12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40018

GMJ Pertanyakan Pendapat Zainuddin Soal Interpelasi Ahok

Jakarta, Aktual.co —Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) mempertanyakan penyataan Ketua Fraksi Golkar DKI, Zainuddin, yang menganggap rencana interpelasi DPRD ke Gubernur DKI Basuki Thaja Purnama (Ahok) sudah tidak perlu dilakukan lagi. 
Pimpinan salah satu unsur ormas Betawi di GMJ, Endang, mengaku heran sebagai Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi tapi Zainuddin bisa mengeluarkan pernyataan seperti itu.
“Haji Oding (Zainuddin) ngomong gitu maksudnya apa. Patut dipertanyakan dia ke Betawian-nya. Kalau dia udah dapet duit dari Ahok, udah dibayar dari Ahok ya udah diem-diem aja,” tuding Ketua Forum Betawi Bersatu (FBB) itu, saat dihubungi Aktual.co, Rabu (31/12).
Pernyataan Oding dianggap telah menyakiti perasaan masyarakat Jakarta, ulama dan sejumlah ormas di GMJ.
“Bicara dia udah tiga kali saya perhatiin selalu membela Ahok, kalau udah di bayar diam aja. Jangan menyakiti itu penghianat. Ini ulama dan umat sedang berjuang,” kata dia.
Ditegaskannya, GMJ tetap konsisten menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Setelah tahun baru, sejumlah ormas yang tergabung di GMJ akan kembali gelar unjukrasa.
“Sampai hari ini saya tidak mengakui Ahok sebagai Gubernur, kita akan demo lagi besar-besaran abis tahun baru. Semuanya ormas GMJ, minta dia turun,” ujar dia.
Alasannya, gaya kepemimpinan Ahok dianggap tidak cocok diterapkan di Ibu Kota, khususnya bagi warga Betawi. 
Diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar, Zainudin, mengatakan sinyal bakal redupnya pengajuan interpelasi Ahok mencuat menyusul ‘berdamainya’ Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPRD DKI.
Dengan leburnya KMP dan KIH, kata dia, saat ini DKI fokus menjalankan agenda-agenda pembangunan. Sehingga kepentingan masyarakat tidak terhambat. 
“Interplasi sudah tidak diperlukan lagi. Ada agenda agenda pembangunan.di Jakarta juga butuh pembangunan. Ada hak itu digunakan dalam momentum yang sangat tepat, sekarang ya belum tepat,” ucap dia, di Jakarta Selatan, Minggu (28/12).

Artikel ini ditulis oleh:

EWI: RTKM Hanya Alat ‘Pemuas’ Soemarno Brothers

Jakarta, Aktual.co — Rekomendasi tim reformasi tata kelola migas (RTKM) yang mengalihkan impor minyak dari Petral ke Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina menimbulkan persepsi publik.
Direktur Eksekutif Energy Wacth Indonesia (EWI) Ferdinan Hutahea misalnya. Dia menduga, pengalihan itu membenarkan bahwa selama ini memang adanya perseteruan dan perbutan oleh 2 kekuasaan mafia untuk menguasai perminyakan Indonesia.
“Yang terjadi di tubuh tata kelola niaga migas kita adalah perseteruan dan perebutan kekuasaan dua kekuatan raksasa mafia yaitu satu di blok yang “menguasai” Petral dan satu blok yang ingin menguasai merebut Petral melalui rezim ISC, yaitu dibawah kekuasaan Soemarno brothers,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (31/12).
Ia mengatakan bahwa sejak awal dibentuk tim RTKM oleh Menteri ESDM Sudirman Said, hanya digunakan sebagai alat ‘pemuas’ dalam mempermulus langkah Soemarno brothers menguasai Petral yang dikuasai MRC saat ini.
“Memanfaatkan tim RTKM untuk memuluskan niatnya menguasai tata niaga migas bangsa ini dengan menelurkan kebijakan yang menguntungkan kelompok soemarno bersaudara. Sebab, ISC itu adalah ranah kuasa Arie Soemarno, dia yang bentuk dan mengangkat Sudirman Said dulu menjadi Kepala  ISC yang sekarang jadi menteri ESDM,” ungkapnya.
“Kami menduga langkah selanjutnya kelompok soemarno ini adalah mengangkat anteknya jadi kpl ISC. Mungkin salah satu dari anggota tim RTKM. Inilah kenapaa kami menuntut tim ini bubar karena sesungguhnya tidak bekerja untuk bangsa tapi bekerja untuk kelompok tertentu,” tandas dia.
Perlu diketahui, pengangkatan Daniel Purba sebagai VP ISC dilakukan pada Selasa (30/12). Direktur Pemasaran dan Trading Pertamina Achmad Bambang membenarkan hal tersebut. Sayangnya, Bambang enggan berkomentar lebih lanjut dimana pelantikan dan oleh siapa. “Benar… tadi sore,” kata Bambang saat dihubungi Aktual.co, Jakarta, Selasa (30/12).

Menurut beberapa pemberitaan, Daniel Purba diduga adalah bagian dari mafia migas. Waktu Daniel jadi VP Petral dibawah Ari Soemarno sewaktu menjabat Direktur di Petral dan Dirut Pertamina, semua solar impor dibeli dari Hin Leong. Korelasi Hin Leong dengan Petral yang saat itu di bawah pimpinan Ari Soemarno adalah melalui Daniel Purba yang merupakan kolega Hin Leong.

Oleh karena itu, menurut Direktur Eksekutif Komisi Kebijakan Publik Rusmin Effendy,  seharusnya anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas sebelum ditunjuk harus mampu dibuktikan kalau mereka bersih. “Sebelum ditunjuk sebagai anggota reformasi migas, sebaiknya Daniel diaudit kekayaannya dulu, baik oleh PPATK ataupun KPK. Buktikan dia bersih terlebih dahulu sebelum membersihkan sektor migas,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Arsene Wenger Minta FA Skors Pemain ‘Diving’

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Arsenal Arsene Wenger meminta FA untuk menskors pemain-pemain yang melakukan ‘diving’ untuk mendapatkan tendangan bebas atau hadiah penalti.

‘Diving’ kembali menjadi topik hangat di Liga Utama Inggris setelah tiga pemain Chelsea, Cesc Fabregas, Diego Costa, dan Willian mendapat kartu kuning karena berpura-pura terjatuh pada bulan ini.

Dua pemain bertahan Chelsea Gary Cahill dan Branislav Ivanovic juga belakangan dituding melakukan “diving” oleh pelatih-pelatih tim lawan, di mana pelatih ‘Si Biru’ Jose Murinho membalasnya dengan mengatakan bahwa ada agenda untuk merugikan pemain-pemain di klubnya.

Wenger mengatakan, satu-satunya cara untuk mengatasi hal ini adalah FA mengambil tindakan retrospektif terhadap para pemain yang jelas-jelas melakukan “diving.” “Saya menentang diving,” kata Wenger kepada para pewarta.

“Kita semestinya menghukumnya setelah pertandingan. Masalahnya akan terdapat pada menentukan bahwa apakah itu betul-betul diving atau bukan. Itu adalah isu besar dan terkadang itu tidak benar-benar nyata,” tambah pria Prancis itu.

“Hukuman hanya terdapat pada kasus-kasus tertentu, namun bukan berbagai macam (kasus). Anda harus menskors para pemain (yang melakukan diving), saya tidak tahu berapa lama. Itu tergantung. Saya bukan spesialis untuk hal-hal seperti ini.”

“Namun satu-satunya cara agar para pemain berhenti melakukannya, jika mereka merasa mereka dapat dihukum. Apakah itu Arsenal, atau Manchester United, atau Liverpool, atau Chelsea, itu sama untuk semua orang.”

Sang pelatih Arsenal juga dengan cepat menepis spekulasi yang mengait-ngaitkan penyerang Lukas Podolski dengan kepindahan ke Inter Milan.

Pemain Jerman itu mendapati dirinya jarang dimainkan pada musim ini, di mana ia hanya dua kali menjadi pemain inti, namun Wenger bersikukuh bahwa kepindahan ke klub Italia itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
“Itu merupakan lelucon. Inter Milan tidak serius. Itu hanyalah pembicaraan,” ucapnya.

Arsenal saat ini menghuni peringkat kelima di klasemen Liga Utama Inggris, dengan koleksi 33 angka yang sama dengan milik tim peringkat keempat Southampton, yang akan mereka hadapi pada Kamis (01/01) besok.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Pemprov DKI Masih Gagal Tangani Banjir

Jakarta, Aktual.co — Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan hingga kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berhasil menanggulangi bencana tahunan yaitu banjir. Akibatnya, di puncak musim hujan pada bulan Januari hingga Februari, masyarakat Jakarta tidak mendapat jaminan akan terbebas dari bencana itu.
“Saya kira banjir tahun ini tidak akan ada bedanya. Kemungkinan Jakarta masih akan terkena banjir,” ujarnya ketika dihubungi, Rabu (31/12).
Ia mengatakan program penanggulangan baniir yang dilakukan oleh Pemprov DKI yaitu normalisasi sungai hingga saat ini masih mendapat hambatan masalah relokasi. Banyak warga yang tinggal di bantaran sungai enggan untuk digusur karena berbagai hal seperti ketidakjelasan mengenai ganti rugi dan juga tempat tinggal yang dijanjikan Pemprov DKI.
“Relokasi warga kan tergantung oleh pembangunan rumah susun itu sendiri. Kalau rumah susun belum memenuhi kebutuhan ya program normalisasi sungai tidak akan selesai,” ujarnya.
Lanjutnya, progam penanggulangan banjir lainnya yaitu sodetan juga masih terhambat masalah pembebasan tanah. Dengan kata lain, masalah penanggulangan banjir Pemprov DKI sebagian memiliki kendala dalam soal pembebasan tanah. Untuk itu, Yayat menyarankan agar Pemprov DKI membentuk skala prioritas.
“Harus dibuat. Apakah mereka mengejar normalisasi sungai atau mengejar target rumah susun, karena keduanya kan sedang mengalami kendala,” lanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

EWI: Daniel Purba VP PTM-ISC Bukti Sahih Soemarno Kuasai Bisnis Migas

Jakarta, Aktual.co — Penunjukkan salah satu anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas Daniel Purba sebagai Vice President (VP) Integrated Supply Chain Pertamina (PTM-ISC) menggantikan Tafkir Husni dinilai sarat agenda terselubung kelompok tertentu. Menurut Direktur Energy Watch Indonesia (EWI) pengangkatan Daniel merupakan bukti sahih Soemarno Inc ingin menguasai bisnis migas.

“‎Pengangkatan Daniel Purba sebagai Vice President (VP) ISC adalah bukti sahih bahwa Soemarno bersaudara ingin menguasai tata niaga migas,” ujar Direktur Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean kepada Aktual, Rabu (31/12).

Menurutnya, pengangkatan Daniel Purba ini adalah fakta bahwa Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RKTM) yang dibentuk menteri ESDM Sudirman Said adalah alat perseteruan antara Soemarno bersaudara dengan Reza Chalid.

“Ini bukan menghapus mafia tapi merupakan pergantian kelompok mafia migas,” tegasnya.

Dengan diangkatnya Daniel Purba sebagai VP ISC, ke depan bisnis migas akan dikuasai oleh Soemarno melalui ISC. Negara dan rakyat menginginkan mafia diberantas bukan mengganti mafia lama dengan mafia baru. Menteri ESDM dan Menteri BUMN sudah membohongi rakyat. Presiden Joko Widodo sudah seharusnya memanggil menteri BUMN dan menteri ESDM, meminta penjelasan konkret dari rencana ini.

“Jika pengangkatan ini adalah upaya pergantian mafia, maka selayaknya Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman segera diganti,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pengangkatan Daniel Purba sebagai VP ISC dilakukan pada Selasa (30/12). Direktur Pemasaran dan Trading Pertamina Achmad Bambang membenarkan hal tersebut. Sayangnya, Bambang enggan berkomentar lebih lanjut dimana pelantikan dan oleh siapa. “Benar… tadi sore,” kata Bambang saat dihubungi Aktual.co, Jakarta, Selasa (30/12).

Menurut beberapa pemberitaan, Daniel Purba diduga adalah bagian dari mafia migas. Waktu Daniel jadi VP Petral dibawah Ari Soemarno sewaktu menjabat Direktur di Petral dan Dirut Pertamina, semua solar impor dibeli dari Hin Leong. Korelasi Hin Leong dengan Petral yang saat itu di bawah pimpinan Ari Soemarno adalah melalui Daniel Purba yang merupakan kolega Hin Leong.

Oleh karena itu, menurut Direktur Eksekutif Komisi Kebijakan Publik Rusmin Effendy,  seharusnya anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas sebelum ditunjuk harus mampu dibuktikan kalau mereka bersih. “Sebelum ditunjuk sebagai anggota reformasi migas, sebaiknya Daniel diaudit kekayaannya dulu, baik oleh PPATK ataupun KPK. Buktikan dia bersih terlebih dahulu sebelum membersihkan sektor migas,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kerahkan Perahu Nelayan, Evakuasi AirAsia Terkendala Cuaca

Jakarta, Aktual.co — Danrem 102 Panju-Panjang Kol Kav Sulaiman Agusto mengatakan bahwa upaya evakuasi korban penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 di Selat Karimata mengalami kendala cuaca buruk.
“Kemarin sudah kami kerahkan 15 perahu nelayan, tiap perahu ada dua anggota kami, tapi tidak sanggup karena gelombang sangat tinggi. Hari ini sekitar 50 orang termasuk tim penyelam telah kami turunkan,” kata dia, di Pangkalan Bun, Rabu (31/12).
Sementara itu, di sepanjang pantai dikerahkan satu satuan setingkat kompi (SSK) prajurit Yonif 631/ATG, ditambah Babinsa dan masyarakat yang melakukan pencarian di sepanjang pantai.
TNI AD mengerahkan 4 heli, dua jenis heli MI 35 dan dua jenis heliBell 412 serta 1 Kapal Motor Cepat (KMC).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain