2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39898

Daan Mogot dan Cengkareng, Penyumbang Kecelakaan Tertinggi di Jakarta Barat

Jakarta, Aktual.co —Jalan Raya Daan Mogot dan Jalan Raya Cengkareng menjadi ‘penyumbang’ terbanyak kecelakaan lalu lintas di Jakarta Barat di 2014. 
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Ipung Purnomo mengatakan dari total 464 kasus kecelakaan di Jakarta Barat, 60 persennya terjadi di dua ruas jalan itu.
Dituturkan dia, tingkat kecelakaan di wilayahnya turun 18 persen dibanding 2013 yang mencapai 566 kasus. Ipung mengklaim penurunan terjadi karena keberadaan puluhan pos pantau yang tersebar di delapan wilayah kecamatan.
Total kerugian akibat kecelakaan lalu lintas di 2014, ujarnya, mencapai Rp1,6 miliar lebih. 
“Dengan korban jiwa 58 orang meninggal dunia, 311 luka berat dan 151 luka ringan,” kata Ipung, Jumat (2/1).
Turun di jumlah angka kecelakaan, namun jumlah pelanggaran lalu lintas justru melonjak drastis. Yakni hingga 91 persen dibanding 2013.  Jika di 2013 ada  33.668 kasus, jumlah pelanggaran di 2014 sebanyak 64.164 kasus.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Sembilan Disinyalir Hanya Evaluasi Keuangan PSSI

Jakarta, Aktual.co — Tim Sembilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dianggap hanya akan mengevaluasi PSSI dari segi keuangan. Hal itu dibuktikan dengan beberapa pernyataan dari Menpora, Imam Nahrawi.

Usai mengumumkan anggota Tim Sembilan, Imam melontarkan pernyataan kepada wartawan terkait alokasi uang pembelian tiket pertandingan Timnas yang diselenggarakan oleh PSSI.

“Seperti ketika Sampean (Anda) nonton bola, bayar karcis, kemana itu uang karcisnya. Padahal di karcis ada cover asuransi. Benar ada gak asuransinya?” tanya Imam di Gedung Kemenpora, Jumat (2/1).

Selain itu, Imam juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan peringatan dari Komisi Informasi Pusat (KIP) terkait kewajiban PSSI untuk melakukan transparansi keuangan.

Kata dia, jika PSSI tidak mau membeberkan perihal keuangannya kepada publik, Menpora menjadi orang pertama yang harus bertanggu jawab.

“Kalau Menpora tidak mendorong cabang olahraga untuk melakukan transparansi, Menpora yang kena,” kata Imam.

Bukan hanya melalui pernyataan, bukti jika Tim Sembilan akan terfokus mengevaluasi keuangan PSSI juga terlihat dari disisipkannya pihak kepolisian di dalam keanggotaannya.

Untuk diketahui, salah satu anggota Tim Sembilan yang berlatar kepolisian adalah, Oegroseno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri).

“Ketika ada indikasi pidana, tidak menunggu laporan, tapi langsung menghukum,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketum: PSSI Belum Tahu Cara Kerja Tim Sembilan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah telah mengumumkan anggota Tim Sembilan, yang akan melakukan pengawasan terhadp kinerja PSSI. Namun, federasi sepakbola Indonesia itu, belum mengetahui cara kerja bentukan Kemenpora tersebut.

Dikatakan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi terkait kinerja Tim Sembilan.

“Kami baru dengar dari media. Makanya kami belum mengetahui cara kerja mereka,” kata Djohar Arifin Husin di sela peresmian Kantor PSSI yang berada di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/1).

Mantan staf khusu KONI Pusat itu mengungkapkan, pihak Kemenpora tidak pernah melakukan koordinasi dengan PSSI terkait pembentukan tim tersebut.

Seperti diketahui, anggota Tim Sembilan diisi oleh orang-orang dari berbagai lintas sektoral, ada yang dari akademisi, kepolisian maupun olahragawan.

“Kami tidak tahu masalah ini. Yang jelas kami tidak pernah diajak bicara,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sekjen PBB Ungkapkan Belasungkawa Atas Tragedi AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon mengungkapkan belasungkawa, kepada keluarga penumpang dan awak pesawat AirAsia Indonesia, yang jatuh di Laut Jawa, Minggu (28/12/2014) lalu.

Dalam pernyataannya, yang dikutip Oana, Jumat (2/1), Ban menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat negara asal mereka, khususnya Indonesia, yang menderita kerugian terbesar dan berterima kasih pada pemerintah yang bergabung dalam pencarian pesawat itu untuk tanggapan cepat dan kemampuan mereka.

AirAsia Indonesia, penerbangan QZ8501, lenyap dari radar pada 28 Desember saat terbang dari Surabaya, Indonesia, ke Singapura dengan 155 penumpang dan tujuh awak.

Badan dan puing-puing pesawat telah ditemukan di perairan dekat Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah, Indonesia, sebagai upaya pencarian terus di tengah kondisi cuaca yang keras di Laut Jawa.

Hilangnya terbaru, dan kecelakaan berikutnya, dari pesawat AirAsia telah mendorong para ahli penerbangan untuk memperbaharui imbauan untuk mengubah proses pelacakan semua jetliners komersial.

Imbauan pertama kali dibuat pada Mei tahun lalu, sekitar dua bulan setelah Malaysia Airlines (MAS), penerbangan MH370, menghilang tak lama setelah berangkat dari Kuala Lumpur ke Tiongkok.

Artikel ini ditulis oleh:

Bangkitkan Semangat Umat Islam, Tanggal 12 Rabiul Awal: Maulid Nabi Muhammad SAW

Jakarta, Aktual.co — Hari ini, Sabtu (03/12), umat Islam memperingati peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW.  Maulid Nabi Muhammad SAW- kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī) – merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Menelisik sejarahnya, kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Di Indonesia, pada umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat Nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiul Awal disebut juga bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten.

Untuk diketahui, peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang, red), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh mengatakan, “Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awal. Beliau merayakannya secara besar-besaran. Beliau adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil.”

Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi, bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik Ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya.

Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, beliau telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para Ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya tersebut.

Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan megisahkan, bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, beliau mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karena itu, Al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul ‘Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir’. Karya ini kemudian beliau hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar.

Para Ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Para Ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadits telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesir yaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H), dan terdapat banyak lagi para Ulama besar yang lainnya.

Bahkan, Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.

Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan Maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun, juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela islam pada masa Perang Salib.

Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,

صَلَاحِ الدِّينِ الَّذِي فَتَحَ مِصْرَ ؛ فَأَزَالَ عَنْهَا دَعْوَةَ العبيديين مِنْ الْقَرَامِطَةِ الْبَاطِنِيَّةِ وَأَظْهَرَ فِيهَا شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ

Artinya:

“Sholahuddin-lah yang menaklukkan Mesir. Beliau menghapus dakwah ‘Ubaidiyyun yang menganut aliran Qoromithoh Bathiniyyah (aliran yang jelas sesatnya, pen). Shalahuddin-lah yang menghidupkan syari’at Islam di kala itu.”

Dalam perkataan lainnya, Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,

فَتَحَهَا مُلُوكُ السُّنَّة مِثْلُ صَلَاحِ الدِّينِ وَظَهَرَتْ فِيهَا كَلِمَةُ السُّنَّةِ الْمُخَالِفَةُ لِلرَّافِضَةِ ثُمَّ صَارَ الْعِلْمُ وَالسُّنَّةُ يَكْثُرُ بِهَا وَيَظْهَرُ

Artinya:

“Negeri Mesir kemudian ditaklukkan oleh raja yang berpegang teguh dengan Sunnah yaitu Shalahuddin. Beliau yang menampakkan ajaran Nabi yang shahih di kala itu, berseberangan dengan ajaran Rafidhah (Syi’ah). Di masa beliau, akhirnya ilmu dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin terbesar luas.”

Sumber lain mengatakan, perayaan Maulid yang sebenarnya diprakarsai oleh Dinasti Fatimiyyun sebagaimana dinyatakan oleh banyak ahli sejarah. Berikut perkataan ahli sejarah mengenai Maulid Nabi.

Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura, maulid (hari kelahiran) Nabi, Maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah az-Zahra, Maulid khalifah yang sedang berkuasa, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya’ban, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Ramadhan, perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan ‘Idul Fithri, perayaan ‘Idul Adha, perayaan ‘Idul Ghadir, perayaan musim dingin dan musim panas, perayaan malam Al Kholij, hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah), dan hari Rukubaat.”

Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya, menuturkan, bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan Maulid yaitu, perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maulid ‘Ali, maulid Fatimah, maulid Al Hasan, maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H.

Begitu pula, Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ (hal. 251) dan Al Ustadz ‘Ali Fikriy dalam Al Muhadhorot Al Fikriyah (hal. 84) juga mengatakan, bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun).

Artikel ini ditulis oleh:

Pencarian Pendaki Hilang, Tim Temukan Bau Bangkai Dan Lalat

Medan, Aktual.co — Proses pencarian terhadap Setiawan Maulana (22) pendaki yang hilang di Gunung Kerinci, menunjukkan tanda-tanda baru.
Kordinator Desk disaster WALHI Regional Sumatera Mukri Priatna, yang terlibat memimpin pencarian menyebutkan tanda-tanda itu ditemukan di wilayah batu gantung, dekat Tugu yuda.
“Jadi ini baru tanda. satu dia bau, kedua lalat bangkai, didekat batu gantung, tugu Yuda 1,5 jam dari puncak. Cuma kecuraman diperkirakan 200 meter, padahal Walhi hanya punya tali 70 meter,” kata Mukri kepada Aktual.co, Jumat (2/1).
Mukri menuturkan, selain karena memasuki tenggat darurat tujuh hari yang ditetapkan, pencarian sementara dihentikan karena badai dan cuaca buruk. “Tergantung apakah pemerintah setempat memperpanjang pencarian,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Setiawan Maulana melakukan pendakian bersama 16 rekannya sejak 25 Desember 2012. Setiawan diketahui hilang pada Sabtu (27/12) pukul 22.00 wib, saat turun dari puncak Kerinci.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain