14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 41071

Tari ‘Si Gale-Gale’ akan Ditampilkan di Malaysia

Jakarta, Aktual.co — Tim kesenian Kota Binjai, Sumatera Utara, mengikuti festival ‘gendang tari antar bangsa’ yang berlangsung di Dataran Medan Pasar, Jalan Leboh Pasar Kuala Lumpur Malaysia.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Binjai Hendrik Tambunan, di Binjai, Selasa (16/12) mengatakan, dalam festival itu tim kesenian Kota Binjai membawakan tari “Si Gale-Gale” yang diiringi gendang Batak dan alat musik tradisional lainnya.

“Pada festival yang bertujuan memperkenalkan Dataran Medan Pasar, Pemerintah Malaysia berencana menjadikan kawasan ini ikon baru yang mampu menarik pelancong asing mengunjungi Kuala Lumpur,” katanya.

Hendrik juga menjelaskan bahwa Wali kota Binjai Muhammad Idaham, didampingi ketua Tim penggerak PKK Lisa Andriani Idaham, Ketua GOPTKI Nani Susilawati Timbas, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Eka Edi Saputra, turut hadir menyaksikan festival tersebut.

Kehadiran Walikota Muhammad Idaham di Kuala Lumpur sekaligus sebagai kunjungan balasan atas kunjungan Datuk Bandar Raya Kuala Lumpur Datuk Seri Haji Ahmad Phesal Bin Haji Talib ke kota Binjai beberapa waktu lalu.

Festival gendang dan tari didahului dengan memperkenalkan pengurus saling tukar cenderamata antar peserta dengan Menteri Wilayah Persekutuan yang diwakili timbalannya Datuk Dr Loga Bala Mohan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Binjai itu juga menjelaskan festival gendang tari antar bangsa dikuti 13 peserta terdiri dari tujuh negara dari luar Malaysia yaitu Tuana Art Club dari Turki, Rhythm International Folk Art Club dari India, Nittorong dari Bangladesh.

Termasuk juga Ton Nam See band dari Thailand, Brazilian Drum dan Dance, dan dari Indonesia yaitu dari Kota Binjai dan kabupaten Bogor. Sedangkan enam peserta lainnya dari Malaysia yaitu dari Pahang, Negeri Sembilan, Johor, Melaka, Aswara dan Kuala Lumpur.

Artikel ini ditulis oleh:

Tari ‘Si Gale-Gale’ akan Ditampilkan di Malaysia

Jakarta, Aktual.co — Tim kesenian Kota Binjai, Sumatera Utara, mengikuti festival ‘gendang tari antar bangsa’ yang berlangsung di Dataran Medan Pasar, Jalan Leboh Pasar Kuala Lumpur Malaysia.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Binjai Hendrik Tambunan, di Binjai, Selasa (16/12) mengatakan, dalam festival itu tim kesenian Kota Binjai membawakan tari “Si Gale-Gale” yang diiringi gendang Batak dan alat musik tradisional lainnya.

“Pada festival yang bertujuan memperkenalkan Dataran Medan Pasar, Pemerintah Malaysia berencana menjadikan kawasan ini ikon baru yang mampu menarik pelancong asing mengunjungi Kuala Lumpur,” katanya.

Hendrik juga menjelaskan bahwa Wali kota Binjai Muhammad Idaham, didampingi ketua Tim penggerak PKK Lisa Andriani Idaham, Ketua GOPTKI Nani Susilawati Timbas, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Eka Edi Saputra, turut hadir menyaksikan festival tersebut.

Kehadiran Walikota Muhammad Idaham di Kuala Lumpur sekaligus sebagai kunjungan balasan atas kunjungan Datuk Bandar Raya Kuala Lumpur Datuk Seri Haji Ahmad Phesal Bin Haji Talib ke kota Binjai beberapa waktu lalu.

Festival gendang dan tari didahului dengan memperkenalkan pengurus saling tukar cenderamata antar peserta dengan Menteri Wilayah Persekutuan yang diwakili timbalannya Datuk Dr Loga Bala Mohan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Binjai itu juga menjelaskan festival gendang tari antar bangsa dikuti 13 peserta terdiri dari tujuh negara dari luar Malaysia yaitu Tuana Art Club dari Turki, Rhythm International Folk Art Club dari India, Nittorong dari Bangladesh.

Termasuk juga Ton Nam See band dari Thailand, Brazilian Drum dan Dance, dan dari Indonesia yaitu dari Kota Binjai dan kabupaten Bogor. Sedangkan enam peserta lainnya dari Malaysia yaitu dari Pahang, Negeri Sembilan, Johor, Melaka, Aswara dan Kuala Lumpur.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakai Spiritus, Pembuat Miras Oplosan Bantah Produknya Berbahaya

Jakarta, Aktual.co —Meski terbukti minuman keras oplosan yang dibuatnya mengandung bahan pembuat spiritus, EAH membantah miras buatannya berbahaya.
Bahkan pria berumur 38 tahun itu mengaku sering meminum sendiri miras buatannya.
“Saya sering minum kok, gak apa-apa. Orang yang beli saja yang nyampur minuman sendiri pakai ‘autan’ dan pentol korek api,” kata pria berbadan besar tersebut kepada wartawan, Selasa (16/12).
EAH mengaku menjalankan usahanya satu tahun terakhir. Sebelumnya dia mengaku berprofesi sebagai penagih hutang di salah satu perusahaan swasta.
Diberitakan sebelumnya, Satuan Industri Perdagangan Direktorat Kriminal Khusus (Satindag Dikrimsus) Polda Metro Jaya menggerebk pabrik miras oplosan di Gang Sejahtera Tanah Garapan RT 013 RW 017 Kelurahan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin malam (15/12) kemarin. 
Selain EAH, ikut diamankan lima orang lainnya. 
“Dua orang tenaga pengangkut, tiga orang peracik, dan satu orang pemilik yaitu EAH,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rikwanto, di Jakarta, Selasa (16/12).
Petugas juga mengamankan 10.200 botol minuman keras berbagai merek seperti Brandy, Wiskhy, Vodka dan lainnya. Ikut diamankan tiga drum minuman keras dengan isi per drumnya 200 liter.”Yang belum sempat dikemas dalam botol.” 
Kata Rikwanto, para tersangka selanjutnya bakal dijerat Pasal 137 dan Pasal 67 nomer 18 tentang pangan. “Dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Pakai Spiritus, Pembuat Miras Oplosan Bantah Produknya Berbahaya

Jakarta, Aktual.co —Meski terbukti minuman keras oplosan yang dibuatnya mengandung bahan pembuat spiritus, EAH membantah miras buatannya berbahaya.
Bahkan pria berumur 38 tahun itu mengaku sering meminum sendiri miras buatannya.
“Saya sering minum kok, gak apa-apa. Orang yang beli saja yang nyampur minuman sendiri pakai ‘autan’ dan pentol korek api,” kata pria berbadan besar tersebut kepada wartawan, Selasa (16/12).
EAH mengaku menjalankan usahanya satu tahun terakhir. Sebelumnya dia mengaku berprofesi sebagai penagih hutang di salah satu perusahaan swasta.
Diberitakan sebelumnya, Satuan Industri Perdagangan Direktorat Kriminal Khusus (Satindag Dikrimsus) Polda Metro Jaya menggerebk pabrik miras oplosan di Gang Sejahtera Tanah Garapan RT 013 RW 017 Kelurahan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin malam (15/12) kemarin. 
Selain EAH, ikut diamankan lima orang lainnya. 
“Dua orang tenaga pengangkut, tiga orang peracik, dan satu orang pemilik yaitu EAH,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rikwanto, di Jakarta, Selasa (16/12).
Petugas juga mengamankan 10.200 botol minuman keras berbagai merek seperti Brandy, Wiskhy, Vodka dan lainnya. Ikut diamankan tiga drum minuman keras dengan isi per drumnya 200 liter.”Yang belum sempat dikemas dalam botol.” 
Kata Rikwanto, para tersangka selanjutnya bakal dijerat Pasal 137 dan Pasal 67 nomer 18 tentang pangan. “Dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Bikin Miras Oplosan, Perhari Raup Omzet Rp30 Juta

Jakarta, Aktual.co —Penjual minuman keras oplosan ternyata bisa meraup untung besar dari menjual barang haram yang mematikan itu dengan memakai label palsu.
Temuan itu didapat dari penggerebekan di pabrik miras oplosan di Gang Sejahtera, Tanah Garapan, RT 13 RW 17, Kelurahan Pulo Gebang, Cakung beromzet, Senin (15/12) kemarin.
Kadiv Humas Polda Metro Jaya Rikwanto mengatakan dari enam orang tersangka yang diamankan, didapat keterangan bahwa omzet mereka menjual miras palsu dalam sehari bisa mencapai Rp 30 juta. 
“Padahal perbotolnya mereka cuma modal sekitar Rp30 ribu,” ujar dia di Jakarta, Selasa (16/12).
Untuk memperdaya konsumen, kata Rikwanto, pelaku menggunakan  merk – merk terkenal untuk menarik minat pembeli miras racikannya. Di antaranya merek Brandy dan Wiskhy yang dipatok Rp300 ribu/ botolnya.
Penjualan minuman merek-merek terkenal tapi ‘aspal’ itu bahkan mencapai beberapa kota di Pulau Jawa dan Sumatera. “Dikemas begitu, tapi label BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) palsu,” imbuhnya.
Dalam penggerebekan itu disita 10.200 botol minuman siap edar, tiga drum minuman oplosan yang belum dipindah botol, dan alat untuk membuat oplosan.

Artikel ini ditulis oleh:

Bikin Miras Oplosan, Perhari Raup Omzet Rp30 Juta

Jakarta, Aktual.co —Penjual minuman keras oplosan ternyata bisa meraup untung besar dari menjual barang haram yang mematikan itu dengan memakai label palsu.
Temuan itu didapat dari penggerebekan di pabrik miras oplosan di Gang Sejahtera, Tanah Garapan, RT 13 RW 17, Kelurahan Pulo Gebang, Cakung beromzet, Senin (15/12) kemarin.
Kadiv Humas Polda Metro Jaya Rikwanto mengatakan dari enam orang tersangka yang diamankan, didapat keterangan bahwa omzet mereka menjual miras palsu dalam sehari bisa mencapai Rp 30 juta. 
“Padahal perbotolnya mereka cuma modal sekitar Rp30 ribu,” ujar dia di Jakarta, Selasa (16/12).
Untuk memperdaya konsumen, kata Rikwanto, pelaku menggunakan  merk – merk terkenal untuk menarik minat pembeli miras racikannya. Di antaranya merek Brandy dan Wiskhy yang dipatok Rp300 ribu/ botolnya.
Penjualan minuman merek-merek terkenal tapi ‘aspal’ itu bahkan mencapai beberapa kota di Pulau Jawa dan Sumatera. “Dikemas begitu, tapi label BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) palsu,” imbuhnya.
Dalam penggerebekan itu disita 10.200 botol minuman siap edar, tiga drum minuman oplosan yang belum dipindah botol, dan alat untuk membuat oplosan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain