12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40333

Korban Ketel Krakatau Posco Meledak Akhirnya Meninggal

Jakarta, Aktual.co — Korban ledakan dahsyat di PT Krakatau Posco, Cilegon, Banten, yang dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan akhirnya meninggal dunia.

“Korban meninggal itu diketahui bernama Yudha Aritama setelah beberapa hari koma karena luka bakarnya mencapai 90 persen,” kata Corporate Secretary PT Krakatau Posco Christiawaty Ferania Kaseger saat dihubungi di Cilegon, Banten, Sabtu (20/12).

Ia mengatakan, karyawan bagian operator peleburan baja pada area Steel Making Plant (SMP) PT Krakatau Posco itu mengalami luka cukup serius dari tujuh orang korban. Dari tujuh korban itu, di antaranya Yudha dan Rejeki Febriansyah dirujuk ke RSPP Jakarta untuk mendapat pengobatan secara intensif.

“Namun, Tuhan berkehendak lain dan akhirnya Yudha meninggal. Kami berharap semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan,” katanya.

Menurut dia, pemakaman jenazah Yudha direncanakan dilaksanakan Sabtu (20/12) di kampung halamanya di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Ia menjelaskan bahwa seluruh biaya rumah sakit sampai dengan pemakamanya telah ditanggung oleh perusahaan.

“Kami berharap kasus ledakan ini ke depan tidak terulang lagi,” katanya.

Sementara itu, satu korban lainya yang juga dirujuk ke RSPP Jakarta Rejeki Febriansyah kini kondisinya sudah membaik setelah menjalani perawatan intensif dari rumah sakit tersebut.

“Kemungkinan kondisi Rejeki dua hari ke depan sudah diperbolehkan pulang,” kata dia.

Ledakan dahsyat yang terjadi di area SMP PT Krakatau Posco di Kawasan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Senin (15/12) telah mengakibatkan tujuh orang dilarikan ke rumah sakit.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

LIPI: Tindak Lanjuti Temuan ICW ke KPK

Jakarta, Aktual.co — Pengamat pendidikan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Titik Handayani mengatakan temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai indikasi penggelembungan anggaran pengadaan modul pelatihan guru pengawas Kurikulum 2013 sebaiknya tetap dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Meskipun masih indikasi dan nilainya kurang dari Rp1 miliar, seharusnya temuan di Malang dilaporkan ke KPK karena bila melihat sistem yang ada, sangat potensial modus tersebut terjadi di daerah lain,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (20/12).

Titik mengatakan kasus korupsi pengadaan buku memiliki kecenderungan selalu terulang karena kurangnya pengawasan dan mudahnya penggelembungan harga.

Selain itu, Titik mengatakan kurikulum pendidikan yang kerap berganti juga membuka peluang terjadinya korupsi selain menunjukkan Indonesia tidak memiliki desain besar untuk pendidikan.

“Pergantian kurikulum secara mendadak dan carut marut dalam pelaksanaannya, termasuk Kurikulum 2013, merupakan indikasi tidak adanya ‘grand design’ pendidikan di Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, ICW melaporkan temuan adanya dugaan indikasi penggelembungan anggaran dalam pengadaan modul pelatihan guru pengawas Kurikulum 2013 yang dilakukan unit kerja Kemdikbud di Malang.

“Yang ditemukan di Malang nilainya Rp983 juta dengan potensi kerugian negara Rp786 juta. Karena tidak ada Rp1 miliar, maka kami laporkan ke Kemdikbud untuk ditindaklanjuti, bukan ke KPK,” kata Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri.

Dari dokumen-dokumen dan investigasi yang dilakukan ICW, ditemukan penggelembungan harga hingga Rp30 ribu ke atas. Biaya produksi satu unit modul yang rata-rata hanya Rp10.500 digelembungkan menjadi Rp40 ribu, bahkan Rp60 ribu.

“Saat itu, pihak Kemdikbud menyatakan akan menindaklanjuti laporan kami dengan memeriksa langsung ke lapangan,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

LIPI: Tindak Lanjuti Temuan ICW ke KPK

Jakarta, Aktual.co — Pengamat pendidikan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Titik Handayani mengatakan temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai indikasi penggelembungan anggaran pengadaan modul pelatihan guru pengawas Kurikulum 2013 sebaiknya tetap dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Meskipun masih indikasi dan nilainya kurang dari Rp1 miliar, seharusnya temuan di Malang dilaporkan ke KPK karena bila melihat sistem yang ada, sangat potensial modus tersebut terjadi di daerah lain,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (20/12).

Titik mengatakan kasus korupsi pengadaan buku memiliki kecenderungan selalu terulang karena kurangnya pengawasan dan mudahnya penggelembungan harga.

Selain itu, Titik mengatakan kurikulum pendidikan yang kerap berganti juga membuka peluang terjadinya korupsi selain menunjukkan Indonesia tidak memiliki desain besar untuk pendidikan.

“Pergantian kurikulum secara mendadak dan carut marut dalam pelaksanaannya, termasuk Kurikulum 2013, merupakan indikasi tidak adanya ‘grand design’ pendidikan di Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, ICW melaporkan temuan adanya dugaan indikasi penggelembungan anggaran dalam pengadaan modul pelatihan guru pengawas Kurikulum 2013 yang dilakukan unit kerja Kemdikbud di Malang.

“Yang ditemukan di Malang nilainya Rp983 juta dengan potensi kerugian negara Rp786 juta. Karena tidak ada Rp1 miliar, maka kami laporkan ke Kemdikbud untuk ditindaklanjuti, bukan ke KPK,” kata Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri.

Dari dokumen-dokumen dan investigasi yang dilakukan ICW, ditemukan penggelembungan harga hingga Rp30 ribu ke atas. Biaya produksi satu unit modul yang rata-rata hanya Rp10.500 digelembungkan menjadi Rp40 ribu, bahkan Rp60 ribu.

“Saat itu, pihak Kemdikbud menyatakan akan menindaklanjuti laporan kami dengan memeriksa langsung ke lapangan,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PSSI “Tantang” KPK Buktikan Mafia Sepakbola

Jakarta, Aktual.co — Anggota EXCO PSSI, Djamal Aziz membuka lebar pintu untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masuk dan membuktikan adanya mafia yang ada di PSSI yang selama ini ditudingkan oleh sejumlah pihak.

“KPK silahkan masuk, ayo masuk, kalau bisa menangkap penjudi dan sebagainya mafia itu, silahkan tangkap meski di dalam PSSI. Tentu untuk perbaikan dan kita terbuka,” kata dia dalam acara diskusi bertajuk ‘Sepakbola Adalah Kita’, di Jakarta, Sabtu (20/12).

Kendati demikian, sambung dia, seharusnya lebih baik lembaga adhoc pimpinan Abraham Samad itu mengurusi permasalahan yang ada di negeri ini

“Jangan sampai lembaga ad hoc yang mengurus permasalahan negeri belum selesai, sekarang disuruh masuk ke bola lagi, mau masuk monggo ayo,” tegasnya.

Dirinya tidak menutup diri untuk dilakukan pemeriksaan KPK, bahkan senang sekali karena harapan transparansi akan terwujud.

“Kita senang sekali, ayo biar dia (KPK) tahu, harapan masyarakat bila ada yang dicurigai panggil KPK, monggo ayo silahkan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

PSSI “Tantang” KPK Buktikan Mafia Sepakbola

Jakarta, Aktual.co — Anggota EXCO PSSI, Djamal Aziz membuka lebar pintu untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masuk dan membuktikan adanya mafia yang ada di PSSI yang selama ini ditudingkan oleh sejumlah pihak.

“KPK silahkan masuk, ayo masuk, kalau bisa menangkap penjudi dan sebagainya mafia itu, silahkan tangkap meski di dalam PSSI. Tentu untuk perbaikan dan kita terbuka,” kata dia dalam acara diskusi bertajuk ‘Sepakbola Adalah Kita’, di Jakarta, Sabtu (20/12).

Kendati demikian, sambung dia, seharusnya lebih baik lembaga adhoc pimpinan Abraham Samad itu mengurusi permasalahan yang ada di negeri ini

“Jangan sampai lembaga ad hoc yang mengurus permasalahan negeri belum selesai, sekarang disuruh masuk ke bola lagi, mau masuk monggo ayo,” tegasnya.

Dirinya tidak menutup diri untuk dilakukan pemeriksaan KPK, bahkan senang sekali karena harapan transparansi akan terwujud.

“Kita senang sekali, ayo biar dia (KPK) tahu, harapan masyarakat bila ada yang dicurigai panggil KPK, monggo ayo silahkan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

BNPB: UGM Pasang Lima Unit Landslide Early Warning System di Banjarnegara

Jakarta, Aktual.co — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Universitas Gajah Mada Yogyakarta memasang lima unit “landslide early warning system” (LEWS) di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

“Hari ini, UGM akan memasang peralatan di Banjarnegara. Dari 10 unit LEWS yang akan dipasang UGM terdistribusi di Banjarnegara sebanyak lima unit, serta Kulonprogo, Bandung Barat, Pekalongan, Banyumas, dan Magelang masing-masing satu unit,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers yang diterima , Sabtu (20/12).

Selain dari UGM, kata dia, sebanyak 10 unit LEWS dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi juga akan dipasang di sejumlah daerah, yakni Wonosobo sebanyak lima unit, Jawa Tengah bagian selatan sebanyak empat unit, serta Magelang satu unit.

Sebelumnya, lanjut dia, UGM bekerja sama dengan BNPB dan Pertamina telah memasang 14 unit LEWS di beberapa tempat, yakni Karanganyar sebanyak dua unit serta Banjarnegara, Situbondo, Sulawesi Utara, Tasikmalaya, Garut, Tanggamus, Argomakmur Bengkulu, Baturaja, Sungai Penuh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan masing-masing.

Menurut dia, PVMBG juga telah memasang lima unit LEWS di beberapa lokasi, yakni Magelang sebanyak dua unit serta Karanganyar, Purworejo, dan Cilacap masing-masing satu unit.

Ia mengatakan bahwa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memasang LEWS di Agam dan Balikpapan masing-masing satu unit, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memasang LEWS di Garut.

“Semua LEWS tersebut adalah karya anak bangsa Indonesia sehingga perlu diapresiasi dan digunakan. Bahkan, pemerintah Myanmar pernah membeli LEWS produk UGM untuk dipasang di Myanmar pada tahun 2012,” katanya.

Sutopo mengharapkan pemerintah daerah yang memiliki daerah rawan longsor memanfaatkan peralatan LEWS karena sangat diperlukan masyarakat.

“Begitu juga dengan dunia usaha melalui program CSR (Corporate Social Reponsibility) dapat juga membangun sistem peringatan dini longsor atau bencana lainnya. Jika selama ini bantuan diberikan saat tanggap darurat maka dapat dialihkan dalam bentuk pencegahan bencana dengan peringatan dini,” katanya.

Sementara itu, pencarian korban bencana longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada hari ke-8, Sabtu (20/12), kembali dihentikan karena hujan lebat yang terjadi sejak pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data sementara Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, jumlah jenazah korban bencana longsor Dusun Jemblung yang telah ditemukan sebanyak 93 orang.

Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno mengatakan bahwa operasi pencarian korban longsor Dusun Jemblung akan berlangsung hingga Minggu (21/12) siang yang akan diakhiri dengan pamitan tim “search and rescue” (SAR) gabungan dan sukarelawan kepada masyarakat Dusun Jemblung.

Menurut dia, keluarga korban longsor sangat puas atas upaya yang telah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan dan relawan dalam mencari anggota keluarganya yang hilang sehingga mereka ikhlas jika jenazahnya tidak ditemukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain