19 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40001

Selamat Tahun Baru 2015 dari Candi Borobudur

Jakarta, Aktual.co — Gema azan subuh yang terdengar takzim dari berbagai pelantang masjid dan musala di sejumlah tempat seakan-akan membalut ketenangan suasana Candi Borobudur pada pagi hari pertama Tahun Baru, 1 Januari 2015.

Dari puncak stupa candi yang menjadi warisan budaya dunia di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tersebut masih terlihat terang lampu listrik memancar dari depan rumah-rumah warga, berbagai bangunan, dan jalan-jalan di kawasannya.

Belum terlihat hilir mudik dan keramaian berbagai kendaraan yang melintasi jalan-jalan beraspal di sekitar Candi Borobudur ketika itu.

Dinding-dinding Pegunungan Menoreh di perbatasan antara wilayah Provinsi Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terletak di bagian selatan Candi Borobudur, bagaikan memantulkan gema azan subuh itu.

Ingatan seolah menjadi terhenti pada puisi tentang azan, karya Ibob Susu dan Ashari Syahid pada tahun 2013, yang belum lama ini dibacakan oleh seorang seniman kawasan Candi Borobudur, Hatmojo, saat pembukaan pameran lukisan “Art Introspection” di dekat Candi Pawon, sekitar 600 meter sebelah timur Candi Borobudur.

“Dengarlah hai kawan. Gema suara azan merasuki redupnya malam. Sadarlah wahai kawan. Jangan kau abaikan. Tunaikan perintah Tuhan. Mari… mari… mari… luangkan waktu. Basuhlah raut wajahmu. Ayo… ayo… ayo… kita bersatu. Singsingkan lengan bajumu,” begitu penggalan puisi yang dibaca Hatmojo yang juga pegiat Gabungan Seniman Borobudur (Gasebo) pada pembukaan pameran lukisan karya tujuh pelukis dari kelompok “Gerilya Art Community” di Pawon Art Space, milik seniman Cipto Purnomo, 27 Desember 2014 hingga 24 Januari 2015.

Dari dekat Hatmojo berdiri membacakan puisi tersebut, pelukis yang juga pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Magelang, Agus “Merapi” Sunyitno, membalut dengan lantunan suara azan.

Seorang seniman lain yang juga guru teater di SMA Negeri Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Munir Syalala, memainkan petikan gitarnya, mengiringi performa yang membuat suasana ketika itu terhias menjadi takzim.

Azan subuh yang terdengar dari stupa puncak Candi Borobudur disusul dengan suara bertaburkan kokok ayam, Kamis (1/1) dini hari, menjadi penyapa terbitnya matahari pertama pada tahun 2015.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Lailly Prihatiningtyas, seorang diri berdiri di stupa puncak Candi Borobudur pada subuh hari pertama tahun 2015.

Setelah memunguti sejumlah botol bekas air mineral yang dibuang sembarang di kawasan stupa oleh pengunjung Borobudur pada hari terakhir Tahun 2014 dan memasukkan ke tempat sampah, dia kemudian berdiam diri, terlihat memanfaatkan suasana tenang di tempat tertinggi candi tersebut.

Sejenak waktu, terkesan perempuan tersebut menajamkan tafakur atas pidatonya pada malam pergantian tahun yang dikemas melalui perayaan bertajuk “Borobudur Music and Lampion Festival 2014”.

Festival yang dihadiri ratusan orang, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara, serta masyarakat sekitar Candi Borobudur itu, sebagai perayaan atas pergantian tahun, di Zona II Taman Wisata Candi Borobudur ditandai dengan pentas musik dan pelepasan 2.015 lampion.

Sebagian besar lampion dilepaskan dari kompleks taman yang dikelola oleh perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Negara tersebut, sedangkan lampion-lampion lainnya dilepaskan masyarakat dari 20 dusun di sekitar Candi Borobudur.

Jumlah lampion yang dilepaskan satu demi satu oleh pengunjung malam Candi Borobudur dan masyarakat sekitarnya, menandai Tahun Baru 2015.

Ribuan lampion berarak beterbangan, menampakkan kesan sedang memenuhi langit di atas kawasan Candi Borobudur. Gerak terbang lampion-lampion, bagaikan menyibak kabut tipis yang sempat menghiasi kawasan itu dan menghentikan gerimis rintik-rintik yang turun saat detik-detik pergantian tahun 2014 ke 2015.

Angin tengah malam yang terasa bertiup lembut membawa ribuan lampion beterbangan mengarah ke selatan candi. Candi Borobudur dibangun sekitar abad ke-8, masa pemerintahan Dinasti Syailendra, di kawasan pertemuan antara aliran Sungai Elo dan Progo, takjauh dari Pegunungan Menoreh yang wilayahnya meliputi Kabupaten Magelang dan Purowrejo, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Satu di antara enam sikap mudra dalam patung bernama Dhyani Budhha Ratnasabhawa di Candi Borobudur, yang disebut waramudra dengan arah hadap ke selatan, berarti Sang Buddha memberikan anugerah atau berkah.

Sebanyak lima sikap tangan mudra Sang Buddha lainnya, yakni bhumisparsamudra (timur) berarti bumi dipanggil sebagai saksi, dyanamudra (barat) berarti semadi atau mengheningkan cipta, abhayamudra (utara) berarti tidak takut bahaya, witarkamudra (semua sisi di pagar langkan tingkat V) berarti sedang mengajar atau berbicara, dan dharmacakramudra (di semua stupa berlubang di teras I, II, dan III) berarti memutar roda dharma atau ajaran kebenaran.

“Lampion secara filosofis Buddhis, simbol melepaskan harapan dari kita semua yang berkumpul di Candi Borobudur, doa kita bersama di sini harapannya bisa sampai ke Tuhan Yang Maha Esa, agar memberikan kesejahteraan pada tahun 2015,” kata Lailly yang juga direktur utama paling muda untuk perusahaan di bawah BUMN itu.
 

Anugerah dan berkah yang melimpah sebagaimana arti sikap tangan waramudra, seakan menjadi khazanah referensi atas tanda alam pada malam Tahun Baru 2015 yang mengarak-arakkan ribuan lampion beterbangan ditiup semilir angin ke arah selatan dari Candi Borobudur.

Lantunan doa dan renungan menyambut pergantian tahun, memang juga mengiring suasana hangat saat “Borobudur Music and Lampion Festival 2014” yang juga dihadiri Komisaris Utama PT TWCBPRB Budi Susilo Supanji dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Magelang Agung Tri Jaya.

“Malam ini juga sebagai wujud syukur bahwa selama ini kita diberi kesempatan dan kelimpahan anugerah. Ini juga doa agar Tahun 2015 diberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan,” katanya.

Akan tetapi, siapa saja yang berkumpul di kaki Candi Borobudur malam itu, juga diajak untuk menguatkan kesadaran atas nilai-nilai kepedulian terhadap mereka lainnya di berbagai tempat di Tanah Air yang sedang menghadapi kehidupan duka dan prihatin karena tertimpa musibah.

Lailly pada kesempatan itu menyebut sejumlah peristiwa bencana di Indonesia selama 2014, antara lain letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kebakaran Pasar Klewer Kota Solo, dan tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara (Jawa Tengah), serta musibah jatuh pesawat AirAsia di perairan Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Selain itu, beberapa hari yang lalu, sejumlah desa di sekitar Candi Borobudur yang dibangun dari tatanan sekitar dua juta batuan andesit itu juga terjadi tanah longsor. Tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah tersebut.

“Jadi, malam ini kami mengumpulkan sebanyak-banyak orang, bagaimana agar kita bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang ditimpa bencana,” katanya.

Hasil penjualan tiket “Borobudur Music and Lampion Festival 2014” akan disumbangkan kepada para korban bencana tanah longsor di Banjarnegara. Tiket untuk kelas platinum dalam festival tersebut, seharga Rp200 ribu per orang, sedangkan kelas festival Rp75 ribu/orang.

Pengelola Candi Borobudur menghendaki perayaan malam Tahun Baru 2015 di kaki bangunan agung yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia dan dunia tersebut, bukan semata-mata mewujudkan keinginan untuk mengungkapkan syukur dan gembira karena perjalanan tahun lama yang telah dilewati serta memupuk harapan harapan baru pada kehidupan tahun mendatang yang akan ditempuh, melainkan juga menajamkan hati nurani setiap orang atas semangat solidaritas dan kemanusiaan.

“Semua hasil penjualan tiket akan disumbangkan kepada korban bencana di Banjarnegara. Ini tidak sekadar hura-hura, tetapi juga ada misi untuk menyentuh kepentingan kemanusiaan. Candi Borobudur menjadi tempat yang tepat untuk itu pada malam tahun baru ini,” katanya.

Perayaan tahun baru di Candi Borobudur, selain menjadi peristiwa syukur atas anugerah kehidupan dan menancapkan harapan makin kuat atas bangunan perdamaian hidup pada masa mendatang, juga mengukuhkan semangat solidaritas kemanusiaan yang mesti terus-menerus dipercikkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tentara Tembak Wanita Pembom Bunuh Diri di Nigeria Timur Laut

Jakarta, Aktual.co — Seorang wanita pembom bunuh diri tewas saat ia mencoba memasuki barak militer di Nigeria timur laut yang bergolak, Rabu (31/12), kata saksi mata.

Tentara menembaki perempuan itu, yang mengenakan jilbab, setelah dia menolak untuk diperiksa saat ia mendekati barak di Bolari, dan tembakan meledakkan bahan peledak sabuk yang dikenakannya, menurut akun. Dia segera dibunuh.

“Wanita itu menolak untuk berhenti dan terus maju menuju militer penjaga di gerbang meskipun berulang kali diperintahkan untuk berhenti di kejauhan,” kata Shuaibu Nasir, yang tinggal di dekat gerbang barak itu.

“Para tentara menembaki wanita yang mempercepat langkahnya ke arah mereka dan ketika mereka melepaskan tembakan ke arahnya dia meledak dengan suara keras yang mengguncang bangunan kami,” kata Nasir.

Ledakan itu memicu polisi untuk menembakkan tembakan peringatan ke udara, menyebabkan kepanikan di antara penduduk, kata Nasir.

Penduduk lain, Ahmed Baballe, mengatakan calon pembom itu “jatuh berkeping-keping” oleh dampak ledakan.

“Para prajurit tidak mengambil risiko dengan wanita itu dan melepaskan tembakan ketika dia tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti yang diperintahkan,” kata Baballe.

Nigeria Timur laut telah terus-menerus diguncang serangan yang dilakukan oleh kelompok garis keras Boko Haram.

Para ahli meragukan kemampuan Nigeria untuk menyelenggarakan pemilu nasional yang direncanakan pada Februari, karena kerusuhan meningkat di bagian timur laut.

Artikel ini ditulis oleh:

Perwira KRI Bung Tomo: Hanya Cuaca Buruk Hentikan Evakuasi Korban AirAsia

Pangkalanbun, Aktual.co — Perwira Pelaksana KRI Bung Tomo, Ashari Alamsyah mengatakan, baru tujuh jenazah korban AirAsia QZ 8501 yang berhasil ditemukan oleh tim evakuasi dari KRI Bung Tomo pada Selasa (30/12), KRI Yos Sudarso, Sultan Hasanuddin Rabu (31/12) di lautan Pangkalan Bun.
Kemudian, lanjut dia, pada Kamis, (1/1) dua kapal perang Malaysia, KD Lekiu dan KD Pahang juga menemukan jenazah penumpang pesawat.
“3 di KRI Bung Tomo, 1 di KRI Yos Sudarso dan Sultan Hasanuddin, dan hari ini (Kamis) 1 di KD Lekiu dan 1 KD Pahang,” paparnya.
Selain jenazah, tambah Ashari, juga ditemukan sejumlah benda, di antaranya emergency exit floating dan koper kecil warna biru.
“Koper kecil warna biru kondisi luarnya rusak atau pegangannya terlepas,” tambah dia.
Ashari memastikan, saat ini pencarian menggunakan jalur laut masih terus dilakukan. Sementara, evakuasi akan dilakukan ke Pangkalan Bun bila kondisi cuaca mendukung.
“Untuk evakuasi biasanya terhenti sementara bila cuacanya buruk. Sedangkan pencarian terus dilakukan tanpa henti selama 1X24 jam,” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, enam jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara, Surabaya, untuk diidentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri. Sementara, satu jenazah sudah dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Salah Satu Korban AirAsia Berulangtahun Hari Ini

Jakarta, Aktual.co — Seorang korban pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata pada Minggu (28/12) William Wijaya berulang tahun pada hari ini.
“Selamat ulang tahun ke-9 keponakanku tercinta di surga. Saya tahu, kamu dan keluargamu mempunyai pesta (perayaan) yang fantastis di sana bersama Tuhan. Saya akan selalu mengingat senyum manismu dan koleksi mobil-mobilanmu. Kami semua mencintai kalian,” demikian tulis paman korban, Adi Kwok Handojo, dalam Bahasa Inggris di akun Facebooknya, Kamis (1/1).
William Wijaya dan empat anggota keluarganya berangkat ke Singapura untuk liburan akhir tahun.
Empat anggota keluarga lainnya yakni kedua orang tuanya Eko Wijaya dan Susandhini Liman dan dua kakaknya Marilyn Wijaya dan Alfred Wijaya.
William Wijaya duduk di kelas tiga SD Bina Bangsa River Side Malang. Sementara, kedua kakaknya duduk di kelas VIII SMP dan X SMA di sekolah yang sama.
Sejumlah teman Adi di jejaring sosial itu memberikan komentar keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa keluarga tersebut.
Bagi Adi, kakaknya Eko Wijaya merupakan panutan. Eko membimbing Adi untuk mengenal Tuhannya secara lebih dekat. Hal itu tertuang dalam statusnya pada 30 Desember.
Adi juga menyebut Eko merupakan gurunya dan selalu berusaha melindunginya.
Ibu dari Eko Wijaya, Sumargasari, mengatakan Natal 2014 merupakan pertemuan terakhirnya dengan anaknya itu.
“Saya masih berharap anak saya dan keluarganya kembali ke Surabaya dengan selamat,” harap Sumargasari.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kasudin Kebersihan Jaktim Sayangkan Lemahnya Pengawasan Keamanan

Jakarta, Aktual.co —Lemahnya sistem pengamanan malam pergantian tahun, disayangkan oleh Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur, Apul Silalahi.
Pasalnya, akibat ketidakhadiran petugas keamanan, salah satu anak buahnya yang tengah bekerja membersihkan sampah sisa perayaan tahun baru di Jalan TMII Raya, Jakarta Timur, justru menjadi korban kebrutalan aksi geng motor, dini hari tadi pukul 03.00Wib.
Akibat tidak adanya petugas pula, si pelaku berhasil melarikan diri tanpa diketahui identitasnya.
Apul menyayangkan kejadian itu. Dia mengaku tak tahu motif apa yang membuat pelaku tegas melakukan tindakan brutal seperti itu pada anak buahnya yang justru sedang membantu kebersihan. Dia pun berharap polisi segera mengusut dan menangkap pelaku.
“Ini sangat disayangkan, kok petugas yang sedang membersihkan sampah diserang dan pelakunya berhasil kabur. Padahal pengamanan tahun baru kan berlapis-lapis,” ujar dia, Kamis (1/1).
Korban yang bernama Mumuh Maulana, mengalami luka bacok di punggung dan kepala bagian belakang akibat dibacok celurit. Dia mendapat belasan jahitan. Saat ini dia sudah pulang ke rumahnya di kawasan Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.
Seluruh biaya perawatan korban ditanggung oleh Sudin Kebersihan Jakarta Timur. Bantuan biaya perawatan ini akan diberikan sampai korban sembuh dan dapat beraktifitas kembali.

Artikel ini ditulis oleh:

Berikut Kronologi Pencarian Pesawat AirAsia dari Hilang Hingga Hari ke 4

Jakarta, Aktual.co — Jumlah penumpang pesawat Air Asia QZ 8501 tipe Airbus 320-200 adalah 162 orang. Terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Selain itu, diawaki 2 orang pilot dan 5 crew kabin pesawat.
Inilah kronologi pencarian pesawat oleh armada udara TNI AU mulai hari pertama kejadian hingga hari keempat, sebagaimana dituturkan Marsekal Pertama TNI, Hadi Tjahjanto.
Operasi tim SAR pada hari pertama, minggu, 28 Desember 2014.
Pukul 05.36 WIB. Pesawat AirAsia jenis Airbus A 320-200 dengan nomor penerbangan QZ 8501 lepas landas dari bandar udara Juanda, Surabaya menuju Singapura.
Kemudian pada Pukul 06.12 WIB, pesawat meminta izin naik ke ketinggian 38 ribu kaki. Selanjutnya, pada pukul 06.16 WIB, Pesawat AirAsia masih terlihat di layar radar.
Pada pukul 06.17 WIB, pesawat hanya tampak sinyal ADS-B di layar radar ATC. Pukul 06.18 WIB Pesawat hilang dari radar.
Pukul 07.08 WIB, ATC menyatakan INCERFA (tahap awal pesawat hilang kontak). Badan SAR Nasional (Basarnas) segera dihubungi.
Pukul 07.28 WIB. ATC menyatakan ALERFA (tahap lanjutan pesawat hilang kontak). Selanjutnya, Pukul 07.55 WIB ATC menyatakan DISTRESFA (pesawat resmi hilang).
Pukul 09.30, informasi ada kecelakaan masuk, Lanud Halim menyiagakan pesawat dan crew C-130 dan CN-295 untuk SAR di area Bangka Belitung.
Pukul 10.30, semua Crew sudah lengkap dan mulai menyiapkan pesawat C-130 Hercules A-1323 Skadron Udara 31. Pesawat diterbangkan Captain Pilot Mayor Pnb.Akal Juang, Copilot Lettu.Pnb.Galang dan Lettu.Pnb.Aris, dengan navigator May.Nav Joko Purwanto dan Lettu.Nav Redolfo.
Pukul 11.45. Perintah terbang diberikan dengan perkiraan koordinat lokasi Airbus 320 hilang di koodinat S 03° 22” 15’ , E 109° 41” 28’, namun bahan bakar harus ditambah dari 33.000 lbs jadi 45.000 lbs agar bisa terbang hingga sembilan jam.
Pukul 12.00. Posko SAR Udara TNI AU di Base Ops Lanud Halim dibentuk dengan diawaki penerbang muda Lanud Halim. Pukul 12.30. Pengisian bahan bakar selesai, pesawat start engine.
Pukul 12.50 . Pesawat tinggal landas dari Halim dengan ketinggian 15.000 ft dan mendekati sasaran turun ke 2.000 ft (700 mtr) diatas permukaan laut.
Pukul 13.40. Pesawat tiba di lokasi titik pesawat Air Asia hilang (lost contact) dan langsung melaksanakan pencarian dengan pola square sampai dengan radius 60 Nm (110 km) dari sasaran.
Dua hari kemudian serpihan pesawat dan jasad korban kecelakaan Air Asia ditemukan dalam area radius lingkaran pencarian hari pertama, saat itu tidak ditemukan jejak apapun di lokasi.
Pukul 16.30. Pesawat melanjutkan pencarian menelusuri rute penerbangan yang dilalui pesawat Air Asia QZ8501 ke arah utara pulau Belitung, dan selat Karimata di sebelah timur pulau Belitung selanjutnya mengikuti jalur yang sama kembali lagi ke titik área lost contact (hilangnya) pesawat di sebelah selatan Kalimantan, namun jejak pesawat masih belum diketemukan.
Pukul 17.10. Cuaca di área lokasi kecelakaan makin memburuk, maka pesawat A-1323 kembali ke Lanud Halim Perdanakusuma dan mendarat pukul 17.52.( 5 jam). Pencarian dihentikan karena cuaca buruk dan mustahil mencari di malam hari di área yang sudah disisir habis bolak balik selama lima jam tanpa hasil.
Berlanjut pada Senin, 29 Desember 2014.
Operasi tim SAR hari kedua, TNI AU mengerahkan enam buah pesawat yaitu pesawat Boeing 737 Intai dari Skadron Udara 5 Lanud Makasar, dua pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31, sebuah pesawat CN-295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma serta dua helikopter Puma/ Super Puma dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sanjaya, Bogor.
Pada pukul 05.00. Briefing pagi di Posko SAR Base Ops Lanud Halim Perdana Kusuma pada pukul 05.00 WIB dipimpin Komandan Lanud Halim Marsma TNI Sri Pulung. Diikuti para penerbang dan 120 wartawan media nasional/internasional. Lokasi pencarian dilakukan sepanjang jalur lintasan terbang pesawat Air Asia.
Pukul 06.00. Pesawat C-130 Hercules A-1319 dipimpin Captain Pilot Letkol.Pnb. Putu Setiadarma dan Mayor Anjoe Manik dengan Copilot Lettu.Pnb Galang tinggal landas menuju area Sektor II Utara Belitung hingga pantai Kalimantan Barat.
Setelah terbang sepuluh jam mendarat kembali di Halim pada pukul 16.00.(10 jam). Sebanyak 60 wartawan mengikuti penerbangan ini.
Pukul 06.20. Pesawat C-130 Hercules A-1323 dengan Captain Pilot Mayor.Pnb. Akal Juang dengan Copilot Lettu.Pnb. tinggal landas pada pukul 06.20 WIB menuju Sektor I ( Barat laut Belitung ke utara hingga 300 km) dan sepuluh jam kemudian mendarat kembali pada pukul 16.10. (9 jam 50 menit). Sebanyak 60 wartawan mengikuti penerbangan ini.
Kedua pesawat C-130 Hercules TNI AU dilengkapi Drop Tank sehingga mampu terbang lebih dari dua belas jam, namun hanya digunakan selama 10 jam.
Pukul 06.55. Pesawat Boeng 737 Intai Maritim dengan Captain Pilot Mayor Pnb Andre dan Copilot Lettu.Pnb.Dentabella tinggal landas dari lanud Supadio Pontianak menuju Sektor III (timur Belitung hingga Pantai Kalimantan Barat) termasuk titik lost contact dan mendarat kembali di Pontianak pada pukul 12.30 (5 jam 35 menit).
Pukul 11.32. Helikopter NAS-332 Super Puma nomer H-3214 dengan Captain Pilot Mayor Pnb Suryo dan Copilot Lettu Pnb.Ravi Rakasiwi tinggal landas dari Tanjung Pandan menuju titik lost contact pesawat dan melakukan penyisiran di sekitarnya pada ketinggian 1000 fwt (300 mtr) serta kembali mendarat di Tanjung Pandan pukul 14.35 (3 jam).
Pukul 11.55. Helikopter SA-330 Puma Nomer HT-3310 dengan Captain Pilot Kapten Pnb Tatag dan Copilot Lettu.Pnb Rizky Randiguna tinggal landas dari Pangkalan Bun menuju titik lost contact pesawat dan sekitarnya pada ketinggian 1500 kaki (500 mtr) kemudian kembali mendarat di Pangkalan Bun pada pukul 14.00 (2 jam 5 menit).
Selama pencarian ada informasi tentang adanya sinyal ELT (Emergency Locator Transmiter) pada dua lokasi berbeda serta adanya tumpahan minyak di sekitar Pulau Belitung, namun setelah diperiksa dengan pesawat Helikopter, Hercules dan CN-295 ternyata informasi tersebut tidak terbukti sebagai jejak dari pesawat Airbus yang hilang.
Pencarian hari kedua berjalan baik, akibat cuaca yang bersahabat dan manajemen pengaturan sektor pencarian yang baik.
Selasa, 30 Desember 2014.
Operasi SAR hari ketiga, TNI AU mengerahkan enam buah pesawat yaitu pesawat Boeing 737 Intai maritim, dua pesawat C-130 Hercules, sebuah pesawat CN-295 serta dua helikopter Puma/ Super Puma.
Pukul 05.00. Briefing pagi di Posko SAR Base Ops Lanud Halim Perdana Kusuma pada pukul 05.00 WIB. Diikuti para penerbang dan 50 wartawan media nasional dan internasional.
Lokasi pencarian tetap dilakukan sepanjang jalur lintasan terbang pesawat Air Asia dan titik lost contact dan diperlebar dalam tujuh sektor untuk mengantisipasi kemungkinan pesawat jatuh di luar lintasan terbang dan antisipasi arus laut yang bisa menggeser jejak Airbus yang tercecer.
Pukul 06.20. pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan Captain Pilot Mayor Pnb. Akal Juang dan Copilot Lettu Pnb Aris Febrianto dan Lettu Pnb.Erwin Tri Wibowo tinggal landas dari lanud Halim menuju Sektor V (Selatan Pangkalan Bun).
Pukul 06.25. Pesawat CN-295 bernomor A-2906 dengan Captain Pilot Kapten Pnb. Mohamad Reza Pahlevi dan Copilot Lettu Pnb Ary Purba Kesuma tinggal landas dari lanud Halim menuju Sektor XII (Timur pangkalan Bun).
Pukul 09.52. Pesawat CN-295 A-2906 pesawat pertama menemukan jejak Airbus berupa tiga obyek besar berwarna putih dan kuning mengapung di perairan pada posisi radial 227 dan jarak 95 Nm (175 km) dari Pangkalan Bun. Pesawat terbang pada ketinggian 500 kaki (150 meter) dari permukaan laut berhasil menemukan.
Pukul 10.12. Pesawat CN-295 yang juga membawa Pangkoopsau I Marsda TNI Agus Dwi Putranto dan beberapa reporter media menemukan makin banyak obyek-obyek terapung di sekitar lokasi penemuan, selanjutnya pesawat mendarat Pangkalan Bun pada pukul 10.30 (4 jam) setelah mengumpulkan foto yang dibutuhkan.
Pukul 10.18. Hercules A-1320 dengan Captain Pilot Kapten Pnb.Irwanda dan Copilot Lettu Pnb.Kresna Hendrawibawa serta Lettu.Pnb.Galang Mulkar Kasai segera tinggal landas dari Halim untuk membantu pencarian.
Pukul 11.30. Hercules A-1319 adalah pesawat kedua menemukan lokasi serpihan reruntuhan Air Bus 320 dengan terbang pada ketinggian 500 kaki (150 mtr) melihat jejak serpihan-serpihan putih dan merah oranye serta sesosok tubuh terapung bercelana pendek warna hitam diperairan pada koordinat dekat dengan temuan pesawat CN-295 sebelumnya. Setelah mengambil foto-foto yang dibutuhkan pesawat ini selanjutnya menuju Pangkalan Bun untuk melaporkan foto temuan.
Pukul 12.15. Hercules A-1320 pesawat ketiga menemukan serpihan di lokasi yang berdekatan dengan temuan-temuan sebelumnya pada ketinggian 500 kaki (150 mtr). Pesawat mengabadikan antara lain live vest penumpang kuning, serpihan cargo berwarna merah putih dengan jaring cargo.
Pukul 13.58. Helikopter SAR HR-3601 Basarnas tiba di lokasi dan membuktikan temuan pesawat TNI AU dengan menemukan lebih banyak banyak serpihan dan tubuh terapung di perairan tersebut, disusul kehadiran KRI Bung Tomo di lokasi penemuan reruntuhan, selanjutnya kapal perang tersebut seterusnya berada di situ sebagai kapal pertama yang mulai melakukan evakuasi korban.
Pukul 14.10. Hercules A-1319 mengudara kembali dari Pangkalan Bun menuju lokasi pada ketinggian 500 kaki berputar putar di atas lokasi melaporkan melihat delapan jenasah mengapung di laut dan berkoordinasi dengan KRI Bung Tomo lewat radio komunikasi. Penerbang melihat empat jenasah berangkulan, dan ada yang mengenakan celana hitam dan biru serta nampak seperti mengenakan pelampung.
Pesawat pun melihat sebuah kapal tongkang dengan awak kapal yang melambaikan tangan menunjukkan sebuah serpihan kepada Hercules yang melintas pada ketinggian 150 meter di sebelahnya. KRI Bung Tomo melaporkan sudah mengetahui identitas kapal tongkang yang membantu mengevakuasi serpihan berwarna putih.
Pukul 15.50. Pesawat VIP C-130 Hercules A-1341 Skadron Udara 17 dengan Capt.Pilot Letkol.Pnb Putu Setiadarma dan Mayor Pnb.Noto Casnoto membawa Presiden RI Joko Widodo dan rombongan tinggal landas menuju perairan lokasi reruntuhan pesawat Airbus 320 Air Asia QZ-8501.
Setelah berputar meninjau lokasi dari udara dan melihat serakan, pesawat menuju Juanda untuk mengantar Presiden menemui keluarga korban di Crisis Center Bandara Juanda.
Rabu, 31 Desember 2014.
Operasi SAR hari keempat, TNI AU mengerahkan enam buah pesawat yaitu pesawat Boeing 737 Intai, dua pesawat C-130 Hercules, sebuah pesawat CN-295 serta dua helikopter Puma/ Super Puma.
Pukul.05.22. Hercules A-1319 Captain Pilot Mayor Penerbang Fata Patria dengan Copilot Kapt.Pnb.Adhe Irmansyah dan Lettu.Pnb.Putut Satrio tinggal landas dari Lanud Halim menuju Pangkalan Bun dengan membawa Pangkoosau I Marsda TNI Agus Dwi Putranto, 32 orang wartawan, 21 personil marinir, 14 personil denjaka, 12 personil penyelam, 11 personil PMI dan dua personil Dispenau serta sebuah mobil liputan TV.
Namun pesawat kembali ke halim kerusakan pada radar cuaca dan kembali berangkat dari halim pukul 08.18. Pesawat mencoba melihat área lokasi jatuhnya pesawat namun cuaca buruk membuat jarak pandang terbatas dan mendarat di Pangkalan Bun pukul 09.57.
Pukul.10.05. Helikopter Puma HT-3310 take off dari Pangkalan Bun menuju sasaran dan pukul 10.46 mendarat lagi karena cuaca buruk di sasaran.
Pukul.10.33. Helikopter Super Puma HT-3214 berangkat dari Tanjung Pandan menuju sasaran namun terhalang cuaca buruk dan mendarat di pangkalan Bun pukul 12.30.
Pukul 11.03. Helikopter Dauphin HR-3601 basarnas berangkat dari Pangkalan Bun dan mengevakuasi dua jenasah dari KRI Banda Aceh dan mendarat di pangkalan Bun pukul 12.24.
Pukul 13.00. Hercules A-1320 berangkat dari lanud Halim menuju Pangkalan Bun melewati lokasi jatuhnya pesawat dan landing pukul 14.15 membawa 56 wartawan dan sebuah mobil liputan TV.
Pukul 14.46. Boeing 737 Intai Maritim Skadron Udara 5 TNI AU berangkat dari pangkalan Bun membawa dua jenasah menuju Juanda dan mendarat pukul 15.53. TNI Angkatan Udara selalu berusaha dengan cepat merespon situasi krisis dan menyiagakan personil dan pesawat untuk mendukung langkah-langkah evakuasi selanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain