8 April 2026
Beranda blog Halaman 40219

Universitas Brawijaya Siap Bersaing di Level Asia

Malang, Aktual.co — Universitas Brawijaya (UB) Malang mematok target untuk mampu berdaya saing dengan perguruan tinggi terkemuka di Asia. 
Rektor UB, Prof Mohammad Bisri mengatakan bahwa kemampuan berdaya saing Asia adalah upaya meringankan persyaratan dalam persaingan di kancah global.
“Fakta bahwa Asia pada era milenium ketiga tergolong kawasan yang syarat dengan persaingan untuk mencapai prestasi, maka kita harus tegakkan standar itu,” kata Bisri dalam peringatan Dies Natalis ke-52 UB Malang, Senin (5/1).
Bisri menambahkan, bila UB mampu bersaing di level Asia maka akan mudah untuk mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi bermutu lainnya di dunia. Selain itu, Asia juga merupakan macan ekonomi dunia dengan pertumbuhan yang paling menjanjikan sehingga negara seperti China, Jepang, Korea Selatan serta Singapura menjadi rujukan banyak negara untuk belajar mengelola perekonomian dan bidang pendidikan tinggi.
“Juga untuk menghasilkan nilai tambah terhadap produk barang dan jasa yang memiliki nilai kompetitif dengan produk serupa dari Eropa dan Amerika Serikat,” kata dia.
Karena itu, guna mewujudkan UB menuju daya saing Asia pihaknya mengajak seluruh civitas akademika untuk bersungguh-sungguh memfokuskan perhatian dan bekerja keras menajukan UB. 
Langkah positif yang patut dicatat dalam mewujudkan langkah tersebut adalah kembalinya posisi UB sebagai institusi yang memperoleh akreditasi dengan predikat A.
“Peringkat ini sangat penting sebagai modal dasar bagi UB dalam berkompetisi mencari dan membuka peluang kerja di tanah air maupun di manca negara.”

Artikel ini ditulis oleh:

Aktifis: Beraliran Neolib, Sudirman Said Pantas Dicopot

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said tersebut dituding sebagian masyarakat beraliran neolib. Hal itu disampaikan Ketua Umum Fortas MPM Teddy Syamsuri, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (5/1).  
Dia menegaskan jika paham neolib itu individualistik kapitalistik, bukan kekeluargaan untuk kemakmuran bersama.
“Bagi bangsa dan negara Indonesia yang tercinta ini, kendati ikut dalam AFTA dan MEAA, bukan berarti harus patuh pada aturan yang berlawanan dengan ekonomi kerakyatan yang berdasarkan amanat Pasal 33 UUD 1945” katanya.  Teddy juga menyatakan tudingannya terhadap Menteri ESDM Sudirman Said itu bukan tidak ada argumentasinya. 
“Saya berani tanggungjawab akan tudingan ini, sebab apapun dalil dia tapi yang namanya mengikuti mekanisme pasar bebas itu, jelas aliran neo liberalisme. Jangan karena Sudirman jadi menteri lalu mengatasnamakan Pemerintah sesuka-sukanya dengan menghalalkan apa yang sudah menjadi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam Perkara No. 002/PUU-I/2003 tentang uji materi UU Migas No. 22 Tahun 2001, khususnya di Pasal 28 yang bertentangan dengan UUD 1945,” ucapnya. Diketahui, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Andianof Chaniago pada 22 Desember 2014 lalu, mengakui wacana penghapusan BBM bersubsidi jenis Premium tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). 
Dalam RPJMN hanya tercantum pengalihan subsidi ke kelompok yang lebih tepat. Subsidi BBM yang tidak tepat tersebut yang diberikan selama ini ke kelompok menengah ke atas itu dikurangi, dihilangkan, dialihkan dalam bentuk subsidi lain yang sasarannya adalah masyarakat yang menengah ke bawah. Dari sini saja, lanjut Teddy, Sudirman Said tidak mau melakukan koordinasi lebih dulu, sebagai sesama pembantu presiden dengan Menteri PPN Andrianof. Dia justru cepat tanggap dalam merespon rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) yang para anggotanya juga penggiat neolib. 
“Termasuk tidak mencabut dulu Keputusan Direktur Jenderal Migas Nomor 933.K/10/DJM.S/2013 tertanggal 19 November 2013 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin 88 Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri. SK Dirjen ini mengacu pada Perpres No. 55 Tahun 2005 tentang Harga Jual Eceran BBM Dalam Negeri. Kenapa demikian arogannya Sudirman Said dalam kekuasaan yang menjadi otoritasnya itu. Ini tidak boleh kita biarkan”, keluhnya. Dengan demikian, Presiden Joko Widodo dalam 100 hari kinerjanya meminta Menteri ESDM di reshuffle, Fortas MPM sangat setuju. 
Alasan lainnya yakni Sudirman Said itu mantan Senior Vice President Intregated Supply Chain (ISC) Pertamina saat Ari Soemarno menjabat Dirut Pertamina.  Tapi pada 20 Maret 2009 Sudirman dicopot oleh Dirut Pertamina Karen Agustiawan. 
“Suatu saat ada kawan tanya sama Faisal Basri soal pencoptan Sudirman Said, dan jawaban Faisal bukan dicopot tapi dipanggil menteri. Ini kan menjadi jelas, hanya mereka mereka saja yang mau kuasai tata kelola migas. Bagaimana program Nawa Cita dan Tri Sakti Bung Karno yang diimpikan Jokowi, bakal tak terpenuhi. Tentu, saya sebagai mantan pekerja di Pertamina, tidak akan menerima suasana yang sedemikian kontroversial ini”, pungkas Teddy.

Artikel ini ditulis oleh:

Lembaga Riset: Kepemimpinan Tokoh Muda Dituntut Publik

Jakarta, Aktual.co — Lembaga riset Founding Fathers House (FFH) menyatakan mayoritas publik menuntut terciptanya regenerasi kepemimpinan nasional dalam sistem politik Indonesia untuk menembus sekat-sekat yang membatasi munculnya tokoh pemimpin muda. “Regenerasi kepemimpinan merupakan keniscayaan dalam sistem politik di negara mana pun, tidak terkecuali Indonesia. Respon publik atas regenerasi kepemimpinan nasional kini semakin tinggi,” kata peneliti FFH Dian Permata dalam pemaparan hasil riset FFH di Jakarta, Senin (5/1).

Dian mengatakan berdasarkan hasil riset FFH periode 27 November hingga 29 Desember 2014 terhadap 1.090 responden, mayoritas diantaranya menilai regenerasi kepemimpinan nasional sangat penting. “Sebanyak 57,61 persen responden menilai regenerasi kepemimpinan nasional sangat penting, sebanyak 29,81 persen menilai hal itu penting, sebanyak 2,11 persen menyebut tidak penting dan 10,36 persen menyatakan tidak tahu,” kata dia.

Dia menekankan, tingginya respon publik mengenai isu regenerasi kepemimpinan nasional tidak bisa dilepaskan dari pelajaran pada Pilpres 2004, 2009 dan 2014 dimana capres-cawapres di garis edar masih dikuasai wajah lama. “Untung saja pada Pilpres 2014 ada sedikit warna berbeda dengan hadirnya Joko Widodo,” kata dia.

Menurutnya, hadirnya Jokowi sebagai capres bak oase dalam peta politik nasional karena posisi Jokowi bukan sebagai ketua umum atau ketua dewan pembina partai politik. Dian menegaskan, tingginya respon publik tentang regenerasi kepemimpinan nasional dan pemimpin alternatif juga tidak bisa dilepaskan dari faktor keengganan tokoh senior. “Rakyat sudah bosan dan etika sekat-sekat kepemimpinan pun tidak bisa ditembus. Maka lahirnya tokoh alternatif seperti Joko Widodo, Azwar Anas, Ridwan Kamil tidak bisa ditunda lagi,” kata dia.

KPK Kembali Periksa Richard Lessang

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berkutat pada pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2011- 2013 yang sudah menjerat mantan Menteri Agama Suryadharma Ali atau akrab disapa SDA sebagai tersangka. 
Hari ini, KPK menambah daftar pemeriksaan saksi dengan memanggil wiraswasta bernama Richard Lessang.
”Yang bersangkutan (Richard Lessang) dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka SDA (Suryadharma Ali),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Senin (5/1).
Terkait Richard Lessang sendiri, dari informasi diperoleh dia merupakan salah seorang yang ikut satu pesawat dengan rombongan ibadah haji SDA saat masih menjabat Menteri Agama tahun 2012 lalu. Sebelumnya Richard juga sudah dipanggil KPK menyangkut penyidikan kasus dugaan korupsi ibadah haji ini sekitar Juli 2014 lalu.
Diduga pemanggilan Richard Lessang yang disebut-sebut sahabat dari SDA ini sendiri bagian dari upaya KPK mendalami dugaan penyelewengan penggunaan kuota jemaah haji. Mengingat penyelewengan penggunaan kuota itu salah satu hal yang disidik KPK menyangkut dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2011-2012 ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Belum Direvisi, Tarif Angkot di Palu

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu, Ajenkris, mengatakan tarif angkutan kota hingga kini belum direvisi menyusul turunnya harga Bahan Bakar Mintak (BBM).
Sepanjang belum ada revisi, tarif angkot di Ibu Kota Provinsi Sulteng masih mengacu pada tarif yang sebelumnya sudah ditetapkan Pemkot Palu pasca kenaikan harga BBM subsidi.
Penumpang angkot tetap membayar sesuai dengan tarif yang telah ditetapkan pemerintah setempat.
Dishub dalam waktu dekat akan kembali menggelar rapat koordinasi bersama semua instansi dan lembaga terkait untuk membahas kembali soal tarif.
“Kami agendakan rapat koordinasi dilakukan dalam pekan ini juga,” kata dia, Senin (5/1).
Semua pihak yang berkompoten seperi DPC Organda, YLKI, Kepolisian dan Dishub Kota Palu akan kembali duduk bersama untuk membahas tarif menyusul turunnya harga BBM.
Sementara tarif angkot yang berlaku saat ini untuk penumpang umum sebesar Rp5.000/orang dan pelajar/mahasiswa Rp3.000/orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Kembali, Rupiah Ambruk Lagi ke 12.666

Jakarta, Aktual.co — Dolar Amerika Serikat terus menguat terhadap mayoritas mata uang di dunia. Penguatan dolar terjadi setelah Presiden Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB), Mario Draghi, mengisyaratkan akan ada pembelian obligasi pemerintah.

Akhirnya, dolar menjadi pilihan utama investasi lindung nilai yang aman (safe haven), sehingga membuat permintaan mata uang greenback meningkat tajam. Tak ayal, pada pukul 11.30 WIB, rupiah diperdagangkan melemah 121 poin (0,96 persen) pada level Rp 12.666 per dolar. Pelemahan ini juga dialami oleh mata uang regional lain. Ringgit Malaysia jatuh 0,71 persen ke level 3,5415 per dolar, sementara won Korea Selatan terkoreksi 0,67 persen di level 1.110,85 per dolar.

Menurut ekonom dari PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, pelemahan rupiah memang disebabkan tren penguatan dolar yang merespons prospek kebijakan pembelian obligasi ECB dan ketidakpastian politik di Yunani. Euro yang melemah selama hampir sembilan tahun terakhir ke level 1,1941 per dolar, membuat minat mayoritas investor kembali beralih pada dolar. “Prospek obligasi ECB dan potensi ketidakstabilan di zona Euro membawa penguatan tajam dolar,” kata dia.

Namun demikian, rupiah masih tertekan kenaikan inflasi Desember 2014 sebesar 2,46 persen dan defisit neraca perdagangan November yang berjumlah US$ 426 miliar. Defisit tersebut membangun ekspektasi bakal tingginya peningkatan permintaan dolar di pasar domestik dalam jangka pendek.

Berita Lain