12 April 2026
Beranda blog Halaman 39904

Fashion Stylish dan Bergaya di Musim Hujan

Jakarta, Aktual.co —  Seperti yang kita ketahui, bahwa Indonesia hanya memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Selama musim itu silih berganti, maka secara tidak langsung kita selalu mengubah kebiasaan, entah dari makanan atau bahkan baju yang dikenakan.

Seperti musim hujan yang menyerang, akhir-akhir ini datang setiap hari. Maka, fashion pun harus kita perhatikan agar tetap tampil bergaya sekaligus menjaga kesehatan tubuh.

Jaket atau Sweater
Di saat musim hujan tiba, memang waktunya untuk memakai koleksi jaket, coat atau sweater yang  Anda punya, untuk tampil lebih stylish, Anda bisa bereksperimen memakai koleksi tersebut, untuk tampil di acara formal misalnya Anda bisa menggunakan coat yang mempunyai desain formal dan disesuaikan dengan busana ke kantor Anda. Sedangkan untuk casual Anda bisa mengunakan jaket atau sweater yang memang mempunyai desain dan warna yang menarik.

Pilihan Warna
Untuk musim hujan ini, pastinya langit akan gelap, dan jangan biarkan situasi ini menjadikan mood Anda buyar. Dengan mengaplikasikan warna yang cerah untuk Anda pakai, akan membuat keceriaan tersendiri untuk Anda, dan membuat penampilan yang fashionable serta unik dan stylish.

Make Up
Untuk tetap tampil cantik dan stylish di musim hujan Anda juga harus memperhatikan make up Anda. Jadi pilihlah make up yang anti air,  maskara dan eyeliner yang waterproof adalah pilihan yang tepat, untuk menghindari lunturnya make up saat kena air hujan. Dan, jangan lupa tetap sesuaikan dengan acara dan kegiatan yang akan Anda ikuti.

Sepatu
Untuk sepatu, pilihlah yang berbahan dasar karet. Ada banyak sepatu berbahan karet yang berdesain unik dan warna-warni saat ini sesuai dengan perkembangan dunia fashion sekarang. Sepatu karet ini akan membantu Anda menerjang jalanan berair bahkan banjir, saat musim hujan saat ini.

Celana Jeans
Mengenakan celana jins yang panjang selain membuat kaki menjadi hangat, juga bahannya yang cukup tebal bisa membuat kaki kita menjadi lebih nyaman.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenaker: 80 Persen TKI Tidak Mengetahui Informasi Pekerjaan

Jakarta, Aktual.co —  Hampir 80 persen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berangkat ke luar negeri tanpa mengetahui informasi apapun terkait pekerjaannya.
Demikian dikatakan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Kementerian Tenaga Kerja, Reyna Usman kepada wartawan, Rabu (14/1).

“Hampir 80 persen TKI tidak tahu apa yang akan terjadi di penempatannya,” katanya. 

Ia mengatakan, banyak TKI yang tidak mendapatkan informasi yang utuh tentang segala hal yang menyangkut pekerjaannya di luar negeri.

“Mereka tidak punya informasi yang utuh mengenai gaji, akan bekerja di mana, jam kerjanya seperti apa, di mana tinggalnya,” kata dia.

Bahkan, Reyna menambahkan, banyak TKI yang baru menandatangi perjanjian kerja saat berada di bandara. “Banyak TKI yang baru tanda tangan perjanjian kerja di bandara, satu jam sebelum penerbangan,” jelas dia.

Reyna juga menyebutkan, rata-rata para TKI hanya mengenyam pendidikan rendah.

“Yang bekerja umumnya berpendidikan tamat sekolah dasar (SD). Mereka masih kurang informasi mengenai prapenempatan, masa penempatan, dan purna penempatan,” ujar dia.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, ia mengatakan, akan dilakukan pembatasan dan pengendalian melalui peraturan menteri agar tidak semua TKI bisa bekerja di luar negeri.

“Jadi tidak semua TKI bisa bekerja di luar negeri. Ada kualifikasi jabatan. Harus memiliki ‘skill’ untuk bekerja dan bisa melindungi diri sendiri,” jelas Reyna.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ratusan Nelayan di Cianjur Tidak Pernah Dipedulikan Pemerintah

Cianjur, Aktual.co —  Ratusan nelayan di Pantai Selatan Cianjur, Jabar, tidak pernah merasakan dana paceklik dari pemerintah ketika tidak bisa melaut karena faktor cuaca ekstrem atau ketika ikan sulit didapat.

“Kami tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah apalagi dana paceklik. Sudah puluhan tahun saya menjadi nelayan, ketika musim sulit kami hanya bisa pasrah atau beralih profesi untuk sementara,” kata Hadi seorang nelayan di Pantai Jayanti, Cidaun, Rabu (14/1).

Dia menjelaskan, selama ini, nelayan di pantai selatan itu, berharap mendapat pelatihan dari dinas terkait di Pemkab Cianjur, propinsi atau pusat sekalipun, agar memiliki keahlian lain ketika musim paceklik seperti keahlian membatik, pertukangan dan pertanian, layaknya nelayan di wilayah lain.

“Kami juga berharap dibentuknya koperasi simpan pinjam bagi nelayan, ketika musim paceklik kami masih bisa meminjam atau memiliki tabungan karena selama ini, tidak ada wadah untuk nelayan agar dapat lebih berkembang. Ketika musim paceklik, penghasilan yang ada pasti habis untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Camat Cidaun, Heli S membantah pernyataan tersebut. Selama ini, pihaknya selalu memberikan bantuan dana paceklik bagi ratusan nelayan yang ada pantai Jayanti, berupa 10 kilogram beras. Bahkan ungkap dia bantuan tersebut, diberikan selama musim paceklik berlangsung.

“Tidak hanya satu kali, mungkin beberapa kali tergantung lama tidaknya paceklik di wilayah ini. Panyalurannya melalui dinas perikanan dan kelautan, dimana hal tersebut selalu dilakukan, untuk membantu nelayan yang tidak bisa melaut dan tidak memiliki penghasilan,” katanya.

Namun ungkap dia, sebagian besar nelayan yang tidak melaut karena paceklik atau cuaca ekstrem, lebih banyak yang beralih propesi karena wilayah yang dipimpinnya itu, selain memiliki kekayaan laut juga memiliki wilayah pertanian terutama pesawahan, sehingga ketika tidak melaut banyak nelayan yang bertani.

“Wilayah kami memiliki kelebihan selain memiliki laut, kami juga memiliki wilayah pertanian yang cukup luas, sehingga banyak nelayan yang tidak bisa melaut alih profesi menjadi petani. Namun untuk bantuan selalu kami berikan ketika mereka tidak bisa melaut,” katanya.

Bahkan tambah dia, untuk mensejahterakan nelayan, pemerintah daerah dibantu propinsi dan pusat, telah memperluas pelabuhan dan memperbaiki sejumlah fasiltas penunjang di Pantai Jayanti.”Pelabuhan dan tempat pelelangan ikan telah diperbaiki dan telah dibentuk forum nelayan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

KNKT: Badan Pesawat Ditemukan Namun Belum Teridentifikasi Secara Visual

Jakarta, Aktual.co — Komite Nasional Kecelakaan Transportasi membenarkan beberapa objek yang sebelumnya tertangkap “multibeam side scan sonar” dari beberapa kapal merupakan bagian besar pesawat AirAsia QZ8501 yang belum sempat teridentifikasi secara visual.

“Sudah ketemu (badan pesawatnya), area sudah dideteksi dan sudah diberi tanda. Mau diambil mau dituruti lagi silakan,” kata Koordinator lapangan tim KNKT Ony Soeryo Wibowo di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (14/1).

KNKT, menuru dia, sejak awal mendapat kabar pesawat Air Asia QZ8501 hilang kontak sudah melakukan analisa dan melakukan pemetaan kemungkinan lokasi pesawat.

“Kami kirim side-scan sonar dengan menggunakan KN Jadayat dan KN Andromeda. Lokasi kami di bagian utara barat dari Basarnas bekerja mengevakuasi jenazah, dan mereka konsentrasi di selatan,” ujar dia.

Saat itu, menurut dia, tim KNKT konsentrasi mencari kotak hitam pesawat, karena itu hanya menandai obyek-obyek besar yang tertangkap sonar.

“Lokasinya (badan pesawat) di area sama kotak hitam ditemukan,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Calon Kepala Daerah PDIP Dipengaruhi Kebijakan Jokowi

Jakarta, Aktual.co —Pengamat politik dari Universitas Bengkulu Drs Lamhir Syam Sinaga MSi mengungkapkan langkah dan gebrakan Presiden Joko Widodo di pemerintahan. Hal ini memberikan dampak besar pada Pemilihan Kepala Daerah dari partai pengusung, PDIP, termasuk di Bengkulu yang rencananya akan digelar pada 2015, seperti dikutip rimanews.
“PDIP sekarang sedang dalam tren positif, namun ini semua bergantung pada Jokowi, jika dia tetap pada jalur yang benar dalam berbagai kebijakan, maka ini akan memberikan keuntungan yang besar bagi calon kepala daerah dari PDIP,” kata dia di Bengkulu, Rabu (14/1).
Ia mengungkapkan, sampai saat ini Presiden Jokowi masih menunjukkan tren positif di mata rakyat, khususnya masyarakat Provinsi Bengkulu menurut pengamatan dirinya. “Tetapi, jika calon gubernur dari PDIP ingin menang, jangan terlalu terlena oleh tren positif partai dan mengabaikan hal-hal sepele yang ternyata berakibat fatal,” ucapnya.
Seperti, masyarakat di berbagai daerah memiliki kebutuhan, yang berbeda-beda, penyerapan aspirasi dari masyarakat merupakan faktor penting pemenangan Pilkada, jangan terpaku dengan tren PDIP secara nasional. “Pilkada mulai digelar pada 2015 di beberapa daerah, artinya, pemerintahan Presiden Jokowi sudah satu tahun berjalan, ini masa transisi,” kata Lamhir.
Menurutnya, pemerintahan Presiden Jokowi memiliki rekam jejak yang baik, namun masa satu tahun kepemimpinan merupakan masa transisi, dimana program-program pemerintahan baru saja di mulai, sehingga realisasi belum terlihat nyata oleh rakyat sebagai pemilik hak suara. “Di sisi lain, akan banyak ranjau politik yang terjadi, oleh sebab itu, masa-masa seperti ini menjadi masa sulit,” ujarnya.

AS dan Iran Mempercepat Pertemuan terkait Nuklir

Jenewa, Aktual.co —Menteri luar negeri Iran dan Amerika Serikat pada Rabu melakukan pertemuan dalam upaya untuk mempercepat perundingan kesepakatan nuklir di saat tenggat waktu ketiga bagi tercapainya sebuah perjanjian bersejarah sudah mendekat. Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif berkumpul di sebuah hotel mewah di Jenewa menjelang perundingan lengkap bersama negara-negara kuat, Minggu (11/1).
Mereka berupaya untuk memecah kebuntuan, yang telah menyebabkan mereka sendiri gagal dua kali dalam memenuhi tenggat waktu mencapai perjanjian penuh untuk mengendalikan nuklir Iran yang dicurigai. Zarif mengatakan kepada para wartawan bahwa pertemuan hari Rabu “penting.” “Menurut saya, (pertemuan) ini menunjukkan kesiapan kedua pihak untuk melangkah maju guna mempercepat proses.” 
Namun, ketika ditanya apakah kesepakatan menyeluruh akan dicapai dengan memenuhi tenggat 1 Juli, ia tetap berhati-hati dalam menjawab, “Kita lihat nanti.” Perundingan-perundingan sebelumnya mengalami jalan buntu, dilaporkan karena Iran memaksa bahwa pihaknya memiliki hak memperkaya sejumlah uranium, yang dalam beberapa kasus bisa digunakan untuk membuat bom atom. 
Iran menegaskan bahwa pengayaan uranium itu dilakukan untuk menjalankan program nuklir sipil bagi tujuan damai. Selain itu, ada ketidaksepakatan soal sanksi-sanksi global. Teheran minta agar sanksi-sanksi, yang telah melumpuhkan perekonomian Iran, itu dihentikan sementara AS bersikeras bahwa Iran hanya bisa diberikan penangguhan sanksi sementara dan bertahap.
Kerry mengatakan, tujuan pembicaraan yang dilakukannya dengan Zarif pada Rabu adalah untuk “mengkaji ulang” serta memberikan arahan bagi tim-tim perundingan mereka menjelang dilangsungkannya pembicaraan putaran baru oleh negara-negara kuat dunia, yang dikenal dengan P5+1, di Jenewa, Minggu (11/1). P5+1 terdiri dari lima negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia dan Tiongkok, ditambah Jerman.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain