19 April 2026
Beranda blog Halaman 40413

PPATK Temukan 45 Transaksi Triliunan Rupiah Kepala Daerah

Jakarta, Aktual.co — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 45 hasil analisis berisi transaksi keuangan mencurigakan dari sejumlah kepala daerah dan keluarganya dengan nilai total mencapai triliunan rupiah sepanjang 2014.
“Kami menemukan ada beberapa kepala daerah yang transaksi keuangannya menurut kita tidak sesuai dengan profil, bupati ada 26 orang dengan nilai total uangnya Rp1,38 triliun,” kata Ketua PPATK Muhammad Yusuf dalam konferensi pers, di gedung PPATK Jakarta, Selasa (30/12).
Laporan itu selain berasal dari database yang ada di PPATK, juga didapat dari database kepemilikan rekening yang ada pada penjedia jasa keuangan baik bank maupun non bank.
“Selanjutnya gubernur ada 12 orang karena kita lihat berapa gaji gubernur, tapi ternyata masih ada nilai uang yang dilaporkan ke kami (di luar nilai gaji),” tambah Yusuf.
Nilai transaksi dari 12 rekening gubernur tersebut mencapai sekitar Rp100 miliar.
“Kemudian istri gubernur itu 1 orang, transaksinya memang hanya Rp15 miliar, tapi itu baru yang ketahuan, nanti tidak lama seperti Akil Mochtar yang lalu mencapai Rp12 miliar tidak bisa tidak lewat (uang masuk melalui) istrinya,” ungkap Yusuf.
PPATK juga menemukan rekening mencurigakan milik 2 orang Wakil Bupati yang mencapai Rp1,8 miliar ada 2 orang.
“Kan tidak ada gaji wakil bupati sebesar itu,” tegas Yusuf.
Selanjutnya ada 1 orang Wakil Gubernur dengan nilai transaksi Rp300 juta.
“Wakil Gubenur ada dua orang totalnya Rp1,8 miliar. Lalu ada 1 anak bupati dengan nilai Rp3 miliar. Ini yang juga jadi ‘concern’ KPK bahwa korupsi itu sudah jadi praktek keluarga,” tambah Yusuf.
Namun Yusuf enggan menyebutkan nama-nama kepala daerah maupun keluarganya yang transaksinya mencurigakan teresbut.
“Hasil analisis ini seluruhnya telah disampaikan kepada penyidik sesuai dengan kewenangan masing-masing,” ungkap Yusuf singkat.
Namun sayangnya laporan hasil analisis (LHA) yang diberikan PPATK baik ke Komisi Pemberantasan Korupsi, kepolisian maupun kejaksaan kerap tidak ditindaklanjuti.
“Banyak LHA yang tidak dipakai dengan berbagai alasan, berangkat dari pengalaman tersebut maka kami memilih mana LHA yang benar-benar kuat dan kemudian mengirimkan ke Dirjen (Direktorat Jenderal) Pajak,” tambah Yusuf.
Hasilnya, PPATK mengirimkan 69 LHA terindikasi tindak pidana perpajakan kepada Ditjen Pajak, dari sejumlah LHA itu terdapat potensi pendapatan negara sebesar Rp2,068 triliun.
Potensi itu sebagian telah terealisasi karena Ditjen Pajak memperoleh pelunasan pembayaran pajak kurang bayar dari pihak-pihak terkait sebesar Rp1,04 triliun dan sisanya masih terus dilakukan proses penagihan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Laporan Akhir Tahun Polri

Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman menyampaikan keterangan dalam siaran pers Akhir Tahun 2014 Kepolisian RI di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2014). Kapolri menyampaikan sejumlah pencapaian dan catatan Polri di berbagai bidang sepanjang tahun 2014. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Jelang Tahun Baru, Pengamanan Bali Siaga 1

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Daerah Bali menyatakan siaga satu untuk pengamanan di sejumlah titik di Pulau Dewata menjelang perayaan malam tahun baru.
“Polda Bali siaga satu untuk mengamankan pelaksanaan menyambut tahun baru,” kata Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu di Denpasar, Selasa (30/12).
Sebelumnya Polda Bali bersama sejumlah instansi terkait lainnya telah menggelar apel gelar pasukan pengamanan dengan mengerahkan 3.684 polisi untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Jumlah tersebut belum termasuk petugas dari TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, hingga “pecalang” atau petugas pengamanan adat Bali.
Pengerahan ribuan personel itu, kata dia, untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan termasuk ancaman dari orang yang tidak bertanggungjawab.
“Kami tetap berkoordinasi dengan Densus dan tetap waspada. Mari kita jaga Bali bersama jangan sampai terjadi aksi terorisme disini,” ucap mantan Kepala Polda Bengkulu itu.
Ia juga meminta petugas keamanan dan aparat desa untuk melakukan pola pengamanan 1X24 jam bagi penduduk pendatang melaporkan diri kepada petugas untuk mudah didata.
Selain itu polisi juga telah melakukan penebalan petugas dan pengetatan keamanan di sejumlah pintu masuk di antaranya Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai dan termasuk pelabuhan ikan.
“Kami pertebal dan perketat keamanan di pintu masuk termasuk pelabuhan ikan juga perlu kami waspadai,” ucapnya.
Perayaan malam pergantian tahun akan dipusatkan di sejumlah titik di Bali di antaranya di pusat Kota Denpasar dengan adanya Denpasar Festival dan Pantai Kuta dimana dipastikan ribuan masyarakat akan berkumpul merayakan tahun baru 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Laporan Akhir Tahun Kemenaker

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakiri (kanan) bersama Sekjen Kemnakertrans Abdul Wahab Bangkona (kedua kanan) dan Direkur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan (JS) Tenaga Kerja R Irianto Simbolon (kedua kiri) memberikan konferensi pers akhir tahun Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa (30/12/2014). Menteri menyampaikan sejumlah pencapaian dan catatan diantaranya terkait perlindungan dan pelayanan TKI di 60 hari kerja pertamanya. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Cerita Kapolri 4 Kali Ditilang Polantas Nakal

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Sutarman mengaku geram dengan oknum polisi lalulintas yang suka merazia dan sengaja mencari-cari kesalahan. Terlebih, ternyata orang nomor satu dikorps Bhayangkara itu punya pengalaman tak mengenakkan dengan oknum Polantas.
Sutarman menceritakan, selama menjadi Kapolri sudah empat kali mobilnya dihentikan atau ditangkap polisi lalu lintas. Namun, kata dia, penghentian itu dilakukan sengaja untuk mencari-cari kesalahan. Menurutnya, penyimpangan seperti ini di lapangan masih terjadi, sebab dia sendiri mengalami kejadian tersebut.
“Termasuk mobil Kapolri. Saya sejak jadi Kapolri mobil saya empat kali ditangkap lalu lintas. Itu sengaja cari-cari kesalahan,” kata Sutarman saat jumpa pers akhir tahun di Mabes Polri, Selasa (30/12).
Menurut Sutarman, masih ada anggota di lapangan yang sengaja mencari-cari kesalahan masyarakat dengan razia. “Itu mobil Kapolri ya, bagaimana dengan masyarakat. Itu masih ada seperti itu,” ungkap Sutarman.
Karenanya, Sutarman akan mengkomunikasikan persoalan ini dengan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Condro Kirono supaya tidak ada lagi tindakan-tindakan tak terpuji seperti itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KPK Kembali Periksa Bupati Tapteng Bonaran Situmeang

Bupati Tapanuli Tengah (nonaktif) Raja Bonaran Situmeang menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (30/12/2014). Raja Bonaran Situmeang diperiksa sebagai tersangka dugaan suap sebesar Rp 1,8 miliar kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar untuk memenangkan sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum Tapanuli Tengah. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain