16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40258

Bangun Pencegahan, Dirut Pertamina Ogah Bicara Pemberantasan Mafia

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama Pertamina yang baru saja ditunjuk, Dwi Soetjipto, menyatakan pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna membangun sistem yang baik ditubuh  perusahaan minyak dan gas plat merah tersebut.
“Tadi kita audiensi dengan pak ketua dan beberapa jajaran yang tadi empat,  kami sebagai pengurus Pertamina yang baru berharap mendapat support untuk bagaimana membangun Pertamina ke depan yang lebih baik,” kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta selatan, Senin (22/12).
Soetjipto mengatakan, dari pihak KPK, mendukung penuh dengan permintaan bantuan yang disampaikan oleh Dwi. “Sangat wellcome dalam rangka kegiatan pencegahan, sesuai dengan kedatangan kami ke KPK,” beber Dwi.
Saat disinggung apakah termasuk pemberantasan mafia migas di PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), menurut Dwi, “kita tidak berbicara sesuatu, tapi bicara bagaimana membenahi sistem secara keseluruhan,” kata dia.
Diketahui, Dwi didapuk menjadi Direktur Utama Pertamina pada 28 November 2014, Dwi Soetjipto dipilih Presiden Joko Widodo untuk memimpin PT Pertamina, sebelumnya pria 59 tahun tersebut menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Indonesia, perusahaan induk usaha semen nasional dengan operasi pabrik terbesar di Asia Tenggara.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Stok Cukup, Disperindag Sumut Himbau Pedagang Tak Naikkan Harga

Medan, Aktual.co — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Utara mengklaim bahwa ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru di wilayah itu dalam kondisi aman hingga dua bulan kedepan.
Untuk itu, Disperindag Sumut menghimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga.
“Kita menghimbau para pedagang tidak usah menaikkan harga. Bahwa bahan pokok itu ketersediaanya aman,” kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, Rouli Tambunan, di Medan, Senin (22/12).
Selain himbauan untuk tidak menaikkan harga, pihaknya berharap masyarakat tidak melakukan pembelian kebutuhan pokok dalam skala besar-besaran, apalagi melakukan penimbunan.
“Ini harus kita informasikan, agar tidak terjadi pembelian besar-besaran karena isu tak bertanggung jawab. Jadi tidak perlu menimbun,” katanya.
Untuk membantu masyarakat menghadapi perayaan hari besar, instansi terkait bahkan perusahaan dan pabrik diharapkan dapat membantu masyarakat. Caranya, menggelar pasar murah yang dikhususkan kepada warga disekitar pabrik itu berada.
“Pabrik minyak dan terigu, agar melakukan pasar murah. Minimal untuk di kelurahan mereka, jadi saat HBKN mereka bisa menikmati. Kepada bulog apabila ada sesuatu menggakibatkan harga beras naik, bulog sudah mempersiapkan operasi pasar,” ujarnya.
Data ketersediaan sejumlah bahan pokok menghadapi Natal dan Tahun Baru diantaranya, beras sebanyak 109.966 ton dari kebutuhan perbulan 94.963. Gula sebanyak 79.000 ton dari kebutuhan 25.000 ton per bulan. Daging Sapi 6.046 ton dari kebutuhan 3.478 ton perbulan. Daging Ayam 9.593 ton dari kebutuhan 3.997 ton perbulan.
Selanjutnya, Minyak Goreng sebanyak 30.278 ton dari kebutuhan perbulan 9.861 ton. Telur ayam 12.233 ton dari kebutuhan 6.796 ton per bulan, cabe merah 10.803 ton dari kebutuhan 6.923 ton perbulan. Kemudian, Kacang kedelai 626 ton dari kebutuhan per bulan 405 ton, kacang tanah 1.158 ton dari 303 ton per bulan, Jagung 13.726 ton dari 5.586 ton per bulan, dan tepung terigu sebanyak 21.000 ton dari 9.000 ton per bulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Panglima TNI Ingatkan Tentang Jalur Sutera Tiongkok

Jakarta, Aktual.co — Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan saat ini Indonesia sedang mencari peluang dan titik singgung yang bisa memberi keuntungan baik bagi Indonesia maupun China (Tiongkok). Hal itu menanggapi adanya kekuatan yang dibangun oleh China di kawasan Laut China Selatan. 
Selain itu, Moeldoko juga mengaitkan dengan kebijakan China tentang jalur sutera maritim  
“Satu sisi, Indonesia dengan poros maritim dan China memikirkan jalur sutera maritim. Di mana titik singgungnya dan kira-kira peluang dan opportunity kita ada di mana. Sehingga kebijakan itu nantinya bisa menguntungkan kedua belah pihak,” kata Moeldoko, dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12).
Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, TNI telah melihat situasi terkini di kawasan Asia Pasifik, diantaranya perkembangan di Laut China Selatan. Moeldoko juga mengaku telah melakukan komunikasi dan hubungan langsung dengan Panglima Angkatan Bersenjata China.
“Ini adalah suara Panglima di ASEAN. Ini saya endorse ke China dan meminta agar pembangunan kekuatan China di wilayah Laut China Selatan tidak menimbulkan distabilitas di kawasan ASEAN,” papar Moeldoko, dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Karyawan PT KAI Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Jakarta, Aktual.co — Warga Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat mendadak ramai. Pasalnya dari dalam rumah yang bernomor 149 Rt 05, Rw 06, Kelurahan Pinangsia, Tamansari, Jakarta Malam tergeletak sosok jenazah yang diketahui bernama Junianto (33). 
Kepala Unit Kriminal Umum (Krimum) Polres Jakarta Barat, AKP Eko Barmula mengatakan korban ditemukan pada Minggu (21/12) malam. Hingga kini pihak kepolisian belum mengetahui motif pembunuhan tersebut.
“Iya benar, semalam kejadiannya dan kami belum mengetahui motif pembunuhan tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/12).
Dikatakan Eko bahwa pihaknya saat ini terus berupaya menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa beberapa saksi yang ditemukan disekitar tempat kejadian perkara.
“Masih di selidiki kasus ini, dan kami sedang menunggu hasil visum dari rumah sakit RSCM,” lanjutnya.
Lebih lanjut Eko menambahkan kalau korban sendiri diketahui karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI).  

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengawasan Pemprov DKI Lemah, Penyerobotan Lahan Marak

Jakarta, Aktual.co —Lemahnya pengawasan aset dianggap jadi salah satu penyebab banyaknya penggusuran warga dan pedagang kaki lima (PKL) yang tempati lahan milik Pemprov DKI. 
“Lemah dalam menjaga aset, baik dari segi hukum maupun pengawasan,” kata Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Taufik Hadiawan, dalam diskusi bertajuk “Catatan Akhir Tahun Forum Warga Kota Jakarta (Fakta): Jakarta Belum Ramah HAM”, di Jakarta, Senin (22/12).
Kata Taufik, sudah sepatutnya Pemprov DKI mulai memprioritaskan penyelesaian sengketa lahan dengan warga. Meskipun dia meminta cara penertiban warga tidak dilakukan dengan cara penggusuran paksa.
“Tapi harus ganti untung, bukan ganti rugi. Jadi biaya yang diberikan kepada masyarakat jangan memberatkan,” ungkapnya.
Pemprov DKI juga dimintanya untuk mulai menginventarisir aset miliknya dan meningkatkan pengawasan. Sehingga tak mudah dikuasai warga.
Dalam diskusi itu terungkap, di tahun 2014 dari Januari-Desember sedikitnya ada 28 kali penggusuran terhadap kediaman warga. Dan 17 kali penggusuran ke PKL. Namun hanya 29 persen penyelesaian kasus yang melalui tahap sosialisasi dan negosiasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Aceh Ditemukan Tewas dalam Perangkap Ikan

Banda Aceh, Aktual.co — Zulkifli (48), petambak asal Desa Matang Lada Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, ditemukan tewas dalam perangkap ikan, di kawasan Desa Teupin Kuyun kecamatan setempat, Senin (22/12). 
Diduga kuat korban tewas setelah terjatuh ke dalam tambak, lalu terbawa air sehingga masuk ke dalam perangkat ikap yang berada lokasi pembuangan air.
Informasi yang diperoleh Aktual.co, jenazah korban ditemukan pertama kali oleh Abdullah (40), warga Desa Ulee Matang Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, yang saat itu sedang mengawasi tambaknya.
“Kemungkinan besar korban terjatuh ke dalam tambak saat mengawasi tambak yang dijaganya itu, karena airnya deras mengalir dari dalam tambak, sehingga korban terbawa air dan masuk ke dalam perangkap ikan,” kata dia.
Lalu penemuan itu langsung diberitahukan kepada warga lain yang kemudian diteruskan ke polisi. Dua jam kemudian korban dievakuasi dengan menggunakan boat dan dibawa pulang ke rumah duka.
Keuchik Matang Lada Abdul Wahab menyebutkan, kemungkinan besar korban tergelincir lalu jatuh ke tambak saat memberi pakan ikan dalam tambak yang dijaganya itu. 
“Karena setiap hari dia selalu memberi pakan ikan di tambak tersebut, apalagi di kawasan kami sedang hujan lebat, sehingga pematang jadi licin,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain