6 April 2026
Beranda blog Halaman 39873

Penetapan BG, KPK Dinilai Seperti Main Sulap

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai seperti main sulap dalam menetapkan tersangka terhadap Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan. KPK menetepkan Budi Gunawan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi atas transaksi mencurigakan.
“Ini kan tiba-tiba. Kenapa tidak ada pemeriksaan? Kita lihat biasanya KPK memanggil terlebih dulu, ini kan tak ada,” kata Pakar hukum pidana Prof Romly Kartasasmita ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (14/1).
Biasanya, kata dia, ketika KPK akan melakukan penetapan tersangka terhadap seseorang, maka lembaga yang dikomandoi oleh Abraham Samad itu terlebih dulu melakukan pemeriksaan. “Semua orang itu pasti dipanggil dulu, ini kan KPK seperti main sulap, lihat saja tiba-tiba jadi tersangka.”
Dia pun berpendapat, bahwa yang saat ini ditunggu adalah kejelesan dari KPK soal penetapan tersangka terhadap Budi Gunawan itu. “Jadi yang kita tunggu sekarang adalah dugaan yang betul. Kasus apa, bagaimana dan dimana letak kesalahannya,” kata dia.
Apalagi, lanjut dia, KPK melakukan penyelidikan perkara yang menjerat Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka bermula dari laporan masyarakat. Setelah itu melakukan ekspos terhadap laporan tersebut dilakukan pada Juli 2013. Berbekal resume ekspos perkara dan laporan harta kekayaan penyelenggara negara Budi, akhirnya dibuka penyelidikan terhadap kasus tersebut pada Juli 2014.
“Kita tidak tahu ya, apakah ini terkait dengan status dia yang saat ini dicalonkan jadi Kapolri. Kalau diurut, pada tahun 2010 semua sudah berteriak rekening gendut. Kemana saja selama 3 tahun ini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Agar Kompetitif, DEN Desak Pemerintah Subsidi BBN

Jakarta, Aktual.co — Alasan mengapa selama ini pengelolaan Bahan Bakar Nabati (BBN) tidak berjalan maksimal adalah karena harganya yang tidak kompetitif. Pasalnya, harga BBN lebih mahal dibanding dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini. Demikian diungkapkan oleh Anggota Dewan Energi Nasional Sony Keraf saat ditemui di Kantornya, Jakarta, ditulis Kamis (15/1).

“Kalau harga tidak kompetitif, siapa yang mau mengembangkan? Lawannya dengan BBM yang disubsidi. sedangkan BBN harganya lebih tinggi,” kata Sony.

Untuk itu, Sony berharap di dalam Kebijakan Energi Nasional, subsidi tetap ada dan dianggarkan, tetapi dialihkan ke Energi Baru dan Terbarukan.

“Sehingga selisih antara BBN dan BBM disubsidi oleh Pemerintah supaya keduanya bisa berkompetisi,” ujarnya.

Lantas, butuh waktu berapa lama supaya BBN mensuplai cadangan energi jika Pemerintah subsidi BBN?

“Yang sudah diproduksi sekarang langsung disubsidi tetapi menjadi insentif, menjadi peluang teman-teman yang berada di sektor BBN ini untuk segera. Pasalnya, mereka sekarang mengeluh kepada DEN, BBM turun, kami sudah diarahkan untuk memproduksi BBN, tapi kami tidak bisa jual karena BBM lebih murah,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa kondisi BBN saat ini baru bergantung besar pada Kelapa Sawit. Pasalnya, sumber energi biji-bijian lain belum dikembangkan secara komersial. “Karena itu pasti kita akan mensubsidi ke sawit. Problemnya, pedagang sawit ini merasa lebih untung jika menjual dalam bentuk CPO ke luar negeri, itu jadi tantangannya. kalau ini dibantu, bisa menjadi membantu produksi sawit untuk nabati”.

Menurutnya, dari sisi lingkungan pun BBN lebih bersih, serta keuntungan untuk petani dan pekerja juga lebih menguntungkan dibandingkan dengan membeli BBM dari orang-orang luar (asing).

Lebih lanjut, Sony mengaku keberatan penetapan harga BBN yang selama ini pakai formula seperti BBM.

“itu kami juga keberatan, kenapa ada MOPS plus alpa dan seterusnya. itu yang salah. kami minta itu juga ditinjau kembali karena seharusnya keluar dari ketentuan tersebut,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Demokrat Minta DPR Tunda Pemilihan Capim KPK

Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui putusan pleno komisi III yang menunda pemilihan pimpinan calon Komisi Pemberanatasan Korupsi (KPK) hingga akhir tahun 2015 bersama dengan empat pimpinan yang lain.
“Apakah anggota dewan menyepakati hasil putusan pleno komisi III terkait penundaan pemilihan calon pimpinan KPK?,” tanya ketua pimpinan sidang Paripurna, Taufik Kurniawan yang disambut persetujuan dari anggota dewan yang hadir, di ruang sidang paripurna, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/1).
Namun demikian, pengambilan keputusan itu tetap mendapat instruksi  dari fraksi Partai Demokrat, yang menyampaikan pandangannya terkait pengambilan putusan tersebut.
Melalui Juru Bicara Fraksi Demokrat, Benny K Harman hanya ingin mengingatkan jika pimpinan KPK harus tetap diisi oleh lima orang pimpinan.
Sebab, bila pimpinan itu tidak diisi secara lengkap, maka akan membuat rusaknya hukum yang dilakukan oleh pimpinan Abraham Samad tersebut.
“Dalam rapat pengambilan keputusan tingkat komisi kami ajukan keberatan, ajukan pendapat supaya dilakukan pemilihan satu dari dua.”
“Menurut pandangan partai demokrat ketentuan dalam UU KPK lima pimpinan  wajib hukumnya untuk dipenuhi dalam bahasa kami mandatory rules. Dengan sengaja pembuat UU KPK tegaskan lima itu wajib dipenuhi dengan konsekuensi hukum jika tidak lima maka tidak boleh diambil keputusan apapun punya konsekuensi hukum. Akibatnya keputusan KPK yang tidak dilakukan lima pimpinan puya akibat hukum tidak sahnya putusan itu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Presiden Jokowi: Harga Premium Turun di Kisaran Rp6.500

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa harga premium kemungkinan diturunkan dari Rp7.600 per liter menjadi Rp6.400 atau Rp6.500 pada bulan Februari. Dirinya mengaku sedang mengkaji berapa nilai yang akan ditetapkan.

“Sedang kita hitung besarannya. Kemungkinan di angka Rp6.400 hingga Rp6.500. Yang saya kejar sekarang adalah bagaimana harga sembako juga turun,” kata Presiden Joko Widodo dalam seminar Indonesia Outlook 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/1).

Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Sofjan Djalil mengatakan harga BBM direncanakan turun lagi pada Februari menyesuaikan dengan penurunan harga minyak dunia.

“Sekarang ini sedang kami hitung-hitung penurunannya. Saya yakin pada Februari akan turun lagi, sebab harga premium sudah mengikuti mekanisme pasar alias tanpa subsidi,” katanya.

Menurutnya, saat ini harga premium memang diturunkan seiring harga minyak mentah yang terus menurun. Minyak mentah “light sweet” dilaporkan diberi label harga 50 dolar Amerika Serikat per barel pada saat musim dingin masih melanda Barat.

Pemerintah, katanya, berencana akan menetapkan harga BBM jenis premium dalam dua minggu sekali, sesuai dengan harga minyak dunia.

“Kalau pertamax ditetapkan dalam dua minggu sekali. Untuk sementara (harga) premium ditetapkan sebulan sekali, tapi mungkin akan disesuaikan dalam dua minggu sekali,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Breaking News: Paripurna DPR Setujui Komjen Pol Budi Gunawan Jadi Kapolri

Jakarta, Aktual.co — DPR menyetujui dan mengesahkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri dan segera dikirimkan surat ke Presiden untuk segera dilantik, Kamis (15/1). 
Dari 10 Fraksi yang ada di parlemen, 8 Fraksi dengan bulat mendukung calon Kapolri Budi Gunawan untuk menjadi Kapolri. Sedangkan dua Fraksi yakni Fraksi Demokrat dan PAN.
“Fraksi PAN beralasan sebelum diambil keputusan sebaiknya pimpinan DPR konsultasi dengan pemerintah,” demikian disampaikan Alimin juru bicara Fraksi PAN.
Hari ini, DPR RI melalui rapat paripurna DPR RI akan mengesahkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri dan selanjutnya akan menyerahkan kepada Presiden Jokowi untuk dilantik.
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

41 Tahun Malari, Harapkan Demokrasi Indonesia Lebih Egaliter

Jakarta, Aktual.co — Peringatan 41 tahun Peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) inginkan demokrasi Indonesia yang egaliter. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Rinjani, anggota Indemo (Indonesia Demokrasi), Jakarta, Kamis (15/1).
Peringatan ini juga untuk menyegarkan kembali demokrasi yang dicederai oleh institusi pemerintahan. Salah satunya, kasus calon Kapolri yang ditetapkan sebagai tersangka KPK.
“Dengan adanya kasus calon kapolri yang ditetapkan sebagai tersangka, berarti demokrasi kita sudah carut-marut. Maka itu kita perlu menyegarkan kembali demokrasi saat ini”, ujar Rinjani, Jakarta, Kamis (15/1).
Rinjani juga menjelaskan peringatan peristiwa Malari kali ini dilaksanakan di Sukabumi, Jawa Barat.
“Di sana kita akan membedah krisis kenegaraan dan krisis demokrasi untuk Indonesia yang lebih baik”, katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain