1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39880

Dua Belas Jenazah di Terbangkan ke Surabaya

Sejumlah anggota PMI, Basarnas dan TNI duduk diantara 12 peti jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, di dalam pesawat Hercules TNI AU, yang terbang menuju Surabaya, di Lanud TNI AU Iskandar Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1/2015). Sebanyak 12 jenazah diterbangkan ke Surabaya untuk dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Polda Jatim. AKTUAL/MUNZIR

IRESS Sebut Menteri BUMN Orang Munafik!

Jakarta, Aktual.co — Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara menyebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, seorang yang hipokrit (munafik, red).

Hal itu menyusul pernyataan Rini Soemarno yang mengaku tidak tahu pelantikan terhadap Daniel Purba sebagai vice presiden ISC PT Pertamina.

“Ya bisa saja itu pura-pura, minimal untuk Rini (Soemarno) itu pura-pura, kalau sudah kaya gitu (pelantikan, red) kan namanya anak perusahan mestinya bapaknya (BUMN, red) tahu. Saya bilang itu hipokrit,” keluh Marwan, ketika dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Sabtu (3/1).

Ia menilai Presiden Jokowi juga merupakan tipekel watak seorang ‘munafik’. Pasalnya, Jokowi yang menggaungkan akan memberantas mafia migas, justru membiarkan para mafia bermain dengan leluasa.

“Jokowi harus tahu, karena itu volumenya banyak, apalagi waktu kampanye mau mmbubarkan tau-tau ga jadi dibubarkan, tetapi cara menunjuk pimpinan (ISC)-nya kayak gitu. Sama saja Jokowi juga hiprokrit (karena seakan tidak peduli dengan sejumlah kebijhkan dibidang energi yang dinilai ‘aneh, red) nanti malah dia (Jokowi) bilang, oh saya tidak diberitahu, sama saja,” kesalnya lagi.

“Kalau dari sejak kampanye konsennya kesana (memperbaiki tata kelola migas) seharusnya dia ikuti dan terlibat, bila benar ingin menciptakan kedaualatan dibidang energi nasional,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menkopolhukam: Pembatasan Waktu PK untuk Kepastian Hukum

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijanto menyatakan upaya hukum peninjauan kembali perlu dibatasi demi adanya kepastian hukum. Pemerintah memang menginginkan Mahkamah Agung mengeluarkan peraturan yang membatasi PK.

“Selama ini sudah PK kan, bisa PK lagi, enggak pernah habis, tidak ada batas waktu sehingga kita tidak bisa mengambil keputusan kasus yang sudah inkrah sehingga kemarin kami dengan MA minta PK dibatasi berapa kali dan nanti kita juga minta waktunya untuk menentukan kapan kita melaksanakan putusan pengadilan,” kata Tedjo yang ditemui di sela-sela acara open house Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly di Jakarta, Sabtu (3/1).

Pernyataan Tedjo ini menanggai langkah MA yang menerbitkan surat edaran yang intinya menyatakan bahwa PK untuk perkara pidana dibatasi menjadi hanya satu kali. Menurut Tedjo, tanpa adanya batasan pengajuan PK, pemerintah terhalang untuk melaksanakan hukuman mati kepada terpidana narkotika.

“Seperti kemarin begitu ada berita mau ada yang dihukum mati langsung semua minta PK lagi karena mereka akan mencari novum, bukti baru lagi, jadi kapan mau selesai kalau begitu?” ucap dia. Padahal, di sisi lain Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar eksekusi mati terpidana kasus narkotika segera dilaksanakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, MA menerbitkan Surat Edaran yang intinya membatasi waktu pengajuan PK sehingga hanya boleh satu kali. Surat Edaran MA ini bertentangan dengan putusan MK yang menyatakan bahwa ketentuan pembatasan PK dalam hukum acara pidana adalah inkonstitusional.

Mengenai pelaksanaan Surat Edaran MA yang bertentangan dengan putusan MK ini, Tedjo menyampaikan bahwa pemerintah akan kembali berkoordinasi dengan MA dan MK. “Ya nanti, tentu kita akan koordinasikan dengan MK dan MA,” ujar Tedjo.

Izin Dibekukan, AirAsia siap Evaluasi Kinerja

Surabaya, Aktual.co — Maskapai penerbangan AirAsia siap melakukan evaluasi kinerja perusahaan setelah menerima pembekukan izin rute Surabaya-Singapura dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Terkait dengan pembekuan, kami sedang melakukan rapat evaluasi, dan kami tidak bisa berkomentar banyak sebelum ada hasil evaluasi dari internal perusahaan,” kata Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widiyatmoko, dalam keterangan pers AirAsia di Surabaya, Sabtu (3/1).

Sunu tidak mau menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil perusahaannya terkait dengan pembekuan, namun pihaknya mengaku akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait masalah tersebut. Sebelumnya, pembekuan sementara penerbangan AirAsia Surabaya-Singapura tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. AU 008/1/1/DRJU-DAU-2015 tanggal 2 Januari 2015.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, mengatakan pembekuan sementara rute itu berlaku hingga keluarnya hasil evaluasi dan investigasi atas jatuhnya pesawat Airasia QZ 8501 pada Minggu 28 Desember 2014. “Hal yang melatarbelakangi pembekuan izin rute Indonesia AirAsia tersebut adalah karena PT Indonesia AirAsia telah melakukan pelanggaran persetujuan rute yang diberikan,” katanya.

Dia menjelaskan pada Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal Izin Penerbangan Luar Negeri Periode Winter 2014/2015, bahwa rute Surabaya-Singapura pp yang diberikan kepada AirAsia adalah sesuai dengan jadwal penerbangan pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu. Namun, pada pelaksanaannya penerbangan PT Indonesia AirAsia rute Surabaya-Singapura juga dilaksanakan di luar izin yang diberikan, yaitu antara lain pada hari Minggu.

Bantu Evakuasi AirAsia, Rusia Tiba dengan Pesawat Militer dan 72 Personel

Jakarta, Aktual.co — Rusia mengirim bantuan untuk melakukan pencarian dan evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 di perairan selat Karimata. Dengan menggunakan pesawat militer miliknya,‎ BE 200 tim Rusia ini tiba di PangkalanBun, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1) sore ini.

Pantauan Aktual.co, pesawat‎ amfibi itu mendarat di Lanud Iskandar PangkalanBun sekitar pukul 15.30 WIB. Pesawat itu membawa 72 personel khusus dan peralatan-peralatan yang digunakan.

Kedatangan mereka untuk berkoordinasi dengan Basarnas untuk pencarian dan evakuasi AirAsia QZ8501 tersebut.

Wakil Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Alexander Shilin mengatakan, bahwa pihaknya‎ menunggu perintah dari Basarnas kapan mereka bisa terlibat langsung untuk melakukan pencarian di perairan Selat Karimata.

“Terserah pemerintah Indonesia kapan kami dilibatkan,” ujar Shilin di Posko Utama Pangkalanbun, Kalimantan ‎Tengah, Sabtu (3/1).

Namun demikian, Shilin mengaku, tim khusus Rusia ini sudah benar-benar siap untuk terlibat. Terutama untuk menyelam ke dasar laut.

“Tapi kami siap menyelam,” kata Shilin.

Saat ini, tim Rusia tengah melakukan instalansi peralatan yang mereka bawa ke sini. Dibutuhkan waktu yang tak begitu lama untuk melakukan instanlansi peralatan mereka.

Berbagai bantuan dari negara-negara luar silih berdatangan kepada Indonesia sejak hari pertama untuk mencari dan mengevakuasi Pesawat AirAsia QZ8501. Diantaranya dari Malaysia, Singapura, China (Tiongkok), Korea Selatan, Australia, Amerika Serikat. Dan, terakhir bantuan datang dari Rusia.

Negara-negara tersebut tak hanya mengirim bantuan berupa personel-personel khusus untuk terlibat di medan pencarian. Melainkan juga mengirim peralatan canggih yang mereka miliki.

Memasuki hari ke-7 pencarian dan evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501 ini, total sudah 30 jenazah penumpang yang ditemukan dan dievakuasi Tim SAR Gabungan. Semua jenazah yang sudah ditemukan dan dievakuasi itu kini sudah berada di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi mendalam oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

12 Jenazah AirAsia Sudah Diterbangkan ke Surabaya

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 12 jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 kembali diterbangkan dari Lanud Iskandar Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1).. Ke-12 jenazah yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan di perairan Selat Karimata itu akan diterbangkan ke Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

Pantauan Aktual.co, sekitar pukul 12.45 WIB, 12 jenazah yang sudah dimasukkan dalam 12 peti ini tiba setelah dibawa dari RSUD Imanuddin Pangkalanbun deng‎an menggunakan mobil ambulance. Usai diberi penghormatan, 12 jenazah dengan nomor peti 019 sampai 030 itu kemudian dimasukkan ke dalam Pesawat Hercules C-1320 milik TNI Angkatan Udara.

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIB, Pesawat Hercules C-1320 lepas landas dari Lanud Iskandar. Nantinya di Surabaya 12 jenazah akan diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Memasuki hari ke-7 pencarian dan evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501 ini, total sudah 30 jenazah Pesawat AirAsia QZ8501 yang ditemukan. Rinciannya, 18 jenazah sudah berada di Surabaya dan 12 jenazah sudah diterbangkan dari Lanud Iskandar Pangkalan Bun menuju Surabaya guna proses identifikasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain