10 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40025

PBSI Panggil Atlet Gabung ke Pelatnas

Jakarta, Aktual.co — PBSI telah menentukan nama-nama atlet yang dipanggil untuk bergabung bersama Pelatnas Cipayung di tahun 2015. Promosi dan degradasi pemain merupakan salah satu agenda tahunan rutin PBSI yang diambil berdasarkan penilaian prestasi atlet selama satu tahun.
 
Pada tahun 2015 terdapat beberapa perubahan kuota pemain di tiap sektor yaitu 8 pemain tunggal putra, 6 pemain tunggal putri, 8 pasang ganda putra, 7 pasang ganda putri serta 8 pasang ganda campuran. Adapun penentuan kuota ini didasarkan pada kebutuhan pelatnas.
 
“Komposisi pemain di tiap sektor memang banyak pemain muda. Misalnya di tunggal putra, pemain seniornya hanya Tommy (Sugiarto) dan Simon (Santoso). Sisanya pemain-pemain muda seperti Jonatan (Christie), Ihsan (Maulana Mustofa) dan sebagainya,” kata Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, dalam laman resmi PBSI, Selasa (30/12).
 
“Begitu juga di nomor tunggal putri, hanya Linda (Wenifanetri) dan Bellaetrix (Manuputty) serta di ganda putri juga sama,” imbuh Rexy yang dijumpai di Pelatnas Cipayung.
 
Para pemain yang dipanggil untuk bergabung akan menghuni Pelatnas Cipayung mulai 4 Januari 2015. Pada 5 Januari 2015, seluruh atlet akan mengikuti tes fisik serta tes kesehatan secara serempak. PBSI juga akan mulai fokus pada program intensif kepada mereka yang diproyeksikan menuju Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Kualifikasi menuju olimpiade akan dimulai pada 4 Mei 2015 dan berakhir pada 1 Mei 2016.
 
Berikut daftar pemain yang dipanggil untuk bergabung ke Pelatnas Cipayung 2015 :
 
Tunggal Putra: Tommy Sugiarto (PB Pelita Bakrie, DKI Jakarta), Simon Santoso (PB Tangkas, DKI Jakarta), Ihsan Maulana Mustofa (PB Djarum, Jawa Tengah), Jonatan Christie (PB Tangkas, DKI Jakarta), Anthony Sinisuka Ginting (PB SGS PLN Bandung, Jawa Barat), Firman Abdul Kholik (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Muhammad Bayu Pangisthu (PB Djarum, Jawa Tengah), Riyanto Subagja (PB Djarum, Jawa Tengah)
 
Tunggal Putri: Linda Wenifanetri (PB Suryanaga Surabaya, Jawa Timur), Bellaetrix Manuputty (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Hanna Ramadini (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Dinar Dyah Ayustine (PB Djarum, Jawa Tengah), Gregoria Mariska (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Fitriani (PB Exist, DKI Jakarta)
 
Ganda Putra: Hendra Setiawan (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Mohammad Ahsan (PB Djarum, Jawa Tengah), Angga Pratama (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Rian Agung Saputro (PB Suryanaga Surabaya, Jawa Timur), Ricky Karanda Suwardi (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Berry Angriawan (PB Djarum, Jawa Tengah), Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira (PB Tangkas, DKI Jakarta), Ade Yusuf (PB Wima Surabaya, Jawa Timur), Kevin Sanjaya Sukamuljo (PB Djarum, Jawa Tengah), Marcus Fernaldi Gideon (PB Tangkas, DKI Jakarta), Muhammad Rian Ardianto (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Fajar Alvian (PB SGS PLN Bandung, Jawa Barat), Hardianto (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Kenas Adi Haryanto (PB Djarum, Jawa Tengah), Rian Swastedian (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Hantoro (PB Djarum, Jawa Tengah)
 
Ganda Putri: Greysia Polii (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Nitya Krishinda Maheswari (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Suci Rizki Andini (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Tiara Rosalia Nuraidah (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Anggia Shitta Awanda (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Della Destiara Haris (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Gebby Ristiyani Imawan (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Rosyita Eka Putri Sari (PB Djarum, Jawa Tengah), Maretha Dea Giovani (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Melvira Oklamona (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Ni Ketut Mahadewi Istarani (PB Suryanaga Surabaya, Jawa Timur), Nisak Puji Lestari (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Rika Rositawati (PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat), Meirisa Cindy Sahputri (PB Suryanaga Surabaya, Jawa Timur)
 
Ganda Campuran: Tontowi Ahmad (PB Djarum, Jawa Tengah), Liliyana Natsir (PB Djarum, Jawa Tengah), Praveen Jordan (PB Djarum, Jawa Tengah), Debby Susanto (PB Djarum, Jawa Tengah), Riky Widianto (PB Wima Surabaya, Jawa Timur), Richi Puspita Dili (PB SGS PLN Bandung, Jawa Barat), Alfian Eko Prasetya (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Annisa Saufika (PB Djarum, Jawa Tengah), Edi Subaktiar (PB Djarum, Jawa Tengah), Gloria Emanuelle Widjaja (PB Djarum, Jawa Tengah), Ronald Alexander (PB Suryanaga Surabaya, Jawa Timur), Melati Daeva Octavianti (PB Djarum, Jawa Tengah), Hafiz Faisal (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Lukhi Apri Nugroho (PB Djarum, Jawa Tengah), Masita Mahmudin (PB Jaya Raya Jakarta, DKI Jakarta), Zakia Ulfa (PB Aufa, Kalimantan Selatan)

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Tahun Baru, Aparat Musnahkan Ribuan Botol Miras

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Resor Kabupaten Jember, Jawa Timur, memusnahkan ribuan botol minuman keras berbagai merk dan jenis di halaman mapolres setempat, Selasa (30/12).
Sebuah alat berat berat digunakan aparat kepolisian untuk menghancurkan ribuan botol minuman keras yang sudah disita polisi dari hasil penjualan minuman keras secara ilegal di Kabupaten Jember.
“Ribuan botol minuman keras itu merupakan hasil razia yang dilaksanakan selama dua minggu berturut-turut pada pertengahan bulan November hingga awal Desember 2014,” kata Kapolres Jember, AKBP Sabilul Alif.
Barang bukti minuman keras yang dimusnahkan sebanyak 2.764 botol dengan rincian anggur merah sebanyak 471 botol, anggur kolesom 50 botol, topi miring 22 botol, Mansion 100 botol, Tomy Stanley 57 botol, arak oplosan 65 botol, Newport 18 botol, Vodka 45 botol, dan arak putih 1.936 botol.
“Barang bukti tersebut merupakan hasil razia yang digelar di tiga titik lokasi strategis sebagai pintu masuk Kabupaten Jember yaitu Kecamatan Tanggul, Silo dan Jelbuk,” tuturnya.
Selain minuman keras, Polres Jember juga memusnahkan narkoba jenis sabu-sabu 50 gram, pil koplo sebanyak 151.404 butir dan ganja seberat 1 kilogram.
“Pemusnahan barang bukti minuman keras dan narkoba itu merupakan tonggak awal tahun 2015 dalam memerangi penyakit masyarakat ‘molimo’ yakni madon, maling, main, madat, dan minum,” ucap mantan Kapolres Bondowoso itu.
Sabilul menegaskan Polres Jember akan gencar melakukan razia minuman keras dan narkoba menjelang malam pergantian tahun karena biasanya momentum tersebut digunakan untuk pesta minuman keras oleh para pemuda.
“Kami tingkatkan patroli untuk merazia minuman keras di sejumlah tempat keramaian karena minuman keras merupakan pemicu untuk berbuat tindak kejahatan, sehingga suasana malam tahun baru bisa berjalan kondusif,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pementasan Topeng Kenyem Manis di Denpasar Tandai ‘Melepas Matahari’

Jakarta, Aktual.co —  Pementasan kesenian Topeng Kenyem Manis karya maestro seniman topeng Kota Denpasar almarhum I Nyoman Pugra mengantarkan pawai budaya ‘Melepas Matahari 2014’ di perempatan patung Catur Muka Denpasar.

“Pawai budaya ‘Melepas Matahari 2014’ tersebut serangkaian dengan penutupan ajang kegiatan ‘Denpasar Festival (Denfest) Ke-7’,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Denpasar Made Mudra di Denpasar, Selasa (30/12).

Ia mengatakan pawai “Melepas Matahari 2014” ditandai dengan pemakaian Topeng Kenyem Manis oleh Wali Kota Denpasar Ida Bagus Dharmawijaya Mantra kepada peserta pawai tersebut.

“Parade ‘Melepas Matahari’ pada Rabu (31/12) di mulai pukul 16.00 Wita diawali gamelan ilustrasi Sanggar Sunari sebagai pengantar para undangan memasuki arena Penutupan Denfest Ke-7.

Pementasan Topeng Kenyem Manis ini menceritakan tentang karakteristik topeng yang dibuat berdasarkan turunan atau tiruan dari karakter seorang kakek pedagang kelapa yang bernama Pekak Nagi.

Dimana dicerminkan Pekak Nagi dengan penampilannya yang pemalu, namun rajin dan selalu rapi serta bersih di dalam kesehariannya. Hal itulah yang menjadi daya tarik dari karya maestro seniman topeng Kota Denpasar almarhum I Nyoman Pugra untuk meniru dan membuatkan topeng sebagai bentuk karakter topeng yang sering dipentaskan kepada masyarakat dan ditampilkan pada Pawai “Melepas Matahari 2014”.

Made Mudra lebih lanjut mengatakan setelah pertunjukan Topeng Kenyem Manis dilanjutkan dengan pementasan kesenian tradisional oleh Dadong Rerod dkk, selanjutnya pementasan sendratari anak-anak dari Sanggar Siwer Nadi Swara Denpasar.

Selain itu juga pementasan opera oleh komunitas teater sekolah, pementasan Tari Joged Bumbung dari Banjar (kelompok) Anggabaya, teater modern dari komunitas Nabhesima dan pertunjukan musik akhir tahun oleh grup Eka Mahardika Denpasar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wakatobi Miliki Empat Barata Kesultanan Buton

Jakarta, Aktual.co — Sultan Buton La Ode Mohammad Izat Manarfa mengukuhkan ‘Barata’ (wilayah setingkat kabupaten dalam wilayah Kesultanan Buton), Tomia dan Binongko, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara di Wangiwangi, Selasa (30/12).

Dengan pengukuhan dua Barata tersebut, maka di Wakatobi sudah memliki empat Barata Kesultanan Buton.

Prosesi pengukuhan dua Barata tersebut diawali dengan ritual adat pembacaan doa tolak bala dan doa selamat oleh dua tokoh adat.

Tokoh adat yang membaca doa tolak bala memohon kepada Allah sang pencita dan penguasa alam semesta agar menjauhkan masyarakat Wakatobi yang menjadi wilayah Kesultanan Buton dari segala marabahaya.

Sedangkan pembaca doa kedua memohon kepada Allah agar pemerintah dan masyarakat Wakatobi selalu diberi keberkahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam membangun daerah demi terwujudnya kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

Sementara itu Sultan Buton La Ode Mohammad Izat Manarfa saat memberi sambutan pada kesempatan tersebut mengingatkan kepada para pejabat ‘Barata’ bahwa tugas utama yang diemban di dalam wilayah Kesultanan Buton adalah membantu menyukseskan tugas pemerintah daerah dalam membangun masyarakat menuju ke kehidupan yang sejahtera, makmur dan damai sesuai dengan tatanan adat dan budaya masyarakat di wilayah Kesultanan Buton.

“Tidak ada tugas yang lebih mulia bagi para pejabat ‘Barata’, kecuali membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbudaya dan bermartabat,” katanya.

Ia mengingatkan para pejabat ‘Barata’ agar jangan pernah memanfaatkan jabatan untuk kepentingan diri sendiri karena di dalam tatanan masyarakat Kesultanan Buton, mereka yang mendapat kepercayaan menjadi pemimpin, apa itu sebagai Sultan, kepala Barata atau punggawa kesultanan, seluruh hidup mereka sudah diwakafkan untuk kemajuan kesultanan dan kesejahteraan seluruh rakyat.

Mereka yang menghianati kepercayaan tersebut, kata dia, bukan hanya dirinya yang akan hancur, melainkan turunnya juga akan ikut punah.

“Oleh karena itu, jangan pernah memanfaatkan jabatan yang dipercayakan, untuk mengeruk keuntungan pribadi. Di dalam tatanan masyarakat Kesultanan Buton, mengutuk perilaku yang demikian itu,” katanya.

Bupati Wakatobi Hugua saat memberi sambutan mengatakan Pemerintah Kabupaten Wakatobi telah membagi tugas dengan perangkat adat dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan kemasyarakat di Wakatobi.

Menurut dia, perangkat pemerintah daerah menjalankan tugas-tugas menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan fisik seperti gedung, jalan dan jembatan, sedangkan perangkat adat menjalankan tugas pembangunan kemasyarakatan dalam sisi adat istiadat.

“Di Indonesia, belum banyak kabupaten yang membagi tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kemasyarakat dengan perangkat adat ini. Kami melaksanakan ini melalui kebijakan reformasi birokrasi ala Wakatobi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tempat Ini Dipilih Tim DVI Polri Untuk Identifikasi Korban AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Arthur Tampi mengatakan, Polri lebih memilih Surabaya sebagai pusat evakuasi korban pesawat Air Asia QZ 8501 dibandingkan harus mendirikan posko di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Menurut Arthur, hal tersebut dikarenakan pendirian pusat evakuasi di Surabaya dinilai lebih efektif ketimbang di Pangkalan Bun.
“Itu banyak sekali 160 orang lebih yang harus diidentifikasi, mesti ke Surabaya karena lebih sulit kalau di Kalteng,” kata Arthur di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12).
Arthur mengungkapkan, sumber daya manusia Pusdokkes Polri di Jawa Timur dinilai lebih memadai dan jumlah personelnya lebih banyak dari pada personel yang ada di Kalteng, sehingga dapat mempermudah proses identifikasi.
“Selain itu lemari pendingin untuk korban juga sudah tersedia di Surabaya,” ungkapnya.
Hampir semua korban, lanjut Arthur merupakan warga Surabaya dan sekitarnya sehingga dapat memudahkan pencarian data antemortem korban guna proses identifikasi. “Pertimbangan keluarga lebih banyak di sana (Surabaya) untuk kepentingan antemortem,” tutup Arthur.
Untuk diketahui, sejumlah serpihan dari pesawat Airbus 320-200 AirAsia QZ 8501 dipastikan telah ditemukan di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada hari ini, Selasa (30/12). Sebelumnya, Pesawat AirAsia QZ 8501 dalam rute perjalanan Surabaya menuju Singapura yang mengangkut 155 penumpang dan tujuh awak tersebut dinyatakan hilang dari Air Traffic Controller pada pukul 07:55 WIB, Minggu 28 Desember 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tanggapi Tiga Tuntutan DPRD, Ini Jawaban Mangara

Jakarta, Aktual.co —Kritikan yang dilontarkan sejumlah anggota DPRD DKI di Komisi A terhadap Sekretariat Dewan yang dianggap belum memenuhi beberapa hak anggota dewan, mendapat tanggapan dari Sekwan Mangara Pardede.
Pria yang Januari nanti dikabarkan akan dilantik sebagai Walikota Jakarta Utara itu mengaku sudah memberi penjelasan atas kritik anggota dewan terkait soal pelayanan.
Salah satunya soal lahan parkir. Mangara mengakui, saat ini parkiran di Gedung DPRD DKI memang sudah tidak mampu menampung mobil milik anggota dewan. Karena saat ini lahan parkir DPRD sedang dipakai untuk menampung eks mobil dinas anggota dewan periode 2009-2014, yang tak lama lagi akan segera dilelang.
“Itu semua sudah saya jelaskan sama dewan. Kalau nanti mobil-mobil dinas itu sudah dilelang, anggota dewan juga akan dapat parkir khusus dan tidak ada lagi kekurangan tempat,” ujar dia, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (30/12).
Namun saat ditanya mengenai tuntutan anggota dewan yang persoalkan gaji bagi staf ahli dan rusaknya fasilitas toilet di gedung DPRD, Mangara enggan menjelaskan detail.  “Itu sudah saya jelaskan (ke DPRD). Ya namanya dikritisi biasa.” 
Kemarin, Anggota Komisi A DPRD DKI Ahmad Yani mengatakan ada beberapa usulan dari anggota dewan lain ke Sekwan.
Pertama, Sekwan diminta serius memfasilitasi hal yang menjadi hak dewan agar bisa bekerja dengan baik.
Terkait fasilitas, kata politisi PKS itu, ada dua gedung di DPRD yang masih memiliki banyak kekurangan. Misal, belum aktifnya telepon di ruangan anggota. Padahal banyak anggota dewan dan staf yang mengeluh tidak ada sinyal telepon genggam saat berada di ruangan. 
Yang kedua, Sekwan diminta memperhatikan fasilitas kamar mandi. Di mana beberapa kerannya rusak.
Sekwan juga diminta menata ulang lahan parkir. Khususnya untuk anggota dewan dan sejumlah staf dewan. “Pengaturan ini agar bisa diberikan stiker masuk ke gedung dewan,” kata Yakni di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (29/12).
Anggota Komisi Bidang Pemerintahan ini juga menyebutkan soal belum turunnya anggaran untuk tenaga ahli (TA) hingga akhir tahun. Fraksi PKS, kata dia, akan mendorong agar anggaran untuk itu segera cair. 
Selain ketiga hal itu, Sekwan juga diminta menjelaskan struktur organisasi dan tugas pokok serta fungsinya di DPRD DKI Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain