2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41043

BMKG Prediksi Jakarta Bakal Diguyur Hujan Ringan

Jakarta, Aktual.co —Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan wilayah Jakarta masih akan diguyur hujan ringan hingga sedang hingga sehari ke depan.

“Hari ini diprediksi hujan ringan pada siang hingga malam hari, sehari ke depan juga prediksinya masih sama,” kata Kepala Bagian Humas BMKG Eko Suryanto di Jakarta, Senin (8/12).

Satu hari ke depan diprediksi hujan ringan pada siang hingga malam hari di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Serta hujan ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

Begitu juga dengan wilayah Bodetabek, satu hari ke depan diprediksi hujan ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari di wilayah Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor.

Untuk wilayah Indonesia lainnya, hari ini diprediksi potensi hujan lebat di wilayah Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat bagian Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, NTT dan Papua bagian Utara.

Sementara satu hari ke depan diprediksi potensi hujan lebat di wilayah Riau, Lampung, Kalimantan Tengah bagian Utara, Kalimantan Timur serta Papua bagian Tengah.

Gelombang laut dengan tinggi 2-3 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Kepulauan Natuna serta Perairan utara Kepulauan Anambas.

Gelombang laut dengan tinggi 3-4 meter berpeluang terjadi di wilayah Laut Cina Selatan utara Natuna.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BMKG Prediksi Jakarta Bakal Diguyur Hujan Ringan

Jakarta, Aktual.co —Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan wilayah Jakarta masih akan diguyur hujan ringan hingga sedang hingga sehari ke depan.

“Hari ini diprediksi hujan ringan pada siang hingga malam hari, sehari ke depan juga prediksinya masih sama,” kata Kepala Bagian Humas BMKG Eko Suryanto di Jakarta, Senin (8/12).

Satu hari ke depan diprediksi hujan ringan pada siang hingga malam hari di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Serta hujan ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

Begitu juga dengan wilayah Bodetabek, satu hari ke depan diprediksi hujan ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari di wilayah Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor.

Untuk wilayah Indonesia lainnya, hari ini diprediksi potensi hujan lebat di wilayah Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat bagian Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, NTT dan Papua bagian Utara.

Sementara satu hari ke depan diprediksi potensi hujan lebat di wilayah Riau, Lampung, Kalimantan Tengah bagian Utara, Kalimantan Timur serta Papua bagian Tengah.

Gelombang laut dengan tinggi 2-3 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Kepulauan Natuna serta Perairan utara Kepulauan Anambas.

Gelombang laut dengan tinggi 3-4 meter berpeluang terjadi di wilayah Laut Cina Selatan utara Natuna.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

APINDO: Pencabutan Izin Usaha Kehutanan Ganggu Investasi

Jakarta, Aktual.co — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan pencabutan izin usaha sektor kehutanan berpotensi mengganggu investasi yang selama ini tertanam cukup besar dan memberi dampak positif perekonomian nasional.
“Pemerintah tidak bisa begitu saja mencabut izin usaha korporasi sektor kehutanan hanya mengacu kepada ketidakpuasan masyarakat. Hal itu bisa menurunkan tingkat kepercayaan dunia terhadap Indonesia yang berada di tiga tujuan investasi untuk tahun 2014 hingga 2016,” kata Ketua Dewan Penasihat Apindo Sofjan Wanandi di Pekanbaru, Senin (8/12).
Seharusnya, pemerintah mengedepankan kebijakan pro investasi sesuai ekspektasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja nasional.
Menurut Sofjan, persoalan yang dihadapi dunia usaha saat ini sangat pelik. Kenaikan harga BBM, koreksi nilai tukar rupiah, kegaduhan politik di dalam negeri, hingga gejolak perekonomian global yang terus menghantui dunia usaha.
“Pemerintah jangan lagi menambah beban tersebut dengan mencabut izin usaha tanpa dasar hukum yang jelas karena berakibat pada tidak kondusifnya iklim investasi,” katanya.
Diharapkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mau berkoordinasi dengan asosiasi terkait seperti Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) terkait masalah pemanfaatan lahan dan lingkungan.

Artikel ini ditulis oleh:

APINDO: Pencabutan Izin Usaha Kehutanan Ganggu Investasi

Jakarta, Aktual.co — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan pencabutan izin usaha sektor kehutanan berpotensi mengganggu investasi yang selama ini tertanam cukup besar dan memberi dampak positif perekonomian nasional.
“Pemerintah tidak bisa begitu saja mencabut izin usaha korporasi sektor kehutanan hanya mengacu kepada ketidakpuasan masyarakat. Hal itu bisa menurunkan tingkat kepercayaan dunia terhadap Indonesia yang berada di tiga tujuan investasi untuk tahun 2014 hingga 2016,” kata Ketua Dewan Penasihat Apindo Sofjan Wanandi di Pekanbaru, Senin (8/12).
Seharusnya, pemerintah mengedepankan kebijakan pro investasi sesuai ekspektasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja nasional.
Menurut Sofjan, persoalan yang dihadapi dunia usaha saat ini sangat pelik. Kenaikan harga BBM, koreksi nilai tukar rupiah, kegaduhan politik di dalam negeri, hingga gejolak perekonomian global yang terus menghantui dunia usaha.
“Pemerintah jangan lagi menambah beban tersebut dengan mencabut izin usaha tanpa dasar hukum yang jelas karena berakibat pada tidak kondusifnya iklim investasi,” katanya.
Diharapkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mau berkoordinasi dengan asosiasi terkait seperti Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) terkait masalah pemanfaatan lahan dan lingkungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kompetisi Gong Kebyar Jadi Inspirasi Kesenian Bali

Jakarta, Aktual.co — Pengamat dan pelaku seni budaya Bali, Kadek Suartaya, SS Kar, MSi menilai, kompetisi gong kebyar yang bergulir sejak masa pra-kemerdekaan dan dipanggungkan dengan format lomba menjadi inspirasi pengembangan kesenian Bali.

“Gebyar pentas gong di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) telah memberikan kegairahan terhadap penggalian dan pengembangan bidang seni pertunjukan di Pulau Dewata,” kata Kadek Suartaya yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Senin (08/12).

Ia mengatakan, pengembangan seni tersebut menguak menjadi kebanggaan segenap lapisan masyarakat luas. Festival gong kebyar dalam arti lomba memiliki kontribusi besar mengobarkan api kreativitas berkarya.

Hal itu seiring dengan dinamika kehidupan dalam jagat kesenian presentasi estetis sekuler, lomba seni menunjukkan sinergi yang kontributif bagi eksistensi warisan dan ekspresi nilai-nilai keindahan.

Kadek Suartaya mengingatkan, kompetisi gong kebyar yang menjadi primadona aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata merupakan pengejawantahan salah satu strategi kebudayaan masyarakat Bali yang berhasil.

Kendati lomba menunjukkan dimensi konstrukstif, rupanya dampak dari konsekuensi sebuah lomba, mengusik pengambil keputusan untuk hanya memparadekan pentas seni kebyar itu sejak tahun 2008.

Dampak negatif yang mengemuka dalam festival gamelan di antaranya euporia fanatisme berlebihan penonton terhadap tim gong kebyar dukungannya.

Selain itu, konon lebih esensial, format lomba membunuh suatu keragaman seni. Sebuah fakta kultural patut dihormati bahwasannya gong kebyar di era globalisasi ini adalah genre kesenian homogen di tanah Bali.

Namun secara fisik gamelan multi fungsi itu kini adalah media musikal yang hampir seragam tampilan luarnya dan bahkan standar instrumentasinya. Tetapi jika dicermati dengan lebih awam dan jernih, ekspresi estetik dan konsepsi artistik yang menguak dalam Festival Gong Kebyar PKB, sarat dengan puspa warna keragaman gagasan dan nuansa, ujar Kadek Suartama.

Artikel ini ditulis oleh:

Kompetisi Gong Kebyar Jadi Inspirasi Kesenian Bali

Jakarta, Aktual.co — Pengamat dan pelaku seni budaya Bali, Kadek Suartaya, SS Kar, MSi menilai, kompetisi gong kebyar yang bergulir sejak masa pra-kemerdekaan dan dipanggungkan dengan format lomba menjadi inspirasi pengembangan kesenian Bali.

“Gebyar pentas gong di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) telah memberikan kegairahan terhadap penggalian dan pengembangan bidang seni pertunjukan di Pulau Dewata,” kata Kadek Suartaya yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Senin (08/12).

Ia mengatakan, pengembangan seni tersebut menguak menjadi kebanggaan segenap lapisan masyarakat luas. Festival gong kebyar dalam arti lomba memiliki kontribusi besar mengobarkan api kreativitas berkarya.

Hal itu seiring dengan dinamika kehidupan dalam jagat kesenian presentasi estetis sekuler, lomba seni menunjukkan sinergi yang kontributif bagi eksistensi warisan dan ekspresi nilai-nilai keindahan.

Kadek Suartaya mengingatkan, kompetisi gong kebyar yang menjadi primadona aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata merupakan pengejawantahan salah satu strategi kebudayaan masyarakat Bali yang berhasil.

Kendati lomba menunjukkan dimensi konstrukstif, rupanya dampak dari konsekuensi sebuah lomba, mengusik pengambil keputusan untuk hanya memparadekan pentas seni kebyar itu sejak tahun 2008.

Dampak negatif yang mengemuka dalam festival gamelan di antaranya euporia fanatisme berlebihan penonton terhadap tim gong kebyar dukungannya.

Selain itu, konon lebih esensial, format lomba membunuh suatu keragaman seni. Sebuah fakta kultural patut dihormati bahwasannya gong kebyar di era globalisasi ini adalah genre kesenian homogen di tanah Bali.

Namun secara fisik gamelan multi fungsi itu kini adalah media musikal yang hampir seragam tampilan luarnya dan bahkan standar instrumentasinya. Tetapi jika dicermati dengan lebih awam dan jernih, ekspresi estetik dan konsepsi artistik yang menguak dalam Festival Gong Kebyar PKB, sarat dengan puspa warna keragaman gagasan dan nuansa, ujar Kadek Suartama.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain