentra pertanian padi.
Menurut Sinaga, turunnya harga beras selain karena intervensi beras Bulog melalui operasi pasar, juga adanya penurunan harga BBM yang terjadi dua kali dalam sebulan.
“Penyaluran beras miskin (Raskin) untuk Kota Bogor juga sudah dilakukan, ini mendorong harga beras ikut turun,” katanya.
Sinaga menambahkan, selain beras, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Bogor juga cenderung turun dengan penurunan rata-rata sekitar 2 persen untuk masing-masing jenis sembako, seiring dengan turunnya harga BBM. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dianggap Ilegal, Dishub DKI Akan Hapus Ojek Motor

Jakarta, Aktual.co —Keberadaan sarana angkutan roda dua yang lebih dikenal dengan sebutan ‘ojek’, dianggap masih ilegal. Lantaran belum ada regulasi yang mengatur keberadaan moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat tersebut.
“Ojek itu statusnya ilegal karena tidak diatur dalam peraturan daerah, peraturan gubernur,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benjamin Bukit di Jakarta, Selasa (20/1).
Bukit mengatakan, ojek tidak termasuk dalam kategori transportasi publik dalam peraturan Kementerian Perhubungan. “Karena tidak terkategori tersebut harus siap kita tertibkan jika tidak ada manfaatnya,” kata dia.
Pernyataan Bukit berbanding terbalik dengan pendapat masyarakat. Salah satunya seperti yang disampaikan Ishtaria (21). Mahasiswi Universitas Indonesia ini beranggapan keberadaan ojek masih dibutuhkan.
“Kan ngga semua tempat di Jakarta dilalui angkutan umum. Nah alternatifnya ya pakai ojek,” ujar dia, Selasa (20/1).
Ketika mendengar rencana Dishub DKI ingin menghapus ojek hanya karena tidak tercantum di aturan daerah, Ishtar tegas menyatakan tidak setuju.
“Ngga setuju lah kalau ojek dihapus, masih diperlukan. Dishub DKI kalau belum bisa menyediakan angkutan umum yang layak mending ngga usah seenaknya gitu lah (menghapus ojek),” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

REI: Penjualan Rumah Mewah Diprediksi Meningkat 20 Persen

Jakarta, Aktual.co — Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah memrediksikan penjualan rumah mewah terus meningkat seiring dengan permintaan dari masyarakat yang juga meningkat.

“Untuk tahun ini kami memrediksikan penjualan rumah menengah atas akan meningkat hingga 20 persen,” kata Ketua REI Jateng MR Prijanto di Semarang, Selasa (20/1).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya akan terjadi di kota-kota besar tetapi juga di daerah. Kondisi tersebut tak lepas dari Jawa Tengah yang merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi lebih baik dibandingkan beberapa provinsi lain.

Prijanto mengatakan, kenaikan penjualan rumah mewah tersebut sudah terlihat pada beberapa kegiatan pameran yang dilaksanakan oleh REI Jateng sejak tahun lalu. Menurutnya, hampir di setiap pameran penjualan selalu didominasi oleh rumah mewah.

“Ini menandakan semakin banyak jumlah masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi di Jawa Tengah sehingga mereka akan mencari hunian yang sesuai dengan pendapatan mereka,” katanya.

Menurutnya, kalangan tersebut tidak akan memilih rumah sederhana melainkan minimal rumah dengan harga lebih dari Rp200 juta/unit.

Sementara itu, menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang menganggap Jawa Tengah sebagai provinsi yang ideal untuk ditinggali. Selain karena perkembangan bisnis yang baik, Jawa Tengah juga memiliki iklim yang baik bagi pendidikan.

Prijanto mengatakan, selain rumah mewah, untuk penjualan apartemen juga terus tumbuh positif dari waktu ke waktu. Menurutnya, di Semarang sendiri saat ini sudah banyak terdapat apartemen yang harganya sangat bersaing antara satu dengan yang lainnya.

“Segmentasi pembeli dari apartemen ini tidak hanya dari kalangan umum atau berpendapatan tetapi juga mahasiswa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain