19 April 2026
Beranda blog Halaman 40418

Bambang Sebut Semua Daerah yang Miliki Eksplorasi Migas Ada Jatah ke Pemda

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menyebut, berdasarakan informasi dari semua daerah yang memiliki eksplorasi minyak dan gas ada jata kepada Pemda.
“Kita temukan satu informasi bahwa ternyata di semua daerah yang ada eksplorasinya, maka ada semacam jatah Pemda yang diberikan anak perusahaan yang melakukan eksplorasi,” kata Bambang di Jakarta, Senin (29/12) malam.
Dia pun meberikan contoh dalam kasus operasi tangakap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron yang juga menjerat direktur PT Media Karya Sentosa, Antonius Bambang Djatmiko.
Bambang menilai, dalam melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut, penyidik melakukan pendalaman pada empat hal yakni pihak yang melakukan eksplorasi, pemerintah daerah yang terlibat, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan korporasi yang terlibat.
“Itu semuanya yang menjadi potensi masalah,” kata dia.
Pada bulan September 2007 PT Pertamina EP dan PT Media Karya Sentosa membuat perjanjian jual beli gas (PJBG). Dalam perjanjian tersebut, PT MKS wajib menyalurkan gas alam ke PLTG Gili Timur, Bangkalan dan wajib membangun instalasi jaringan pipa dari Gresik ke PLTG Gili Timur.
Namun, PT MKS tidak pernah membangun jaringan pipa gas ke PLTG Gili Timur dan tidak ada pasokan gas alam ke PLTG Gili Timur. Akibat perbuatan tersebut negara diduga mengalami kerugian Rp 5 triliun.
Awal Desember 2014, KPK menangkap tangan direktur PT Media Karya Sentosa Antonius Bambang Djatmiko yang diduga akan menyerahkan uang kepada Fuad Amin melalui perantaranya. Fuad yang saat itu menjabat ketua DPRD Bangkalan pun dicokok KPK di Bangkalan. Sebelum menjadi Ketua DPRD, Fuad adalah bupati Bangkalan

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

SKK Migas Targetkan Lifting 849 ribu barel di Tahun Depan

Jakarta, Aktual.co — Tahun depan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hilir Minyak & Gas Bum (SKK Migas) menargetkan volume lifting minyak sebanyak 849 ribu barel.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Humas SKK Migas Rudianto Rimbono.

Menurut dia, target tersebut sudah sesuai dengan target yang tercantum di asumsi APBN-P 2015. “Kalau volume lifting itu kita tetap usahakan berada di angka 849 ribu barel. Jika misal harga minyak berada antara USD65-USD85 ribu dolar. Jika government take-nya sekitar USD12-USD19 miliar, nanti kita tunggu saja seberapa harga minyak, karena sekarang masih naik turun,” katanya di Jakarta, Selasa (30/12).

Ia menjelaskan, di tahun 2015 mendatang SKK Migas akan lebih fokus pada kegiatan eksplorasi. Hal ini karena produksi minyak tidak akan pernah meningkat jika tidak ada penemuan cadangan baru.

Dikatakannya, penemuan cadangan baru akan terjadi jika ada kegiatan eksplorasi. “Jadi fokus kita untuk jangka menengah dan panjang adalah eksplorasinya harus kita dorong,” jelasnya.

Selain itu, Rudi juga memaparkan bahwa sepanjang 2014 lifting minyak yang dicatat oleh SKK Migas mencapai 794 ribu barel.

“Tahun 2014, produksi kita untuk minyak mencapai 97 persen dari target APBNP, dan gas kira-kira 100 persen dari target APBNP. Dan untuk penerimaan negara sekitar USD28 miliar,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Toko dan Minimarket Jual Miras, Ahok: Harus Dipasang CCTV

Jakarta, Aktual.co —  Untuk menekan angka kriminalitas yang disebabkan oleh minuman keras. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta kepada toko dan minimarket yang menjual minuman keras (miras) di seluruh ibu kota Jakarta memasang Closed Circuit Television (CCTV).

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada wartawan, Selasa (30/12).

“Kemarin kita bahas di rapat pimpinan (rapim). Toko dan minimarket yang menjual miras mesti pasang CCTV,” katanya.

Dikatakan Ahok sapaan Basuki nantinya pemasangan CCTC tersebut menjadi kamera pengawas yang dipasang di depan kasir supaya dapat leluasa mengontrol dan melarang anak-anak di bawah umur yang berencana membeli miras.

Sehingga lanjut Ahok dengan adanya pencegahan tersebut, pihaknya tidak perlu dengan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda). Namun, cukup mewajibkan toko-toko dan minimarket yang menjual miras memasang kamera pemantau. “Nggak perlu keluarin Perda baru. Kemarin dalam rapim sudah diputuskan,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Temukan Puing dan Jasad, Basarnas Sebut 95 Persen Temukan Titik Lokasi Hilangnya AirAsia QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Kepala Basarnas Marsdya TNI F Henry Bambang Sulistyo mengatakan bahwa 95 persen lokasi temuan serpihan dan jasad merupakan bagian lokasi yang diduga berasal dari pesawat.
Temuan- temuan berupa serpihan yang mengapung hingga penemuan jasad menjadi fokus titik lokasi pencarian pesawat QZ 8501.
“KRI Bung Tomo melihat benda terapung diduga emergency exit dari pesawat,” kata dia, Selasa (30/12).
KRI bersama helikopter Basarnas melakukan pencarian sekaligus mengevakuasi serpihan yang diduga emergency exit dari pesawat QZ8501.
Sebelumnya, Basarnas menemukan enam jenazah di perairan Kalimantan Barat, yang diduga merupakan penumpang dari pesawat AirAsia QZ8501, Selasa (30/12).
Dari enam jenazah, tiga jenazah sudah dievakuasi oleh KRI Bung Tomo. Kondisi cuaca di perairan tersebut saat ini hujan ringan dan tim evakuasi sedikit kesulitan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Memiliki Ijin, P2B Jakpus Bongkar Bangunan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Selasa melakukan penertiban bangunan di Jalan Karet Pasar Baru V, Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam proses penertiban tersebut terjadi kericuhan antara petugas Satpol PP dengan seorang warga.   

Kepala Sudin Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Pusat, Elisabet Ratu Rante Allo mengatakan, bangunan yang dibongkar seluas 500 meter persegi dan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Jadi bangunan ini tanpa izin dan sudah kami berikan surat peringatan, segel dan surat perintah bongkar sejak bulan November. Karena sudah melewati batas waktu, ya kami tertibkan sesuai prosedur,” katanya, Selasa (30/12).

Namun saat ditanya mengenai pengurusan IMB yang dipersulit, Elisabet membantah tudingan tersebut. “Itu tidak benar. Pemilik bangunan tidak pernah mengurus surat IMB dan syarat utama mengurus surat IMB adalah memiliki sertifikat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Basarnas Temukan Serpihan Benda Yang Diduga Pesawat AirAsia

Jakarta, Aktual.co — – Badan SAR Nasional menyebutkan telah menemukan serpihan benda atau bagian yang diduga berasal dari pesawat hilang AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura yang hilang sejak Minggu (28/12).

“Pada hari ketiga, ada satu dinamika penting dalam pencarian pesawat di sekitar Pangkalan Bun,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Bambang Soelistyo di Jakarta, Selasa (30/12).

Secara kronologis, tim gabungan mulai menemukan bagian yang diduga pesawat Air Aisa QZ 8501 berikut jenasah yang berada di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan penuturan Bambang, pesawat C925 AU menemukan benda-benda, serpihan atau bagian warna putih yang diduga dari pesawat Air Asia QZ 8501 yang mengapung pada koordinat 3 derajat 46′ 50-LS 110 derajat 29′ 27-BT pada pukul 08.00 WIB.

Pada 11.30, pesawat C-130 TNI AU menemukan potongan logam pada koordinat 3 derajat 50′ 43-LS 110 derajat 29′ 21-BT.

Selanjutnya pukul 12.40, pesawat C-130 TNI AU menemukan pintu darurat/ emergency exit pada koordinat 3 derajat 54′ 48-LS 110 derajat 31′ 4-BT).

Terkini, KRI Bung Tomo mengevakuasi pintu darurat pada pukul 14.10 di koordinat 4 derajat 5′ 0-LS 110 derajat 16 ‘ 0-BT.

Secara umum, lokasi tersebut ada di sekitar perairan Pangkalan Bun.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain