14 April 2026
Beranda blog Halaman 41208

Korsleting Listrik, Penyebab Tertinggi Kebakaran di Jakut

Jakarta, Aktual.co —Plt Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) menertibkan sambungan listrik ilegal di wilayahnya.
Dia menduga banyak warga yang mengambil listrik secara ilegal yang tidak sesuai tegangan. Akibatnya, timbul korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran.
“Banyak pencurian dan penyalahgunaan listrik terjadi di pemukiman padat,” ujarnya, Kamis (11/12).
Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir, korsleting listrik ternyata jadi penyebab tertinggi kebakaran di Jakarta Utara.
Hal itu diakui Kepala Seksi Operasional (Kasiop) Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara, Muchtar Zakaria 
“Selama 3 tahun ini dari 526 kasus kebakaran, sebanyak 334 diakibatkan oleh korsleting listrik,” ujarnya, Kamis (11/12).
Di tahun ini, dikutip dari Beritajakarta, sejak Januari hingga awal Desember 2014, sebanyak 169 kali kebakaran terjadi di wilayah Jakarta Utara. Dari jumlah tersebut, 92 kasus karena korsleting listrik. Disusul 27 kali akibat kompor, 17 kali akibat rokok dan 34 kali karena penyebab lain. 
Kebakaran juga memakan korban jiwa enam orang, dan kerugian material senilai Rp 78.906.500.

Artikel ini ditulis oleh:

Korsleting Listrik, Penyebab Tertinggi Kebakaran di Jakut

Jakarta, Aktual.co —Plt Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) menertibkan sambungan listrik ilegal di wilayahnya.
Dia menduga banyak warga yang mengambil listrik secara ilegal yang tidak sesuai tegangan. Akibatnya, timbul korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran.
“Banyak pencurian dan penyalahgunaan listrik terjadi di pemukiman padat,” ujarnya, Kamis (11/12).
Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir, korsleting listrik ternyata jadi penyebab tertinggi kebakaran di Jakarta Utara.
Hal itu diakui Kepala Seksi Operasional (Kasiop) Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara, Muchtar Zakaria 
“Selama 3 tahun ini dari 526 kasus kebakaran, sebanyak 334 diakibatkan oleh korsleting listrik,” ujarnya, Kamis (11/12).
Di tahun ini, dikutip dari Beritajakarta, sejak Januari hingga awal Desember 2014, sebanyak 169 kali kebakaran terjadi di wilayah Jakarta Utara. Dari jumlah tersebut, 92 kasus karena korsleting listrik. Disusul 27 kali akibat kompor, 17 kali akibat rokok dan 34 kali karena penyebab lain. 
Kebakaran juga memakan korban jiwa enam orang, dan kerugian material senilai Rp 78.906.500.

Artikel ini ditulis oleh:

DKI Jakarta POM Remaja Cabor Renang

Jakarta, Aktual.co — Kontingen DKI Jakarta, memastikan juara umum di cabang renang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I 2014, dengan memperoleh total 14 medali emas, 13 perak dan 4 perunggu.

Hingga perlombaan hari terakhir di Kolam Renang Kertajaya, Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam (11/12), posisi DKI tidak terkejar oleh para pesaingnya, terutama tuan rumah Jawa Timur yang harus puas berada di urutan kedua dengan meraih 7 emas, 8 perak, dan 4 perunggu.

Selanjutnya Jawa Tengah yang mendapatkan 2 emas dan 6 perunggu menempati posisi ketiga, disusul Kalimantan Timur dengan hanya 2 medali emas.

Pada hari terakhir yang melombakan tujuh nomor final, kontingen DKI Jakarta dan Jatim sama-sama menambah tiga medali emas, serta satu emas lainnya direbut kontingen Bali.

Medali emas DKI masing-masing disumbangkan A.A Istri Kania Ratih yang turun di nomor 50 meter gaya punggung putri, Ilham Ahmad (200 meter gaya ganti perorangan putra) dan Alexander Damanik (200 meter gaya kupu-kupu putra).

Sedangkan tuan rumah Jatim menambah medali emas melalui Adinda Larasati pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dan Aaron San Wibowo yang menyabet dua emas di nomor 50 meter gaya punggung dan 50 gaya bebas putra.

Adapun kontingen Bali sukses mencuri satu emas dan mematahkan dominasi DKI maupun Jatim di final nomor 50 meter gaya bebas putri melalui perenang andalannya Ni Luh Made Citra.

“Secara keseluruhan kami cukup puas dengan prestasi yang dicapai anak-anak, karena mampu melewati target lima emas yang diberikan oleh KONI Jatim,” kata Wakil Ketua Pengprov PRSI Jatim Herlambang Wijaya.

Pelatih renang Jatim Chusaini Matlik menambahkan kekuatan timnya terlalu bertumpu pada Aaron San Wibowo dan Adinda Larasati dalam perburuan medali emas, sementara perenang lainnya tampil kurang optimal.

Adinda Larasati menorehkan empat medali emas, sementara Aaron San Wibowo dengan dua emas di hari terakhir dan satu medali lainnya dihasilkan Nurita Monica.

“Kami bersyukur karena motivasi anak-anak cukup tinggi pada perlombaan hari terakhir, sehingga mampu menambah tiga medali emas,” katanya.

Berikut hasil lengkap perolehan medali cabang renang:
1. DKI Jakarta 14 13 4
2. Jatim 7 8 4
3. Jateng 2 0 6
4. Kaltim 2 0 0
5. Sulsel 1 3 1
6. Jabar 1 2 5
7. Bali 1 2 3
8. Sumut 0 0 3
9. Riau 0 0 2

Artikel ini ditulis oleh:

DKI Jakarta POM Remaja Cabor Renang

Jakarta, Aktual.co — Kontingen DKI Jakarta, memastikan juara umum di cabang renang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I 2014, dengan memperoleh total 14 medali emas, 13 perak dan 4 perunggu.

Hingga perlombaan hari terakhir di Kolam Renang Kertajaya, Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam (11/12), posisi DKI tidak terkejar oleh para pesaingnya, terutama tuan rumah Jawa Timur yang harus puas berada di urutan kedua dengan meraih 7 emas, 8 perak, dan 4 perunggu.

Selanjutnya Jawa Tengah yang mendapatkan 2 emas dan 6 perunggu menempati posisi ketiga, disusul Kalimantan Timur dengan hanya 2 medali emas.

Pada hari terakhir yang melombakan tujuh nomor final, kontingen DKI Jakarta dan Jatim sama-sama menambah tiga medali emas, serta satu emas lainnya direbut kontingen Bali.

Medali emas DKI masing-masing disumbangkan A.A Istri Kania Ratih yang turun di nomor 50 meter gaya punggung putri, Ilham Ahmad (200 meter gaya ganti perorangan putra) dan Alexander Damanik (200 meter gaya kupu-kupu putra).

Sedangkan tuan rumah Jatim menambah medali emas melalui Adinda Larasati pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dan Aaron San Wibowo yang menyabet dua emas di nomor 50 meter gaya punggung dan 50 gaya bebas putra.

Adapun kontingen Bali sukses mencuri satu emas dan mematahkan dominasi DKI maupun Jatim di final nomor 50 meter gaya bebas putri melalui perenang andalannya Ni Luh Made Citra.

“Secara keseluruhan kami cukup puas dengan prestasi yang dicapai anak-anak, karena mampu melewati target lima emas yang diberikan oleh KONI Jatim,” kata Wakil Ketua Pengprov PRSI Jatim Herlambang Wijaya.

Pelatih renang Jatim Chusaini Matlik menambahkan kekuatan timnya terlalu bertumpu pada Aaron San Wibowo dan Adinda Larasati dalam perburuan medali emas, sementara perenang lainnya tampil kurang optimal.

Adinda Larasati menorehkan empat medali emas, sementara Aaron San Wibowo dengan dua emas di hari terakhir dan satu medali lainnya dihasilkan Nurita Monica.

“Kami bersyukur karena motivasi anak-anak cukup tinggi pada perlombaan hari terakhir, sehingga mampu menambah tiga medali emas,” katanya.

Berikut hasil lengkap perolehan medali cabang renang:
1. DKI Jakarta 14 13 4
2. Jatim 7 8 4
3. Jateng 2 0 6
4. Kaltim 2 0 0
5. Sulsel 1 3 1
6. Jabar 1 2 5
7. Bali 1 2 3
8. Sumut 0 0 3
9. Riau 0 0 2

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Dana BOP/ BOS Dikucurkan, Manajemen Sekolah Dituntut Transparan

Jakarta, Aktual.co —Kepala Dinas Pendidikan DKI, Lasro Marbun berpendapat penerapan konsep manajemen transparan dan akuntabel perlu segera dilakukan di sekolah-sekolah negeri Jakarta. 
Tujuannya, untuk mengontrol penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tahun depan diprediksi mencapai Rp 1,38 triliun.
“Kalau berjalan baik, saya yakin praktik curang dalam penggunaan dana BOP dan BOS tersebut tidak akan terjadi,” ujar dia, di Jakarta, Kamis (11/12).
Terkesan kecewa, Lasro mengungkapkan kalau saat ini masih sangat minim sekolah negeri di DKI yang sudah berani mendeklarasikan akan mewujudkan manajemen keuangan yang transparan serta bertanggungjawab.
Sejak dicanangkan November lalu, dari 2.599 sekolah negeri di enam wilayah ibu kota, baru 78 sekolah yang mendeklarasikan diri. Padahal deklarasi untuk menjadi sekolah dengan manajemen akuntable dan transparan, merupakan indikator evaluasi.
Evaluasi pun akan dilakukan. Kata Lasro, bukan tidak mungkin bakal ada kepala sekolah yang bakal digeser karena tidak berani melakukan deklarasi.
“Ibaratnya, apabila kapal sudah melaju, dengan sendirinya berarti yang tidak mau dekat pelabuhan jangan di pelabuhan. Kalau perlu kita keluarkan dari kapal,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Dana BOP/ BOS Dikucurkan, Manajemen Sekolah Dituntut Transparan

Jakarta, Aktual.co —Kepala Dinas Pendidikan DKI, Lasro Marbun berpendapat penerapan konsep manajemen transparan dan akuntabel perlu segera dilakukan di sekolah-sekolah negeri Jakarta. 
Tujuannya, untuk mengontrol penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tahun depan diprediksi mencapai Rp 1,38 triliun.
“Kalau berjalan baik, saya yakin praktik curang dalam penggunaan dana BOP dan BOS tersebut tidak akan terjadi,” ujar dia, di Jakarta, Kamis (11/12).
Terkesan kecewa, Lasro mengungkapkan kalau saat ini masih sangat minim sekolah negeri di DKI yang sudah berani mendeklarasikan akan mewujudkan manajemen keuangan yang transparan serta bertanggungjawab.
Sejak dicanangkan November lalu, dari 2.599 sekolah negeri di enam wilayah ibu kota, baru 78 sekolah yang mendeklarasikan diri. Padahal deklarasi untuk menjadi sekolah dengan manajemen akuntable dan transparan, merupakan indikator evaluasi.
Evaluasi pun akan dilakukan. Kata Lasro, bukan tidak mungkin bakal ada kepala sekolah yang bakal digeser karena tidak berani melakukan deklarasi.
“Ibaratnya, apabila kapal sudah melaju, dengan sendirinya berarti yang tidak mau dekat pelabuhan jangan di pelabuhan. Kalau perlu kita keluarkan dari kapal,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain