11 April 2026
Beranda blog Halaman 40655

Wagub DKI: Banjir Itu Bukan Masalah, Tapi Dampak

Jakarta, Aktual.co — Setelah bertolak ke lokasi pembersihan bekas bangunan liar di pinggir aliran Sungai Ciliwung di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/12), Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah dan warga Pejaten Timur, Pasar Minggu. 
Komitmen yang dibangun antara warga Pejaten dan Djarot itu dibuat agar bersama-sama menjaga dan tidak buang sampah sembarangan di pinggir aliran Sungai Ciliwung yang mengalir di Pejaten Timur.
Kedatangan Djarot pun langsung disambut hangat oleh Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor dan dua anggota DPRD DKI, Yuke Yurike dan Ribqoh Abriani. 
Acara berlangsung bersamaan dengan bhakti sosial yang dilaksanakan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama dengan TNI. Djarot menegaskan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan warga agar tidak buang sampah sembarangan. 
“Banjir itu bukan masalah, tetapi dampak, dampak dari perilaku kita. Karena itu mulai dari sekarang harus sadar terhadap perilaku kita. Kalau tidak mulai dari sekarang, saya khawatir 10 tahun atau 15 tahun lagi Jakarta akan tenggelam,” kata Djarot. 
Setelah memberikan kata sambutan, Djarot kemudian didaulat untuk menyerahkan secara simbolis bantuan gerobak sampah kepada warga, yang dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon. 
Adapun bibit yang ditanam oleh Djarot adalah bibit pohon sawo. Djarot menutup kegiatan di lokasi tersebut dengan melakukan aksi simbolis pemagaran pinggiran sungai. Keberadaan pagar bertujuan agar tidak ada lagi warga yang mendekati pinggir sungai untuk membuang sampah. 
Penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah dan warga agar menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan ke pinggir Sungai Ciliwung menintikberatkan pada pentingnya implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah, yang di dalamnya ada aturan tentang pengenaan denda sebesar Rp 500.000 terhadap warga yang buang sampah sembarangan ke sungai.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Wagub DKI: Banjir Itu Bukan Masalah, Tapi Dampak

Jakarta, Aktual.co — Setelah bertolak ke lokasi pembersihan bekas bangunan liar di pinggir aliran Sungai Ciliwung di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/12), Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah dan warga Pejaten Timur, Pasar Minggu. 
Komitmen yang dibangun antara warga Pejaten dan Djarot itu dibuat agar bersama-sama menjaga dan tidak buang sampah sembarangan di pinggir aliran Sungai Ciliwung yang mengalir di Pejaten Timur.
Kedatangan Djarot pun langsung disambut hangat oleh Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor dan dua anggota DPRD DKI, Yuke Yurike dan Ribqoh Abriani. 
Acara berlangsung bersamaan dengan bhakti sosial yang dilaksanakan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama dengan TNI. Djarot menegaskan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan warga agar tidak buang sampah sembarangan. 
“Banjir itu bukan masalah, tetapi dampak, dampak dari perilaku kita. Karena itu mulai dari sekarang harus sadar terhadap perilaku kita. Kalau tidak mulai dari sekarang, saya khawatir 10 tahun atau 15 tahun lagi Jakarta akan tenggelam,” kata Djarot. 
Setelah memberikan kata sambutan, Djarot kemudian didaulat untuk menyerahkan secara simbolis bantuan gerobak sampah kepada warga, yang dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon. 
Adapun bibit yang ditanam oleh Djarot adalah bibit pohon sawo. Djarot menutup kegiatan di lokasi tersebut dengan melakukan aksi simbolis pemagaran pinggiran sungai. Keberadaan pagar bertujuan agar tidak ada lagi warga yang mendekati pinggir sungai untuk membuang sampah. 
Penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah dan warga agar menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan ke pinggir Sungai Ciliwung menintikberatkan pada pentingnya implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah, yang di dalamnya ada aturan tentang pengenaan denda sebesar Rp 500.000 terhadap warga yang buang sampah sembarangan ke sungai.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Garda Bangsa Jatim Turunkan Tim Tanggap Bencana

Surabaya, Aktual.co — Garda Bangsa Jawa Timur siagakan personil tanggap bencana di Jawa Timur yang sebagian besar wilayahnya berpotensi terjadi bencana alam .  

Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur, Kabil Mubarrok mengatakan, Relawan Garda Bangsa yang sebagian adalah politisi muda  akan bekerja membantu Pemerintah Daerah di masing – masing kota dan kabupaten.

“Ini (Relawan Garda Bangsa) biasanya bergerak di bidang politik. Tetapi kali ini kita sisingkan lengan baju menghapus air mata masyarakat yang tertimpa bencana,” terangnya (21/12).

Tercatat dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur sebanyak 32 daerah berpotensi terjadinya bencana alam. Dan 22 daerah  masuk dalam zona bencana banjir dan longsor.

  Sebanyak 38 Dewan Koordinator Cabang atau DKC seluruh Jawa Timur akan disiapkan untuk menjadi Posko Relawan, lanjutnya, diharapkan bisa mendekatkan  Partai Kebangkitan Bangsa sebagai induk dari Garda Bangsa dengan masyarakat di semua tingkatan.

Sementara koordinator Relawan Garda Bangsa (RGB) Jawa Timur Chusainuddin mengatakan, tim relawan kemanusiaan ini akan disiagakan 24 jam. Bencana alam tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, akan menjadi evaluasi bersama dalam penanganan bencana di Jawa Timur. Hasil pemetaan tim Relawan Garda Bangsa Jawa Timur, bencana alam yang diprediksi terjadi yakni banjir dan tanah longsor.  

“Banjir dan Tanah Longsor masih menjadi ancaman masyarakat di 22 kabupaten dan kota. Kita akan siagakan personil relawan di masing – masing daerah tersebut,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan,  dengan potensi bencana ini jika ditangani oleh pemerintah sendiri akan tidak terjangkau secara keseluruhan.

“Selain kita turun membantu masyarakat, tim ini  juga memberikan pendidikan dini soal tanggap bencana bagi masyarakat. senyum mereka adalah obat bagi negeri ini,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Garda Bangsa Jatim Turunkan Tim Tanggap Bencana

Surabaya, Aktual.co — Garda Bangsa Jawa Timur siagakan personil tanggap bencana di Jawa Timur yang sebagian besar wilayahnya berpotensi terjadi bencana alam .  

Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur, Kabil Mubarrok mengatakan, Relawan Garda Bangsa yang sebagian adalah politisi muda  akan bekerja membantu Pemerintah Daerah di masing – masing kota dan kabupaten.

“Ini (Relawan Garda Bangsa) biasanya bergerak di bidang politik. Tetapi kali ini kita sisingkan lengan baju menghapus air mata masyarakat yang tertimpa bencana,” terangnya (21/12).

Tercatat dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur sebanyak 32 daerah berpotensi terjadinya bencana alam. Dan 22 daerah  masuk dalam zona bencana banjir dan longsor.

  Sebanyak 38 Dewan Koordinator Cabang atau DKC seluruh Jawa Timur akan disiapkan untuk menjadi Posko Relawan, lanjutnya, diharapkan bisa mendekatkan  Partai Kebangkitan Bangsa sebagai induk dari Garda Bangsa dengan masyarakat di semua tingkatan.

Sementara koordinator Relawan Garda Bangsa (RGB) Jawa Timur Chusainuddin mengatakan, tim relawan kemanusiaan ini akan disiagakan 24 jam. Bencana alam tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, akan menjadi evaluasi bersama dalam penanganan bencana di Jawa Timur. Hasil pemetaan tim Relawan Garda Bangsa Jawa Timur, bencana alam yang diprediksi terjadi yakni banjir dan tanah longsor.  

“Banjir dan Tanah Longsor masih menjadi ancaman masyarakat di 22 kabupaten dan kota. Kita akan siagakan personil relawan di masing – masing daerah tersebut,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan,  dengan potensi bencana ini jika ditangani oleh pemerintah sendiri akan tidak terjangkau secara keseluruhan.

“Selain kita turun membantu masyarakat, tim ini  juga memberikan pendidikan dini soal tanggap bencana bagi masyarakat. senyum mereka adalah obat bagi negeri ini,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Ternate Dianggap Lelet Tak Distribusikan Masker

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Ternate dianggap tak cepat tanggap dalam menanggulangi bencana, terutama dalam hal distribusi masker. Akibatnya masyarakat terpaksa membeli masker dengan harga tinggi. 
Tokoh Pemuda Kelurahan Tanah Mesjid Kecamatan Ternate Tengah, Asgar Saleh mengatakan masker gratis untuk masyarakat seharusnya sudah dibagikan satu hari sejak Gunung Gamalama meletus Kamis 18 Desember 2014. 
Namun faktanya, jumlah masker yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuha. “Padahal sebagai daerah bencana stok masker yang cukup adalah keharusan, apalagi masker tidak akan membusuk atau kadaluarsa. Dengan fakta itu saya menganggap pemerintah Kota Ternate tidak siap menghadapi bencana,” kata Asgar kepada wartawan, Minggu (21/12).
Asgar mengatakan, letusan Gamalama yang diperkirakan akan berlangsung lama, maka kebutuhan masker haruslah sudah siap. Dia menilai hal itu akan menimbulkan persoalan baru di masyarakat terutama persoalan penyakit.
“Saat jelas masker jadi kebutuhan paling mendesak untuk mengeleminir potensi penyakit ISPA. Jadi kami berharap pemerintah Kota Ternate bisa segara menyediakan masker gratis untuk masyarakat,” kata Asgar. 
Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman menuturkan, untuk mengantisipasi dampak abu vulkanis Gamalama, Pemerintah Kota Ternate sudah membagikan 7.000 masker gratis. Pemerintah bahkan telah menyiapkan lebih dari 50 ribu masker. 
“Rencananya, pembagiannya akan dilakukan per kelurahan. Masyarakat diminta untuk tidak panik,” kata Burhan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pemkot Ternate Dianggap Lelet Tak Distribusikan Masker

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Ternate dianggap tak cepat tanggap dalam menanggulangi bencana, terutama dalam hal distribusi masker. Akibatnya masyarakat terpaksa membeli masker dengan harga tinggi. 
Tokoh Pemuda Kelurahan Tanah Mesjid Kecamatan Ternate Tengah, Asgar Saleh mengatakan masker gratis untuk masyarakat seharusnya sudah dibagikan satu hari sejak Gunung Gamalama meletus Kamis 18 Desember 2014. 
Namun faktanya, jumlah masker yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuha. “Padahal sebagai daerah bencana stok masker yang cukup adalah keharusan, apalagi masker tidak akan membusuk atau kadaluarsa. Dengan fakta itu saya menganggap pemerintah Kota Ternate tidak siap menghadapi bencana,” kata Asgar kepada wartawan, Minggu (21/12).
Asgar mengatakan, letusan Gamalama yang diperkirakan akan berlangsung lama, maka kebutuhan masker haruslah sudah siap. Dia menilai hal itu akan menimbulkan persoalan baru di masyarakat terutama persoalan penyakit.
“Saat jelas masker jadi kebutuhan paling mendesak untuk mengeleminir potensi penyakit ISPA. Jadi kami berharap pemerintah Kota Ternate bisa segara menyediakan masker gratis untuk masyarakat,” kata Asgar. 
Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman menuturkan, untuk mengantisipasi dampak abu vulkanis Gamalama, Pemerintah Kota Ternate sudah membagikan 7.000 masker gratis. Pemerintah bahkan telah menyiapkan lebih dari 50 ribu masker. 
“Rencananya, pembagiannya akan dilakukan per kelurahan. Masyarakat diminta untuk tidak panik,” kata Burhan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain