13 April 2026
Beranda blog Halaman 39924

Komisi III Akan Bentuk Pansus Rekening Gendut

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsuddin mengatakan pihaknya akan membentuk panitia khusus (Pansus) dalam kasus rekening gendut bila hal itu diperlukan yang tengah berpolemik dimasyarakat.
“Dalam hal kasus dan dipandang perlu oleh komisi III, kita bisa saja membentuk yang namanya pansus tentang rekening gendut, yang mana akan disepakati dalam pleno dan mendapaat persetujuan Paripurna,” ucap Aziz kepada wartawan, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/1).
Ketika ditanya lebih lanjut, apakah keputusan pleno komisi III ini akan menimbulkan permasalahan hukum baru? Politisi Golkar itu mengatakan bahwa, akan melihat perkembangannya,
“Saya hanya menjalankan amanat paripurna dan Bamus serta pleno komisi, saya jalankan dan saya kembalikan,” ucap dia.
Semua keputusan, kata Aziz sekarang ini ada ditangan Presiden Jokowi, apakah akan melantik atau sebaliknya.
“Ditangan presiden, sesuai pasal 11 ayat 1 itu presiden meminta persetujuan, persetujuan sudah kita kasih, silahkan dilantik. Sehingga bila tidak dilantik menjadi urusan presiden,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

RAPBD DKI 2015 Dianggap Tidak lebih Baik

Jakarta, Aktual.co —RAPBD 2015 dianggap tidak lebih baik ketimbang APBD 2014, bahkan dianggap cenderung lebih lemah.
Kata Anggota Fraksi PPP, Riano P Ahmad, hal itu bisa terlihat dari alokasi anggaran belanja mengikat lebih tinggi daripada anggaran belanja prioritas.
Alokasi anggaran belanja 2015, ujar dia, mengalami kenaikan 38,12 persen dari 2014, dari Rp12,93 triliun menjadi Rp17,86 triliun. Sedangkan belanja prioritas mengalami penurunan sebesar 4,94 persen, dari Rp31 triliun jadi Rp29,46 triliun.
“Sekali lagi, proporsi alokasi APBD seperti itu menunjukkan kebijakan APBD DKI tidak ‘pro job’, ‘pro poor’ dan mengabaikan MDG’s seperti yang dinyatakan dalam Kebijakan Umum APBD DKI 2015,” ujar dia, di DPRD DKI, Rabu (14/1).
Senin (12/1) lalu, Ahok membacakan RAPBD DKI 2015 sebesar Rp73 triliun. Berikut rincian RAPBD DKI 2015:
A. Pendapatan (Rp 63.801.200.000.000)   – Pendapatan Asli Daerah (PAD) : Rp 45.321.140.000.000   – Dana Perimbangan: Rp 11.408.960.000.000   – Lain-lain: Rp 7.071.110.000.000
B. Belanja (Rp 61.746.960.000.000)   – Belanja mengikat: Rp20.871.610.000.000   – Belanja Prioritas (RPJMD): Rp29.469.570.000.000   – Belanja penyelenggaraan urusan Pemda: Rp4.192.170.000.000   – Belanja hibah, sosial, subsidi dan bantuan keuangan dan belanja tak terduga: Rp7.213.600.000.000
C. Pembiayaan (Rp -2.054.250.000.000)  – Penerimaan: Rp 9.282.070.000.000  – Pengeluaran: Rp 11.336.320.000.000

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Kata DEN Terkait Anjloknya Harga Crude Oil

Jakarta, Aktual.co — Dewan Energi Nasional (DEN) angkat bicara terkait anjloknya harga minyak saat ini yang mendekati level US$40 per barel. Menurut Anggota DEN, Andang Bachtiar, tren harga minyak dunia (crude oil) yang sudah terjadi selama 6 pekan ini bermula sejak itu diputuskan dalam sidang OPEC di Wina pada 27 november 2014.

“Mereka mengatakan, oke harga minyak biarkan saja (turun), kemudian mereka tetap dengan produksi mereka tanpa menurunkan tingkat produksinya. Dan pada akhirnya harga minyak terus anjlok. Pada Hari ini mencapai US$45 per barel. Waktu dua hari lalu masih US$48 per barel,” kata Andang kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (14/1).

Menurutnya, fenomena ini sama halnya dengan yang pernah terjadi di 2009. Di mana harga Crude Oil pernah turun sampai level US$40-an per barel. Namun mampu rebound dalam waktu satu sampai dua bulan.

“Karena kondisi dasar pada saat itu dikarenakan krisis yang terjadi di Amerika Serikat tapi dengan cepat mereka bangkit, karena saat itu juga China sedang gencar-gencarnya membangun. Jadi kemudian crude oil mampu naik lagi sampai akhirnya ke level US$105 per barel, yang saat ini tengah turun langsung ke US$45 per barel,” ucapnya.

Akan tetapi, lanjutnya, kondisi saat ini kemungkinan besar pada umumnya beda dengan 2009. Jika dilihat, sebenarnya kondisi ini pada umumnya disebabkan adanya persaingan antara negara-negara timur tengah sana versus dengan shale oil (Sheik Vs Shale) dimana sejak 2010 produksi Shale oil di Amerika melonjak ke 3 juta barel per harinya..

“Biasanya OPEC langsung menahan produksi. Ternyata tidak. Sehingga minyak ini menggenangi dunia dan turunlah harga itu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kemungkinan besar OPEC dan saudi punya presshold sangat rendah sekitar US$10- US$25 per barel.

“Mereka masih tahan hingga level US$10- US$25 per barel, tidak seperti Amerika yang memiliki angka presshold di kisaran US$ 46-47-50 per barel itu. Sekarang mereka harusnya sudah kelimpungan,” tutupnya.

Untuk itu DEN mengusulkan kepada Pemerintah agar memanfaatkan situasi turunnya harga minyak mentah dunia yang disebabkan oleh pertarungan antara Sheik Vs Shale ini. Pemerintah akan diminta memanfaatkan situasi ini untuk mulai membangun embrio cadangan penyangga, dengan cara mengimpor crude sebanyak yang dimampu untuk disimpan sebagai cadangan penyangga (atau operasional jika regulasinya tidak menungkinkan).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ketua MPR Bertemu dengan Forum Konsultasi

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hassan saat berbincang dengan sejumlah delegasi Forum Konsultasi di Ruang kerja MPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (14/1/2014). MPR menerima kehadiran delegasi Forum Konsultasi dalam rangka konsultasi dengan pimpinan MPR seputar situasi politik sekarang. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Foto Mesra Abraham-Elvira, Roy Suryo: Banyak Aplikasi untuk Rekayasa

Jakarta, Aktual.co — Setelah beredarnya foto mesra yang diduga mirip juara Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira Wirayanti (21) bersama dengan Ketua KPK, Abraham Samad,  membuat semua masyarakat Indonesia dan Netizen di dunia maya bertanya-tanya mengenai keaslian foto tersebut.

Pakar telematika Roy Suryo ikut menjelaskan tentang foto ‘syur’ tersebut.

“Meski pembuat foto mirip AS-ED cukup ahli, tetapi banyak aplikasi untuk merekayasa,” papar Roy Suryo, kepada Aktual.co,  melalui sambungan telepon, Rabu (14/1).

Ia kembali menerangkan, bahwa butuh waktu untuk mengetahui kebenaran dari foto tersebut. Sebab, saat ini banyak aplikasi yang memungkinkan rekayasa terhadap foto tersebut.

Harus dilakukan analisa lebih lanjut dalam kasus ini. Salah satunya adalah dengan sumber yang akurat. Menurutnya, kesulitan analisa ini disebabkan oleh foto berupa kolase gabungan. Apalagi ia mendapatkannya melalui pesan berantai yang tidak jelas dan tidak dikenal pemiliknya.

Artikel ini ditulis oleh:

AS Rancang UU Cyber

Jakarta, Aktual.co — Gedung putih sedang membuat rancangan undang-undang tentang perlindungan cyber. RUU cyber security ini sudah diajukan ke kongres.
Dalam pernyataan gedung putih, Seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (14/1), mengatakan bahwa undang-undang tentang cyber security sangat diperlukan oleh bangsa Amerika Serikat untuk melindungi sistem keuangan dan perbankan negara.
“RUU ini diharapkan dapat membagi informasi cyber security yang lebih baik antara sektor swasta dan pemerintah, dan meningkatkan kolaborasi dan berbagi di antara sektor swasta informasi,” demikian pernyataan gedung putih.
Jika undang-undang tersebut disahkan akan memungkinkan penuntutan penjualan botnet akan mengkriminalisasi penjualan luar negeri AS yang dicuri dari informasi keuangan seperti nomor kartu kredit dan rekening bank.
“Selain itu akan memperluas otoritas penegak hukum federal untuk mencegah penjualan spyware digunakan untuk tangkai atau melakukan ID pencurian, dan akan memberikan pengadilan wewenang untuk menutup botnet yang terlibat dalam distribusi penolakan serangan layanan dan kegiatan kriminal lainnya, ” kata pernyataan itu.
Laporan: Sukarjito

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain