21 April 2026
Beranda blog Halaman 40045

Komisi III: Budi Gunawan Penuhi Kualifikasi Jadi Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI yang juga anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, Komjen Pol Budi Gunawan memenuhi kualifikasi sebagai Kapolri.
Bamsoet, panggilan akrab politisi muda Golkar ini kepada pers menegaskan, Golkar mendukung pencalonan Budi Gunawan yang diajukan Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri baru mengantikan Jenderal Pol Sutarman.
“Paling tidak dia pernah memimpin wilayah menjadi Kapolda dua kali,” ujarnya, di komplek gedung Senayan, Senin (12/1).
Soal isu rekening gendut, kata Bamsoet, Komisi III periode lalu sebenarnya sudah mendapat klarifikasi dari Bambang Hendarso Danuri (BHD), Kapolri ketika itu. “Bahwa yang bersangkutan telah diperiksa institusi Polri dan hasilnya ‘clear’,” ucapnya.
Bamsoet menambahkan, “fit and proper test” calon Kapolri kemungkinan akan digelar paling lama dua pekan mendatang. Apakah Komisi III bakal menyetujui dan menerima usulan presiden tersebut, dia tidak bisa memastikan.
“Namun biasanya, menoleh ke sejarah ‘fit and proper’ calon Kapolri maupun Panglima TNI di DPR, ujung-ujungnya DPR menerima juga usulan presiden,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Politisi Gerindra: Dua Syarat Budi Gunawan Calon Kapolri Terpenuhi

Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akan segera mengagendakan fit and proper test terhadap Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman yang akan berakhir masa tugasnya.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman mengatakan, jika surat pengajuan calon Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang belum dibacakan. Akan tetapi, hal itu akan segera di proses mengingat akan berakhirnya masa jabatan Jenderal Sutarman sebagai kapolri.
“Fit and proper test Kapolri ya akan kita jalankan. Tapi sekarang belum dibacakan suratnya,” kata Benny, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/1).
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaedi Mahesa, juga mengatakan,  penunjukkan Budi Gunawan sudah memenuhi dua syarat, dimana, dia ditunjuk oleh Presiden selaku pemilik hak prerogatif. Kedua, Budi juga mendapat rekomendasi Kompolnas untuk menggantikan Sutarman.
Hanya saja, tinggal menanti kesiapan Budi untuk dilakukan fit and proper test oleh Komisi III DPR.
Ia menjelaskan, uji kelayakan ini untuk menakar sejauhmana sosok Budi dalam memiliki integritas dan kapasitas untuk bisa mengemban tugas sebagai Kapolri.
“Kalau yang menguat itu menurut saya Budi Gunawan. Kita memang berharap satu nama saja yang dikirim. Penunjukan Budi Gunawan memang telah kami prediksi sejak Desember lalu. Saya kira kami akan menerima Budi Gunawan,” ucap Desmon, di Komplek Parlemen, Senin (12/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Razia Sejak Desember, Satpol PP Sita 12 Ribu Botol Miras

Jakarta, Aktual.co —Sebanyak 12.360 botol minuman keras ilegal disita Satuan Polisi Pamong Praja DKI lewat operasi yang digelar sejak pertengahan Desember 2014 hingga Januari 2015.  Selain ribuan miras, lima jerigen miras oplosan juga ikut disita.
Kepala Satuan Polisi, Kukuh Hadi Santoso mengatakan bersama kepolisian, razia miras oplosan dan ilegal akan terus digelar di wilayah Ibukota.  ‎”Tapi operasinya berbeda-beda. Operasi kita lakukan serentak di lima wilayah,” kata Kukuh di Balaikota, Senin (12/1).
Razia menyasar warung-warung dan rumah-rumah yang menjadi ‘pabrik’ miras ilegal yang umumnya ada di tengah pemukiman warga.  “Sasarannya mereka yang tidak berizin saja, terdiri dari warung dan rumah.”
Hingga kini belum ditentukan kapan razia akan dihentikan. Yang jelas, kata Kukuh, sampai miras ilegal hilang dari Jakarta. 

Artikel ini ditulis oleh:

Harta Kekayaan Ketua MK Baru Capai Rp 2,026 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Ketua Mahkamah Konstitusi terpilih Arief Hidayat mencapai Rp 2,026 miliar, jumlah tersebut berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan Arief pada 23 Januari 2013.
Harta tersebut meningkat dibanding pelaporan pada 2 Juni 2008 yaitu hanya berjumlah Rp 751,136 juta. Rinciannya adalah harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 680,352 juta yang berada di tiga lokasi di kota Semarang.
Selanjutnya harta bergerak berupa alat tansportasi senilai Rp 960 juta yaitu mobil Toyota Camry, mobil Mazda dan mobil Mitsubishi Pajero Sport. Harta tersebut masih ditambah dengan harta bergerak lainnya berupa logam mulia sejumlah Rp 146,250 juta dan giro setara kas lain senilai Rp 408 juta.
Guru Besar dari Universitas Diponegoro itu juga tercatat memiliki utang senilai Rp 168,375 yang terdiri atas pinjaman utang dan barang. 
Arief terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi untuk periode 2015-2017 menggantikan Hamdan Zoelva. Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro itu sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua MK.
Arief yang memiliki kekhususan bidang hukum tata negara, hukum dan perundang-undangan, hukum dan politik, hukum dan lingkungan serta hukum perikanan itu mulai menjabat sebagai hakim Konstitusi sejak 1 April 2013 sebagai hakim yang berasal dari usulan DPR.
Dia menggantikan Hamdan Zoelva yang masa jabatannya telah habis sebagai hakim konstitusi sejak Rabu (7/1). Sedangkan sembilan orang hakim konstitusi tersebut adalah Anwar Usman, Arief Hidayat, Aswanto, Maria Farida Indrati, Muhammad Alim, Patrialis Akbar, Waiduddin Adams, I Dewa Gede Palguna, dan Suhartoyo.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pramono: Budi Gunawan Pantas Jadi Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Pramono Anung tidak menampik dipilihnya Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri oleh Presiden Jokowi, lantaran kedekatan perwira polisi itu dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Selain itu, presiden pun sudah melakukan pertimbangan, sejak Budi Gunawan menjadi lulusan terbai di Lemhanas. Tak hanya itu, pencapaian jabatannya sekarang hingga bintang tiga yang diraih tidak gampang.
“Ya apapun Budi Gunawan pernah menjadi ajudan Ibu Mega dan apakah salah seorang ajudan lulusan terbaik kemudian menjadi calon kapolri. Kita lihat seperti pak Sutarma, mantan ajudannya Gusdur,” kata Pramono kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (12/1).
“Jadi tokoh-tokoh yang jadi ajudan merupakan orang-orang yang terpilih sehingga jika punya kedekatan karena beliau merupakan ajudan ibu Mega,” tambahnya.
Lebih lanjut, sambung Pramono mengaku mengenal dengan sosok Budi Gunawan sejak tahun 1999, dimana waktu itu hampir sering mendampingi Megawati ketika itu.
“Saya melihat kapasitas dan profesionalitasnya, dibawah pimpinan Budi Gunawan ini polri akan bisa menghilangkan stigma-stigma yang selama ini melekat pada polri. Misalnya, kalau kita dilihat di jalan ada yang melempar korek api yang isinya uang itu menjadi tantangan bagi kapolri baru untuk membersihan itu, sebab eranya sudah berubah kita memerlukan kapolri yang betul bisa membangun kebanggaan dan kepercayaan pada korpsnya dan saya yakin itu bisa dilakukan Budi Gunawan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ingin Gigi Putih & Terhindar dari Gusi Berdarah? Ini Kiat Sikat Gigi yang Benar

Jakarta, Aktual.co — Apakah Anda menginginkan gigi putih bersih dan sehat? Atau-kah Anda pernah mengalami gusi berdarah saat menyikat gigi? Bila jawabnya “Ya” mungkin ada yang salah saat Anda menyikat gigi sehari-hari. Terkadang, kita cenderung melakukan kesalahan tanpa kita sadari.

Berikut adalah tips cara menyikat gigi yang benar, demikian seperti dilansir dari Stylecraze, Senin (12/1).

Pilih sikat gigi
Pilih sikat gigi yang tepat untuk mulut Anda. Richard H. Price, DMD. Menyarankan, untuk memilih sikat yang pas untuk mulut kita. Dan, pilihlah bulu sikat yang halus.

Waktu sikat gigi
Menurut para ahli, Anda harus menyikat gigi setidaknya tiga kali dalam sehari. Janganlah terpatok pada sistem dua kali sehari. Dan, juga sikaltlah selama minimal 2 menit. Metode terbaik yaitu, dengan membagi menjadi empat bagian saat menyikat gigi, menghabiskan setengah menit pada setiap sesi.

Batasan saat menyikat
Jangan menyikat lebih dari tiga kali dalam sehari. Terlalu banyak menyikat gigi, bisa mengenai enamel bawah dan menyebabkan cedera gusi seperti gusi berdarah. Dan, janganlah terlalu keras dalam menyikat, untuk menghilamgkan plak Anda tidak memerlukan banyak tenaga.

Perhatikan teknik menyikat.
Apakah Anda menyikat gigi Anda secara benar? Teknik terbaik adalah menahan sikat Anda pada sudut 45 derajat ke gusi Anda, dan mengambil naik dan turun dengan sikatan pendek.

Pasti gigi
Selalu periksa jenis pasta gigi yang Anda gunakan. Biasanya, pasta gigi yang mengklaim untuk membuat gigi Anda tampak putih, memiliki bahan yang cukup keras di mulut.

Simpan di  tempat yang bersih
Hindari penempatan sikat gigi dengan sikat gigi lainnya. Agar tetap bersih dan terjaga.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain