12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40336

Pengamat: Mafia Skor Penyakit Sosial

Jakarta, Aktual.co — Tindakan match fixing (mafia skor) dalam sejumlah pertandingan sepakbola baik di Indonesia maupun di pertadingan dunia sekalipun. Tindakan itu layaknya penyakit sosial yang cepat menjangkit siapa saja.
Hal itu disampaikan Pengamat Sepakbola, Tommy Welly dalam acara diskusi bertajuk ‘Sepakbola Adalah Kita’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/12).
“Sport radar konsultan yang terkait match fixing yang dikontrak UEFA, AFC dan juga kita menjalin kerjasama dengan dia. Match Fixing terjadi dimana-mana karena itu semacam penyakit sosial,” kata dia.
“Match fixing macam-macam bentuknya ada skor, menang-kalah, dan sebagainya, hingga dalam pertadingan club sekalas liga champion tidak luput,” imbuhnya.
Lebih lanjut, sambung dia, bicara soal match fixing sudah jelas prinsipnya integritas sepakbola. Karena sepakbola, kalau kita sudah tahu hari ini berakhir skornya sekian, berarti sepakbola itu runtuh. “Kita tahu sebelum pertandingan itu dimulai maka sepak bola itu runtuh,” ucapnya.
Sehingga, masih kata dia, bila hal itu dibiarkan maka melakukan pembinaan terhadap para bibit-bibit muda menjadi sia-sia.
“Kalau sepakbola seperti itu ngapain membina anak-anak yang keluar biayanya jutaan‎ menjadi sia-sia,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Andy Abdul Hamid

Pengamat: Mafia Skor Penyakit Sosial

Jakarta, Aktual.co — Tindakan match fixing (mafia skor) dalam sejumlah pertandingan sepakbola baik di Indonesia maupun di pertadingan dunia sekalipun. Tindakan itu layaknya penyakit sosial yang cepat menjangkit siapa saja.
Hal itu disampaikan Pengamat Sepakbola, Tommy Welly dalam acara diskusi bertajuk ‘Sepakbola Adalah Kita’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/12).
“Sport radar konsultan yang terkait match fixing yang dikontrak UEFA, AFC dan juga kita menjalin kerjasama dengan dia. Match Fixing terjadi dimana-mana karena itu semacam penyakit sosial,” kata dia.
“Match fixing macam-macam bentuknya ada skor, menang-kalah, dan sebagainya, hingga dalam pertadingan club sekalas liga champion tidak luput,” imbuhnya.
Lebih lanjut, sambung dia, bicara soal match fixing sudah jelas prinsipnya integritas sepakbola. Karena sepakbola, kalau kita sudah tahu hari ini berakhir skornya sekian, berarti sepakbola itu runtuh. “Kita tahu sebelum pertandingan itu dimulai maka sepak bola itu runtuh,” ucapnya.
Sehingga, masih kata dia, bila hal itu dibiarkan maka melakukan pembinaan terhadap para bibit-bibit muda menjadi sia-sia.
“Kalau sepakbola seperti itu ngapain membina anak-anak yang keluar biayanya jutaan‎ menjadi sia-sia,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Andy Abdul Hamid

Jokowi: Usut Tuntas ‘Human Trafficking’ di NTT

Kupang, Aktual.co —  Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Endang Sunjaya untuk mengusut tuntas siapa pun yang terlibat dalam masalah human traffiking.
 
“Siapa pun yang terlibat harus diusut hingga tuntas. Jangan sampai ada yang melindungi,” tegasnya di Kupang, Sabtu (20/12).
 
Presiden Joko Widodo memberikan perhatian masalah perdagangan manusia (Human traffiking) yang marak terjadi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, pemerintah sedang memperbaiki regulasi-regulasi terkait dengan masalah TKI yang akan bekerja di luar negeri maupun yang telah bekerja di luar negeri, sehingga tidak ada lagi TKI illegal yang dikirim ke luar negeri.
 
“Kami akan urus 1,8 juta TKI yang di luar negeri, serta calon TKI,” katanya.
 
Dia juga memerintahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) untuk menindak tegas PJTKI-PJTKI nakal.
 
 “PJTKI akan diurus Menaker, ” tegasnya lagi. Penyataan ini disampaikan Jokowi terkait dengan maraknya kasus human traffiking di NTT dan upaya pengungkapannya oleh Brigadir Rudi Soik.
 
Selain masalah TKI, Jokowi juga menyinggung listrik yang dikeluhkan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. “Masalah listrik terjadi hampir di semua daerah, kami akan urus semuanya,” katanya.
 
Sebelumnya Gubernur NTT Frans lebu Raya mengatakan, trafficking dan krisis listrik masih menjadi persoalan serius di daerah, sehinga dibutuhkan campur tangan pemerintah pusat.
 
“Urusan trafficking dan listrik masih bermasalah di daerah ini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jokowi: Usut Tuntas ‘Human Trafficking’ di NTT

Kupang, Aktual.co —  Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Endang Sunjaya untuk mengusut tuntas siapa pun yang terlibat dalam masalah human traffiking.
 
“Siapa pun yang terlibat harus diusut hingga tuntas. Jangan sampai ada yang melindungi,” tegasnya di Kupang, Sabtu (20/12).
 
Presiden Joko Widodo memberikan perhatian masalah perdagangan manusia (Human traffiking) yang marak terjadi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, pemerintah sedang memperbaiki regulasi-regulasi terkait dengan masalah TKI yang akan bekerja di luar negeri maupun yang telah bekerja di luar negeri, sehingga tidak ada lagi TKI illegal yang dikirim ke luar negeri.
 
“Kami akan urus 1,8 juta TKI yang di luar negeri, serta calon TKI,” katanya.
 
Dia juga memerintahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) untuk menindak tegas PJTKI-PJTKI nakal.
 
 “PJTKI akan diurus Menaker, ” tegasnya lagi. Penyataan ini disampaikan Jokowi terkait dengan maraknya kasus human traffiking di NTT dan upaya pengungkapannya oleh Brigadir Rudi Soik.
 
Selain masalah TKI, Jokowi juga menyinggung listrik yang dikeluhkan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. “Masalah listrik terjadi hampir di semua daerah, kami akan urus semuanya,” katanya.
 
Sebelumnya Gubernur NTT Frans lebu Raya mengatakan, trafficking dan krisis listrik masih menjadi persoalan serius di daerah, sehinga dibutuhkan campur tangan pemerintah pusat.
 
“Urusan trafficking dan listrik masih bermasalah di daerah ini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat: Salah Jika Menko Sofyan Tuding Rupiah Melemah Akibat SBY

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Pasar Uang Farial Anwar berpendapat bahwa kinerja Pemerintah saat ini tidak bisa dibandingkan dengan Pemerintahan yang sebelumnya. Pasalnya, krisis yang dihadapi saat ini sangat berbeda. Apalagi jika sampai ada lontaran yang menyalahkan krisis saat ini akibat Pemerintahan yang lalu.

“Salah jika menyalahkan pemerintahan yang lama. Tidak boleh seperti itu. Siapapun Pemerintahnya harus bisa menerima apapun kondisinya. Yang menaikan BBM siapa? Kan bukan Pemerintahan yang lama, tapi Pemerintaha yang sekarang,” ujarnya di Jakarta, Minggu (20/12).

Dirinya juga memperkirakan Rupiah bakal terus melemah sepanjang tahun 2015. Hal ini terkait ketidakjelasan rumor bahwa bank sentral AS (The Fed) akan menaikan suku bunganya.

Untuk diketahui, Menteri koordinator bidang perekonomian Sofyan Djalil menilai melemahnya nilai rupiah akibat residual kebijakan yang tidak dilakukan pada masa lalu.

“Ini sebenarnya residual dari kebijakan-kebijakan yang tidak dilakukan, atau akibat kebijakan masa lalu,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Kantor Wapres, Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat: Salah Jika Menko Sofyan Tuding Rupiah Melemah Akibat SBY

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Pasar Uang Farial Anwar berpendapat bahwa kinerja Pemerintah saat ini tidak bisa dibandingkan dengan Pemerintahan yang sebelumnya. Pasalnya, krisis yang dihadapi saat ini sangat berbeda. Apalagi jika sampai ada lontaran yang menyalahkan krisis saat ini akibat Pemerintahan yang lalu.

“Salah jika menyalahkan pemerintahan yang lama. Tidak boleh seperti itu. Siapapun Pemerintahnya harus bisa menerima apapun kondisinya. Yang menaikan BBM siapa? Kan bukan Pemerintahan yang lama, tapi Pemerintaha yang sekarang,” ujarnya di Jakarta, Minggu (20/12).

Dirinya juga memperkirakan Rupiah bakal terus melemah sepanjang tahun 2015. Hal ini terkait ketidakjelasan rumor bahwa bank sentral AS (The Fed) akan menaikan suku bunganya.

Untuk diketahui, Menteri koordinator bidang perekonomian Sofyan Djalil menilai melemahnya nilai rupiah akibat residual kebijakan yang tidak dilakukan pada masa lalu.

“Ini sebenarnya residual dari kebijakan-kebijakan yang tidak dilakukan, atau akibat kebijakan masa lalu,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Kantor Wapres, Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain