2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41047

Wapres Wacanakan Pencekalan Penunggak Pajak

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla mewacanakan tindakan pencekalan terhadap para penunggak pajak sebagaimana telah diterapkan kepada sejumlah pihak yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.
“Kalau para koruptor kita cekal, maka pembayar pajak yang melebihi waktu juga akan kita cekal,” katanya saat memberikan sambutan dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (8/12).
Menurut Jusuf Kalla, pengusaha yang tidak membayar pajak, bila dia “plesiran” ke luar negeri, uang yang digunakan untuk bepergian itu adalah uang rakyat.
Untuk itu, Wapres juga menegaskan agar para pengusaha di berbagai sektor untuk dapat menaati kewajiban pajak sesuai dengan aturan pemerintah agar ke depannya tidak sampai dicekal.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengemukakan apresiasinya terhadap pemerintahan yang menargetkan peningkatan “tax ratio” dari 12 persen menjadi 16 persen.
Suryo Bambang Sulisto mengutarakan pendapatnya agar target peningkatan sektor pajak itu lebih diarahkan kepada ekstensifikasi wajib pajak daripada penambahan jumlah pajak baru.
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengajak Komisi Pemberantasan Korupsi ikut mengawasi kebocoran pendapatan negara dari sektor pajak.
“Masih ada permasalahan di sektor pajak, kita ingin ke depan menggandeng KPK untuk upaya penerimaan perpajakan ini. Untuk jangka pendek kita ingin semacam ada tim gabungan dirjen keuangan, pajak. KPK untuk melihat kira-kira ke depan seperti apa,” kata Mardiasmo di gedung KPK Jakarta, Senin (1/12).
Mardiasmo yang saat ini juga menjadi pelaksana tugas Dirjen Pajak mengaku bahwa target penerimaan negara dari sektor pajak pada 2015 mencapai Rp600 triliun.
Salah satu bentuk kerja sama lain adalah dengan kajian terkait usulan KPK untuk menggabungkan pengadilan pajak dengan pengadilan tindak pidana korupsi. Selanjutnya adalah pembentukan tim gabungan Dirjen Pajak dan penegak hukum terkait perusahaan pengemplang pajak.
“Kalau disinyalir betul-betul ada harus kita atasi. Kita libas, kalau ada mafia pajak. Seperti yang IUP (izin usaha pertambangan) kemarin dari beberapa persen yang tidak punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), kita kejar,” tegas Mardiasmo.
Berdasarkan data KPK, dari 3.826 pemegang Izin Usaha Pertambangan, hampir 25 persen atau 724 pengusaha tidak punya NPWP bahkan pemegang IUP yang statusnya “clean and clear” tidak punya NPWP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wapres Wacanakan Pencekalan Penunggak Pajak

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla mewacanakan tindakan pencekalan terhadap para penunggak pajak sebagaimana telah diterapkan kepada sejumlah pihak yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.
“Kalau para koruptor kita cekal, maka pembayar pajak yang melebihi waktu juga akan kita cekal,” katanya saat memberikan sambutan dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (8/12).
Menurut Jusuf Kalla, pengusaha yang tidak membayar pajak, bila dia “plesiran” ke luar negeri, uang yang digunakan untuk bepergian itu adalah uang rakyat.
Untuk itu, Wapres juga menegaskan agar para pengusaha di berbagai sektor untuk dapat menaati kewajiban pajak sesuai dengan aturan pemerintah agar ke depannya tidak sampai dicekal.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengemukakan apresiasinya terhadap pemerintahan yang menargetkan peningkatan “tax ratio” dari 12 persen menjadi 16 persen.
Suryo Bambang Sulisto mengutarakan pendapatnya agar target peningkatan sektor pajak itu lebih diarahkan kepada ekstensifikasi wajib pajak daripada penambahan jumlah pajak baru.
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengajak Komisi Pemberantasan Korupsi ikut mengawasi kebocoran pendapatan negara dari sektor pajak.
“Masih ada permasalahan di sektor pajak, kita ingin ke depan menggandeng KPK untuk upaya penerimaan perpajakan ini. Untuk jangka pendek kita ingin semacam ada tim gabungan dirjen keuangan, pajak. KPK untuk melihat kira-kira ke depan seperti apa,” kata Mardiasmo di gedung KPK Jakarta, Senin (1/12).
Mardiasmo yang saat ini juga menjadi pelaksana tugas Dirjen Pajak mengaku bahwa target penerimaan negara dari sektor pajak pada 2015 mencapai Rp600 triliun.
Salah satu bentuk kerja sama lain adalah dengan kajian terkait usulan KPK untuk menggabungkan pengadilan pajak dengan pengadilan tindak pidana korupsi. Selanjutnya adalah pembentukan tim gabungan Dirjen Pajak dan penegak hukum terkait perusahaan pengemplang pajak.
“Kalau disinyalir betul-betul ada harus kita atasi. Kita libas, kalau ada mafia pajak. Seperti yang IUP (izin usaha pertambangan) kemarin dari beberapa persen yang tidak punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), kita kejar,” tegas Mardiasmo.
Berdasarkan data KPK, dari 3.826 pemegang Izin Usaha Pertambangan, hampir 25 persen atau 724 pengusaha tidak punya NPWP bahkan pemegang IUP yang statusnya “clean and clear” tidak punya NPWP.

Artikel ini ditulis oleh:

DPU DKI Alokasikan Rp 100 Milyar Untuk Jalan Rusak

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemprov DKI terus melakukan perbaikan jalan rusak di Ibu Kota. Bahkan, sepanjang bulan Januari sampai Desember 2014 sisa jalan rusak hanya tersisa 289 titik dari 1.588 di lima wilayah DKI Jakarta.
Ketua Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU DKI Juani Yusuf mengatakan, jalan rusak yang diperbaiki menggunakan beton yang dilapisi dengan aspal. Menurut dia, langkah pembetonan diambil karena tidak mudah rusak dan kuat.
’’Sepertinya anggaran perbaikan jalan akan terserap semua,’’ katanya saat dihubungi wartawan, Senin (8/12)
Terkait dengan berapa anggaran yang dipergunakan DPU untuk melakukan perbaikan jalan rusak, diungkapkan, Juani pihaknya mengalokasikan anggaran dari APBD 2014 sebesar Rp 100 miliar. Selain itu, Juani juga menjelaskan, sesuai kontrak kerja dengan pemenang tender, apabila belum lama diperbaiki namun jalan-jalan kembali mengalami kerusakan maka itu masih menjadi menjadi tanggungjawab kontraktor.
 ’’Ini sudah sesuai dengan perjanjian,’’ jelasnya.
Kontraktor juga bekerja selama 24 jam. Sebab, menurut dia, biasanya perbaikan jalan dilakukan saat malam hari, cara itu untuk menghindari terjadinya kemacetan parah.
’’Oleh karena itu, DPU meminta maaf kepada warga DKI yang merasa terganggu,’’ jelasnya dia.
Ketika ditanya kenapa jalan di Jakarta mudah rusak? Apakah aspalnya kualitasnya buruk? Menurut dia, penyebab bukan lantaran aspalnya kurang bagus atau jelek. Tapi, dikarenakan genangan air dan volume kendaraan dengan tonase berat yang melebihi muatan.
’’Makanya saya berharap, kendaraan yang tonasenya besar dibatasi,’’ Pungkasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DPU DKI Alokasikan Rp 100 Milyar Untuk Jalan Rusak

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemprov DKI terus melakukan perbaikan jalan rusak di Ibu Kota. Bahkan, sepanjang bulan Januari sampai Desember 2014 sisa jalan rusak hanya tersisa 289 titik dari 1.588 di lima wilayah DKI Jakarta.
Ketua Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU DKI Juani Yusuf mengatakan, jalan rusak yang diperbaiki menggunakan beton yang dilapisi dengan aspal. Menurut dia, langkah pembetonan diambil karena tidak mudah rusak dan kuat.
’’Sepertinya anggaran perbaikan jalan akan terserap semua,’’ katanya saat dihubungi wartawan, Senin (8/12)
Terkait dengan berapa anggaran yang dipergunakan DPU untuk melakukan perbaikan jalan rusak, diungkapkan, Juani pihaknya mengalokasikan anggaran dari APBD 2014 sebesar Rp 100 miliar. Selain itu, Juani juga menjelaskan, sesuai kontrak kerja dengan pemenang tender, apabila belum lama diperbaiki namun jalan-jalan kembali mengalami kerusakan maka itu masih menjadi menjadi tanggungjawab kontraktor.
 ’’Ini sudah sesuai dengan perjanjian,’’ jelasnya.
Kontraktor juga bekerja selama 24 jam. Sebab, menurut dia, biasanya perbaikan jalan dilakukan saat malam hari, cara itu untuk menghindari terjadinya kemacetan parah.
’’Oleh karena itu, DPU meminta maaf kepada warga DKI yang merasa terganggu,’’ jelasnya dia.
Ketika ditanya kenapa jalan di Jakarta mudah rusak? Apakah aspalnya kualitasnya buruk? Menurut dia, penyebab bukan lantaran aspalnya kurang bagus atau jelek. Tapi, dikarenakan genangan air dan volume kendaraan dengan tonase berat yang melebihi muatan.
’’Makanya saya berharap, kendaraan yang tonasenya besar dibatasi,’’ Pungkasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Terancam Longsor, Ratusan Warga di Banjarnegara Mengungsi

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyatakan bahwa sebanyak 144 warga Dusun Pencil, Desa Karangtengah, mengungsi karena rumah mereka terancam tanah longsor.
“Jumlah tersebut berdasarkan pendataan yang kami lakukan pada Minggu (7/12) pukul 22.00 WIB. Jumlah 144 jiwa itu berasal dari 40 keluarga,” kata Koordinator Posko Aju BPBD Banjarnegara, Andry Sulistyo, di Desa Pandansari, Wanayasa, Banjarnegara, Senin (8/12).
Menurut dia, 144 warga yang mengungsi itu tersebar di empat pos pengungsian yang berada di rumah warga Desa Pandansari, sedangkan Posko Aju BPBD Banjarnegara berlokasi di rumah warga RT 03 RW 03 Desa Pandansari.
Pengungsian tersebut dilakukan karena warga khawatir rumah mereka terancam tanah longsor.
“Dusun Pencil sudah terkepung longsor karena tanah seluas 20 hektare di Pegunungan Putih terus bergerak turun. Oleh karena itu, hari ini warga bersama personel BPBD, relawan, dan TNI bekerja bakti membongkar rumah-rumah warga serta memindahkan barang-barang berharga lainnya agar dapat diselamatkan dari ancaman tanah longsor,” katanya.
Warga Dusun Pencil yang rumahnya terancam longsor itu sebenarnya sebanyak 36 keluarga, namun yang mengungsi sebanyak 40 keluarga karena empat keluarga lainnya takut terkena longsoran.
BPBD Banjarnegara melalui Posko Aju di Desa Pandansari telah memberikan bantuan bahan makanan kepada para pengungsi.
Kendati demikian, pihaknya masih membutuhkan bantuan bahan makanan, tikar, selimut, dan peralatan kerja untuk membongkar rumah warga dan membuat jalan darurat.

Artikel ini ditulis oleh:

Terancam Longsor, Ratusan Warga di Banjarnegara Mengungsi

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyatakan bahwa sebanyak 144 warga Dusun Pencil, Desa Karangtengah, mengungsi karena rumah mereka terancam tanah longsor.
“Jumlah tersebut berdasarkan pendataan yang kami lakukan pada Minggu (7/12) pukul 22.00 WIB. Jumlah 144 jiwa itu berasal dari 40 keluarga,” kata Koordinator Posko Aju BPBD Banjarnegara, Andry Sulistyo, di Desa Pandansari, Wanayasa, Banjarnegara, Senin (8/12).
Menurut dia, 144 warga yang mengungsi itu tersebar di empat pos pengungsian yang berada di rumah warga Desa Pandansari, sedangkan Posko Aju BPBD Banjarnegara berlokasi di rumah warga RT 03 RW 03 Desa Pandansari.
Pengungsian tersebut dilakukan karena warga khawatir rumah mereka terancam tanah longsor.
“Dusun Pencil sudah terkepung longsor karena tanah seluas 20 hektare di Pegunungan Putih terus bergerak turun. Oleh karena itu, hari ini warga bersama personel BPBD, relawan, dan TNI bekerja bakti membongkar rumah-rumah warga serta memindahkan barang-barang berharga lainnya agar dapat diselamatkan dari ancaman tanah longsor,” katanya.
Warga Dusun Pencil yang rumahnya terancam longsor itu sebenarnya sebanyak 36 keluarga, namun yang mengungsi sebanyak 40 keluarga karena empat keluarga lainnya takut terkena longsoran.
BPBD Banjarnegara melalui Posko Aju di Desa Pandansari telah memberikan bantuan bahan makanan kepada para pengungsi.
Kendati demikian, pihaknya masih membutuhkan bantuan bahan makanan, tikar, selimut, dan peralatan kerja untuk membongkar rumah warga dan membuat jalan darurat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain