8 April 2026
Beranda blog Halaman 40634

Nilai Eskpor Lukisan Dari Bali Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Bali meraup devisa sebesar USD 2,08 juta dolar AS dari ekspor lukisan selama sepuluh bulan periode Januari-Oktober 2014.

Nilai ekspor ini meningkat 30,99 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat USD 1,59 juta.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mencatat realisasi ekspor perdagangan luar negeri, Minggu (21/12), khusus untuk volume mata dagangan yang menonjolkan unsur seni hasil sentuhan tangan-tangan terampil seniman Bali itu meningkat 5,69 persen.

Bali selama sepuluh bulan pertama-2014 mengapalkan 434.084 lembar lukisan, meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 410.699 lembar.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Panasunan Siregar mengatakan, pihaknya tidak mencatat secara khusus negara tujuan ekspor lukisan tersebut.

Hal itu akibat ekspor kerajinan lukisan masih bersifat kecil-kecilan, karena pencatatan secara rinci baru dilakukan terhadap sepuluh jenis komoditas yang paling menonjol.

Dengan demikian ekspor aneka jenis lukisan termasuk dalam kelompok lain-lain yang andilnya tidak begitu besar terhadap total perolehan ekspor Bali yang mencapai USD421,50 juta selama sepuluh bulan pertama 2014.

Ekspor lukisan yang meningkat cukup signifikan dari segi volume maupun perolehan devisa itu menunjukkan kreativitas para seniman Pulau Dewata semakin mendapat termpat di hati masyarakat internasional serta dihargai semakin mahal.

Hal itu juga menunjukkan karya-karya seniman Pulau Dewata, baik lukisan klasik dan gaya modern semakin mampu bersaing di pasaran luar negeri.

Artikel ini ditulis oleh:

Padamkan LPJU, DPRD Sibolga Kritik PLN

Medan, Aktual.co — Pemadaman terhadap lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kota Sibolga menuai kritik.

“Meskipun Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk dan DPRD Kota Sibolga telah memberikan jaminan, tetapi tidak mendapat respon dari PT PLN (Persero) Cabang Sibolga. Seluruh LPJU tetap padam saat malam hari, sehingga Kota Sibolga nyaris gelap gulita,” ujar  Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori kepada wartawan, Minggu (21/12).

Menurut Politisi Partai Golkar itu, pemadaman LPJU oleh PLN ditengarai akibat tunggakan rekening listrik yang ditanggung Pemko Sibolga yang membengkak hingga mencapai Rp 690 jutaan. Tunggakan itu dipicu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang berlaku sejak November lalu.

Meski menunggak, menurut Jamil, seharusnya PLN menaruh kepercayaan. Apalagi Pemko telah berjanji akan melunasi tunggakan tersebut pada Februari 2015 mendatang.

“Atau barangkali, PT PLN memiliki dendam khusus dengan masyarakat Kota Sibolga. Ibarat penagih utang, bayar dulu utangnya, baru dihidupkan listriknya,” kata Jamil.

Jamil menuturkan, sejak pemadaman LPJU, Kota Sibolga menjadi rawan kecelakaan dan aksi-aksi kejahatan. Misalnya, kecelakaan yang terjadi sekira dua hari lalu, dimana seorang pengendara dan istrinya, Hadirat Latore dan Liani Jamili terpental di Jalan Ade Irma Suryani.

Disusul Obedi Mendrofa yang menjadi korban jambret di Jalan Ketapang ketika pulang dari perayaan Natal. Lalu, tewasnya Elinuddin Zebua karena masuk kedalam galian parit pembangunan plat duiker di jalan Zainul Arifin. Elinuddin diduga tewas karena gelapnya jalan, sehingga tak melihat galian parit itu.

“Saya prihatin. Bahkan, saat rapat dengar pendapat bersama perwakilan Pemko Sibolga dan PT PLN (Persero) Cabang Sibolga, Jumat kemarin, saya walk out dan langsung bergerak menuju rumah duka almarhum Elinuddin Zebua yang tewas setelah menerobos galian parit pembangunan plat duiker di Jalan Zainul Arifin Sibolga. Satu orang lagi masih dirawat dirumah sakit,” tutur Jamil.

Jamil menuding, PLN menjadi penyebab terjadi kecelakaan dan aksi kejahatan yang terjadi di Kota Sibolga. Sebab peristiwa itu terjadi dimalam hari saat LPJU tidak menyala.

“Ada pekerjaan proyek kok lampu penerangan dimatikan di malam hari, kan bahaya bagi penguna jalan raya. Lihatlah dua korban sudah berjatuhan tapi LPJUnya tetap saja tidak hidup. Nyawa manusia melayang sia-sia hanya karena tagihan listrik tertunda dibayarkan,” imbuhnya.

Jamil pun berharap PLN harus bertanggungjawab atas peristiwa kecelakaan dan penjambretan itu. “Jadi kita minta kepada pihak Polres Sibolga segera memanggil dan memeriksa oknum pejabatnya,” tegas Jamil.

Artikel ini ditulis oleh:

Padamkan LPJU, DPRD Sibolga Kritik PLN

Medan, Aktual.co — Pemadaman terhadap lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kota Sibolga menuai kritik.

“Meskipun Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk dan DPRD Kota Sibolga telah memberikan jaminan, tetapi tidak mendapat respon dari PT PLN (Persero) Cabang Sibolga. Seluruh LPJU tetap padam saat malam hari, sehingga Kota Sibolga nyaris gelap gulita,” ujar  Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori kepada wartawan, Minggu (21/12).

Menurut Politisi Partai Golkar itu, pemadaman LPJU oleh PLN ditengarai akibat tunggakan rekening listrik yang ditanggung Pemko Sibolga yang membengkak hingga mencapai Rp 690 jutaan. Tunggakan itu dipicu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang berlaku sejak November lalu.

Meski menunggak, menurut Jamil, seharusnya PLN menaruh kepercayaan. Apalagi Pemko telah berjanji akan melunasi tunggakan tersebut pada Februari 2015 mendatang.

“Atau barangkali, PT PLN memiliki dendam khusus dengan masyarakat Kota Sibolga. Ibarat penagih utang, bayar dulu utangnya, baru dihidupkan listriknya,” kata Jamil.

Jamil menuturkan, sejak pemadaman LPJU, Kota Sibolga menjadi rawan kecelakaan dan aksi-aksi kejahatan. Misalnya, kecelakaan yang terjadi sekira dua hari lalu, dimana seorang pengendara dan istrinya, Hadirat Latore dan Liani Jamili terpental di Jalan Ade Irma Suryani.

Disusul Obedi Mendrofa yang menjadi korban jambret di Jalan Ketapang ketika pulang dari perayaan Natal. Lalu, tewasnya Elinuddin Zebua karena masuk kedalam galian parit pembangunan plat duiker di jalan Zainul Arifin. Elinuddin diduga tewas karena gelapnya jalan, sehingga tak melihat galian parit itu.

“Saya prihatin. Bahkan, saat rapat dengar pendapat bersama perwakilan Pemko Sibolga dan PT PLN (Persero) Cabang Sibolga, Jumat kemarin, saya walk out dan langsung bergerak menuju rumah duka almarhum Elinuddin Zebua yang tewas setelah menerobos galian parit pembangunan plat duiker di Jalan Zainul Arifin Sibolga. Satu orang lagi masih dirawat dirumah sakit,” tutur Jamil.

Jamil menuding, PLN menjadi penyebab terjadi kecelakaan dan aksi kejahatan yang terjadi di Kota Sibolga. Sebab peristiwa itu terjadi dimalam hari saat LPJU tidak menyala.

“Ada pekerjaan proyek kok lampu penerangan dimatikan di malam hari, kan bahaya bagi penguna jalan raya. Lihatlah dua korban sudah berjatuhan tapi LPJUnya tetap saja tidak hidup. Nyawa manusia melayang sia-sia hanya karena tagihan listrik tertunda dibayarkan,” imbuhnya.

Jamil pun berharap PLN harus bertanggungjawab atas peristiwa kecelakaan dan penjambretan itu. “Jadi kita minta kepada pihak Polres Sibolga segera memanggil dan memeriksa oknum pejabatnya,” tegas Jamil.

Artikel ini ditulis oleh:

Bersaing dengan SBY jadi Ketua Umum, Pasek: Jangan Menghalalkan Segala Cara

Jakarta, Aktual.co — Meski sejumlah kader Partai Demokrat ini berencana mengajukan kembali Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai berlambang segitiga mercy itu. 
Bahkan karena kuatnya dukungan tak tertutup kemungkinan SBY akan dipilih sebagai ketua umum secara aklamasi. Namun hal itu tak menciutkan niat Gede Pasek Suardika untuk maju sebagai calon ketua umum. 
Pasek yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tak merasa khawatir dengan kemungkinan aklamasi dalam pemilihan calon ketua umum itu. 
“Boleh ada upaya aklamasi, tapi jangan menghalalkan segala macam cara,” kata Pasek di Jakarta, Minggu (21/12).
Pasek mengatakan, kader Demokrat sebaiknya diberikan ruang untuk berkompetisi memperebutkan kursi ketua umum di kongres nanti yang akan di gelar bulan Mei itu. Apabila ruang itu dibuka secara demokratis, dia yakin akan banyak kader yang akan maju.
Namun demikian, mantan Ketua Komisi III DPR itu mengaku siap bersaing dengan ketum inkumben Susilo Bambang Yudhoyono di kongres nanti. 
Sejumlah persiapan telah dia lakukan. Antara lain dengan mengunjungi sejumlah Dewan Pimpinan Daerah.  “Saya sudah turun ke beberapa titik (DPD), ternyat ada pimpinan DPD yang di Plt-kan,” kata Pasek. 
Soal persyaratan, Pasek optimistis masuk dalam kualifikasi. Apalagi dia merintis karier di Demokrat mulai dari tingkat bawah. “Saya pengurus dari bawah dari DPD, mengerti denyut di bawah, tidak main langsung ‘atas’,” papar Pasek. 
Kongres Partai Demokrat jika tak ada perubahan akan digelar pada Mei 2015 nanti. Salah satu agenda kongres itu adalah memilih calon ketua umum yang akan memimpin Demokrat hingga 2019. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bersaing dengan SBY jadi Ketua Umum, Pasek: Jangan Menghalalkan Segala Cara

Jakarta, Aktual.co — Meski sejumlah kader Partai Demokrat ini berencana mengajukan kembali Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai berlambang segitiga mercy itu. 
Bahkan karena kuatnya dukungan tak tertutup kemungkinan SBY akan dipilih sebagai ketua umum secara aklamasi. Namun hal itu tak menciutkan niat Gede Pasek Suardika untuk maju sebagai calon ketua umum. 
Pasek yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tak merasa khawatir dengan kemungkinan aklamasi dalam pemilihan calon ketua umum itu. 
“Boleh ada upaya aklamasi, tapi jangan menghalalkan segala macam cara,” kata Pasek di Jakarta, Minggu (21/12).
Pasek mengatakan, kader Demokrat sebaiknya diberikan ruang untuk berkompetisi memperebutkan kursi ketua umum di kongres nanti yang akan di gelar bulan Mei itu. Apabila ruang itu dibuka secara demokratis, dia yakin akan banyak kader yang akan maju.
Namun demikian, mantan Ketua Komisi III DPR itu mengaku siap bersaing dengan ketum inkumben Susilo Bambang Yudhoyono di kongres nanti. 
Sejumlah persiapan telah dia lakukan. Antara lain dengan mengunjungi sejumlah Dewan Pimpinan Daerah.  “Saya sudah turun ke beberapa titik (DPD), ternyat ada pimpinan DPD yang di Plt-kan,” kata Pasek. 
Soal persyaratan, Pasek optimistis masuk dalam kualifikasi. Apalagi dia merintis karier di Demokrat mulai dari tingkat bawah. “Saya pengurus dari bawah dari DPD, mengerti denyut di bawah, tidak main langsung ‘atas’,” papar Pasek. 
Kongres Partai Demokrat jika tak ada perubahan akan digelar pada Mei 2015 nanti. Salah satu agenda kongres itu adalah memilih calon ketua umum yang akan memimpin Demokrat hingga 2019. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Arema Hentikan Perburuan Pemain Asing

Jakarta, Aktual.co — Manajemen Arema Cronus Indonesia Malang, Jawa Timur, menghentikan perburuan pemain asing karena kuota tiga pemain sudah terisi dan dipastikan bergabung dengan Singo Edan pada musim kompetisi 2015.

General Manajer Arema Ruddy Widodo di Malang, Minggu (21/12) mengakui jatah tiga pemain asing Arema sudah terisi dengan bergabungnya dua pemain asing asal Liberia, yakni Yao Rudy Abblode dan Sengbah Kennedy, setelah mengikuti seleksi bersama Arema selama beberapa hari terakhir.

“Setelah melihat performa mereka selama mengikuti seleksi, kami memutuskan untuk melanjutkan kerja sama dengan dua pemain asing asal Liberia ini. Kedua pemain ini memenuhi kriteria manajemen,” ujarnya.

Kedua pemain asing yang direkrut terakhir itu sebelumnya memperkuat Persiwa Wamena. Selain merekrut kedua pemain asal Liberia itu, satu posisi pemain asing lainnya diisi mantan pemain Persija Jakarta, Fabiano Beltrame.

Kepastian bergabungnya Fabiano dengan Arema untuk musim kompetisi 2015 bersamaan dengan pengumuman bergabungnya dua pemain asal Liberia tersebut. “Fabiano telah resmi bersama Arema musim depan,” kata Ruddy.

Bergabungnya dua pemain Liberia, Yao Rudy Abblode dan Sengbah Kennedy serta Fabiano, kuota tiga pemain asing Arema yang ditinggalkan Alberto Goncalves, Tierry Ghatuessy dan Gustavo Lopez sudah terisi dan manajemen otomatis menghentikan perburuannnya.

“Dengan mengucap Bismillahirohmanirohim, Arema resmi menutup perburuan pemain asing dan tiga pemain asing tersebut secara resmi bergabung dengan Arema,” tegasnya.

Setelah kuota tiga pemain asing terpenuhi, manajemen Arema hanya tinggal berburu pemain lokal karena ada beberapa pemain lokal Arema yang memperkuat tim musim lalu dicoret, yakni Munhar, Jimmy Suparno, Gilang Ginarsa. Sedangkan Irsyad Maulana lebih memilih bergabung dengan tim asal daerahnya di Sumatera.

“Kalau semua lini sudah terisi dan pemain lokal sudah terpenuhi, peluncuran tim akan segera kita lakukan, termasuk memperkenalkan jersey baru yang bakal dipakai musim depan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain