11 April 2026
Beranda blog Halaman 39896

Menhub Jonan Dinilai KPPU Tabrak UU Anti Monopoli

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dinilai merugikan konsumen karena tidak ada alternatif harga tiket angkutan udara murah. Selain itu, ketentuan tarif batas bawah dan atas angkutan udara bertabrakan dengan ketentuan dalam UU anti monopoli.  
“Ketentuan pembebasan tarif itu dikeluarkan sejak tahun 2003, dan diikuti ketika Menhub (dijabat) Hatta Rajasa,” kata mantan Ketua Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Sutrisno Iwantono, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (14/1).
Menurut Iwantono, keluarnya pembebasan tarif dilakukan KPPU karena memang tidak ada relevansi antara tarif dan keselematan penerbangan. Lagipula, sudah ada ketentuan yang mengatur secara rinci soal keselamatan penerbangan, mulai dari masalah mesin, cuaca dan lain sebagainya. 
“Tidak ada tawar menawar soal keselamatan penerbangan, sudah ada mekanisme baku yang mengaturnya sendiri,” imbuhnya.
Pembebasan tarif diperlukan, karena dengan begitu konsumen bisa leluasa memiliki pilihan dan bisa memperoleh tarif murah. Biasanya, maskapai penerbangan yang menerapkan tarif murah mengurangi fasilitas tambahan yang diberikan kepada penumpang, seperti makanan kecil. 
“Tapi, kalau sekarang ditetapkan batas tarif murah, maka tidak ada pilihan bagi penumpang. Tentu semua akan naik maskapai penerbangan yang baik. Kalau pilihannya SQ dengan Lion Air, semua akan memilih SQ dengan pilihan tarif yang sama,” terangnya.
Tidak berhenti di situ, Iwantono yang juga  President Cooperation Farmers Asia menyatakan, tidak lenturnya penentuan tarif bukan hanya mematikan maskapai penerbangan dalam negeri, tapi juga berpotensi merembet ke dunia pariwisata dan perekonomian riil.
“Penumpang menjadi sedikit karena tak ada penerbangan tarif murah yang berpengaruh pada masalah wisata dan kegiatan lainnya,” jelasnya.
Iwantono mengimbau KPPU meneliti kebijakan yang akan dikeluarkan Kementerian Perhubungan terkait penetapan tarif batas bawah dan atas. 
“Ketentuan itu mesti dicabut karena menabrak aturan yang dikeluarkan komite anti monopoli,” demikian Iwan.

Artikel ini ditulis oleh:

Taspen Siap Tambah Saham Bank Kesejahteraan Senilai Rp63 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun, PT Taspen (Persero) akan meningkatkan kepemilikan saham di PT Bank Kesejahteraan Ekonomi menjadi 20 persen dari kepemilikan saat ini sebanyak 12,49 persen.

“Peningkatan jumlah saham sebesar 7,51 persen tersebut setara dengan nilai Rp63 miliar. Taspen akan menjadi mayoritas,” kata Dirut Taspen Iqbal Latantro di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, ditulis Kamis (15/1).

Menurut Iqbal, saat ini pihaknya sedang meminta izin kepada Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Taspen.

“Kajian sudah hampir selesai, kemudian tinggal meminta persetujuan dari pemegang saham Otoritas Jasa Keuangan,” ujarnya.

Diharapkan dalam dua pekan ke depan izin sudah diperoleh sehingga eksekusi peningkatan saham di Bank Kesejahteraan dapat dilakukan paling lambat Februari 2015.

“Kami sebagai pendiri mendapat semacam privilage untuk meningkatkan kepemilikan saham demi mengembangkan Bank Kesejahteraan,” ujarnya.

Selain Taspen, pemilik saham mayoritas Bank Kesejahteraan Ekonomi adalah Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKP-RI) 58,43 persen, PT Recapital Advisore 24,77 persen, Dana Pensiun PT Asuransi Jasa Raharja 1,81 persen, Dana Pensiun PT Asuransi Jasa Indonesia 1,57 persen, dan Koperasi Pegawai Bank Kesejahteraan Ekonomi 0,93 persen.

Iqbal menuturkan peningkatan saham di Bank Kesejahteraan merupakan bagian dari ekspansi bisnis Taspen. Di sektor jasa keuangan Taspen mendirikan anak usaha PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life), Bank Mantap perusahaan patungan antara Taspen, Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia. Sedangkan pada sektor rill, Taspen juga masuk pada bisnis properti, jalan tol, dan perusahaan jasa penilai. Sesuai dengan undang-undang, Taspen dimungkinkan mengalokasikan dana kelolaan hingga 20 persen untuk investasi ke sektor-sektor tertentu.

“Investasi di sektor riil dan jasa keuangan diperbolehkan terutama usaha yang memiliki “underlying” aset,” katanya.

Pada tahun 2015 Taspen menargetkan dana kelolaan mencapai Rp130 triliun, meningkat dari tahun 2014 yang diproyeksikan berkisar Rp120 triliun. Saat yang sama imbal hasil dana kelolaan mencapai sekitar Rp10,6 triliun naik dari 2014 sekitar Rp10,4 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mendag: Empat Komiditas Ini Wajib Gunakan L/C

Jakarta, Aktual.co — Empat komoditas strategis diwajibkan untuk menggunakan Letter of Credit mulai 1 April 2015 untuk memastikan akurasi devisa hasil ekspor, melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 04/M-DAG/PER/1/2015.

“Pertimbangan dikeluarkannya Permendag 04/2015 tentang penggunaan L/C untuk produk tertentu merupakan upaya untuk mendukung kelestarian sumber daya alam, dan mendorong nilai tambah bagi perekonomian nasional dan pengembangan industri,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Jakarta, ditulis Kamis (15/1).

Rachmat mengatakan pertimbangan lain diwajibkannya penggunaan L/C untuk produk tertentu seperti Crude Palm Oil (CPO), Crude Palm Kernel Oil (CPKO), mineral termasuk timah, batu bara serta minyak bumi dan gas tersebut adalah dalam rangka optimalisasi dan akurasi perolehan devisa hasil ekspor.

Permendag Nomor 04/M-DAG/PER/1/2015 tersebut ditetapkan pada 5 Januari 2015, tentang Ketentuan Penggunaan Letter of Credit untuk Ekspor Barang Tertentu, dan akan mulai berlaku efektif pada 1 April 2015 mendatang.

“Selain itu juga menjaga stabilisasi peningkatan harga barang ekspor tertentu yang merupakan sumber daya alam di pasar internasional ,” ujar Rachmat.

Rachmat menjelaskan, beberapa pokok ketentuan yang tertuang dalam permendag tersebut adalah ekspor atas barang tertentu wajib menggunakan cara pembayaran L/C, dan dicantumkan dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dengan harga ekspor barang dalam L/C paling rendah harus sama dengan harga pasar ekspor.

“Dalam hal ekspor barang tertentu yang tidak dilengkapi dengan cara pembayaran L/C, secara otomatis kegiatan ekspor dinyatakan tidak dapat diproses lebih lanjut,” kata Rachmat.

Rachmat menjelaskan, ekspor barang tertentu tersebut juga wajib dilengkapi dengan Laporan Surveyor (LS), dimana surveyor tersebut wajib meneliti kepatuhan penggunaan L/C tersebut. Dan jika para eksportir tidak menggunakan cara pembayaran sesuai aturan baru itu maka surveyor tidak akan menerbitkan LS.

“Selain itu, cara pembayaran L/C wajib diterima melalui Bank Devisa di dalam negeri, dimana setiap eksportir wajib mengisi kolom L/C dalam form PEB dengan data akurat,” ujar Rachmat.

Beberapa pertimbangan dalam menentukan produk tertentu tersebut antara lain, komoditas tersebut menjadi keunggulan komparatif dan berperan penting dalam perekonomian Indonesia, memiliki peranan cukup besar terhadap total ekspor, dan merupakan komoditas primer yang harus ditingkatkan nilai tambahnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total ekspor produk yang wajib L/C tersebut senilai 70,85 miliar dolar Amerika Serikat atau sebesar 38,81 persen dari total ekspor pada tahun 2013. Sementara pada periode Januari-September 2014 tercatat ekspor sebesar 43,86 miliar dolar AS atau 33,05 persen.

Khusus untuk ekspor komoditas mineral pada periode Januari-September, pada 2014 senilai 6,09 miliar dolar AS atau dengan pangsa pasar sebesar 4,59 persen. Sementara produk mineral ores sebesar 965,45 juta dolar AS atau 0,73 persen.

Ekspor CPO dan CPKO periode Januari-September 2014 senilai 2,77 miliar dolar AS atau 2,09 persen, batu bara sebesar 16,01 miliar dolar AS atau12,07 persen, serta minyak dan gas bumi mencapai 18,99 miliar dolar AS atau 14,31 persen untuk periode yang sama.

Pangsa rata-rata keempat produk yang wajib L/C tersebut terhadap total ekspor 5 tahun atau periode 2009-2013 adalah 41,77 persen atau dengan sebesar 71,04 miliar dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat: Persetujuan Budi Gunawan Oleh DPR Sesuai Aturan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan persetujuan Komisi III DPR mengenai pencalonan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai Kapolri sesuai aturan meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka kasus dugaan rekening gendut.
“Saya rasa Komisi III sudah bertugas dengan baik. Pertanyaan yang diberikan saat proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sudah sangat bagus dan kritis,” kata Nuning sapaan Susaningtyas, di Jakarta, Rabu (14/1).
Nuning berharap Komjen Polisi Budi Gunawan bisa mengemban tugas sebagai Kapolri yang profesional dan bisa memajukan kepolisian Republik Indonesia.
“Saya juga berharap beliau mampu melakukan pembangunan Baintelkam di Polri secara lebih progresif,” tutur Nuning.
Nuning mengatakan, Budi Gunawan harus mampu melakukan pembangunan dalam bidang di tubuh Polri. “Pembangunan SDM yang dijanjikan harus dipenuhi dan direalisasikan,” kata politisi Partai Hanura ini.
Nuning menambahkan, ada kejanggalan terhadap penetapan tersangka Budi Gunawan mengingat penetapan itu hampir bersamaan dengan pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri melalui ‘fit and proper test’ di DPR.
“Penentuan tersangka hanya berdasarkan Laporan Hasil Analisis (LHA) dari PPATK. Belum ada pemeriksaan saksi, belum periksa yang menyuap pak Budi Gunawan. Bahkan, pak Budi Gunawan sendiri belum pernah diperiksa, namun sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jadi, ini sangat dipaksakan hanya untuk menjegal pak Budi Gunawan jadi Kapolri,” ucap Nuning.
Rapat Pleno Komisi III DPR RI memutuskan menyetujui Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kepala Kepolisian RI menggantikan Jenderal Pol Sutarman.

Artikel ini ditulis oleh:

Kementerian ESDM Gelontorkan Dana Rp1,7 Triliun ke PT Pindad

Jakarta, Aktual.co — Dalam rangka mendorong pelaksanaan proyek infrastruktur, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjajaki perusahaan plat merah PT Pindad (Persero) untuk memproduksi tabung elpiji 3 kg dan converter kit nelayan solar ke elpiji.

Untuk itu, Menteri ESDM  mengatakan bahwa pihaknya akan menggelontorkan dana sebesar Rp1,7 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun proyek dua juta paket perdana sambungan elpiji tiga kilogram (kg) dan 50 ribu konverter kit.

“Dua item itu saya tugaskan Pindad untuk buat budget Rp1,7 triliun. Kalau bisa keduanya akan sangat baik. Jadi dapat jaminan pasokan dan pindad dapat pendapatan di luar senjata,” kata Sudirman di Kantornya, Jakarta, Rabu (14/1).

Ia menerangkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penjajakan dengan PT Pindad (persero) guna memproduksi tabung 3 kg dan alat pengubah konsumsi bahan bakar (konverterkit) untuk nelayan.

“Saya tahu Pindad punya kapasitas untuk bikin itu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim mengatakan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Presiden Joko Widodo agar industri pertahanan dan keamanan juga menyerap pasar non peralatan pertahanan dan keamanan.

“Ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Pak Presiden ke Pindad yang meminta perlu penyerapan pasar non peralata pertahanan dan keamanan dan memperluas pangsa pasar,” katanya.

Silmy mengklaim bahwa pihaknya mampu memproduksi 10 ribu unit tabung elpiji melon per hari dan telah memiliki teknologi untuk memproduksi converter kit bagi nelayan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Emas Menguat Ditengah Penjualan Ritel AS Memburuk

Jakarta, Aktual.co — Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik untuk sesi keempat berturut-turut pada Kamis (15/1) pagi, karena laporan penjualan ritel yang buruk mendorong saham dan dolar AS turun.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari, naik 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi menetap di 1.234,50 dolar AS per ounce.

Sebuah laporan dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan ritel AS pada Desember lebih lemah dari perkiraan, menempatkan lebih banyak tekanan pada ekuitas AS dan dolar, sementara mendukung permintaan terhadap aset-aset “safe haven”.

Penjualan ritel pada Desember turun 0,9 persen setelah naik 0,4 persen pada November dan peningkatan 0,3 persen pada Oktober. Analis mengatakan ini adalah laporan negatif terbesar sejak Januari 2014. Penurunan ini dipimpin oleh berbagai toko ritel yang jatuh 1,9 persen, dan diperparah dengan kendaraan bermotor, yang jatuh 0,7 persen pada Desember.

Saham-saham AS menurun tajam pada awal perdagangan Rabu, menyusul penurunan tak terduga penjualan ritel Desember dan setelah Bank Dunia memangkas target pertumbuhan PDB 2015. Ekuitas dan emas biasanya bergerak dalam arah berlawanan.

Perak untuk pengiriman Maret kehilangan 16,8 sen atau 0,98 persen, menjadi ditutup pada 16,988 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 8,8 dolar AS atau 0,71 persen, menjadi ditutup pada 1.239,00 dolar AS per ounce.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain