13 April 2026
Beranda blog Halaman 41191

Kelola GBK, Kemenpora Isyaratkan Tetap Gandeng PPKGBK

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) isyaratkan tetap bekerja sama dengan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), apabila nantinya wewenang pengelolaan komplek GBK jatuh ke tangan Kemenpora.
Dikatakan oleh Deputi V Bidang keharimonisan dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Kemenpora tidak mau kerepotan apabila harus mengurus sendiri pengelolaan komplek GBK. Seperti apa dan bagaImana tata kelolanya, pihak Kemenpora tetap perlu berkerja sama dengan lembaga tertentu.
“Prinsipnya kami (Kemenpora) ingin wewenang pengelolaan komplek GBK di bawah kami. Rencana Menpora (Imam Nahrawi) tidak langsung mengelola, mungkin nanti ada lembaga lain yang ngurusin,” ungkap Gatot kepada Aktual.co, Jumat (12/12).
Untuk pelaporan yang berbau pengelolaan komplek GBK, kata Gatot, nantinya akan ditangani langsung oleh Menpora. Alasannya, Menpora tidak mau anak buahnya ikut pusing mengurus pengelolaan GBK.
“Pelaporan dan kendalinya langsung di bawah Menpora. Biar Deputi lain bisa fokus mengurus prestasi olahraga dan gak pusing mikirin pengelolaan GBK.”
Rencana Kemenpora mengambil alih pengelolaan komplek GBK, bisa dibilang menjadi salah satu pekerjaan utama Menpora Imam Nahwrawi. Hal itu terlihat dengan aktivitas Menpora yang seakan-akan mencari dukungan pihak-pihak terkait untuk memuluskan rencana tersebut.
Seperti diwartakan Aktual.co sebelumnya. Pada Senin (8/12), Menpora sempat menyambangi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pada pertemuan tersebut, Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama juga mengutarakan dukungannya kepada Menpora untuk segera mengambil pengelolaan komple GBK.

Artikel ini ditulis oleh:

Akhir Pekan, IHSG Dibuka Melemah 1,53 Poin

Jakarta, Aktual.co —  Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka melemah tipis sebesar 1,53 poin atau 0,03 persen menjadi 5.151,16. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah sebesar 0,38 poin (0,04 persen) ke level 886,09.

Head of Research Valbury Asia Secuirites Alfiansyah bahwa masih adanya kekhawatiran pasar terhadap penurunan harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan hingga menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir membuat laju indeks BEI tertahan.

“Pelemahan minyak dunia memicu kekhawatiran terhadap kinerja dari sektor energi, termasuk dampak bagi sektor pertambangan lainnya seperti batubara dan logam,” kata Alfiansyah di Jakarta, Jumat (12/12).

Di sisi lain ,lanjut dia, aktifitas pasar diperkirakan mengalami penurunan seiring dengan investor yang sebagian telah mulai mengurangi kegiatan menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Namun di sisi lain, lanjut dia, kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,75 persen itu menandakan infasi akan tetap terkendali sesuai dengan proyeksi, keputusan itu dapat menjadi sinyalemen positif bagi pasar.

“Untuk perdagangan saham pada hari ini IHSG diperkirakan bergerak berfluktuasi dengan peluangan menguat terbatas,” katanya.

Sementara itu, pada pada pukul 09.30 WIB indeks BEI terpantau bergerak ke area positif atau menguat sebesar 7,79 poin (0,15 persen) menjadi 5.160,37.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 74,51 poin (0,32 persen) ke 23.387,05, indeks Nikkei turun 216,11 poin (1,28 persen) ke 17.477,51, dan Straits Times menguat 12,08 poin (0,36 persen) ke posisi 3.331,33.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Akhir Pekan, IHSG Dibuka Melemah 1,53 Poin

Jakarta, Aktual.co —  Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka melemah tipis sebesar 1,53 poin atau 0,03 persen menjadi 5.151,16. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah sebesar 0,38 poin (0,04 persen) ke level 886,09.

Head of Research Valbury Asia Secuirites Alfiansyah bahwa masih adanya kekhawatiran pasar terhadap penurunan harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan hingga menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir membuat laju indeks BEI tertahan.

“Pelemahan minyak dunia memicu kekhawatiran terhadap kinerja dari sektor energi, termasuk dampak bagi sektor pertambangan lainnya seperti batubara dan logam,” kata Alfiansyah di Jakarta, Jumat (12/12).

Di sisi lain ,lanjut dia, aktifitas pasar diperkirakan mengalami penurunan seiring dengan investor yang sebagian telah mulai mengurangi kegiatan menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Namun di sisi lain, lanjut dia, kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,75 persen itu menandakan infasi akan tetap terkendali sesuai dengan proyeksi, keputusan itu dapat menjadi sinyalemen positif bagi pasar.

“Untuk perdagangan saham pada hari ini IHSG diperkirakan bergerak berfluktuasi dengan peluangan menguat terbatas,” katanya.

Sementara itu, pada pada pukul 09.30 WIB indeks BEI terpantau bergerak ke area positif atau menguat sebesar 7,79 poin (0,15 persen) menjadi 5.160,37.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 74,51 poin (0,32 persen) ke 23.387,05, indeks Nikkei turun 216,11 poin (1,28 persen) ke 17.477,51, dan Straits Times menguat 12,08 poin (0,36 persen) ke posisi 3.331,33.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ketambahan Silpa 30 Triliun, APBD DKI 2015 Siap-siap Melonjak

Jakarta, Aktual.co —Jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2015 siap-siap melonjak. Mengingat Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2014 di kisaran Rp 30 triliun. Padahal di tahun 2013, sisa anggaran DKI hanya Rp 9 triliun.
Dikatakan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhamad Sanusi, bila APBD 2015 diputuskan di angka Rp 60 triliun, lalu ditambah Silpa Rp 30 triliun, maka hasil akhirnya APBD DKI 2015 bisa menjadi Rp 90 triliun.
“Lompat banyak dari APBD tahun ini (2014),” ujar dia di DPRD DKI, Jakarta, Kamis (11/12).
Melonjaknya sisa anggaran DKI di tahun 2014 hingga Rp30 trilun, menurut Sanusi sudah bisa dipastikan. Mengingat di 30 November 2014 lalu penyerapan anggaran DKI stagnan di angka 36,7 persen, dari total anggaran Rp 72,6 triliun. 
Wakil Ketua DPRD DKI, M. Taufik bahkan berseloroh kalau DKI ingin menghabiskan APBD 2014 di sisa waktu sekarang, maka tiap hari harus menghabiskan 1,6 triliun. Itu pun dengan asumsi masih tersisa 29 hari sebelum akhir tahun. 

Artikel ini ditulis oleh:

Ketambahan Silpa 30 Triliun, APBD DKI 2015 Siap-siap Melonjak

Jakarta, Aktual.co —Jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2015 siap-siap melonjak. Mengingat Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2014 di kisaran Rp 30 triliun. Padahal di tahun 2013, sisa anggaran DKI hanya Rp 9 triliun.
Dikatakan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhamad Sanusi, bila APBD 2015 diputuskan di angka Rp 60 triliun, lalu ditambah Silpa Rp 30 triliun, maka hasil akhirnya APBD DKI 2015 bisa menjadi Rp 90 triliun.
“Lompat banyak dari APBD tahun ini (2014),” ujar dia di DPRD DKI, Jakarta, Kamis (11/12).
Melonjaknya sisa anggaran DKI di tahun 2014 hingga Rp30 trilun, menurut Sanusi sudah bisa dipastikan. Mengingat di 30 November 2014 lalu penyerapan anggaran DKI stagnan di angka 36,7 persen, dari total anggaran Rp 72,6 triliun. 
Wakil Ketua DPRD DKI, M. Taufik bahkan berseloroh kalau DKI ingin menghabiskan APBD 2014 di sisa waktu sekarang, maka tiap hari harus menghabiskan 1,6 triliun. Itu pun dengan asumsi masih tersisa 29 hari sebelum akhir tahun. 

Artikel ini ditulis oleh:

Proyeksi Kontrak Baru Adhi Karya Menurun di 2014

Jakarta, Aktual.co — PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memproyeksikan penurunan raihan kontrak baru pada tahun 2014 ini menjadi Rp10,5 triliun disebabkan mundurnya beberapa proyek yang telah direncanakan sebelumnya.

“Adanya perkiraan itu, berdampak pada target pendapatan usaha yang juga menurun menjadi Rp9,2 triliun dibandingkan realisasi tahun 2013 sebesar Rp9,8 triliun,” kata Corporate Secretary Adhi Karya Tbk Ki Syahgolang Permata dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (12/12).

Dengan demikian, lanjut dia, laba bersih Adhi Karya tahun ini diprediksi menjadi Rp322,9 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp405,9 miliar.

Ia mengemukakan bahwa hingga November tahun 2014 ini perseroan baru memperoleh kontrak baru sebesar Rp6,3 triliun atau setara dengan 39 persen dari target tahun ini senilai Rp15,2 triliun.

Ia memaparkan bahwa raihan kontrak baru itu didominasi oleh proyek-proyek gedung sebesar 59,4 persen, jalan dan jembatan 21,1 persen dan sisanya proyek infrastruktur lainnya.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu faktor rendahnya pencapaian kontrak baru itu seiring dengan adanya kegiatan pemilihan umum (Pemilu) termasuk transisi pemerintahan baru.

Kendati demikian, hingga awal Desember 2014 ini, Adhi Karya Tbk berhasil meraih beberapa kontrak baru diantaranya proyek EPC pembangunan pabrik Ammonia-Urea II di Gresik, Jawa Timur, milik PT Petrokimia Gresik sebesar 473,321 juta dolar AS ditambah Rp601,401 miliar sehingga total nilai kontrak sekitar Rp6,304 triliun.

“Proyek itu merupakan ‘joint operation’ bersama Wuhuan (Tiongkok). Porsi ADHI sebesar 25 persen dan sisanya dimiliki Wuhuan,” papar Ki Syahgolang Permata.

Untuk 2015, lanjut dia, perseroan mencanangkan target perolehan kontrak baru sebesar Rp15,2 triliun, dimana lini bisnis jasa konstruksi ditargetkan meraih kontrak baru sebesar Rp12,5 triliun, EPC sebesar Rp460,1 miliar, properti realti Rp1,7 triliun, dan “precast concrete” Rp479,6 miliar.

Sementara total pendapatan usaha di 2015 direncanakan sebesar Rp13,2 triliun. Dan laba bersih ditargetkan sebesar Rp440,1 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain