16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39975

Komoditi Makanan Penyumbang Kedua Kemiskinan

Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Indonesia. Tercatat hingga September 2014 jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,73 juta jiwa atau turun 0,55 persen dari bulan Maret 2014 yang sebanyak 28,28 juta jiwa.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan penurunan tersebut terjadi sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Faktor inflasi yang cenderung rendah hingga bulan ke sembilan tersebut juga menjadi faktor penekan jumlah penduduk miskin. “Memang terjadi penurunan tiap bulannya, namun penurunannya makin lama makin kecil,” ujar Suryamin di kantor BPS, Jakarta, Jumat (2/1).

Sepanjang Januari hingga September 2014 BPS mencatat, jumlah penduduk miskin terbesar berada di Pulau Jawa yakni sebanyak 15,14 juta jiwa. Sementara jumlah penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan yakni 0,97 juta jiwa. “Jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan pulau Jawa yakni 6,9 juta jiwa, dan daerah pedesaan sebanyak 8,1 juta jiwa,” kata Suryamin.

Dia menjelaskan, pada September 2014 komoditi makanan masih memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan baik di perkotaan dan pedesaan. Menurutnya, harga beras yang tinggi menjadi penyebab timbulnya penduduk miskin sebesar 23,39 persen di perkotaan dan 31,61 persen di pedesaan.

Editor: Fahad Hasan

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Gandeng BNN Lakukan Tes Urine Pejabat

Jakarta, Aktual.co — Ribuan pejabat struktur dari eselon II dan III yang telah dilantik menjalani tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui siapa saja pejabat eselon yang menggunakan narkoba dan mengonsumsi minuman keras. 
Demikian disampaikan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama kepada wartawan usai melantik ribuan pejabat di silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
“Saya mau adakan tes narkoba kepada bapak dan ibu karena di DKI narkoba sudah keterlaluan,” katanya. 
Dikatakan Ahok sapaan Basuki kalau tes urine tersebut dilakukan selain untuk mengetahui pejabat yang mengkonsumsi narkoba, yakni untuk memberikan contoh baik terhadap seluruh bawahannya. 
“Bakal kelihatan orang yang pakai narkoba. Enggak mungkin saya pakai sapu kotor untuk bersihkan lantai kotor,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Sikap Ambigu Masalah Papua Belum Tentu Menyelesaikan Persoalan

Jakarta, Aktual.co — Kebijakan untuk menangani persoalan di Papua kerap ambigu, terutama ketika menghadapi Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dan sepertinya, ada perbedaan treatment ketika menghadapi teroris yang ada di daerah lain, dengan cap agama tertentu.

Demikian disampaikan pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. Pernyataan Susaningtyas ini terkait dengan kesiapan Mabes TNI mengikuti semua kebijakan politik yang direncanakan Pemerintah, termasuk dengan rencana dialog antara pemerintah pusat dengan berbagai kelompok masyarakat di Papua, yang juga bahkan mau melibatkan kelompok-kelompok separatis yang ada di Papua dan luar negeri.

Susaningtyas mengingatkan, pemerintah dan aparat harus berhati-hati kepada tindakan desepsi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok gelap. Untuk mengatasi persoalan Papua ini, perlu juga pendekatan dari sisi budaya dan ekonomi, dari hulu sampai hilir. Hulu persoalannya adalah masalah kesejahteraan atau ekonomi, yang kemudian menjadi embrio persoalan.

Susaningtyas juga mengingatkan, adalah tidak bijak bila pendekatan yang digunakan melulu berkelindan dalam domain keamanan saja. Pertanyaan yang juga harus dijawab, apalah misalnya LSM-LSM maupun kekuatan politik lokal yang mungkin saja memiliki kekuatan intelijen sandhiyudha di Papua apa sudah diadakan treatment. Lalu bagaimana dengan rolling prajurit di papua.

“Berapa bulan sekali? Karena secara psykologis mereka juga harus dilihat. Belum lagi HIV dan Malaria yang menyerang prajurit. Data perbandingan antara jumlah TNI dan separatis setiap berapa waktu diupdate? Darimana senjata yang dimiliki sipil?” tegas Nuning, begitu Susaningtyas disapa. Secara geopolitik dan geososial, Nuning melanjutkan, Papua berbeda dengan Timtim maupun Aceh. Di Timtim misalnnya ada tokoh sentral seperti Xanana Gusmao maupun Jose Ramos-Horta. Pun demikian di Aceh ada Teuku Hasan Tiro.

“Di Papua, bila kita dalam posisi ambigu melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh separatis belum tentu selesaikan masalahnya. Karena geoculture di Papua wilayah pantai dan pegunungan berbeda sekali. Mereka punya tokoh adatnya masing-masing,” tegas Nuning. Nuning menilai kompleksitas persoalan tentang Papua memang memprihatinkan. Termasuk di dalamnya terdapat aksi-aksi kekerasan bersenjata terhadap aparat dan warga sipil. Karena itu, perlu diadakan pembahan bersama jajaran Polhukam untuk menginisiasi gagasan baru dalam rangka mencari solusi komprehensif tentang masalah Papua, secara damai dan bermartabat dalam bingkai.

Editor: Fahad Hasan

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Lantik 4.676 Pejabat Pratama, Administrasi dan Pengawas Pemerintah

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melantik 4.676 pejabat pratama, administrasi dan pengawas pemerintahannya di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
“Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dengan resmi melantik saudara-saudara sebagai pejabat pratama, administrasi dan pengawas di lingkungan Pemprov DKI,” kata Ahok di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
Menurut dia, dari total 6.511 jabatan Pemprov DKI, baru 4.676 pejabat yang dilantik pada hari ini. Sedangkan, sisanya sebanyak 1.835 jabatan masih dikosongkan.
“Memang masih ada 1.835 jabatan struktural yang dikosongkan. Karena menurut penilaian kami, intinya bukan terletak pada jabatan struktural, tetapi pada fungsi pelayanan untuk masyarakat,” ujar Ahok.
Kepada ribuan pejabat yang baru dilantik hari ini, dia berharap agar dapat bekerja keras dan bekerja cepat untuk menunaikan kewajiban pelayanan kepada seluruh warga ibu kota.
“Warga Jakarta sudah tidak sabar untuk melihat kerja kita. Jadi, kita harus bekerja cepat dan bekerja keras untuk memenuhi tugas pelayanan kita di Jakarta,” tutur Ahok.
Beberapa pejabat yang dilantik di antaranya Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD DKI, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana yang sebelumnya merupakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI, dan Kepala Dinas Perumahan Ika Lestari Aji yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Perumahan Jakarta Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dihentikan, Pencarian Nelayan Hilang di Sumatera Barat

Jakarta, Aktual.co — Tim Search and Rescue menghentikan pencarian tiga nelayan di Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang hilang saat melaut.
“Penghentian pencarian korban atas kesepakatan bersama tokoh masyarakat dan keluarga korban. Kita mendapat informasi dari Walinagari (Kepala Desa) Air Bangis bahwa pencarian tiga orang nelayan yang hilang di tengah laut dihentikan hari ini,” kata Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sofian Hidayat, di Simpang Ampek, Jumat (2/1).
Pencarian tiga orang nelayan Air Bangis telah dilakukan semaksimal mungkin. Seluruh kawasan tempat mencari ikan yang biasa dilakukan nelayan telah disisir tapi tidak membuahkan hasil.
Kemudian pencarian juga telah dilakukan di pantai Sasak Ranah Pasisia tapi tidak juga membuahkan hasil. Pencarian tiga nelayan oleh tim SAR, Polisi Air, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, dan para nelayan Air Bangis telah dilakukan sejak Senin (29/12).
Tim pencarian korban sudah kembali ke Simpang Ampek. Suasana duka di Air Bangis masih telihat, terutama di rumah keluarga tiga orang nelayan. Sementara itu dilokasi dermaga, masyarakat masih ramai.
Tiga orang nelayan yang belum ditemukan itu adalah Eri (30) Pian (55) dan Ery (30), ketiganya merupakan warga Air Bangis.
Sebelumnya, dua buah kapal nelayan Air Bangis KM Gurita dan KM Ikan Layar pergi melaut mencari ikan pada Rabu (24/12) lalu ke tengah laut arah selatan pulau Gosong Bide.
Setelah sekian lama berlayar, kapal yang kembali ke dermaga hanya KM Gurita. Satu orang nelayan atas nama Budi (32) ditemukan tewas mengapung di laut.

Artikel ini ditulis oleh:

Pencarian Blackbox AirAsia QZ8501 Mulai Ditingkatkan

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co – Setidaknya ada dua tugas utama yang harus dilakukan tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian disektor ‘Prioritas’. Kedua tugas itu, yakni mencari lokasi pasti bagian besar dari pesawat AirAsia QZ8501, dan mencari lokasi atau posisi blaack box dri pesawat.

“Akan ada dua tugas utama, pertama mencaari bagian besar dari badan pesawat. Kedua, mencari lokasi atau posisi blaack box dari pesawat,” Hal ini disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo,dalam konfrensi persnya, di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Jumat (2/1).

Lebih jauh, untuk dua pencarian utama pada sektor prioritas tersebut, dalam pencarian black box dari pesawat AirAsdia akan dilakukan pencarian oleh pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Tugas mencari black box dari pesawat dilaksanakan oleh KNKT yang sudah mulai bekerja pagi ini, dengan menggunakan kapal Kaladaya.”

“Kemudian, tugas mencari bagian besar dari pesawat dilakukan oleh kapal-kapal kita maupun bantuan dari luar yang mempuyai sistem pencarian di bawah permukaan, diantaranya adalah, Kapal-kapak KRI Penyapu Ranjau, Kapal Baruna Jaya, Kapal Geo Survey,  mereka ini saya tugaskan untuk prioritas di sektor pencarian prioritas,” bebernya.

Sementara itu, masih kata Soelistyo, dalam sektor ‘prioritas’ pencarian ini, tim juga sudah menyiapkan para penyelam untuk membantu melakukan pencarian terhadap badan pesawat. “Para penyelam sudah berada di kapal KRI Banda Aceh dan siap melakukan tugas penyelaman untuk daewrah prioritas, stlah inidikasi dari badan pesawat aatau bagian dari badan pesawat ditemukaan,” tandasnya.

Editor: Fahad Hasan

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain