18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41153

DPD Minta Polisi Responsif Tanggapi Laporan Penganiayaan PRT

Jakarta, Aktual.co — Medan, aktual.co – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengajak para pembantu rumah tangga (PRT) merani melapor ke aparat kepolisian jika disiksa oleh majikan. Senator dari Sumatera Barat ini pun meminta polisi jangan menyepelekan laporan mereka.
“Pengaduan PRT yang diperlakukan secara kasar dan tidak manusiawi itu, juga harus direspon dengan baik oleh aparat kepolisian,” kata Irman di Medan, Minggu (7/12).
Irman merasa prihatin terhadap PRT ketika menjenguk Sri Dewi (15) warga Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, yang dirawat di RSUD dr Pirngadi Medan setelah melompat dari lantai 2 rumah majikannya.
Kasus penganiayaan yang dialami PRT Dewi, kata Irman, harus menjadi catatan penting bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kasus-kasus seperti itu jangan sampai terulang lagi.
“Polisi harus mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami Dewi masih dibawah umur, dan baru tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP),” tukas Irman.
Perbuatan yang dilakukan majikan itu sangat keji dan tidak memiliki perikemanusiaan. Sebab hanya gara-gara minta pulang kampung ke Batubara, PRT tersebut disandera dan dipukuli.
“Akhirnya Dewi berbuat nekad, melompat dari lantai 2 ruko milik majikannya tersebut,” tutur Irman.
Dalam kasus ini, Polsek Medan Area telah manetapkan sang majikan berinisial SML (40) sebagai tersanga. Warga Jalan Denai Medan ini diketahui adalah penganiaya PRT Sri Dewi (15).
Tersangka dikenakan pasal perlindungan anak, juga terancam dengan pasal berlapis atas tindakan penganiayaan yang dilakukan SML. Dalam hasil pemeriksaan polisi, SML mengarah kepada dugaan tersangka “trafficking” atau perdagangan perempuan.
Nenek Sri Dewi bernama Lasnik (55) mengatakan, cucunya tersebut masih tergolong muda dan baru tamat SMP. “Sri Dewi bekerja di rumah majikannya itu, karena faktor ekonomi. Dia pun merasa sedih cucunya dianiaya, serta diperlakukan secara kasar.
Sebelumnya, Sri Dewi (15) disekap di rumah majikannya SML (40) warga Keturunan Pakistan, nekad melompat dari lantai 2 ruko di Jalan Denai Medan, Jumat (5/12) pagi.
Korban ingin pulang ke kampung halamannya, karena tidak tahan dengan pekerjaan yang diberikan majikan tersebut. Sebelum melakukan aksi nekadnya, Dewi juga dianiaya oleh majikan. Akibat kejadian itu, Dewi mengalami sakit di bagian pinggang, kaki kanan memar dan mengalami pendarahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Jangan Main-Main Soal Larangan Ekspor Bijih Mineral Mentah

Jakarta, Aktual.co — Para aktivis dari Koalisi Masyarakat Sipil Publish What You Pay (PWYP) Indonesia mendesak pemerintah untuk tidak main-main dalam pengelolaan sektor mineral dan batu bara dalam negeri. Mereka pun menyambut baik putusan MK yang menolak uji materi pasal tentang larangan ekspor mineral mentah yang diajukan Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo).
Koordinator Nasional PWYP Indonesia Maryati Abdullah mengatakan, publik merasa lega dengan putusan MK nomor 10/PUU-XII/2014 yang menolak permohonanan Apemindo untuk menguji Pasal 102 dan Pasal 103 Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Apemindo negajukan uji materi agar pasal 102 dan 103 UU Minerba tidak ditafsirkan sebagai pelarangan ekspor bijih atau material mentah secara langsung.
“Kita semua harus gembira mengingat dampak kerugian luar biasa yang akan ditanggung oleh negara apabila permohonan Apemindo dikabulkan. Paling tidak, bayang-bayang kerusakan lingkungan yang massif, berkurangnya potensi penerimaan negara dan hilangnya kedaulatan negara atas pengelolaan minerba untuk sementara bisa dihindarkan,” ujar Maryati.
Pasca putusan ini, lanjut dia, pemerintah harus konsisten menjamin pelaksanaan hilirisasi di sektor minerba termasuk memaksa pemegang Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dalam proses renegosisasi untuk tunduk terhadap ketentuanan Pasal 102 dan 103 UU Minerba.
Anggota Badan Pengarah PWYP Indonesia sekaligus pegiat LePMI (Lembaga Pengembangan Masyarakat Pesisir dan Pedalaman) Kendari, Sarmin Ginca mengingatkan kepada pemerintah untuk tidak boleh lagi ada kebijakan “relaksasi” hilirisasi sektor minerba ataupun memberikan kemudahan-kemudahan bagi KK dan PKP2B untuk tidak tunduk terhadap ketentuan pasal 102 dan 103 UU Minerba sebagai “kompensasi” atas renegosiasi yang saat ini berjalan.
Sarmin Ginca juga mengingatkan agar pemerintah memastikan pengawasan yang ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan “tikus” yang kerap digunakan oleh para pengusaha tambang mineral yang melakukan ekspor bijih atau material mentah secara diam-diam.
“Kasus penyelundupan ore nikel, pasir kuarsa dll yang menggunakan container di Batam beberapa waktu yang lalu mengindikasikan adanya modus baru yang patut diawasi secara serius oleh aparat pemerintah,” tandasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Jangan Main-Main Soal Larangan Ekspor Bijih Mineral Mentah

Jakarta, Aktual.co — Para aktivis dari Koalisi Masyarakat Sipil Publish What You Pay (PWYP) Indonesia mendesak pemerintah untuk tidak main-main dalam pengelolaan sektor mineral dan batu bara dalam negeri. Mereka pun menyambut baik putusan MK yang menolak uji materi pasal tentang larangan ekspor mineral mentah yang diajukan Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo).
Koordinator Nasional PWYP Indonesia Maryati Abdullah mengatakan, publik merasa lega dengan putusan MK nomor 10/PUU-XII/2014 yang menolak permohonanan Apemindo untuk menguji Pasal 102 dan Pasal 103 Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Apemindo negajukan uji materi agar pasal 102 dan 103 UU Minerba tidak ditafsirkan sebagai pelarangan ekspor bijih atau material mentah secara langsung.
“Kita semua harus gembira mengingat dampak kerugian luar biasa yang akan ditanggung oleh negara apabila permohonan Apemindo dikabulkan. Paling tidak, bayang-bayang kerusakan lingkungan yang massif, berkurangnya potensi penerimaan negara dan hilangnya kedaulatan negara atas pengelolaan minerba untuk sementara bisa dihindarkan,” ujar Maryati.
Pasca putusan ini, lanjut dia, pemerintah harus konsisten menjamin pelaksanaan hilirisasi di sektor minerba termasuk memaksa pemegang Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dalam proses renegosisasi untuk tunduk terhadap ketentuanan Pasal 102 dan 103 UU Minerba.
Anggota Badan Pengarah PWYP Indonesia sekaligus pegiat LePMI (Lembaga Pengembangan Masyarakat Pesisir dan Pedalaman) Kendari, Sarmin Ginca mengingatkan kepada pemerintah untuk tidak boleh lagi ada kebijakan “relaksasi” hilirisasi sektor minerba ataupun memberikan kemudahan-kemudahan bagi KK dan PKP2B untuk tidak tunduk terhadap ketentuan pasal 102 dan 103 UU Minerba sebagai “kompensasi” atas renegosiasi yang saat ini berjalan.
Sarmin Ginca juga mengingatkan agar pemerintah memastikan pengawasan yang ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan “tikus” yang kerap digunakan oleh para pengusaha tambang mineral yang melakukan ekspor bijih atau material mentah secara diam-diam.
“Kasus penyelundupan ore nikel, pasir kuarsa dll yang menggunakan container di Batam beberapa waktu yang lalu mengindikasikan adanya modus baru yang patut diawasi secara serius oleh aparat pemerintah,” tandasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Ratusan Pemuda ASEAN-Jepang Kunjungi Unair dan ITS

Jakarta, Aktual.co — Surabaya, Aktual.co – Ratusan pemuda dari negara anggota ASEAN dan Jepang peserta Program Kapal Pemuda ke-41 (Ship for South East Asian and Japanese Youth Programme/SSEAYP) mengunjungi Unair dan ITS Surabaya, Minggu (7/12).
“Kami mendapat sambutan yang hangat dari teman-teman di sini dan kami merasa sangat senang. Saya sangat mengapresiasi universitas ini (Unair) yang berkomitmen menjadi ‘center of excellence’ dengan membuat link yang bagus dengan internasional,” kata Pimpinan Delegasi (National Leader/NL) Singapura, Joy Lim.
Rodrigo C. Rivera, kontingen dari Filipina menilai Indonesia tidak jauh berbeda dengan Filipina. “Cuacanya, bangunannya, dan makanannya hampir sama,” jelasnya.
Delegasi SSEAYP 2014 tinggal di Surabaya selama empat hari, 5-8 Desember 2014. Mereka tinggal bersama orang tua asuh di Surabaya yang telah dipilihkan oleh Komite SSEAYP. Hal yang sama juga dialami peserta ketika singgah di Jepang, Brunei, Kamboja, dan Myanmar.
“Program ini membantu saya menjadi semakin terbuka khususnya tentang budaya, juga menambah teman dan sahabat,” ujar Fatur Rahman, delegasi Indonesia asal Sulawesi Tenggara.
Dalam penyambutan kedatangan 115 dari 330 peserta SSEAYP 2014 itu, Wakil Ketua BEM Unair, Gading Ekapuja Aurizki, menyampaikan pihaknya sangat senang dikunjungi oleh rombongan dari Kapal NIPPON MARU itu.
“Harapannya, kami bisa menjalin persahabatan antardelegasi, antarnegara, dan mendapatkan teman baru dari Surabaya,” katanya.
Setelah sambutan dari BEM, para delegasi dihibur oleh tim akustik yang membawakan lagu Indonesia Pusaka dan Tanah Airku serta beberapa lagu daerah, di antaranya Surabaya dan Apuse.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai “ASEAN Identity” oleh mahasiswa Hubungan Internasional Unair, Agastya Wardhana.
“Untuk menyatukan ASEAN dalam keberagaman masih ada beberapa kendala, di antaranya tantangan dalam melestarikan tradisi lokal dan mengadaptasi nilai-nilai baru,” katanya.
Untuk itu, dibutuhkan pengakuan kesetaraan, demokrasi, dan tidak mendiskriminasi sehingga negara-negara ASEAN dan Jepang bisa berkolaborasi dengan baik.
Setelah pemaparan tersebut, para peserta berdiskusi tentang ASEAN Identity secara berkelompok. Acara diakhiri dengan suguhan atraksi Pencak Silat Setia Hati Teratai Unair yang “unjuk gigi” dengan adegan saling menyerang dengan golok, celurit, dan tongkat.
Dalam waktu yang sama, kelompok delegasi lain sebanyak 143 dari 330 peserta Kapal ASEAN Nippon Maru mengunjungi kampus ITS Surabaya.
Para pemuda dari 11 negara itu meramaikan perhelatan “Gugur Gunung ke-7” atau GG 7.0 di area “urban farming” yang merupakan kampanye penghijauan secara rutin untuk mahasiswa baru.
Selain melakukan penanaman di area urban farming ITS, para pemuda dari 10 negara ASEAN dan Jepang itu turut mengampanyekan bersepeda sehat di dalam kampus.
Acara yang dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu diikuti ribuan mahasiswa baru dari berbagai jurusan di ITS dengan kegiatan safety riding, pengecatan berm trotoar jalan kampus ITS dan penanaman ribuan pohon.
“Bu Risma turut menyumbang sejumlah pohon Tabebuya (sejenis pohon sakura) dan langsung beraksi melakukan penanaman pohon Tabebuya tersebut secara simbolis di area halaman Rektorat bersama Rektor ITS,” kata ketua program Eco Campus ITS, Haryo Dwito Armono ST MEng PhD.

Artikel ini ditulis oleh:

Ratusan Pemuda ASEAN-Jepang Kunjungi Unair dan ITS

Jakarta, Aktual.co — Surabaya, Aktual.co – Ratusan pemuda dari negara anggota ASEAN dan Jepang peserta Program Kapal Pemuda ke-41 (Ship for South East Asian and Japanese Youth Programme/SSEAYP) mengunjungi Unair dan ITS Surabaya, Minggu (7/12).
“Kami mendapat sambutan yang hangat dari teman-teman di sini dan kami merasa sangat senang. Saya sangat mengapresiasi universitas ini (Unair) yang berkomitmen menjadi ‘center of excellence’ dengan membuat link yang bagus dengan internasional,” kata Pimpinan Delegasi (National Leader/NL) Singapura, Joy Lim.
Rodrigo C. Rivera, kontingen dari Filipina menilai Indonesia tidak jauh berbeda dengan Filipina. “Cuacanya, bangunannya, dan makanannya hampir sama,” jelasnya.
Delegasi SSEAYP 2014 tinggal di Surabaya selama empat hari, 5-8 Desember 2014. Mereka tinggal bersama orang tua asuh di Surabaya yang telah dipilihkan oleh Komite SSEAYP. Hal yang sama juga dialami peserta ketika singgah di Jepang, Brunei, Kamboja, dan Myanmar.
“Program ini membantu saya menjadi semakin terbuka khususnya tentang budaya, juga menambah teman dan sahabat,” ujar Fatur Rahman, delegasi Indonesia asal Sulawesi Tenggara.
Dalam penyambutan kedatangan 115 dari 330 peserta SSEAYP 2014 itu, Wakil Ketua BEM Unair, Gading Ekapuja Aurizki, menyampaikan pihaknya sangat senang dikunjungi oleh rombongan dari Kapal NIPPON MARU itu.
“Harapannya, kami bisa menjalin persahabatan antardelegasi, antarnegara, dan mendapatkan teman baru dari Surabaya,” katanya.
Setelah sambutan dari BEM, para delegasi dihibur oleh tim akustik yang membawakan lagu Indonesia Pusaka dan Tanah Airku serta beberapa lagu daerah, di antaranya Surabaya dan Apuse.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai “ASEAN Identity” oleh mahasiswa Hubungan Internasional Unair, Agastya Wardhana.
“Untuk menyatukan ASEAN dalam keberagaman masih ada beberapa kendala, di antaranya tantangan dalam melestarikan tradisi lokal dan mengadaptasi nilai-nilai baru,” katanya.
Untuk itu, dibutuhkan pengakuan kesetaraan, demokrasi, dan tidak mendiskriminasi sehingga negara-negara ASEAN dan Jepang bisa berkolaborasi dengan baik.
Setelah pemaparan tersebut, para peserta berdiskusi tentang ASEAN Identity secara berkelompok. Acara diakhiri dengan suguhan atraksi Pencak Silat Setia Hati Teratai Unair yang “unjuk gigi” dengan adegan saling menyerang dengan golok, celurit, dan tongkat.
Dalam waktu yang sama, kelompok delegasi lain sebanyak 143 dari 330 peserta Kapal ASEAN Nippon Maru mengunjungi kampus ITS Surabaya.
Para pemuda dari 11 negara itu meramaikan perhelatan “Gugur Gunung ke-7” atau GG 7.0 di area “urban farming” yang merupakan kampanye penghijauan secara rutin untuk mahasiswa baru.
Selain melakukan penanaman di area urban farming ITS, para pemuda dari 10 negara ASEAN dan Jepang itu turut mengampanyekan bersepeda sehat di dalam kampus.
Acara yang dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu diikuti ribuan mahasiswa baru dari berbagai jurusan di ITS dengan kegiatan safety riding, pengecatan berm trotoar jalan kampus ITS dan penanaman ribuan pohon.
“Bu Risma turut menyumbang sejumlah pohon Tabebuya (sejenis pohon sakura) dan langsung beraksi melakukan penanaman pohon Tabebuya tersebut secara simbolis di area halaman Rektorat bersama Rektor ITS,” kata ketua program Eco Campus ITS, Haryo Dwito Armono ST MEng PhD.

Artikel ini ditulis oleh:

TKW Korban Penganiayaan, Kuburannya Digali dan Jasadnya Diotopsi

Jakarta, Aktual.co — Tim Forensik Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran USU melakukan otopsi jasad tenaga kerja wanita (TKW) Hermin Ruswidyawati (45) korban penganiayaan tersangka SA (51) pemilik CV MJ di Jalan Madong Lubis, Medan.
Kabid Humas Polda Sumut AKBP Helfi Assegaf mengatakan, sebelum melakukan otopsi, Tim Forensik menggali kuburan Ruswidyawati di lokasi pekuburan umum Jalan Irian, Kelurahan Padang Mas, Kabanjahe. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban TKW tersebut.
Dalam pembongkaran jasad Ruswidyawati, penyidik bekerja sama dengan tim identifikasi korban atau Dissaster Victim Investigation (DVI) Polda Sumut dan Forensik Kedokteran USU.
“Pembongkaran kuburan ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata AKBP Helfi, dilansir Antara Minggu (7/12).
Sebelumnya, Tim identifikasi korban atau DVI Polda Sumut mendatangi Mapolresta Medan, Jumat (5/12) untuk menemui salah seorang keluarga TKW Ruswidyawati yang mengalami penyiksaan hingga akhirnya tewas dan jasadnya dibuang ke daerah Kabupaten Karo.
Tim DVI Polda Sumut juga telah mengecek darah keluarga TKW Ruswidyawati di sebuah ruangan di Polresta Medan. Hasil contoh darah ini nantinya akan dikirimkan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut.
Salah seorang tim DVI Polda Sumut, Kompol J. Ginting membenarkan, pihaknya akan mengambil contoh darah guna mencocokkan dengan korban TKW yang tewas itu.
Polresta Medan, Jumat (28/11) menetapkan tujuh orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap tiga TKW, yakni Endang Murdaningsih (55) asal Madura, Ropmiani (42) asal Demak dan Anis Rahayu (25) asal Malang.
Dari tujuh pelaku penganiayaan tersebut, yakni pimpinan perusahaan CV MJ penyalur TKW berinisial SA dan istrinya RDK, MT anaknya, ZKR keponakan, KA karyawan, BHR karyawan, dan FER sopir.
Sebelumnya, Polresta Medan menggerebek sebuah rumah penyalur TKW “CV MJ” di Jalan Beo/Jalan Madong Lubis No 17 Lingkungan II Kelurahan Sidodadi, Kamis (27/11) siang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain