6 April 2026
Beranda blog Halaman 41269

Dynand dan Heri Terima Penghargaan dari Menteri Pariwisata

Jakarta, Aktual.co — Presiden “Jember Festival Carnaval” (JFC) Dynand Fariz dan seniman tari Heri Lentho dari Surabaya menerima penghargaan dari Menteri Pariwisata di Jakarta.

Henri Nurcahyo, pengelola Pusat Informasi Kesenian Jawa Timur “Brang Wetan” di Surabaya, Rabu (10/12) menjelaskan bahwa penghargaan untuk Dynand Fariz diberikan untuk bidang penyelenggara acara seni pertunjukan, sedangkan Heri Lentho sebagai kreator seni pertunjukan.

“Bersama mereka, juga ada enam seniman lainnya yang mendapat penghargaan dengan katagori berbeda. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya di halaman Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Selasa (9/12) malam. Pada saat yang sama juga dincanangkan pembangunan ruang pertunjukan seni dan budaya kawasan Kota Tua Jakarta,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Dynand Fariz dikenal sebagai seniman tata busana yang sukses menggelar JFC selama 12 tahun yang sudah melegenda dan terkenal hingga ke mancanegara. Kegiatan itu kini ditiru oleh banyak daerah di Indonesia.

Alumnus jurusan seni rupa FBS IKIP Negeri Surabaya (Unesa) dan Sekolah Mode ESMOD Jakarta dan Paris itu sudah meraih berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Di antaranya, The Creative & Innovative Institution (2012), Tokoh Industri Kreatif (2012), Inspirator Social Enterprenuership Dunia katagori Fashion Canival di Brazil.

Sementara Heri Lentho yang bernama asli Heri Prasetyo dikenal sebagai seniman yang tidak pernah bisa berdiam diri dan selalu berkarya sepanjang tahun. Alumnus jurusan seni tari IKIP Negeri Surabaya berpengalaman dalam berbagai level produksi teater, tari, musik dan termasuk sebagai senior stage manager di Jawa Timur.

Lelaki kelahiran Malang 13 Mei 1967 ini dikenal sebagai koreografer dan berpengalaman dalam menyiapkan berbagai kegiatan kesenian.

“Istimewanya, meski Lentho selalu sibuk mengerjakan karya pesanan, namun dia masih sempat membuat karya pertunjukan menurut idealismenya sendiri. Sendratari ‘Rajapatni’ adalah karya idealis mutakhir yang digelar di pelataran Candi Brahu, Trowulan, bersama penari-penari senior, 22 November 2014,” katanya.

Lentho juga pernah meraih penghargaan penata tari terbaik tingkat nasional dan penyaji terbaik Festival Seni Pertunjukan Nasional.

“Meski demikian, Lentho dan Dynand Fariz, sebagai seniman potensial dan banyak pengalaman ini ternyata sama sekali belum pernah mendapatkan penghargaan seni budaya dari Gubernur Jawa Timur yang menjadi tradisi tahunan itu,” ujar Henri Nurcahyo.

Sementara penerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata selengkapnya adalah, kategori kreator diberikan kepada Ali Syukri (Sumatera Barat), Heri Lentho (Jawa Timur), Syukri Ramzan (Bengkulu).

Kategori pengelola diberikan kepada Indrawati Lukman pemilik Studio Tari Indra (Bandung, Jawa Barat), Amna Kusumo dari Yayasan Kelola (DKI Jakarta). Kategori kritikus diberikan kepada Afrizal Malna (DIY, sekarang sedang tinggal di Berlin, Jerman).

Untuk kategori penyelenggara event seni pertunjukan diberikan kepada Dynand Fariz (Jember Fashion Carnaval, Jember, Jawa Timur), Maria Darmaningsih, Siti Nurchaerani Kusumastuti dan Melina Surya Dewi, penyelengara Indonesia Dance Festival (IDF).

Pemilihan untuk pemberian penghargaan itu melibatkan tim juri yang dipimpin oleh Sukatno dengan anggota Nano Riantiarno, Juju Masunah, Chairul Slamet, Irawati Kusumoasri, Julianus P. Limbeng, dan Benny Johanes.

Artikel ini ditulis oleh:

Dynand dan Heri Terima Penghargaan dari Menteri Pariwisata

Jakarta, Aktual.co — Presiden “Jember Festival Carnaval” (JFC) Dynand Fariz dan seniman tari Heri Lentho dari Surabaya menerima penghargaan dari Menteri Pariwisata di Jakarta.

Henri Nurcahyo, pengelola Pusat Informasi Kesenian Jawa Timur “Brang Wetan” di Surabaya, Rabu (10/12) menjelaskan bahwa penghargaan untuk Dynand Fariz diberikan untuk bidang penyelenggara acara seni pertunjukan, sedangkan Heri Lentho sebagai kreator seni pertunjukan.

“Bersama mereka, juga ada enam seniman lainnya yang mendapat penghargaan dengan katagori berbeda. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya di halaman Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Selasa (9/12) malam. Pada saat yang sama juga dincanangkan pembangunan ruang pertunjukan seni dan budaya kawasan Kota Tua Jakarta,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Dynand Fariz dikenal sebagai seniman tata busana yang sukses menggelar JFC selama 12 tahun yang sudah melegenda dan terkenal hingga ke mancanegara. Kegiatan itu kini ditiru oleh banyak daerah di Indonesia.

Alumnus jurusan seni rupa FBS IKIP Negeri Surabaya (Unesa) dan Sekolah Mode ESMOD Jakarta dan Paris itu sudah meraih berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Di antaranya, The Creative & Innovative Institution (2012), Tokoh Industri Kreatif (2012), Inspirator Social Enterprenuership Dunia katagori Fashion Canival di Brazil.

Sementara Heri Lentho yang bernama asli Heri Prasetyo dikenal sebagai seniman yang tidak pernah bisa berdiam diri dan selalu berkarya sepanjang tahun. Alumnus jurusan seni tari IKIP Negeri Surabaya berpengalaman dalam berbagai level produksi teater, tari, musik dan termasuk sebagai senior stage manager di Jawa Timur.

Lelaki kelahiran Malang 13 Mei 1967 ini dikenal sebagai koreografer dan berpengalaman dalam menyiapkan berbagai kegiatan kesenian.

“Istimewanya, meski Lentho selalu sibuk mengerjakan karya pesanan, namun dia masih sempat membuat karya pertunjukan menurut idealismenya sendiri. Sendratari ‘Rajapatni’ adalah karya idealis mutakhir yang digelar di pelataran Candi Brahu, Trowulan, bersama penari-penari senior, 22 November 2014,” katanya.

Lentho juga pernah meraih penghargaan penata tari terbaik tingkat nasional dan penyaji terbaik Festival Seni Pertunjukan Nasional.

“Meski demikian, Lentho dan Dynand Fariz, sebagai seniman potensial dan banyak pengalaman ini ternyata sama sekali belum pernah mendapatkan penghargaan seni budaya dari Gubernur Jawa Timur yang menjadi tradisi tahunan itu,” ujar Henri Nurcahyo.

Sementara penerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata selengkapnya adalah, kategori kreator diberikan kepada Ali Syukri (Sumatera Barat), Heri Lentho (Jawa Timur), Syukri Ramzan (Bengkulu).

Kategori pengelola diberikan kepada Indrawati Lukman pemilik Studio Tari Indra (Bandung, Jawa Barat), Amna Kusumo dari Yayasan Kelola (DKI Jakarta). Kategori kritikus diberikan kepada Afrizal Malna (DIY, sekarang sedang tinggal di Berlin, Jerman).

Untuk kategori penyelenggara event seni pertunjukan diberikan kepada Dynand Fariz (Jember Fashion Carnaval, Jember, Jawa Timur), Maria Darmaningsih, Siti Nurchaerani Kusumastuti dan Melina Surya Dewi, penyelengara Indonesia Dance Festival (IDF).

Pemilihan untuk pemberian penghargaan itu melibatkan tim juri yang dipimpin oleh Sukatno dengan anggota Nano Riantiarno, Juju Masunah, Chairul Slamet, Irawati Kusumoasri, Julianus P. Limbeng, dan Benny Johanes.

Artikel ini ditulis oleh:

Upgrade Lima Kilang, Pertamina Butuh USD25 Miliar

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) pada hari ini (10/12) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan tiga perusahaan minyak dan gas global untuk kerjasama peningkatan kapasitas dan upgrade lima kilang di Indonesia melalui konsep Refining Development Master Plan (RDMP). Melalui proyek ini Pertamina yakin dapat meningkatkan kapasitas produksinya menjadi dua kali lipat.

Untuk itu, Pertamina sedikitnya membutuhkan investasi sekitar USD25 miliar selama sepuluh tahun ke depan, untuk meningkatkan kapasitas (upgrade) lima kilang miliknya.

Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina untuk menjamin keamanan energi jangka panjang untuk Indonesia.

“RDMP itu langkah untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas pengolahan yang cukup untuk memenuhi permintaan produk Bahan Bakar dan petrokimia dalam negeri yang terus tumbuh,” kata dia dalam acara RDMP MoU Signing Ceremony di gedung utama Kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (10/12).

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan, terkait pendanaan akan dilakukan studi selama enam bulan ke depan. Namun menurutnya, segala masalah finansial akan dikaitkan dengan kemampuan Pertamina.

“Tentu nanti itu akan di enam bulan ini kita studi (Pendanaan). Sabar sebentar, enam bulan kedepan. Segala masalah finansial akan dikaitkan dengan kemampuan Pertamina, dan bagaimana keahlian Arif Budiman (Direktur Keuangan Pertamina) untuk memperoleh pendanaan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Upgrade Lima Kilang, Pertamina Butuh USD25 Miliar

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) pada hari ini (10/12) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan tiga perusahaan minyak dan gas global untuk kerjasama peningkatan kapasitas dan upgrade lima kilang di Indonesia melalui konsep Refining Development Master Plan (RDMP). Melalui proyek ini Pertamina yakin dapat meningkatkan kapasitas produksinya menjadi dua kali lipat.

Untuk itu, Pertamina sedikitnya membutuhkan investasi sekitar USD25 miliar selama sepuluh tahun ke depan, untuk meningkatkan kapasitas (upgrade) lima kilang miliknya.

Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina untuk menjamin keamanan energi jangka panjang untuk Indonesia.

“RDMP itu langkah untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas pengolahan yang cukup untuk memenuhi permintaan produk Bahan Bakar dan petrokimia dalam negeri yang terus tumbuh,” kata dia dalam acara RDMP MoU Signing Ceremony di gedung utama Kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (10/12).

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan, terkait pendanaan akan dilakukan studi selama enam bulan ke depan. Namun menurutnya, segala masalah finansial akan dikaitkan dengan kemampuan Pertamina.

“Tentu nanti itu akan di enam bulan ini kita studi (Pendanaan). Sabar sebentar, enam bulan kedepan. Segala masalah finansial akan dikaitkan dengan kemampuan Pertamina, dan bagaimana keahlian Arif Budiman (Direktur Keuangan Pertamina) untuk memperoleh pendanaan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Petinggi Demokrat : SBY Panik dan Segera Merapat ke Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Salah seorang petinggi Partai Demokrat yang tidak mau disebut namanya mengaku, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mulai panik.
Kepanikan SBY itu terlihat setelah pimpinan KPK, Adnan Pandu Praja mengatakan bahwa mantan Wakil Presiden, Boediono menjadi tersangka.
“Anda tahulah, apa kaitannya antara Boediono dengan SBY soal Bank Century,” kata petinggi Demokrat tersebut kepada aktual.co, Jakarta, Rabu.
Kata sumber tersebut, sehari setelah pernyataan Adnan tersebut, SBY langsung merapat ke Jokowi.
“Sehari setelah Adnan Pandu sampaikan Boediono sebagai tersangka, besoknya SBY  langsungn merapat ke Jokowi. Itu menandakan SBY sedang panik,” imbuh sumber itu.
Selain itu, pertemuan SBY dengan Jokowi tersebut yang mengagendakan Perppu Pilkada Langsung, hanyalah bungkusan luar saja.
“Jangan hanya dilihat dari Perppu semata. Ada hidden agenda yang lebih besar dilakukan oleh SBY untuk menyelamatkan dirinya dalam kasus Bank Century,” kata sumber itu.
Terkait pelaksanaan Kongres Demokrat yang akan dipercepat oleh SBY pada Bulan Februari, hal itu untuk mengantisipasi adanya kader lain yang maju dan calon ketua umum hanya tunggal, yakni SBY sendiri.
“Padahal, Sys NS dan Ahmad Mubarok akan maju sebagai calon ketua umum. Bila terjadi persaingan, maka tidak tertutup kemungkinan SBY akan bernasib sama dengan Aburizal Bakrie,” kata sumber itu.
Juga , SBY telah melakukan pengkondisian terhadap DPD I dan II agar mendukung SBY secara aklamasi pada Kongres Demokrat bulan Februari itu.
“Bahkan SBY sudah mengundang para ketua DPD I dan II sebanyak dua kali agar memberikan dukungan dan memilih SBY dengan disertai surat dukungan. Undangan terakhir mengumpulkan DPD-DPD tanggal 23 November lalu di Cikeas, agar mendukung secara aklamasi,” kata sumber itu.
“Merapat ke KIH memang soal Perppu, tapi sebenarnya saya ingin menyepi dari politik, tapi kenapa dikumpulkan DPD-DPD untuk aklamasi,” imbuh sumber.
Bahkan, kata sumber itu, untuk pelaksanaan Kongres Februari, SBY secara mendadak mengundang pimpinan partai untuk menghadiri rapat besok di DPP Partai Demokrat.
“Besok jam 15.00 WIB, SBY mengundang rapat di DPP Demokrat. Saya sebagai petinggi Demokrat tidak tahu apa agenda rapat,” kata sumber itu.
Berikut isi SMS undangan rapat yang diterima oleh petinggi Demokrat itu.
“Kepada Yth. PH DPP PD, Mohon hadir dalam Rapat Pleno Pengurus Harian pada hari Kamis tanggal 11 Desember 2014 pkl 15.00 WIB di DPP lantai 8. Pimpinan Rapat Ketua Umum PD Bapak SBY. Mengingat pentingnya acara tersebut mohon hadir tepat waktu. Tks. Kahar, Sekjen. Cc. Ketum (sebagai laporan), Baju Jas Demokrat.”
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

Petinggi Demokrat : SBY Panik dan Segera Merapat ke Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Salah seorang petinggi Partai Demokrat yang tidak mau disebut namanya mengaku, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mulai panik.
Kepanikan SBY itu terlihat setelah pimpinan KPK, Adnan Pandu Praja mengatakan bahwa mantan Wakil Presiden, Boediono menjadi tersangka.
“Anda tahulah, apa kaitannya antara Boediono dengan SBY soal Bank Century,” kata petinggi Demokrat tersebut kepada aktual.co, Jakarta, Rabu.
Kata sumber tersebut, sehari setelah pernyataan Adnan tersebut, SBY langsung merapat ke Jokowi.
“Sehari setelah Adnan Pandu sampaikan Boediono sebagai tersangka, besoknya SBY  langsungn merapat ke Jokowi. Itu menandakan SBY sedang panik,” imbuh sumber itu.
Selain itu, pertemuan SBY dengan Jokowi tersebut yang mengagendakan Perppu Pilkada Langsung, hanyalah bungkusan luar saja.
“Jangan hanya dilihat dari Perppu semata. Ada hidden agenda yang lebih besar dilakukan oleh SBY untuk menyelamatkan dirinya dalam kasus Bank Century,” kata sumber itu.
Terkait pelaksanaan Kongres Demokrat yang akan dipercepat oleh SBY pada Bulan Februari, hal itu untuk mengantisipasi adanya kader lain yang maju dan calon ketua umum hanya tunggal, yakni SBY sendiri.
“Padahal, Sys NS dan Ahmad Mubarok akan maju sebagai calon ketua umum. Bila terjadi persaingan, maka tidak tertutup kemungkinan SBY akan bernasib sama dengan Aburizal Bakrie,” kata sumber itu.
Juga , SBY telah melakukan pengkondisian terhadap DPD I dan II agar mendukung SBY secara aklamasi pada Kongres Demokrat bulan Februari itu.
“Bahkan SBY sudah mengundang para ketua DPD I dan II sebanyak dua kali agar memberikan dukungan dan memilih SBY dengan disertai surat dukungan. Undangan terakhir mengumpulkan DPD-DPD tanggal 23 November lalu di Cikeas, agar mendukung secara aklamasi,” kata sumber itu.
“Merapat ke KIH memang soal Perppu, tapi sebenarnya saya ingin menyepi dari politik, tapi kenapa dikumpulkan DPD-DPD untuk aklamasi,” imbuh sumber.
Bahkan, kata sumber itu, untuk pelaksanaan Kongres Februari, SBY secara mendadak mengundang pimpinan partai untuk menghadiri rapat besok di DPP Partai Demokrat.
“Besok jam 15.00 WIB, SBY mengundang rapat di DPP Demokrat. Saya sebagai petinggi Demokrat tidak tahu apa agenda rapat,” kata sumber itu.
Berikut isi SMS undangan rapat yang diterima oleh petinggi Demokrat itu.
“Kepada Yth. PH DPP PD, Mohon hadir dalam Rapat Pleno Pengurus Harian pada hari Kamis tanggal 11 Desember 2014 pkl 15.00 WIB di DPP lantai 8. Pimpinan Rapat Ketua Umum PD Bapak SBY. Mengingat pentingnya acara tersebut mohon hadir tepat waktu. Tks. Kahar, Sekjen. Cc. Ketum (sebagai laporan), Baju Jas Demokrat.”
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain