9 April 2026
Beranda blog Halaman 41334

Diwarnai interupsi, DPRA Sahkan Pimpinan Dewan

Banda Aceh, Aktual.co — Sidang paripurna penetapan alat kelengkapan dewan (AKD) DPR Aceh diwarnai interupsi dari anggota Fraksi Partai Aceh, Ridwan Abubakar akrab disapa Nek Tu, Selasa (9/12). 
Sehari sebelumnya, Nek Tu juga memprotes sidang tersebut dan menolak keputusan Partai Aceh menunjuk Tgk Muharuddin sebagai ketua DPRA.
Setelah menginterupsi, Nek Tu maju ke meja pimpinan sidang dan melemparkan setumpuk dokumen ke arah pimpinan sidang. Sejumlah satuan pengamanan DPRA lalu membawa Nek Tu kembali ke tempat duduknya. Nek Tu mengklaim mendapat dukungan mayoritas dari DPW Partai Aceh sebagai Ketua DPRA.
Usai kericuhan kecil itu, Tgk Muharuddin menanyakan pada forum apakah sidang dilanjutkan atau tidak. Semua anggota dewan yang hadir menyatakan sidang dilanjutkan.
Setelah itu sidang dilanjutkan dengan menetapkan pimpinan DPRA dengan komposisi yaitu Ketua Tgk Muharuddin dari Partai Aceh, Sulaiman Abda (Partai Golkar), Teuku Irwan Djohan (Partai Nasional Demokrat) dan Mawardi (Partai Amanat Nasional). 
Sekretaris DPRA Hamid Zein menyebutkan penetapan paripurna itu segera dibawa ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. 
“Apa yang terjadi hari ini adalah bagian demokrasi,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Diwarnai interupsi, DPRA Sahkan Pimpinan Dewan

Banda Aceh, Aktual.co — Sidang paripurna penetapan alat kelengkapan dewan (AKD) DPR Aceh diwarnai interupsi dari anggota Fraksi Partai Aceh, Ridwan Abubakar akrab disapa Nek Tu, Selasa (9/12). 
Sehari sebelumnya, Nek Tu juga memprotes sidang tersebut dan menolak keputusan Partai Aceh menunjuk Tgk Muharuddin sebagai ketua DPRA.
Setelah menginterupsi, Nek Tu maju ke meja pimpinan sidang dan melemparkan setumpuk dokumen ke arah pimpinan sidang. Sejumlah satuan pengamanan DPRA lalu membawa Nek Tu kembali ke tempat duduknya. Nek Tu mengklaim mendapat dukungan mayoritas dari DPW Partai Aceh sebagai Ketua DPRA.
Usai kericuhan kecil itu, Tgk Muharuddin menanyakan pada forum apakah sidang dilanjutkan atau tidak. Semua anggota dewan yang hadir menyatakan sidang dilanjutkan.
Setelah itu sidang dilanjutkan dengan menetapkan pimpinan DPRA dengan komposisi yaitu Ketua Tgk Muharuddin dari Partai Aceh, Sulaiman Abda (Partai Golkar), Teuku Irwan Djohan (Partai Nasional Demokrat) dan Mawardi (Partai Amanat Nasional). 
Sekretaris DPRA Hamid Zein menyebutkan penetapan paripurna itu segera dibawa ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. 
“Apa yang terjadi hari ini adalah bagian demokrasi,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Ekonom: Kerjasama Tiongkok Hanya B to B, Nanti ke AS Lagi

Jakarta, Aktual.co —  Kerjasama pemerintah Indonesia dengan Tiongkok dalam berbagai sektor dikhawatirkan mengancam ketahanan geopolitik Indonesia. Pasalnya, selama ini arah kerjasama Indonesia lebih banyak pada pihak Amerika Serikat (AS).

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa arah geopolitik Indonesia pada Tiongkok nampaknya tidak akan terjadi. Menurutnya, Indonesia dan Tiongkok hanya menjalankan business to business.

“Ya ke Tiongkok karena siapa yang punya uang saja. Saat ini kan Tiongkok sedang bagus-bagusnya. Kalau AS sedang masa pemulihan. Ini hanya business to business saja. Kalau AS nanti ekonominya sudah bagus lagi, kita juga pasti akan ke sana lagi,” ujar Lana ketika dihubungi wartawan Aktual, Selasa (9/12).

Lebih lanjut dikatakan Lana, kerjasama antar Indonesia dan Tiongkok ada hal positif dan negatifnya. Misalnya, dengan pertumbuhan Tiongkok yang saat ini 7,5 persen, memiliki cadangan devisa Rp4,2 triliun akan menguntungkan Indonesia.

“Ada hal positif dan negatifnya juga. Misalnya liquiditas kita akan membaik. Pertumbuhan Tiongkok saat ini 7,5 persen dan cadangan devisanya Rp4,2 triliun ini menggiurkan Indonesia,” kata dia.

Dari segi kekurangan, Lana mengatakan bahwa dari segi kualitas produk, Tiongkok jauh dibandingkan dengan AS, uni Eropa, dan yang lainnya.

“Tapi kekurangan produk Tiongkok dari segi kualitas. Kualitas produk Tiongkok jika dibandingkan dengan AS, Uni Eropa atau yang lainnya itu jauh sekali. Contohnya itu PLN yang proyek 10.000 mega watt itu jaman SBY Jilid 1 itu kan dari Tiongkok produknya, tapi katanya sekarang banyak yang sudah rusak,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ekonom: Kerjasama Tiongkok Hanya B to B, Nanti ke AS Lagi

Jakarta, Aktual.co —  Kerjasama pemerintah Indonesia dengan Tiongkok dalam berbagai sektor dikhawatirkan mengancam ketahanan geopolitik Indonesia. Pasalnya, selama ini arah kerjasama Indonesia lebih banyak pada pihak Amerika Serikat (AS).

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa arah geopolitik Indonesia pada Tiongkok nampaknya tidak akan terjadi. Menurutnya, Indonesia dan Tiongkok hanya menjalankan business to business.

“Ya ke Tiongkok karena siapa yang punya uang saja. Saat ini kan Tiongkok sedang bagus-bagusnya. Kalau AS sedang masa pemulihan. Ini hanya business to business saja. Kalau AS nanti ekonominya sudah bagus lagi, kita juga pasti akan ke sana lagi,” ujar Lana ketika dihubungi wartawan Aktual, Selasa (9/12).

Lebih lanjut dikatakan Lana, kerjasama antar Indonesia dan Tiongkok ada hal positif dan negatifnya. Misalnya, dengan pertumbuhan Tiongkok yang saat ini 7,5 persen, memiliki cadangan devisa Rp4,2 triliun akan menguntungkan Indonesia.

“Ada hal positif dan negatifnya juga. Misalnya liquiditas kita akan membaik. Pertumbuhan Tiongkok saat ini 7,5 persen dan cadangan devisanya Rp4,2 triliun ini menggiurkan Indonesia,” kata dia.

Dari segi kekurangan, Lana mengatakan bahwa dari segi kualitas produk, Tiongkok jauh dibandingkan dengan AS, uni Eropa, dan yang lainnya.

“Tapi kekurangan produk Tiongkok dari segi kualitas. Kualitas produk Tiongkok jika dibandingkan dengan AS, Uni Eropa atau yang lainnya itu jauh sekali. Contohnya itu PLN yang proyek 10.000 mega watt itu jaman SBY Jilid 1 itu kan dari Tiongkok produknya, tapi katanya sekarang banyak yang sudah rusak,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Golkar Terbagi Dua, Agung Laksono: Mudah-mudahan Bisa Cepat Selesai

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono menunjuk Ketua Fraksi baru di MPR dan DPR RI. Selain perombakan di parlemen, DPP versi Presidium Penyelamat Partai juga rencananya menunjuk Siswono Yudhohusodo sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPP Golkar.

“Pak Siswono kelihatannya, tetapi kan keputusannya besok (rapat pleno),” kata Agung usai konpers di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (9/12).

Siswono, kata dia, sudah dihubungi dan sudah menyatakan kesiapannya menjadi Ketua Wantim. Namun sekali lagi, kata Agung, keputusannya baru akan disampaikan besok.

Mengenai kemungkinan dua kubu melakukan islah dengan kubu Ketum Aburizal Bakrie, Agung menekankan bahwa dalam politik itu bersifat dinamis. Dinamika yang berkembang ke depan, tidak menutup kemungkinan tersebut.

Terlebih, sebagai partai senior yang menjadi panutan partai lain dalam berpolitik.

“Kita lihat saja nanti, perkembangannya, sangat dinamis sekali. Kita lihat saja nanti, mudah-mudahan bisa cepat selesai,” kata Agung.

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar Terbagi Dua, Agung Laksono: Mudah-mudahan Bisa Cepat Selesai

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono menunjuk Ketua Fraksi baru di MPR dan DPR RI. Selain perombakan di parlemen, DPP versi Presidium Penyelamat Partai juga rencananya menunjuk Siswono Yudhohusodo sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPP Golkar.

“Pak Siswono kelihatannya, tetapi kan keputusannya besok (rapat pleno),” kata Agung usai konpers di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (9/12).

Siswono, kata dia, sudah dihubungi dan sudah menyatakan kesiapannya menjadi Ketua Wantim. Namun sekali lagi, kata Agung, keputusannya baru akan disampaikan besok.

Mengenai kemungkinan dua kubu melakukan islah dengan kubu Ketum Aburizal Bakrie, Agung menekankan bahwa dalam politik itu bersifat dinamis. Dinamika yang berkembang ke depan, tidak menutup kemungkinan tersebut.

Terlebih, sebagai partai senior yang menjadi panutan partai lain dalam berpolitik.

“Kita lihat saja nanti, perkembangannya, sangat dinamis sekali. Kita lihat saja nanti, mudah-mudahan bisa cepat selesai,” kata Agung.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain