6 April 2026
Beranda blog Halaman 41320

Djarot Dilantik Sebagai Wagub DKI Sebelum 19 Desember

Jakarta, Aktual.co —Pelantikan mantan Walikota Blitar Djarot Saiful Hidayat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta akan dilakukan sebelum tanggal 19 Desember di Balai Kota DKI.
“Di Balai Kota atau di Balai Agung paling. Rencananya sebelum tanggal 19 ini,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Selasa (9/12).
Untuk pelantikan Djarot, Ahok mengatakan saat ini masih menunggu surat keputusan  Presiden RI Joko Widodo. 
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan sudah berkoordinasi dengan Ahok soal pelantikan Djarot. Kata dia, pelantikan Djarot tidak akan melebihi batas waktu yaitu 15 hari dari masa kerja Ahok sebagai Gubernur. 
“Tadi malam bilang pelantikannya di Balai Kota,” ujar Tjahjo di Jakarta, Selasa (9/12).
Presiden Joko Widodo, diakuinya juga sudah menyetujui Djarot sebagai Wagub DKI dan telah menandatangani surat keputusannya. “Suratnya baru ditandatangani, tetapi belum terbit.”
Djarot sendiri diketahui beberapa waktu lalu sudah bertandang ke Balaikota DKI dan DPRD DKI, setelah dirinya resmi diajukan oleh PDI-P sebagai Wagub DKI. 

Artikel ini ditulis oleh:

Hingga November, Jaksa Aceh Utara Tangani 14 Kasus Korupsi

Banda Aceh, Aktual.co — Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhoksukon, Aceh Utara menangani sebanyak 14 kasus dugaan korupsi, sepanjang tahun 2014. 
Kasus itu umumnya dugaan penyelewengan dana APBD di kabupaten tersebut. Sedangkan tahun sebelumnya Kejari setempat mengungkap lima kasus korupsi.
“Kasus yang ditangani saat itu sebagian dalam penyidikan, sebagian lagi telah dilimpahkan ke pengadilan. Umumnya karena pejabat terkait menyalahgunakan kewenangannya dalam menggunakan dana APBD,” kata Kajari Lhoksukon, T Rahmatsyah kepada Aktual.co, Selasa (9/12).
Pada puncak peringatan hari anti korupsi internasional, Kejari setempat menggelar apel bersama yang dihadiri siswa SMA, Muspida dan perwakilan masyarakat. Setelah itu, pegawai Kejari membagikan striker anti korupsi ke sejumlah pengguna jalan di Simpang Empat, Lhoksukon.
Hal yang sama dilakukan oleh Kejari Lhokseumawe dan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya. Mereka membagikan stiker berisi tentang ancaman tindak pidana korupsi di Simpang Taman Riyadah Kota Lhokseumawe.

Artikel ini ditulis oleh:

Hingga November, Jaksa Aceh Utara Tangani 14 Kasus Korupsi

Banda Aceh, Aktual.co — Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhoksukon, Aceh Utara menangani sebanyak 14 kasus dugaan korupsi, sepanjang tahun 2014. 
Kasus itu umumnya dugaan penyelewengan dana APBD di kabupaten tersebut. Sedangkan tahun sebelumnya Kejari setempat mengungkap lima kasus korupsi.
“Kasus yang ditangani saat itu sebagian dalam penyidikan, sebagian lagi telah dilimpahkan ke pengadilan. Umumnya karena pejabat terkait menyalahgunakan kewenangannya dalam menggunakan dana APBD,” kata Kajari Lhoksukon, T Rahmatsyah kepada Aktual.co, Selasa (9/12).
Pada puncak peringatan hari anti korupsi internasional, Kejari setempat menggelar apel bersama yang dihadiri siswa SMA, Muspida dan perwakilan masyarakat. Setelah itu, pegawai Kejari membagikan striker anti korupsi ke sejumlah pengguna jalan di Simpang Empat, Lhoksukon.
Hal yang sama dilakukan oleh Kejari Lhokseumawe dan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya. Mereka membagikan stiker berisi tentang ancaman tindak pidana korupsi di Simpang Taman Riyadah Kota Lhokseumawe.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahli Kesehatan: Anak Rentan Terhadap Penyakit, Ini Solusinya

Jakarta, Aktual.co — Ahli tumbuh kembang anak dari Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, dr Mira Irmawati SpA (K), mengatakan anak merupakan kelompok rentan terhadap berbagai penyakit karena sistem kekebalan tubuh belum terbangun sempurna.

“Anak masih sangat rentan terhadap segala kemungkinan terserang penyakit, karena itu peranan orang tua sebaiknya bijaksana dalam menanggulangi gejala gangguan kesehatan pada anak,” katanya saat berbicara dalam seminar bertajuk “Bijaksana Tanggulangi Gejala Gangguan Kesehatan Anak, PURE Medicated Series: Cara Terbaru Meringankan Gejala Flu dan Perut Kembung” di Surabaya, Selasa (09/12).

Ia mengemukakan salah satunya adalah sakit perut kembung yang antara lain disebabkan oleh menelan udara terlalu banyak, sering terkena angin dan pemilihan botol susu yang salah, proses peragian (intoleransi laktosa), dan faktor lainnya.

“Perut kembung dan pilek mengganggu kenyamanan dan anak menjadi rewel, tidak dapat tidur nyenyak. Bila keadaan ini sering terjadi berulang kali, maka akan berpengaruh pada proses kualitas tumbuh kembang anak,” katanya.

Bahkan, jika mengetahui anaknya sedang sakit, orang tua seringkali menggosok obat gosok atau bawang merah untuk mengatasi perut kembung.

“Dengan pengertian bahwa kedua benda tersebut dapat mengeluarkan panas sehingga kembung berkurang, padahal benda tersebut terlalu keras untuk kulit anak dan seringkali menyebabkan kulit anak mengalami iritasi,” katanya.

Sebaiknya, kata konsultan tumbuh kembangan anak itu, orang tua menerapkan metode baru yang lebih sesuai untuk tubuh anak supaya anak bisa tumbuh dengan baik.

“Sekali lagi beberapa gangguan kesehatan pada anak yang tidak berbahaya dan menimbulkan ketidaknyamanan sementara antara lain perut kembung dan pilek. Orang tua yang bijaksana harus mengenal gejala tersebut sehingga lebih mudah dalam mengatasinya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Poliklinik Pengobatan Komplementer RSU. Dr. Soetomo/FK UNAIR dan Ketua Program Studi Pengobat Tradisional (Battra), dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD, FINASIM, mengatakan pengobatan secara alami dapat menjadi alternatif untuk meredakan gejala gangguan kesehatan dan saat ini cukup menjadi bahan perhatian karena manfaatnya.
 
“Pengobatan yang berbahan alami atau herbal adalah pemakaian obat yang berbahan alam dari tanaman tanpa di campur zat kimia. Obat herbal yang aman untuk anak sudah ada uji toksisitas, praklinik dan uji klinik,” katanya.

Ia mengatakan banyak herbal yang diteliti untuk kembung dan gangguan flu baik yang empiris, uji praklinik maupun uji klinik. Bahan herbal seperti “terpenneles seed oil” memiliki fungsi relaksasi pada lambung dan mengeluarkan gas dari rongga perut.

“Eucalyptus oil mampu mengencerkan dan mengurangi produksi mucus berlebih, mempunyai efek anti-inflamasi dalam mengurangi peradangan rongga hidung serta memiliki efek antiseptik dan antimikroba,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahli Kesehatan: Anak Rentan Terhadap Penyakit, Ini Solusinya

Jakarta, Aktual.co — Ahli tumbuh kembang anak dari Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, dr Mira Irmawati SpA (K), mengatakan anak merupakan kelompok rentan terhadap berbagai penyakit karena sistem kekebalan tubuh belum terbangun sempurna.

“Anak masih sangat rentan terhadap segala kemungkinan terserang penyakit, karena itu peranan orang tua sebaiknya bijaksana dalam menanggulangi gejala gangguan kesehatan pada anak,” katanya saat berbicara dalam seminar bertajuk “Bijaksana Tanggulangi Gejala Gangguan Kesehatan Anak, PURE Medicated Series: Cara Terbaru Meringankan Gejala Flu dan Perut Kembung” di Surabaya, Selasa (09/12).

Ia mengemukakan salah satunya adalah sakit perut kembung yang antara lain disebabkan oleh menelan udara terlalu banyak, sering terkena angin dan pemilihan botol susu yang salah, proses peragian (intoleransi laktosa), dan faktor lainnya.

“Perut kembung dan pilek mengganggu kenyamanan dan anak menjadi rewel, tidak dapat tidur nyenyak. Bila keadaan ini sering terjadi berulang kali, maka akan berpengaruh pada proses kualitas tumbuh kembang anak,” katanya.

Bahkan, jika mengetahui anaknya sedang sakit, orang tua seringkali menggosok obat gosok atau bawang merah untuk mengatasi perut kembung.

“Dengan pengertian bahwa kedua benda tersebut dapat mengeluarkan panas sehingga kembung berkurang, padahal benda tersebut terlalu keras untuk kulit anak dan seringkali menyebabkan kulit anak mengalami iritasi,” katanya.

Sebaiknya, kata konsultan tumbuh kembangan anak itu, orang tua menerapkan metode baru yang lebih sesuai untuk tubuh anak supaya anak bisa tumbuh dengan baik.

“Sekali lagi beberapa gangguan kesehatan pada anak yang tidak berbahaya dan menimbulkan ketidaknyamanan sementara antara lain perut kembung dan pilek. Orang tua yang bijaksana harus mengenal gejala tersebut sehingga lebih mudah dalam mengatasinya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Poliklinik Pengobatan Komplementer RSU. Dr. Soetomo/FK UNAIR dan Ketua Program Studi Pengobat Tradisional (Battra), dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD, FINASIM, mengatakan pengobatan secara alami dapat menjadi alternatif untuk meredakan gejala gangguan kesehatan dan saat ini cukup menjadi bahan perhatian karena manfaatnya.
 
“Pengobatan yang berbahan alami atau herbal adalah pemakaian obat yang berbahan alam dari tanaman tanpa di campur zat kimia. Obat herbal yang aman untuk anak sudah ada uji toksisitas, praklinik dan uji klinik,” katanya.

Ia mengatakan banyak herbal yang diteliti untuk kembung dan gangguan flu baik yang empiris, uji praklinik maupun uji klinik. Bahan herbal seperti “terpenneles seed oil” memiliki fungsi relaksasi pada lambung dan mengeluarkan gas dari rongga perut.

“Eucalyptus oil mampu mengencerkan dan mengurangi produksi mucus berlebih, mempunyai efek anti-inflamasi dalam mengurangi peradangan rongga hidung serta memiliki efek antiseptik dan antimikroba,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

RUU Kamnas Masuk Prolegnas, Bukti Jokowi Tak Pro Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah era Jokowi memasukkan Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) dan RUU Rahasia Negara dalam Program Legislasi Nasional 2015 terus menuai kritik, terutama dari elemen masyarakat.
Salah satu aktivis yang pernah dipenjara saat menolak kenaikan BBM pada 2008, Ferry Juliantoro mengaku aneh dengan sikap Presiden Jokowi di awal masa pemerintahannya.
Menurut dia, langkah Jokowi itu sangat bertentangan dengan keinginan rakyat alias tidak pro terhadap rakyat.
“Saya ini agak heran presiden terpilih ini justru melakukan hal-hal yang dulu diprotes dan sebenarnya pak Jokowi sudah menyampaikan beberpa poin dan statmen yang mengisyaratkan bahwa dia, seperti seakan-akan pro kepada rakyat,” ucap Ferry dalam acara diskusi publik, di Jakarta, Selasa (9/12).
Artinya, sambung dia, harusnya dalam bayangan dan benak rakyat Indonesia  pada saat di menjalankan pemerintahanya periode awal ini, seharusnya presiden yang berasal dari PDI Perjuangan itu justru melakukan sesuatu untuk kepentingan rakyatnya.
“Tetapi, beberapa kali justru melakukan bukan hal itu, melainkan justru melakukan hal ironis dengan melakukan kebijakan yang kita semua tidak setuju. Seperti menaikan harga BBM,” tukas Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain