14 April 2026
Beranda blog Halaman 40212

BNN Tangkap Sindikat Narkoba Incaran Tujuh Negara

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar mengatakan jaringan narkotika yang berhasil diungkap di kawasan Lotte Mart Taman Surya, Kalideres,Jakarta Barat, Senin (5/1)  merupakan sindikat narkoba yang diincar oleh lebih dari tujuh negara.
“BNN sudah mengintai sindikat ini kurang lebih selama tiga tahun terakhir,” ujarnya kepada wartawan, Senin (5/1). 
Dikatakan Anang kalau barang haram tersebut diselundupkan melalui jalur laut. Kronologis penangkapan sendiri, sambung Anang berawal dari barang yang dikirim melalui jalur laut. “Transaksibarang terjadi di tengah laut, dengan dijemput kapal kecil,” paparnya. 
Dengan kapal kecil tersebut, lanjut Anang kalau pengiriman barang langsung menuju Dadap, Tangerang. Dari Dadap kemudian barang tersebut dimasukkan ke dalam mobil box, lalu barang tersebut dibawa ke Lotte Mart Taman Surya untuk melakukan transaksi dengan cara pertukaran mobil. 
“Saat akan menyerah terimakan barang, saatitu juga petugas BNN mengamankan para tersangka,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Barcelona Pecat Direktur Olahraga Zubizareta

Jakarta, Aktual.co — Klub rakasasa Spanyol, Barcelona memecat direktur olahraga mereka, Andoni Zubizareta, hanya beberapa hari setelah banding mereka terhadap skors transfer satu tahun menemui kegagalan.

“Presiden FC Barcelona Josep Maria Bartomeu pada hari ini (kemarin, Senin, 5/1) memutuskan untuk mengakhiri kontrak direktur sepak bola klub, Andoni Zubizareta,” demikian pernyataan klub, seperti dikutip AFP, Selasa (6/1).

“Sang presiden, atas nama klub, berterima kasih kepada Andoni Zubizareta untuk kontribusi, dedikasi, dan profesionalismenya selama empat tahun terakhir dalam perannya sebagai kepala area sepak bola klub,” tambah pernyataan itu.

Pengumuman ini muncul setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang bermarkas di Swiss pada 30 Desember tidak mengabulkan banding Barcelona terhadap skors yang dijatuhkan FIFA pada April, karena melanggar peraturan-peraturan perihal perekrutan pemain di bawah usia 18 tahun.

Barcelona tidak dapat membeli pemain sepanjang bursa transfer yang dibuka pada 1 Januari dan untuk bursa transfer musim panas sebelum musim 2015/2016.

Mereka baru dapat berbelanja pemain pada Januari 2016.

Barcelona juga didenda 450.000 franc Swiss. Federasi Spanyol juga ditegur oleh FIFA dan dijatuhi denda.

Klub mengatakan, mereka “benar-benar tidak setuju” dengan sanksi yang menurut mereka “tidak proporsional” dan “berlebihan.” Klub Katalan itu mengakui melakukan “sejumlah kesalahan” namun mengatakan bahwa hal itu disebabkan karena “konflik antara peraturan-peraturan FIFA dan legislasi Spanyol.” FIFA menjatuhkan hukuman itu pada April setelah melakukan penyelidikan terhadap sejumlah pemain U-18, yang didaftarkan dan bermain untuk Barcelona antara 2009 sampai 2013.

Pihaknya mendapati bahwa Barcelona dan federasi Spanyol bersalah terhadap sejumlah pelanggaran peraturan “serius” pada sepuluh pemain.

Artikel ini ditulis oleh:

Milisi Bunuh Tujuh Tentara Mali Dalam Serangan Fajar

Jakarta, Aktual.co —  Orang-orang Islam bersenjata menewaskan sedikitnya tujuh tentara Mali dekat perbatasan Mauritania, kata seorang walikota setempat Senin, dalam serangan fajar yang digambarkan terus berlangsung dua tahun setelah Prancis membantu mengembalikan wilayah dikuasai gerilyawan Al-Qaida itu.

Seorang juru bicara militer Mali mengkonfirmasi serangan di kota Nampala itu, sekitar 520 km (320 mil) timur laut ibu kota Bamako, tetapi menolak untuk memberikan rincian tentang korban.

Oumar Diakite, walikota tetangga kabupaten Diabaly, mengatakan, serangan itu dimulai pada pukul 04.00 waktu setempat (0400 GMT).

“Para Islamis berada di sepeda motor dan beberapa berjalan kaki. Mereka membunuh tujuh prajurit sebelum mereka diusir dari kota sekitar pukul 11.00 oleh penguatan bala bantuan tentara,” kata Diakite kepada Reuters melalui telepon.

Pada Januari 2013, Prancis meluncurkan intervensi militer yang didukung PBB untuk mendesak kembali gerilyawan Al Qaida dari kota-kota di Mali utara yang telah mereka sita pada tahun 2012.

Para militan sejak itu meningkatkan pemberontakan yang menargetkan tentara Mali dan pasukan PBB.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Anggota: Tim Sembilan Akan Difasilitasi Bertemu dengan FIFA

Jakarta, Aktual.co — Tim Sembilan, yang dibentuk oleh Kemenpora, akan difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), untuk bertemu dengan federasi sepakbola dunia, FIFA.

“Menpora pada tanggal 29 Desember lalu sudah mengirimkan surat ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk meminta izin, dijembatani dan difasilitasi agar Tim Sembilan nantinya bisa bertemu FIFA sebagai federasi di atas PSSI,” kata anggota Tim Sembilan, Gatot Dewa Broto, usai melakukan rapat perdana di gedung Kemenpora Senayan, Jakarta, Senin (5/1).

Untuk diketahui, Tim Sembilan dibentuk untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja PSSI, yang merupakan federasi sepakbola Indonesia.

Dan untuk diketahui juga, PSSI tidak bisa diintervensi oleh pemerintah Indonesia, karena berdasarkan statuta yang berlaku dari FIFA.

Apabila pemerintah, melalui Tim Sembilan, melakukan intervensi kepada PSSI, maka FIFA bisa menjatuhkan sanksinya kepada PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

Berikut Prediksi Cuaca Wilayah Jabodetabek Hari Ini

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika meprediksikan sebagian wilayah Jabodetabek mengalami hujan ringan dari pagi hingga malam hari. Selain itu, sebagian wilayah juga mengalami cuaca berawan.
Mengutip laman BMKG, pada Selasa (6/1), adapun wilayah Jabodetabek yang mengalami hujan ringan diantaranya kepulauan Seribu, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Depok, Bekasi, dan Tangerang.
Sedangkan yang mengalami cuaca berawan diantaranya wilayah Jakarta Utara, Pusat dan Timur. 
Masyarakat juga dihimbau agar berhati-hati karena beberapa titik genangan masih terjadi di jalan-jalan Ibu Kota yang wilayahnya dilanda hujan.

Artikel ini ditulis oleh:

Mengapa Pancasila Suatu Keharusan? (Bagian 3)

Jakarta, Aktual.co —Selanjutnya, Soekarno menjelaskan lima prinsip yang menjadi titik persetujuan sekaligus haluan (leitstar) bagi segenap elemen bangsa. Kelima prinsip tersebut adalah:

Pertama: kebangsaan Indonesia.
Baik saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat… Kita hendak mendirikan suatu negara ‘semua buat semua’. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya,–tetapi ‘semua buat semua’…. “Dasar pertama, yang baik dijadikan dasar buat Negara Indonesia, ialah dasar kebangsaan.”

Kedua: Internasionalisme, atau peri-kemanusiaan.
Kebangsaan yang kita anjurkan bukan kebangsaan yang menyendiri, bukan chauvinisme…. Kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia. Kita bukan saja harus mendirikan Negara Indonesia merdeka, tetapi kita harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa.

Ketiga: Mufakat atau demokrasi.
Dasar itu ialah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan… Kita mendirikan negara ‘semua buat semua’, satu buat semua, semua buat satu. Saya yakin, bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya Negara Indonesia ialah permusyawaratan, perwakilan…. Apa-apa yang belum memuaskan, kita bicarakan di dalam permusyawaratan.

Keempat: Kesejahteraan sosial.
Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi Barat,  tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politiek economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial…. Maka oleh karena itu jikalau kita memang betul-betul mengerti, mengingat, mencintai rakyat Indonesia, marilah kita terima prinsip hal sociale rechtvaardigheid ini, yaitu bukan saja persamaan politiek saudara-saudara, tetapi pun di atas lapangan ekonomi kita harus mengadakan persamaan, artinya kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya.

Kelima: Ketuhanan yang berkebudayaan.
Prinsip Indonesia Merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa…. bahwa prinsip kelima daripada negara kita ialah ke-Tuhanan yang berkebudayaan, ke-Tuhanan yang berbudi pekerti luhur, Ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain.

Kelima prinsip itu disebut Soekarno dengan Panca Sila. “Sila artinya azas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi.” Mengapa dasar meja statis dan leitstar dinamis yang mempersatukan bangsa itu dibatasi lima? Jawaban Soekarno, selain kelima unsur itu yang memang berakar kuat dalam jiwa bangsa Indonesia, dia juga mengaku suka pada simbolisme angka lima. Angka lima memiliki nilai “keramat” dalam antropologi masyarakat Indonesia. Soekarno menyebutkan, “Rukun Islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan. Kita mempunyai Panca Indra. Apalagi yang lima bilangannya? (Seorang yang hadir: Pandawa lima). Pandawa pun lima bilangannya.” Hal lain juga bisa ditambahkan, bahwa dalam tradisi Jawa ada lima larangan sebagai kode etika, yang disebut istilah “Mo-limo”.  Taman Siswa dan Chuo Sangi In juga memiliki “Panca Dharma”.  Selain itu, bintang—yang amat penting kedudukannya sebagai pemandu pelaut dari masyarakat bahari—juga bersudut lima. Asosiasi dasar negara dengan bintang ini digunakan Soekarno dalam penggunaan istilah leitstar (bintang pimpinan).

Selain mengajukan lima sila dari dasar negara, dia menawarkan kemungkinan lain sekiranya ada yang tidak menyukai bilangan lima, sekaligus juga menunjukkan dasar dari segala dasar kelima sila tersebut. Alternatifnya bisa diperas menjadi Tri Sila bahkan bisa dikerucutkan lagi menjadi Eka Sila: “Atau barangkali ada saudara-saudara yang tidak suka bilangan lima itu? Saya boleh peras, sehingga tinggal 3 saja. Saudara-saudara tanya kepada saya, apakah ‘perasan’ yang tiga itu? Berpuluh-puluh tahun sudah saya pikirkan dia, ialah dasar-dasarnya Indonesia Merdeka, Weltanschauung kita. Dua dasar yang pertama, kebangsaan dan internasionalisme, kebangsaan dan perikemanusiaan, saya peras menjadi satu: itulah yang dahulu saya namakan socio-nationalisme.

Dan demokrasi yang bukan demokrasi Barat, tapi politiek-economische democratie, yaitu politieke-democratie dengan sociale rechtvaardigheid: Inilah yang dulu saya namakan socio-democratie.

Tinggal lagi ke-Tuhanan yang menghormati satu sama lain.

Jadi yang asalnya lima itu telah menjadi tiga: socio-nationalisme, socio-democratie, dan ke-Tuhanan. Kalau tuan senang kepada simbolik tiga, ambillah yang tiga ini. Tetapi barangkali tidak semua tuan-tuan senang kepada Tri Sila ini, dan minta satu, satu dasar saja? Baiklah, saya jadikan satu, saya kumpulkan lagi menjadi satu. Apakah yang yang satu itu?

Sebagai tadi telah saya katakan: kita mendirikan Negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia—semua buat semua! Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan ‘gotong-royong’. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong-royong.”

Dengan kata lain, dasar dari semua sila Pancasila adalah gotong-royong. Maknanya adalah: Prinsip ketuhanannya harus berjiwa gotong-royong (ketuhanan yang berkebudayaan, yang lapang dan toleran), bukan ketuhanan yang saling menyerang dan mengucilkan. Prinsip intenasionalismenya harus berjiwa gotong-royong (yang berperikemanusiaan dan berperikeadilan), bukan internasionalisme yang menjajah dan eksploitatif. Prinsip kebangsaannya harus berjiwa gotong-royong (mampu mengembangkan persatuan dari aneka perbedaan, “bhinneka tunggal ika”), bukan kebangsaan yang meniadakan perbedaan atau menolak persatuan.

Prinsip demokrasinya harus berjiwa gotong-royong (mengembangkan musyawarah mufakat), bukan demokrasi yang didikte oleh suara mayoritas (mayorokrasi) atau minoritas elite penguasa-pemodal (minorokrasi). Prinsip kesejahteraannya harus berjiwa gotong-royong (mengembangkan partisipasi dan emansipasi di bidang ekonomi dengan semangat kekeluargaan), bukan visi kesejahteraan yang berbasis individualisme-kapitalisme; bukan pula yang mengekang kebebasan individu seperti dalam sistem etatisme.
Bersambung…

Oleh: Yudi Latif, Chairman Aktual

Berita Lain