2 April 2026
Beranda blog Halaman 40574

Aswaja NU: Pascareformasi, Banyak Aliran dan Ideologi Tumbuh

Jakarta, Aktual.co — Menurut ketua panitia seminar  “Aswaja Center” Nahdlatul Ulama (NU) Fathul Qodir, setelah gerakan reformasi usai, berbagai macam aliran dan ideologi, baik yang tumbuh dari spirit Barat maupun Islam muncul ke permukaan, dengan menumpangi kebebasan dan keterbukaan yang ada.
“Baik aliran yang embrionya telah lama ada dalam tubuh masyarakat Islam Indonesia, maupun ideologi baru yang diimpor dari luar dengan pola gerakan transnasional dan radikal,” kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu, Senin (22/12).
Pengajar di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Husna Surabaya tu menandaskan Indonesia menjadi ajang pertarungan berbagai macam ideologi yang kebanyakan bertentangan dengan spirit Islam maupun ke-Indonesiaan itu.
“Ideologi fundamentalis bercorak radikal dengan bersuara lantang seringkali mengklaim bahwa kelompoknya berada di garis yang paling benar dan paling sesuai dengan ajaran Rasulullah. Parahnya, kelompok di luar mereka dianggap sesat, ahli bid’ah, musyrik, dan antimemperjuangkan syariat,” katanya.
Hal yang sama juga berlaku pada kalangan yang masuk kategori Islam kiri yang terkesan membuat ringan dan menyederhanakan aturan agama.
“Nah, NU sebagai ormas keagamaan yang selalu memperjuangkan Islam toleran ala Aswaja menyadari akan rongrongan itu, karena itu ideologi Aswaja harus diperkokoh dalam jiwa masyarakat Islam agar Islam kembali menjadi rahmatan lil alamin,” katanya.
Perlu diketahui, “Aswaja Center” Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengundang sejumlah mufti Malaysia untuk membahas perkembangan gerakan liberalisme dan radikalisme dalam Islam melalui seminar internasional di Surabaya, 23 Desember 2014.
Dalam seminar berskala internasional itu, peserta yang dilibatkan adalah utusan PWNU se-Indonesia, akademisi dan pesantren.
“Setelah seminar itu, khusus 100 peserta dari PWNU se- Indonesia akan mengikuti daurah Aswaja tingkat nasional atau semacam workshop Aswaja selama tiga hari pada 24-26 Desember di tempat yang sama, sedangkan para mufti dari Malaysia akan berkeliling pesantren dan makam para wali,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Aswaja NU: Pascareformasi, Banyak Aliran dan Ideologi Tumbuh

Jakarta, Aktual.co — Menurut ketua panitia seminar  “Aswaja Center” Nahdlatul Ulama (NU) Fathul Qodir, setelah gerakan reformasi usai, berbagai macam aliran dan ideologi, baik yang tumbuh dari spirit Barat maupun Islam muncul ke permukaan, dengan menumpangi kebebasan dan keterbukaan yang ada.
“Baik aliran yang embrionya telah lama ada dalam tubuh masyarakat Islam Indonesia, maupun ideologi baru yang diimpor dari luar dengan pola gerakan transnasional dan radikal,” kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu, Senin (22/12).
Pengajar di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Husna Surabaya tu menandaskan Indonesia menjadi ajang pertarungan berbagai macam ideologi yang kebanyakan bertentangan dengan spirit Islam maupun ke-Indonesiaan itu.
“Ideologi fundamentalis bercorak radikal dengan bersuara lantang seringkali mengklaim bahwa kelompoknya berada di garis yang paling benar dan paling sesuai dengan ajaran Rasulullah. Parahnya, kelompok di luar mereka dianggap sesat, ahli bid’ah, musyrik, dan antimemperjuangkan syariat,” katanya.
Hal yang sama juga berlaku pada kalangan yang masuk kategori Islam kiri yang terkesan membuat ringan dan menyederhanakan aturan agama.
“Nah, NU sebagai ormas keagamaan yang selalu memperjuangkan Islam toleran ala Aswaja menyadari akan rongrongan itu, karena itu ideologi Aswaja harus diperkokoh dalam jiwa masyarakat Islam agar Islam kembali menjadi rahmatan lil alamin,” katanya.
Perlu diketahui, “Aswaja Center” Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengundang sejumlah mufti Malaysia untuk membahas perkembangan gerakan liberalisme dan radikalisme dalam Islam melalui seminar internasional di Surabaya, 23 Desember 2014.
Dalam seminar berskala internasional itu, peserta yang dilibatkan adalah utusan PWNU se-Indonesia, akademisi dan pesantren.
“Setelah seminar itu, khusus 100 peserta dari PWNU se- Indonesia akan mengikuti daurah Aswaja tingkat nasional atau semacam workshop Aswaja selama tiga hari pada 24-26 Desember di tempat yang sama, sedangkan para mufti dari Malaysia akan berkeliling pesantren dan makam para wali,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bahas Liberalisme, NU Undang Mufti Malaysia

Jakarta, Aktual.co — “Aswaja Center” Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengundang sejumlah mufti Malaysia untuk membahas perkembangan gerakan liberalisme dan radikalisme dalam Islam melalui seminar internasional di Surabaya, 23 Desember 2014.
“Bagaimanapun, menyikapi berbagai ideologi transnasional itu perlu sinergi antarnegara agar umat Islam dapat mengawal Islam Tengah yang ramah,” kata ketua panitia seminar Fathul Qodir MHI di Surabaya, Senin (22/12).
Dalam seminar itu, beberapa narasumber yang bersedia adalah KH. Miftakhul Akhyar (Rais Syuriah PWNU Jatim), dan Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag (Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya).
Untuk delegasi Malaysia, antara lain Prof. Dato Sheikh Haji Noh Gadot (Penasihat Utama Majelis Agama Islam Negri Johor), Prof. Dato Dr. Haji Abdul Razak Omar (University Tun Husein onn Malaysia), Prof. Dr. Md Som Sujimon (Kolej Pengajian Tinggi Islam Johor), serta Prof. Dr. Sayyed Muhammad Dawelah al-Aidrus.

Artikel ini ditulis oleh:

Bahas Liberalisme, NU Undang Mufti Malaysia

Jakarta, Aktual.co — “Aswaja Center” Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengundang sejumlah mufti Malaysia untuk membahas perkembangan gerakan liberalisme dan radikalisme dalam Islam melalui seminar internasional di Surabaya, 23 Desember 2014.
“Bagaimanapun, menyikapi berbagai ideologi transnasional itu perlu sinergi antarnegara agar umat Islam dapat mengawal Islam Tengah yang ramah,” kata ketua panitia seminar Fathul Qodir MHI di Surabaya, Senin (22/12).
Dalam seminar itu, beberapa narasumber yang bersedia adalah KH. Miftakhul Akhyar (Rais Syuriah PWNU Jatim), dan Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag (Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya).
Untuk delegasi Malaysia, antara lain Prof. Dato Sheikh Haji Noh Gadot (Penasihat Utama Majelis Agama Islam Negri Johor), Prof. Dato Dr. Haji Abdul Razak Omar (University Tun Husein onn Malaysia), Prof. Dr. Md Som Sujimon (Kolej Pengajian Tinggi Islam Johor), serta Prof. Dr. Sayyed Muhammad Dawelah al-Aidrus.

Artikel ini ditulis oleh:

Instagram Peringatkan Pengguna dalam Penghapusan Akun Spam

Jakarta, Aktual.co — Media sosial yang berbagi gambar dan video pendek ini secara berkala akan menghapus akun tertentu untuk membatasi spam serta mencegah pengguna membeli pengikut (follower) untuk tujuan popularitas.

Upaya pembersihan berakibat kepada berkurangnya jumlah pengikut pada pemilik akun resmi, apabila diketahui ada akun spam di dalamnya. Hasil penelitian lembaga Zach Allia -yang tidak berafiliasi dengan Instagram- mengungkapkan langkah pembersihan ini berdampak terhadap 100 akun yang dikenal memiliki banyak pengikut.

BBC melaporkan Senin (22/12), sejumlah pesohor seperti penyanyi rap, Akon dilaporkan kehilangan 56 persen pengikutnya akibat pemangkasan akun berupa sampah tersebut. Sementara itu, penyanyi pop terkenal Justin Bieber disebutkan kehilangan 3.538.228 pengikut. Sedangkan, ahli pemasaran Wellington Campos kehilangan 3.284.304 pengikut dalam semalam.

Penyanyi rap Ma$e, yang kehilangan sekitar satu juta pengikut, telah menghapus akunnya setelah dia dituduh membayar para pengikutnya. Sementara, blogger video, Jamie Curry dalam akun Twitternya menulis, “Saya kehilangan 30 ribu pengikut di Instagram, oh my god.”

Beberapa akun pengguna lain juga mengeluh akan tindakan Instagram ini. Bahkan, ada yang berkomentar “OMG” karena kehilangan 99 persen dari pengikutnya, sebelum akhirnya pemiliknya menghapus sendiri akunnya.

Dan, akun Instagram sendiri diketahui kehilangan 18.880.211 pengikut dalam waktu yang relatif pendek. Dalam keterangan resminya, Instagram telah memperingatkan kepada penggunanya bahwa pihaknya akan melakukan penghapusan terhadap akun sampah mulai awal bulan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Instagram Peringatkan Pengguna dalam Penghapusan Akun Spam

Jakarta, Aktual.co — Media sosial yang berbagi gambar dan video pendek ini secara berkala akan menghapus akun tertentu untuk membatasi spam serta mencegah pengguna membeli pengikut (follower) untuk tujuan popularitas.

Upaya pembersihan berakibat kepada berkurangnya jumlah pengikut pada pemilik akun resmi, apabila diketahui ada akun spam di dalamnya. Hasil penelitian lembaga Zach Allia -yang tidak berafiliasi dengan Instagram- mengungkapkan langkah pembersihan ini berdampak terhadap 100 akun yang dikenal memiliki banyak pengikut.

BBC melaporkan Senin (22/12), sejumlah pesohor seperti penyanyi rap, Akon dilaporkan kehilangan 56 persen pengikutnya akibat pemangkasan akun berupa sampah tersebut. Sementara itu, penyanyi pop terkenal Justin Bieber disebutkan kehilangan 3.538.228 pengikut. Sedangkan, ahli pemasaran Wellington Campos kehilangan 3.284.304 pengikut dalam semalam.

Penyanyi rap Ma$e, yang kehilangan sekitar satu juta pengikut, telah menghapus akunnya setelah dia dituduh membayar para pengikutnya. Sementara, blogger video, Jamie Curry dalam akun Twitternya menulis, “Saya kehilangan 30 ribu pengikut di Instagram, oh my god.”

Beberapa akun pengguna lain juga mengeluh akan tindakan Instagram ini. Bahkan, ada yang berkomentar “OMG” karena kehilangan 99 persen dari pengikutnya, sebelum akhirnya pemiliknya menghapus sendiri akunnya.

Dan, akun Instagram sendiri diketahui kehilangan 18.880.211 pengikut dalam waktu yang relatif pendek. Dalam keterangan resminya, Instagram telah memperingatkan kepada penggunanya bahwa pihaknya akan melakukan penghapusan terhadap akun sampah mulai awal bulan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain