19 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39934

Harga Cabai di Kupang Tembus Rp100.000 per Kg

Jakarta, Aktual.co — Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Kupang, Nusa Tenggara Barat, kini mencapai Rp100 ribu per kg. 
Kenaikan ini terus melonjak sejak November 2014 sekitar Rp60 ribu dan pada awal bulan berikutnya naik berkisar Rp70-Rp80 ribu kg.
Harga cabai di pasar tradisional Kota Kupang selama Desember 2014 berfluktuasi dengan harga terendah sekitar Rp60.000 per kilogram pada awal Desember kemudian melonjak Rp70.000 per kilogram,” kata Sulaiman, distributor cabai untuk Kota Kupang, di Kupang, Minggu (4/1).
Bahkan terakhir dalam pekan ini harga cabai sekitar Rp80.000 per kg, lalu awal 2015 melonjak hingga Rp100.000 per kg, sehingga membuat konsumen resah dan mengurungkan niat untuk berbelanja komoditas ini.
Melonjaknya harga cabai di sejumlah pasar dalam Kota Kupang ini disebabkan permintaan dari konsumen tinggi sementara stok di gudang terbatas.
Terbatasnya persediaan cabai distribusi yang tidak lancar dari hulu ke hilir, selain biaya produksi yang kina tinggi dari waktu ke waktu karena perhitungannya mulai dari alur pengolahan tanah panen.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Pertanyakan Realisasi Bantuan Gas Elpiji Pemerintah Pusat

Jakarta, Aktual.co — Warga Pelaihari, Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mempertanyakan realisasi bantuan tabung gas elpiji tiga kilogram dari pemerintah pusat.
“Hingga saat ini janji pemerintah pusat memberikan bantuan tabung gas elpiji tiga kilogram belum juga terealisasi,” kata Dollah, warga Jalan Perintis Pelaihari, Minggu (4/1).
Menurut dia, di daerah atau kabupaten lain di Kalimantan Selatan (Kalsel) pembagian tabung gas elpiji tiga kilogram sudah direalisasikan, namun Kabupaten Tanah Laut (Tala) hingga kini belum ada kabarnya.
“Kita sangat berharap ada kepastian dari pemerintah, kapan tabung gas elpiji tiga kilogram tersebut dibagikan ke masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap jangan sampai janji pemberian tabung gas elpiji tiga kilogram tersebut tidak ditepati, bahkan dibatalkan pemerintah pusat.
Pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat diminta proaktif menanyakan realisasi bantuan tabung gas elpiji tiga kilogram untuk Tala.
Sebelumnya, Kepala Bagian Ekonomi dan Penanaman Modal Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Tala Joko Wuriyanto mengatakan, hingga saat ini pembagian tabung gas elpiji tiga kilogram untuk kabupatenna belum dibagikan.
“Kita masih menunggu dari pemerintah pusat, kapan realisasi pembagian tabung gas elpiji tiga kilogram tersebut dibagikan di Kabupaten Tanah Laut,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

PMI Tambah Relawan Untuk Proses Evakuasi Korban QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Palang Merah Indonesia (PMI) menambah 10 relawan untuk membantu proses evakuasi korban jatuh pesawat AirAsia QZ8501 di sekitar Teluk Kumai, Kalimantan Tengah, Minggu (28/12).

Staf Biro Humas Kantor Pusat PMI Anggun Permana di Jakarta, Minggu, mengatakan total relawan yang membantu di Pangkalan Bun saat ini lebih dari 50 orang.

Dia menjelaskan relawan PMI dia, tetap akan berada di Teluk Kumai dan Pangkalang Bun membantu evakuasi korban pesawat Airbus 320–200 milik maskapai AirAsia hingga selesai.

Pada kesempatan sebelumnya, staf PMI Provinsi Kalimantan Tengah Ilham mengatakan semua personel ada di posko-posko di Lanud Iskandar dan Pantai Kubu Pangkalan Bun untuk membantu proses evakuasi jenazah.

Mereka juga mendapat tambahan personel relawan PMI dari Jakarta dan PMI Provinsi Kalimantan Selatan sejak Rabu (31/12).

Koordinator Tim PMI dari Jakarta Agus Barkah mengatakan timnya telah membawa bantuan peralatan evakuasi, yakni 200 kantong mayat, 50 masker moncong respirator, 500 masker, 50 sarung tangan latek panjang, dan 100 sarung tangan biasa.

“Kami membantu menyiapkan jenazah sebelum masuk pesawat serta menyiapkan peletakan jenazah di pesawat. Kemudian kami akan melakukan pencatatan identitas jenazah dan registrasi kantung jenazah, untuk kemudian jenazah akan diserahkan ke Tim DVI di Bandara Juanda Sidoarjo, Jawa Timur, untuk dibawa selanjutnya ke R.S. Bhayangkara Polda Jawa Timur,” kata Agus.

PMI di Bandara Juanda Sidoarjo juga menyiagakan tujuh ambulans serta telah memobilisasi 40 personel tim kesehatan yang sejak hari pertama (28/12) telah membantu pertolongan pertama bagi pasien keluarga korban.

“Tujuh ambulans PMI sudah ‘stand by’ di Bandara Juanda jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membawa jenazah AirAsia ke rumah sakit. Tim medis PMI juga masih siaga di bandara untuk membantu proses pemindahan jenazah dan membantu psikologi serta kesehatan keluarga korban AirAsia QZ8501,” kata Koordinator Posko PMI Kota Surabaya Mirta Krisna.

Relawan PMI tersebar di beberapa titik, yaitu di Lanud Iskandar dan Pantai Kubu, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, yang merupakan Tim PMI dari Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat, serta PMI Seruyan. Relawan PMI lainnya diberangkatkan dengan pesawat Hercules pada Rabu (31/12) pagi, dari Jakarta bersama Tim Denjaka dan Kopasaka untuk membantu proses evakuasi jenazah AirAsia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

RSUD Imanuddin Siapkan Lemari Pendingin Berkapasitas 60 Jenazah

Jakarta, Aktual.co — Lemari pendingin (cold storage) untuk menampung korban pesawat AirAsia QZ8501 sudah disiapkan di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan,Bun mengantisipasi evakuasi jenazah dalam jumlah besar.
“Ini bisa menampung 60 sampai 70 jenazah yang sudah dimasukkan dalam peti. Jadi nanti disusun karena tempatnya kan tinggi juga,” kata Bupati Kotawaringin Barat, H Ujang Iskandar, Minggu (4/1).
Lemarin pendingin tersebut merupakan pinjaman dari salah satu perusahaan swasta di PangkalanBun. Alat ini didatangkan dari Surabaya dan seharusnya tiba pada Sabtu (3/1) siang, namun ternyata baru tiba pada Minggu (4/1) sekitar 04.30 wib, karena terhambat gelombang tinggi di laut.
Alat yang ditempatkan di bagian belakang rumah sakit ini langsung dioperasikan. Lokasi penempatannya dekat dengan kamar jenazah untuk memudahkan evakuasi ke ruang DVI dan kamar jenazah.
“Dengan suhu di dalam ruangan yang mencapai minus 20 derajat celsius, diharapkan jenazah bisa lebih tahan dan menghambat pembusukannya. Kalau ini masih kurang, pihak perusahaan siap mendatangkan lagi lemari pendingin tambahan seperti ini. Jadi saya rasa tidak ada masalah lagi,” kata Ujang.
Pemerintah daerah dan segenap elemen masyarakat Kotawaringin Barat berusaha semaksimal mungkin membantu penanggulangan musibah jatuhnya pesawat AirAsia berpenumpang 155 orang ditambah tujuh kru tersebut yang hilang kontak pada Minggu (28/12/2014) saat delapan menit lepas landas dari Surabaya menuju Singapura.
Hingga Minggu pagi, sudah ada 30 jenazah yang sudah dievakuasi dan dikirim ke Surabaya. Tim gabungan berharap seluruh jenazah dan bangkai pesawat bisa segera ditemukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Banjir, Petani Sayur Keluhkan Kerusakan Tanaman

Jakarta, Aktual.co — Petani sayur warga desa Ketamputih mengeluhkan tanaman sayur yang rusak dan hancur direndam banjir yang terjadi beberapa hari lalu di daerah setempat.
Seorang petani sayur zuziah (32) warga desa ketamputih, mengeluhkan semua hasil tanamannya yang terendam banjir.
“Tanaman sayuran saya hancur, padahal udah bisa dipanen, cabe, bayam, sawi, kacang panjang, timun, rusak semua tidak bisa dipanen, bukan hanya itu, tanaman labu manis juga hancur buahnya karena direndam air,” kata dia, Minggu (4/5).
Juriah warga ketamputih juga merasakan hal yang sama. “Kita hanya bisa pasrah saja, mengenai kerugian kita memang rugi disini, banjor yang terjadi beberapa hari lalu itu membuat pertanian saya, bukan rusak lagi, namun hancur,” katanya.
Dia menyebutkan bahwa sebelumnya belum pernah ada banjir yang setinggi ini.
“Belum pernah ada banjir sedalam yang kemarin, kalaupun hujan lebat hanya banjir biasa, namun yang kemarin sungguh luar biasa, bukan pertanian saja yang terendam, perabotan dirumah juga ada yang rusak.”

Artikel ini ditulis oleh:

Mudahkan Akses, Balitbangtan Rilis KATAM Terpadu

Jakarta, Aktual.co — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah merilis Kalender Tanam (KATAM) Terpadu yang berisi jadwal tanam berdasarkan prediksi iklim/ketersediaan air sampai di tingkat kecamatan. 
Data tersebut dapat dijadikan bahan masukan untuk menghitung optimalisasi pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan), yaitu dengan cara menginventarisir data ketersediaan dan menghitung kebutuhan alsin.
“Konsep optimalisasi penggunaan alsintan ini bisa dilakukan dalam wilayah kabupaten yang terdiri dari beberapa wilayah kecamatan. Cara itu dikelompokkan berdasarkan jadwal tanam, dilakukan pada jenis alsintan yang dengan mudah bergerak dari satu wlayah ke wilayah lain, traktor dan tresher misalnya,” ujar Dosen IPB, Roedhy Poerwanto saat dihubungi Aktual, Minggu (4/1).
Berdasarkan perhitungan kebutuhan tanaman, perhitungan optimalisasi pemanfaatan alsintan dilakukan dengan cara memobilisasi alsintan yang ada di lokasi terdekat yang mempunyai jadwal tanam berbeda.
“Informasi parameter alsintan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses oleh semua pihak yang membutuhkan terhadap informasi pemetaan mekanisasi padi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain