17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39986

Fans New York City Kecam Keputusan Perpanjangan Kontrak Lampard

Jakarta, Aktual.co — Keputusan Frank Lampard untuk memperpanjang kontrak pinjaman dengan Manchester City, menuai kecaman dari kelompok suporter klub New York City, The Third Rail.

“Atas nama The Third Rail, secara terbuka kami mengecam keputusan City Football Grups (manajemen New York City) dan keputusan Frank Lampard untuk memperpanjang masa peminjaman di Manchester City sampai akhir musim Premier League,” tegas The Third Rail seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (1/1).

Menurut The Third Rail, kecaman mereka atas keputusan tersebut juga menpunyai dasar yang kuat. Pasalnya, keberadaan pemain berusia 36 tahun itu, membuat seluruh fans kembali berhasrat untuk menonton setiap pertandingan New York City.

“Semua pendukung, termasuk anggota The Third Rail, memutuskan mendukung tim, membeli tiket pertandingan dan membeli souvenir klub dengan harapan bisa melihat Frank Lampard bermain untuk New York City bukan Manchester City,”

Seperti diketahui, kerjasama Lampard dengan klub asal Amerika Serikat terjadi pada Agustus 2014 silam. Meski berstatus bebas transfer, pembelian Lampard membuat fans New York City bergembira.

Namun, lima hari setelah kesepakatan Lampard dengan New York City, secara mengejutkan The Citizen (julukan City) mengumumkan keberhasilan meminjam mantan pemain Chelsea itu.

Awalnya, durasi pinjaman Lampard hanya setengah musim dan akan berakhir pada 6 Januari 2015. Tapi, pada Rabu (31/12) manajemen City memberitahukan bahwa pihaknya memperpanjang kontrak Lampard sampai akhir musim liga 2014-2015.

Dengan bertambahnya masa pinjaman tersebut, membuat New York City harus rela bermain tanpa mantan pemain Timnas Inggris selama tiga bulan awal. Liga Utama Amerika Serikat 2015 akan mulai bergulir pada Maret 2015 mendatang.

Meski begitu, The Third Rail mengatakan bahwa mereka tetap akan mendukung New York City dalam kondisi apapun. Namun, mereka menegaskan bahwa keputusan perpanjangan kontrak Lampard tetap tidak bisa diterima.

Artikel ini ditulis oleh:

Pedagang Sapi Meninggal Dilempar Bom Ikan

Lumajang, Aktual.co — Nasib tragis menimpa HS, pedagang sapi asal Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir yang meninggal dunia setelah dilempar bondet (bom ikan) oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya.

Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata ketika dikonfirmasi Aktual.co, Kamis (1/1), mengatakan, korban diketahui meninggal dengan kondisi luka berat di kepala, setelah ikut acara tahlilan di rumah tetangganya pukul 20.00 WIB.

“Saat itu korban mengendarai motor dan melintas di belakang rumahnya yang dekat dengan tanaman bambu,” katanya.

Saat berkendara itulah, kata Kapolres, korban tak menyadari jika dirinya telah diincar pelaku, dan langsung melemparkan bondet kearah kepala korban.

“Korban tewas seketika di lokasi kejadian dengan posisi tubuh masih di atas motornya,” ujarnya.

Dikatakan Kapolres Singgamata, karena mendengar suara ledakan itu, warga di sekita keluar rumah, termasuk keluarga korban. “Mereka langsung memeriksa ke lokasi kejadian, dan keluarga histeris saat melihat korban ditemukan meninggal dunia,” bebernya.

Kejadian ini langsung dilaporkan warga ke Polsek Kunir dan Polres Lumajang. Laporan ini bahkan direspon Kapolres Lumajang dengan turun langsung ke lokasi untuk memimpin olah TKP.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkab Lumajang Akan Jemput Dua Jenazah Korban AirAsia

Lumajang, Aktual.co — Pasca ditemukannya sejumlah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, Pemkab Lumajang, Jawa Timur, mulai melakukan persiapan penjemputan dua orang warganya yang terdata dalam penerbangan pesawat naas tersebut.

Wakil Bupati Lumajang, Drs H As’at Malik mengatakan bahwa, pihaknya telah memerintahkan BPBD Kabupaten Lumajang untuk melakukan komunikasi dengan Basarnas di Crisis Center Bandara Juanda, Surabaya.

“Komunikasi ini untuk memastikan nasib dua warga kami yang terdata sebagai penumpang pesawat itu dan apa langkah-langkah yang harus kita lakukan,” katanya di Lumajang, Kamis (1/1).

Kedua warga Lumajang tersebut antara lain Christien Aulia Purnomo (25) dan Ferny Yufina Purnomo (26), kakak beradik warga Dusun Kalibening, RT-02/RW-01, Desa/Kecamatan Pronojiwo.

Diungkapkan As’at Malik, Muspida sudah sepakat untuk bersama-sama melakukan penjemputan terhadap jenazah kakak beradik itu.

“Apakah ke Surabaya atau nanti langsung ke rumah duka di Pronojiwo. Ini masih menunggu kepastian dan komunikasi saja. Akan tetapi, kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut guna memastikannya,” beber As’at Malik.

Orang tua kakak beradik itu, Bambang Puromo Suyanto (55) dan Susiati (53), telah brada di Crisis Center Bandara Juanda, Surabaya untuk mencari kepastian kondisi kedua putrinya tersebut.

Pasalnya, Wabup menegaskan, jika dipastikan kedua warga Lumajang ini meninggal dalaminsiden yang dialami pesawat Asia Air tersebut, pemulangannya menjadi tanggungjawab pihak maskapai penebangan, maka Muspida akan langsung ke rumah duka.

“Yang pasti, kita akan menyiapkan ambulan, jika sewaktu-waktu diberangkatkan ke Surabaya untuk penjemputan kedua korban warga Lumajang ini. Seluruh kesiapan ini, sudah saya bicarakan dengan Kapolres dan lainnya,” pungkas As’at Malik.

Artikel ini ditulis oleh:

SAR: Jadwal Pencarian Bisa Diperpanjang

Jakarta, Aktual.co — Deputi Bidang Potensi SAR, Marsda TNI Sunarbowo Sandi menjelsakan, standar pencarian dalam sebuah bencana adalah selama tujuh hari. Namun, jadwal itu bisa saja diperpanjang, karena alasan tersentu.

Salah satu alasan proses pencarian diperpanjang apabila ada perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar proses pencarian tanpa dibatasi oleh waktu.

“Standar dari Basarnas adalah tujuh hari, tapi kelihatannya akan di-extend (perpanjang). Ada perintah Presiden tanpa adanya batas waktu. Wapres juga sempat ke sini, dan seperti itu,” kata Sunarbowo dalam konferensi pers di Posko Utama Pencarian Pesawat AirAsia QZ8501 di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1).

Secara prosedur waktu perpanjangan adalah selama tiga hari. Jika dirasa masih kurang, kata Sunarbowo, akan dilakukan kembali penambahan waktu pencarian selama tiga hari.

Sunarbowo menambahkan, setiap bencana punya parameter yang terukur. Keputusan memperpanjang jadwal pencarian dalam suatu bencana, tetap berdasarkan pertimbangan dari Basarnas.

“Bisa diperpanjang per tiga hari, begitu seterusnya. musibah harus punya parameter terukur, tetap punya tahapan. Pertimbangannya dari Basarnas,” tuntasnya.

Pada Kamis (1/1), merupakan hari kelima dari jatuhnya pesawat AirAsia, yang hilang kontak pada Minggu (28/12/2014) lalu, dan tim SAR gabungan, baru mampu menemukan delapan jenazah penumpang pesawat naas tersebut, juga beberapa puing pesawat.

Artikel ini ditulis oleh:

Pencarian Korban AirAsia Terkendala Cuaca

Jakarta, Aktual.co — Tim SAR gabungan, hingga Kamis (1/1) malam, baru mampu menemukan delapan jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8510. Tidak bertambahnya penemuan jenazah, diduga karena kendala cuaca yang kurang bersahabat di perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah.

“Ini (pencarian) terhambat karena buruknya cuaca di daerah pencarian. Anginnya sangat besar, awan menghitam dan ombak naik tinggi,” kata Deputi Bidang Potensi Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsda Sunarbowo Sandi, di Pangkalan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1) petang.

Meski begitu, Sunarbowo menegaskan, tim SAR masih terus bergerak melakukan pencarian dan evakuasi, baik melalui laut maupun udara. “Dari unsur laut terus bergerak mengadakan pencarian sesuai sektor masing-masing,” ujarnya.

Sekedar informasi, sejak dinyatakan hilang kontak pesawat AirAsia QZ 8501 pada tanggal 28 Desember 2014 lalu, proses pencarian oleh Tim SAR gabungan sudah berlangsung selama lima hari. Korban meninggal yang ditemukan adalah sebanyak delapan orang di perairan Selat Karimata.

Kedelapan jenazah itu dievakuasi pada Rabu (31/12) dan Kamis (1/1) ke bandara udara Juanda, Surabaya. Sebelum dievakuasi, seluruh jenazah dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, untuk diidentifikasi awal dan dipetikemaskan. Setelah itu jenazah diterbangkan melalui Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Artikel ini ditulis oleh:

TNI AD dan Polri Ditugaskan Cari Jenazah AirAsia di Daratan

Jakarta, Aktual.co — Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501, yang diperkirakan jatuh di sekitar perairan Selat Karimata. Tak hanya di laut, pencarian juga dilakukan di daratan sekitar lokasi oleh unsur TNI AD dan Polri.

Deputi Potensi SAR Marsekal Muda Sunarbowo Sandi mengungkapkan, tak menutup kemungkinan adanya korban yang terdampar di daratan sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Untuk itu, lanjut dia, personil TNI AD dan Polri dikerahkan ke pantai-pantai yang berada sekitar area.

Tak hanya itu, para Bupati yang memimpin di wilayah dekat area pencarian juga telah mengimbau kepada para nelayan untuk turut mencari korban.

“Dari TNI AD, Polri sudah dikerahkan sampai pantai-pantai. Bupati-bupati juga sudah mengerahkan nelayan,” kata Sunarbowo dalam konferensi pers di Posko Utama Pencarian Pesawat AirAsia QZ8501 di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1).

Sunarbowo menjelaskan, personel TNI AD dan Polri dikerahkan lantaran memiliki struktur hingga menyentuh lapisan masyarakat di tingkat desa.

“TNI AD mulai dari Kodim, Koramil hingga Babinsa itu ada. Begitupun Kepolisian dari Polres, Polsek hingga Babin Kamtibmas,” jelasnya.

Meski demikian, kata Sunarbowo, hingga kini belum ada informasi mengenai penemuan korban dan serpihan pesawat di daratan.

“Sudah dikerahkan sampai 150 km tapi belum ditemukan jenazah merapat ke pantai tapi kita mereka sudah berusaha mncari yang dekat ke permukimam mereka,” demikian Sunarbowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain