17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41150

Serbu Perkampungan, Puluhan Kuda Nil Gegerkan Warga

Jakarta, Aktual.co — Sekelompok kuda nil menyerbu sebuah desa di Tanzania Utara, untuk mencari ladang rumput. Hewan mamalia terbesar ketiga ini membuat warga panik, apalagi kedatangan kuda nil ini terjadi pada malam hari. 
“Saya sedang tidur ketika saya mendengar suara berisik dari rumah tetangga, dan banyak orang berteriak minta tolong,” tutur Ombeni Monjoli, warga Desa Nangara Ziwani, Kamis (Kamis (4/12).
Ia mengatakan, warga desa langsung keluar mendapati suara berisik dan berusaha mengusir kuda nil itu ke danau. Saat diusir itu, salah satu kuda nil lepas dari gerombolannya dan ditemukan di dalam lubang pembuangan kotoran yang sudah tak dipakai.
“Warga desa berhasil menemukan kembali kuda nil yang tercebur tersebut dan melepaskannya ke danau,” katanya. 
Disampaikan Monjoli, lubang tempat kuda nil terjatuh ini merupakan lubang pembuangan kotoran sapi. Namun lubang tersebut kemudian tidak dipakai oleh pemiliknya sehingga ditumbuhi banyak rumput. 
Elisande Kianda, petugas lingkungan hidup setempat mengatakan, kuda nil tersebut mengakibatkan kehebohan besar. Sebagian warga berlarian dari rumah, sebab kuda nil adalah hewan liar yang tidak bersosialisasi.
“Kuda nil adalah salah satu hewan air berbadan besar yang biasanya meninggalkan Danau Babati pada malam hari. Hewan tersebut berkeliaran ke pertanian di dekat danau itu untuk makan rumput dan kadangkala jagung,” jelasnya.
Perubahan iklim dan kegiatan manusia di sepanjang pinggir danau, lanjutnya, menjadi penyebab utama kuda nil mendatangi rumah warga sebab ladang rumput mereka telah musnah.

Artikel ini ditulis oleh:

Serbu Perkampungan, Puluhan Kuda Nil Gegerkan Warga

Jakarta, Aktual.co — Sekelompok kuda nil menyerbu sebuah desa di Tanzania Utara, untuk mencari ladang rumput. Hewan mamalia terbesar ketiga ini membuat warga panik, apalagi kedatangan kuda nil ini terjadi pada malam hari. 
“Saya sedang tidur ketika saya mendengar suara berisik dari rumah tetangga, dan banyak orang berteriak minta tolong,” tutur Ombeni Monjoli, warga Desa Nangara Ziwani, Kamis (Kamis (4/12).
Ia mengatakan, warga desa langsung keluar mendapati suara berisik dan berusaha mengusir kuda nil itu ke danau. Saat diusir itu, salah satu kuda nil lepas dari gerombolannya dan ditemukan di dalam lubang pembuangan kotoran yang sudah tak dipakai.
“Warga desa berhasil menemukan kembali kuda nil yang tercebur tersebut dan melepaskannya ke danau,” katanya. 
Disampaikan Monjoli, lubang tempat kuda nil terjatuh ini merupakan lubang pembuangan kotoran sapi. Namun lubang tersebut kemudian tidak dipakai oleh pemiliknya sehingga ditumbuhi banyak rumput. 
Elisande Kianda, petugas lingkungan hidup setempat mengatakan, kuda nil tersebut mengakibatkan kehebohan besar. Sebagian warga berlarian dari rumah, sebab kuda nil adalah hewan liar yang tidak bersosialisasi.
“Kuda nil adalah salah satu hewan air berbadan besar yang biasanya meninggalkan Danau Babati pada malam hari. Hewan tersebut berkeliaran ke pertanian di dekat danau itu untuk makan rumput dan kadangkala jagung,” jelasnya.
Perubahan iklim dan kegiatan manusia di sepanjang pinggir danau, lanjutnya, menjadi penyebab utama kuda nil mendatangi rumah warga sebab ladang rumput mereka telah musnah.

Artikel ini ditulis oleh:

Dishub Razia Delman Masuk Kawasan CFD

Petugas Dishub DKI Jakarta melakukan razia delman yang masuk ke dalam acara Car Free Day di Jakarta, Minggu (7/12/2014). Razia ini dilakukan Dishub karena delman dilarang melintas di kawasan acara car free day yang akan menggangu kegiatan warga dengan kehadiran delman. AKTUAL/MUNZIR

Peringatan 10 Tahun Meninggalnya Munir

Puluhan aktivis Sabahat Munir melakukan aksi menjelang peringatan hari HAM sedunia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (7/12/2014). Peringatan ini juga berbarengan dengan peringatan 10 Tahun tewasnya aktivis HAM Munir yang dibunuh di atas pesawat Garuda dengan nomor GA-974 ketika sedang menuju Amsterdam untuk melanjutkan kuliah pasca-sarjana. AKTUAL/MUNZIR

Tolak Perppu Pilkada, Pengamat: KMP Lakukan Bunuh Diri Politik

Jakarta, Aktual.co — Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai Koalisi Merah Putih (KMP) telah melakukan bunuh diri politik jika menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Golkar, PKS Gerindra, PAN, sebagian PPP yang tergabung dalam KMP tidak pantas ikut berkompetisi dalam pilkada secara langsung yang rencananya akan dilaksanakan secara serentak di tahun 2015,” kata Pangi Syarwi di Jakarta, Minggu (7/12).
Pangi mengatakan KMP seharusnya malu dan tahu diri karena sudah menolak Perppu Pilkada kalau nanti partai di KMP ikut dalam kontestasi Pilkada langsung.
Dia menilai KMP mencoba mengebiri dan mengembosi suara rakyat dan mematikan kran partisipasi politik rakyat dengan menolak pilkada langsung sehingga prasyarat pilar demokrasi tidak terpenuhi seperti instrumen partisipasi rakyat.
“Apabila nanti Perppu disahkan, siap- siap Golkar, Gerindra dan PKS termasuk PAN dan seterusnya ditinggalkan oleh rakyat sebab partai tersebut terlanjur memenggal pelibatan partisipasi rakyat dalam menentukan kepemimpinan politik,” ujarnya.
Menurut dia masyarakat masih menunggu dan berharap sikap politik Gerindra, PPP dan PKS untuk kembali pada khittah demokrasi yaitu mendukung perppu pilkada langsung.
Selain itu dirinya tidak meragukan soliditas Demokrat mendukung perppu pilkada karena kader Demokrat tidak ingin mempermalukan Ketua Umum Demokrat SBY.
“Namun kita salut dan bangga kalau nanti partai PAN dan Demokrat konsisten mendukung perppu pilkada langsung. Demokrat punya peran sentral dan menjadi elite penentu dalam rangka meloloskan perppu pilkada langsung,” katanya.
Pangi juga menilai masyarakat pasti kecewa dengan Partai Golkar karena dalam Musyawarah Nasional IX di Bali diputuskan menolak Perppu Pilkada dan mendukung pilkada melalui DPRD.
Selain itu menurut dia, Golkar juga mendukung sistem pemilu proporsional tertutup yaitu pemilihan anggota DPR dan DPRD bukan lagi berdasarkan suara terbanyak namun dikembalikan berdasarkan nomor urut.
“Ini salah satu bentuk nyata inkonsistensi Partai Golkar terhadap sistem pemilu. Kebijakan politik Maju mundur tapi tidak cantik,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tolak Perppu Pilkada, Pengamat: KMP Lakukan Bunuh Diri Politik

Jakarta, Aktual.co — Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai Koalisi Merah Putih (KMP) telah melakukan bunuh diri politik jika menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Golkar, PKS Gerindra, PAN, sebagian PPP yang tergabung dalam KMP tidak pantas ikut berkompetisi dalam pilkada secara langsung yang rencananya akan dilaksanakan secara serentak di tahun 2015,” kata Pangi Syarwi di Jakarta, Minggu (7/12).
Pangi mengatakan KMP seharusnya malu dan tahu diri karena sudah menolak Perppu Pilkada kalau nanti partai di KMP ikut dalam kontestasi Pilkada langsung.
Dia menilai KMP mencoba mengebiri dan mengembosi suara rakyat dan mematikan kran partisipasi politik rakyat dengan menolak pilkada langsung sehingga prasyarat pilar demokrasi tidak terpenuhi seperti instrumen partisipasi rakyat.
“Apabila nanti Perppu disahkan, siap- siap Golkar, Gerindra dan PKS termasuk PAN dan seterusnya ditinggalkan oleh rakyat sebab partai tersebut terlanjur memenggal pelibatan partisipasi rakyat dalam menentukan kepemimpinan politik,” ujarnya.
Menurut dia masyarakat masih menunggu dan berharap sikap politik Gerindra, PPP dan PKS untuk kembali pada khittah demokrasi yaitu mendukung perppu pilkada langsung.
Selain itu dirinya tidak meragukan soliditas Demokrat mendukung perppu pilkada karena kader Demokrat tidak ingin mempermalukan Ketua Umum Demokrat SBY.
“Namun kita salut dan bangga kalau nanti partai PAN dan Demokrat konsisten mendukung perppu pilkada langsung. Demokrat punya peran sentral dan menjadi elite penentu dalam rangka meloloskan perppu pilkada langsung,” katanya.
Pangi juga menilai masyarakat pasti kecewa dengan Partai Golkar karena dalam Musyawarah Nasional IX di Bali diputuskan menolak Perppu Pilkada dan mendukung pilkada melalui DPRD.
Selain itu menurut dia, Golkar juga mendukung sistem pemilu proporsional tertutup yaitu pemilihan anggota DPR dan DPRD bukan lagi berdasarkan suara terbanyak namun dikembalikan berdasarkan nomor urut.
“Ini salah satu bentuk nyata inkonsistensi Partai Golkar terhadap sistem pemilu. Kebijakan politik Maju mundur tapi tidak cantik,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain