6 April 2026
Beranda blog Halaman 41329

Pengamat Kritik Rencana Pemprov DKI Beli Saham Persija

Jakarta, Aktual.co — Pengamat olahraga, Anton Sanjoyo mengkritik rencana Pemprov DKI Jakarta, untuk membeli saham PT Persija Jakarta.

“Tujuan Pemprov DKI untuk membeli saham Persija itu maksudnya apa? Apakah memang menganggap Persija itu aset Pemprov. Kalau kemarin berada di luar kekuasaan Pemprov, lalu akan dikembalikan sebagai institusi dibawah Pemprov lagi,” ujar Anton ketika dihubungi, Selasa (9/12).

Anton mengatakan, sebaiknya Persija berbentuk swasta saja, karena sarat akan bisnis. “Karena olahraga itu kan berkembang terutama di era industri,” ujarnya.

Anton juga mengatakan, dirinya meragukan pembiayaan Pemprov DKI kepada Persija jika resmi menjadi BUMD. “Bagaimana pembiayaannya nanti, apakah APBD?,” tanyanya.

Anton menambahkan, APBD itu digunakan untuk perbaikan infrastruktur, pendidikan dan lainnya dan bukan untuk pembiayaan klub sepakbola.

Ia mengatakan saat ini industrialisasi sepak bola murni swasta agar dapat mengembangkan diri di sektor bisnis dan juga supaya mandiri. “Sehingga hidup dan mandiri tanpa sokongan dari pemerintah,” tambahnya.

Sebagai contoh, di Eropa Barat hampir 80 persen sudah sepenuhnya swasta. Sehingga mereka mendapatkan keleluasaan untuk berkembang tanpa campur tangan dari pemerintah.

“Seperti yang di Italia, stadion-stadion yang dimiliki klub besar itu milik pemerintah kota, dan klub itu menyewa sebagai home ground. Jadi si klub dapat benefit punya tempat yang representatif. Sementara Pemda kita dapat pendapatan hasil, baik sisi ticketing, penjualan cindera mata, pendapatan klub. Jadi kota mendapatkan hasil, tapi klub berdiri sendiri oleh swasta,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tentukan Nasib Boediono, Pengamat: KPK Tak Perlu Tunggu Putusan Budi Mulya Incrah

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sudah bisa menentukan status hukum Mantan Wakil Presiden Boediono sebagai tersangka kasus Century tanpa harus menunggu putusan hukum terhadap Budi Mulya incrah.
Pengamat hukum Uchok Sky Kadafi dari Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengatakan, jika memang KPK telah memiliki dua bukti untuk menetapkan Boediono sebagai tersangka kasus Century, sebaiknya segera diumumkan ke publik.
“Pertanyaannya mengapa harus inkrah dulu? Seharusnya memang jika telah ada dua bukti, KPK seharusnya segera mengumumkan posisi kasus Boediono,” kata Uchok kepada Aktual.co, Selasa (9/12).
Menurut Uchok, tidak perlu KPK menunggu terlebih dahulu putusan Budi Mulya inkrah karena menurutnya tidak ada kaitanya. “Harus diumumkan tidak harus menunggu inkrah Budi Mulya gak ada urusan dengan dia, sudah bisa ditindaklanjuti dan mempelihatkan posisinya Boediono,” ujar Uchok.
Terkait dengan pernyataan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja yang menyebut Boediono telah ditetapkan sebagai tersangka, dan kemudian dibantah oleh pimpinan KPK lainnya, Uchok menuding jika sikap KPK tidak konsisten.
“Jangan mencle-mencle terhadap status Boediono, yang ada nanti publik curiga sama lembaga ini,” kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK mengatakan, penetapan nasib Boediono akan ditentukan setelah putusan hukum Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia inkrah.
“Nanti ada batas waktunya untuk mempelajari itu, dan penentuan sikap dari pihak-pihak baik jaksa maupun pihak terdakwa, apakah meneripa putusan itu atau tidak, kalau memang masing-masing menerima putusan, tentu putusan ini akan inkrah,” jelas Zulkarnain.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tentukan Nasib Boediono, Pengamat: KPK Tak Perlu Tunggu Putusan Budi Mulya Incrah

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sudah bisa menentukan status hukum Mantan Wakil Presiden Boediono sebagai tersangka kasus Century tanpa harus menunggu putusan hukum terhadap Budi Mulya incrah.
Pengamat hukum Uchok Sky Kadafi dari Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengatakan, jika memang KPK telah memiliki dua bukti untuk menetapkan Boediono sebagai tersangka kasus Century, sebaiknya segera diumumkan ke publik.
“Pertanyaannya mengapa harus inkrah dulu? Seharusnya memang jika telah ada dua bukti, KPK seharusnya segera mengumumkan posisi kasus Boediono,” kata Uchok kepada Aktual.co, Selasa (9/12).
Menurut Uchok, tidak perlu KPK menunggu terlebih dahulu putusan Budi Mulya inkrah karena menurutnya tidak ada kaitanya. “Harus diumumkan tidak harus menunggu inkrah Budi Mulya gak ada urusan dengan dia, sudah bisa ditindaklanjuti dan mempelihatkan posisinya Boediono,” ujar Uchok.
Terkait dengan pernyataan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja yang menyebut Boediono telah ditetapkan sebagai tersangka, dan kemudian dibantah oleh pimpinan KPK lainnya, Uchok menuding jika sikap KPK tidak konsisten.
“Jangan mencle-mencle terhadap status Boediono, yang ada nanti publik curiga sama lembaga ini,” kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK mengatakan, penetapan nasib Boediono akan ditentukan setelah putusan hukum Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia inkrah.
“Nanti ada batas waktunya untuk mempelajari itu, dan penentuan sikap dari pihak-pihak baik jaksa maupun pihak terdakwa, apakah meneripa putusan itu atau tidak, kalau memang masing-masing menerima putusan, tentu putusan ini akan inkrah,” jelas Zulkarnain.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

M Nuh Laporkan Harta Kekayaan ke KPK

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh menyapa awak media saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (9/12/2014). M Nuh hadir ke KPK untuk melaporkan harta kekayaan sebagai penyelenggara Negara (LHKPN) setelah menjabat jadi menteri. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

“Kilas Balik Gerakan Rakyat Menolak Kenaikan Bahan Bakar Minyak”

Dari kiri ke kanan, Mantan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional Iwan Kusmawan , Aktivis 80 Ferry Juliantono dan Akademisi Effendi Ghozali saat menjadi pembicara diskusi Publik di Jakarta, Selasa (9/12/2014). Diskusi tersebut mengambil tema “Kilas Balik Gerakan Rakyat Menolak Kenaikan Bahan Bakar Minyak” AKTUAL/MUNZIR

Cari Kehidupan Luar Angkasa, Astronom Bangun ‘Mata Langit Raksasa’

Jakarta, Aktual.co — Empat abad lalu sejarah mencatat tentang penemuan teleskop.  Sekarang, teleskop dikembangkan lebih besar dalam mengamati obyek penelitian lebih tajam ke luar angkasa.

Para peneliti mambangun sebuah teleskop raksasa yang diproyeksikan menjadi teleskop terbesar di dunia. Nama teleskop itu, European Extremely Large Telescope (E-ELT). 

Organisasi multinasional, European Southern Observatory, pada 4 Desember lalu, membangun teleskop tersebut yang menelan biaya sekitar 1 miliar Euro lebih atau 1,3 miliar dolar AS ( atau setara dengan Rp15 triliun, red). Proyek pembangunan itu akan selesai pada 2024, demikian Space melaporkan.

Teleskop optik tercanggih yang disebut ‘Mata Langit Raksasa’ ini mengusung infra merah. E-ELT akan menampilkan gambar terbaik hingga berkali-kali lipat, memberikan kemampuan yang tak tertandingi, dalam memperbesar obyek yang diteliti. 

Teleskop raksasa tersebut dibangun di atas gurun Cerro Armazones, 3.000 meter (10.000 kaki) dari kaki gunung Atacama di Chil. Gurun tersebut adalah salah satu wilayah terkering di Bumi dan dianggap sebagai salah satu tempat terbaik oleh ilmuwan dalam mengamati obeyek langit.

E-ELT akan menghasilkan penajaman 15 kali lipat ketimbang teleskop optik terbesar saat ini Teleskop Ruang Angkasa Hubble.

“Ke depannya, ilmu astronomi akan semakin maju,” kata Dr. Jay M. Pasachoff,  profesor astronomi di Williams College, Massachusetts.

“Kita berada di ilmu astronomi pada Milenium Baru,” ujar Pasachoff yang juga merangkap penulis kajian ilmiah, kepada The Huffington Post, dalam surat elektronik-nya, Selasa (09/12)

 “Dengan diameter raksasanya, ditambah dengan optik inovasi terbaru, kita akan lebih cepat mempelajari atmosfer Bumi. Selain itu, teleskop ini nantinya akan memberikan gambar rinci lebih jauh tentang Galaksi, termasuk Planet-planet sekitar dalam mencari kehidupan di luar sana (antariksa),” paparnya lagi.

Selain E-ELT, juga ada teleskop lainnya di Bumi. Seperti, Giant Magellan Telescope (GMT), yang akan dibangun di Las Campanas, Chili, yang siap beroperasi pada 2021 mendatang.

Dan, juga ada teleskop Thirty Meter Telescope (TMT), yang akan dibangun di kawasan Mauna Kea Hawai, pada 2022.

“Masih banyak yang harus kita lakukan untuk generasi muda saat ini dengan teleskop. Dan mereka sangat penting dalam melatih astronom muda yang ahli di masa mendatang,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain