9 April 2026
Beranda blog Halaman 40642

Pakar: Pelaku Penganiayaan TKW di Medan Pantas di Hukum Berat

Jakarta, Aktual.co — Pakar Hukum dari Universitas Sumatera Utara Budiman Ginting berpendapat, pelaku SA (54) yang secara keji membunuh dan menganiaya tenaga kerja wanita di rumahnya harus dihukum berat untuk membuat efek jera.
“Perbuatan yang dilakukan majikan tersebut, benar-benar tidak memiliki hati nurani dan di luar prikemanusiaan yang dengan tega membunuh pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumahnya,” kata dia di Medan, Minggu (21/12).
Menurut dia, majikan yang dianggap kejam dan tidak melindungi TKW tersebut, harus diberikan ganjaran sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya.
“Apa yang dilakukan SA terhadap TKW dapat dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga, dan ke depan diharapkan tidak ada ditemui lagi aksi kekerasan terhadap pekerja wanita.” 
Apalagi, sambung dia, tindakan yang seperti dilakukan oleh pelaku didukung pula oleh kerabat lainnya. Sehingga dalam hal ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi di kalangan PRT dan harus segera dihentikan.
“Hal ini, bukan hanya perbuatan melanggar hukum dan tindak pidana, tetapi juga pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang cukup berat.”
Dia mengatakan, semestinya SA, tidak memperlakukan pekerja di rumahnya dengan keji, karena dia yang membawa TKW itu dari Pulau Jawa untuk bekerja di rumahnya.
“Ini adalah dapat merusak citra majikan, dan seolah-olah orang akan beranggapan bahwa seluruh majikan berprilaku kasar terhadap PRT, dan tanggapan seperti ini harus dihilangkan.”
Polresta Medan, Jumat (28/11), menetapkan tujuh orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap tiga TKW, di antaranya Endang Murdaningsih (55) asal Madura, Ropmiani (42) asal Demak, dan Anis Rahayu (25) asal Malang.
Sedangkan dua TKW yang dianiaya hingga tewas adalah Hermin Ruswidyawati (45) asal Semarang dan mayatnya ditemukan di Desa Barus Jahe, Kabupaten Karo, serta TKW Nurmayanti (26) asal Tasikmalaya, Provinsi Jabar ditemukan mayatnya di Labuhan Deli.
Dari tujuh pelaku penganiayaan tersebut, yakni pimpinan perusahaan CV MJ penyalur TKW berinisial SA (54) isteri dan anaknya, yaitu RDK (39), MT (27), keponakan JHR (40), KA (32) dan BHR (37) pekerja dan FER (35) sopir.
Sebelumnya, Polresta Medan menggerebek sebuah rumah penyalur TKW “CV MJ” di Jalan Beo/Jalan Madong Lubis No. 17 Lingkungan II, Kelurahan Sidodadi, Kamis (27/11) siang, menemukan tiga TKW, yakni Endang Murdaningsih (55) asal Madura, Ropmiani (42) asal Demak, dan Anis Rahayu (25) asal Malang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pakar: Pelaku Penganiayaan TKW di Medan Pantas di Hukum Berat

Jakarta, Aktual.co — Pakar Hukum dari Universitas Sumatera Utara Budiman Ginting berpendapat, pelaku SA (54) yang secara keji membunuh dan menganiaya tenaga kerja wanita di rumahnya harus dihukum berat untuk membuat efek jera.
“Perbuatan yang dilakukan majikan tersebut, benar-benar tidak memiliki hati nurani dan di luar prikemanusiaan yang dengan tega membunuh pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumahnya,” kata dia di Medan, Minggu (21/12).
Menurut dia, majikan yang dianggap kejam dan tidak melindungi TKW tersebut, harus diberikan ganjaran sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya.
“Apa yang dilakukan SA terhadap TKW dapat dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga, dan ke depan diharapkan tidak ada ditemui lagi aksi kekerasan terhadap pekerja wanita.” 
Apalagi, sambung dia, tindakan yang seperti dilakukan oleh pelaku didukung pula oleh kerabat lainnya. Sehingga dalam hal ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi di kalangan PRT dan harus segera dihentikan.
“Hal ini, bukan hanya perbuatan melanggar hukum dan tindak pidana, tetapi juga pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang cukup berat.”
Dia mengatakan, semestinya SA, tidak memperlakukan pekerja di rumahnya dengan keji, karena dia yang membawa TKW itu dari Pulau Jawa untuk bekerja di rumahnya.
“Ini adalah dapat merusak citra majikan, dan seolah-olah orang akan beranggapan bahwa seluruh majikan berprilaku kasar terhadap PRT, dan tanggapan seperti ini harus dihilangkan.”
Polresta Medan, Jumat (28/11), menetapkan tujuh orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap tiga TKW, di antaranya Endang Murdaningsih (55) asal Madura, Ropmiani (42) asal Demak, dan Anis Rahayu (25) asal Malang.
Sedangkan dua TKW yang dianiaya hingga tewas adalah Hermin Ruswidyawati (45) asal Semarang dan mayatnya ditemukan di Desa Barus Jahe, Kabupaten Karo, serta TKW Nurmayanti (26) asal Tasikmalaya, Provinsi Jabar ditemukan mayatnya di Labuhan Deli.
Dari tujuh pelaku penganiayaan tersebut, yakni pimpinan perusahaan CV MJ penyalur TKW berinisial SA (54) isteri dan anaknya, yaitu RDK (39), MT (27), keponakan JHR (40), KA (32) dan BHR (37) pekerja dan FER (35) sopir.
Sebelumnya, Polresta Medan menggerebek sebuah rumah penyalur TKW “CV MJ” di Jalan Beo/Jalan Madong Lubis No. 17 Lingkungan II, Kelurahan Sidodadi, Kamis (27/11) siang, menemukan tiga TKW, yakni Endang Murdaningsih (55) asal Madura, Ropmiani (42) asal Demak, dan Anis Rahayu (25) asal Malang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Blusukan ke Pejaten, Djarot Nyanyi ‘Tik-Tik Bunyi Hujan’

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaeful Hidyat tiba pemukiman Kemuning Pejaten Timur, Jakarta Selatan RT 15 RW 06 bersama dengan Wali Kota Jaksel untuk menyusuri sungai Ciliwung. 
Saat dia tiba dilokasi, Djarot langsung mengenalkan diri kepada masyarakat yang menyambutnya. “Perkenalkan saya Djarot bapak ibu, monggo,” sapa Djarot kepada Warga, Minggu (21/12).
Djarot pun setelah memperkenalkan diri langsung bmenuju ke lokasi acara dia menyempatkan diri bercengkrama dan nyanyi bareng murid Pendidikan Anak Usia Dini yang ada wilayah itu.
“Tik tik bunyi hujan di atas genting. Airnya turun tidak terkira.”
Setelah itu dia langsung menggendong salah anak PAUD dan berpesan kepada ibunya untuk terus menjaga kecerdasannya, gizinya dan seluruh kebutuhannya.
Setibanya di tenda yang disiapkan panitia, dia pun berpidato dan berpesan ke masyarakat khususnya warga bantaran sungai Ciliwung agar tidak membuang sampah sembarangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Blusukan ke Pejaten, Djarot Nyanyi ‘Tik-Tik Bunyi Hujan’

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaeful Hidyat tiba pemukiman Kemuning Pejaten Timur, Jakarta Selatan RT 15 RW 06 bersama dengan Wali Kota Jaksel untuk menyusuri sungai Ciliwung. 
Saat dia tiba dilokasi, Djarot langsung mengenalkan diri kepada masyarakat yang menyambutnya. “Perkenalkan saya Djarot bapak ibu, monggo,” sapa Djarot kepada Warga, Minggu (21/12).
Djarot pun setelah memperkenalkan diri langsung bmenuju ke lokasi acara dia menyempatkan diri bercengkrama dan nyanyi bareng murid Pendidikan Anak Usia Dini yang ada wilayah itu.
“Tik tik bunyi hujan di atas genting. Airnya turun tidak terkira.”
Setelah itu dia langsung menggendong salah anak PAUD dan berpesan kepada ibunya untuk terus menjaga kecerdasannya, gizinya dan seluruh kebutuhannya.
Setibanya di tenda yang disiapkan panitia, dia pun berpidato dan berpesan ke masyarakat khususnya warga bantaran sungai Ciliwung agar tidak membuang sampah sembarangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Rencana Jokowi Impor Ribuan Kapal Dari China Dipertanyakan

Surabaya, Aktual.co — Rencana presiden Joko Widodo untuk mengimpor kapal sebanyak 1500 unit dari Cina mendapat penolakan dari berbagai pihak.

Anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo, mengatakan bahwa rencana tersebut sungguh diluar nalar. Seharusnya pemerintah lebih mengarah ke industri dalam negeri. Sebab, kebijakan impor dari luar negeri justru akan memperburuk keadaan ekonomi indonesia.

“Ini kebijakan yang salah. Maka saya akan mendorong pemerintah untuk membatalkan rencana tersebut,” ujar Bambang Haryo kepada aktual.co saat memantau kondisi pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (21/12).

Industri galangan kapal seperti PT PAL, PT Adiluhung, dan PT Dhumas merupakan salah satu industri kapal nasional terbaik di Asia Tenggara, bahkan di dunia. Seharusnya, pemerintah memanfaatkannya dan tidak keburu mengimpor kapal dalam jumlah banyak dengan anggaran miliaran dolar.

Hal senada juga dikatakan  Ketua DPC INSA (National Ship-Owner Asociation) Surabaya, Steven H Lasawengen. Jika 1500 kapal itu tiba di Indonesia, maka akan terjadi over suplay dan mengakibatkan perang tarif, bahkan merugikan pelayaran nasional.

“Kapal-kapal kami sudah ada dimana-mana dan kondisinya over suplay. Jika ada 1500 lagi, apa nantinya justru tidak berlebihan. Seharusnya, pemerintah lebih fokus memperbaiki dan menambah infrastruktur yang ada. Bayangkan, antrean kapal saat bongkar muat itu menunggu sampai mingguan,” ujar Steven.

 Jumlah armada saat ini mencapai 13.800 kapal. Jika ditambah 1500 kapal, lanjutnya, maka akan menambah antrean panjang. Seharusnya, pemerintah harus membangun industri kemaritiman di luar Jawa. Sebab, pelabuhan besar di pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang sudah tidak memadahi. Nah, lanjutnya, dalam waktu dekat INSA akan berkomunikasi kepada pemerintah untuk membatalkan rencana tersebut. Sebab, sampai saat ini pemerintah belum berkomunikasi dengan para owner kapal di Indonesia.

Sementara salah satu pemilik galangan kapal di Indonesia, Yance Gunawan, juga mengaku tidak habis pikir dengan rencana tersebut. Di Indonesia sendiri sudah banyak galangan kapal yang tutup. Seharusnya presiden bisa memanfaatkan galangan tersebut. Selain mengurangi impor, juga bisa menyerap tenaga kerja.

“Galangan di Indonesia cukup banyak. Kalau yang tutup itu dimanfaatkan, justru akan menyerap tenaga kerja daripada mengirim warga kita menjadi TKI. Yang patut diingat, bahwa galangan seperti PT PAL, merupakan salah satu galangan terbaik secara internasional. Banyak negara lain yang import kapal dari PT PAL. Belum tahu kondisi galangan dan pelayaran di Indonesia kok sudah keburu import kapal” kata Yance kepada aktual.co.

Yance mengungkapkan, bahwa keputusan untuk mengimport kapal adalah justru sebuah kebijakan yang berbuah musibah bagi industri kemaritiman.

Sementara salah satu pengusaha jasa pelayaran nasional, Khoriri Sutomo, juga kaget dengan keputusan tersebut. Seharusnya pemerintah melihat keseimbangan dengan pengusaha pelayaran nasional. Seharusnya, pemerintah turun langsung ke pelayaran nasional dan melihat kondisinya yang begitu semrawut. Apalagi, jika pesanan kapal itu sudah tiba, maka akan ada persaingan harga dengan swasta yang merupakan milik warga negara sendiri.

Seperti diketahui Presiden Jokowi akan melakukan pengadaan 1500 unit kapal yang di impor dari Cina dan Myanmar dengan jangka waktu lima tahun sebesar USD5 miliar .

Kapal-kapal tersebut nantinya akan digunakan untuk mengangkut distribusi logistik, diantaranya elpiji, minyak, semen, dan ternak.

Artikel ini ditulis oleh:

Rencana Jokowi Impor Ribuan Kapal Dari China Dipertanyakan

Surabaya, Aktual.co — Rencana presiden Joko Widodo untuk mengimpor kapal sebanyak 1500 unit dari Cina mendapat penolakan dari berbagai pihak.

Anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo, mengatakan bahwa rencana tersebut sungguh diluar nalar. Seharusnya pemerintah lebih mengarah ke industri dalam negeri. Sebab, kebijakan impor dari luar negeri justru akan memperburuk keadaan ekonomi indonesia.

“Ini kebijakan yang salah. Maka saya akan mendorong pemerintah untuk membatalkan rencana tersebut,” ujar Bambang Haryo kepada aktual.co saat memantau kondisi pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (21/12).

Industri galangan kapal seperti PT PAL, PT Adiluhung, dan PT Dhumas merupakan salah satu industri kapal nasional terbaik di Asia Tenggara, bahkan di dunia. Seharusnya, pemerintah memanfaatkannya dan tidak keburu mengimpor kapal dalam jumlah banyak dengan anggaran miliaran dolar.

Hal senada juga dikatakan  Ketua DPC INSA (National Ship-Owner Asociation) Surabaya, Steven H Lasawengen. Jika 1500 kapal itu tiba di Indonesia, maka akan terjadi over suplay dan mengakibatkan perang tarif, bahkan merugikan pelayaran nasional.

“Kapal-kapal kami sudah ada dimana-mana dan kondisinya over suplay. Jika ada 1500 lagi, apa nantinya justru tidak berlebihan. Seharusnya, pemerintah lebih fokus memperbaiki dan menambah infrastruktur yang ada. Bayangkan, antrean kapal saat bongkar muat itu menunggu sampai mingguan,” ujar Steven.

 Jumlah armada saat ini mencapai 13.800 kapal. Jika ditambah 1500 kapal, lanjutnya, maka akan menambah antrean panjang. Seharusnya, pemerintah harus membangun industri kemaritiman di luar Jawa. Sebab, pelabuhan besar di pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang sudah tidak memadahi. Nah, lanjutnya, dalam waktu dekat INSA akan berkomunikasi kepada pemerintah untuk membatalkan rencana tersebut. Sebab, sampai saat ini pemerintah belum berkomunikasi dengan para owner kapal di Indonesia.

Sementara salah satu pemilik galangan kapal di Indonesia, Yance Gunawan, juga mengaku tidak habis pikir dengan rencana tersebut. Di Indonesia sendiri sudah banyak galangan kapal yang tutup. Seharusnya presiden bisa memanfaatkan galangan tersebut. Selain mengurangi impor, juga bisa menyerap tenaga kerja.

“Galangan di Indonesia cukup banyak. Kalau yang tutup itu dimanfaatkan, justru akan menyerap tenaga kerja daripada mengirim warga kita menjadi TKI. Yang patut diingat, bahwa galangan seperti PT PAL, merupakan salah satu galangan terbaik secara internasional. Banyak negara lain yang import kapal dari PT PAL. Belum tahu kondisi galangan dan pelayaran di Indonesia kok sudah keburu import kapal” kata Yance kepada aktual.co.

Yance mengungkapkan, bahwa keputusan untuk mengimport kapal adalah justru sebuah kebijakan yang berbuah musibah bagi industri kemaritiman.

Sementara salah satu pengusaha jasa pelayaran nasional, Khoriri Sutomo, juga kaget dengan keputusan tersebut. Seharusnya pemerintah melihat keseimbangan dengan pengusaha pelayaran nasional. Seharusnya, pemerintah turun langsung ke pelayaran nasional dan melihat kondisinya yang begitu semrawut. Apalagi, jika pesanan kapal itu sudah tiba, maka akan ada persaingan harga dengan swasta yang merupakan milik warga negara sendiri.

Seperti diketahui Presiden Jokowi akan melakukan pengadaan 1500 unit kapal yang di impor dari Cina dan Myanmar dengan jangka waktu lima tahun sebesar USD5 miliar .

Kapal-kapal tersebut nantinya akan digunakan untuk mengangkut distribusi logistik, diantaranya elpiji, minyak, semen, dan ternak.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain