5 April 2026
Beranda blog Halaman 41336

Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi, IMM Demo Kejati Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh mendemo kantor Kejati Aceh, Selasa (9/12). 
Mereka menuntut agar sejumlah kasus korupsi di Aceh diusut tuntas dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Aceh.
Koordinator aksi, Zulfia dalam orasinya mendesak agar Kejati Aceh tidak mengendapkan kasus korupsi di provinsi itu. Dicontohkan, dugaan korupsi dana Pajak Bireuen dan dugaan korupsi alat kesehatan di RSUD Teuku Peukan Aceh Barat Daya, yang hingga kini belum dilimpahkan ke pengadilan. Padahal, kasus itu telah diperiksa sejak tahun 2010 lalu.
Aksi itu sebagai bentuk peringatan hari anti korupsi internasional, 9 Desember 2014. Setelah berorasi, massa berusaha masuk ke halaman Kejati Aceh. Namun, pintu pagar Kejati ditutup dan polisi tidak mengizinkan pendemo menerobos pagar tersebut.
“Ada dua anggota kami yang sempat keos dan dipukul oleh polisi. Mereka adalah Arif Pribadi, Ketua Umum DPD IMM Aceh, dan Rusman, mantan Ketua PC Aceh IMM Aceh Barat Daya. Sekarang kami sedang mengevaluasi demo, apakah akan meminta pertangungjawaban polisi atau bagaimana,” terang Zulfia.
Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Zulkifli menyebutkan tidak ada keos antara polisi dan peserta demo di depan Kejati Aceh. 
“Mereka menaiki pagar. Polisi menyuruh turun. Karena kalau mereka terjatuh bagaimana? Kan itu untuk keselamatan mereka juga. Jadi, bukan keos yang berantem begitu,” ujar Kombes Zulkifli. 
Pihak kepolisian mempersilahkan demonstran sejauh tidak anarkis. “Kami menjaga demo agar berlangsung lancar dan tertib. Tidak ada keos-keos segala.”
Hingga aksi demonstrasi bubar tidak ada perwakilan Kejati Aceh yang menemui pendemo. .

Artikel ini ditulis oleh:

Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi, IMM Demo Kejati Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh mendemo kantor Kejati Aceh, Selasa (9/12). 
Mereka menuntut agar sejumlah kasus korupsi di Aceh diusut tuntas dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Aceh.
Koordinator aksi, Zulfia dalam orasinya mendesak agar Kejati Aceh tidak mengendapkan kasus korupsi di provinsi itu. Dicontohkan, dugaan korupsi dana Pajak Bireuen dan dugaan korupsi alat kesehatan di RSUD Teuku Peukan Aceh Barat Daya, yang hingga kini belum dilimpahkan ke pengadilan. Padahal, kasus itu telah diperiksa sejak tahun 2010 lalu.
Aksi itu sebagai bentuk peringatan hari anti korupsi internasional, 9 Desember 2014. Setelah berorasi, massa berusaha masuk ke halaman Kejati Aceh. Namun, pintu pagar Kejati ditutup dan polisi tidak mengizinkan pendemo menerobos pagar tersebut.
“Ada dua anggota kami yang sempat keos dan dipukul oleh polisi. Mereka adalah Arif Pribadi, Ketua Umum DPD IMM Aceh, dan Rusman, mantan Ketua PC Aceh IMM Aceh Barat Daya. Sekarang kami sedang mengevaluasi demo, apakah akan meminta pertangungjawaban polisi atau bagaimana,” terang Zulfia.
Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Zulkifli menyebutkan tidak ada keos antara polisi dan peserta demo di depan Kejati Aceh. 
“Mereka menaiki pagar. Polisi menyuruh turun. Karena kalau mereka terjatuh bagaimana? Kan itu untuk keselamatan mereka juga. Jadi, bukan keos yang berantem begitu,” ujar Kombes Zulkifli. 
Pihak kepolisian mempersilahkan demonstran sejauh tidak anarkis. “Kami menjaga demo agar berlangsung lancar dan tertib. Tidak ada keos-keos segala.”
Hingga aksi demonstrasi bubar tidak ada perwakilan Kejati Aceh yang menemui pendemo. .

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Tol Laut, Pelni Tegaskan Hanya Layani Kapal Perintis

Jakarta, Aktual.co — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menegaskan hanya mengoperasikan kapal perintis untuk melintas di tol laut bukan kapal komersil.

“Kami melayani perintis saja, sedangkan untuk kapal komersil tidak, terutama untuk daerah Timur,” kata Direktur Utama Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito di Jakarta, Selasa (9/12).

Wimbo mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan survei untuk mengetahui kapal-kapal apa saja yang bisa beroperasi. Survei tersebut akan selesai dalam waktu dua minggu, setelah itu dilanjutkan dengan uji kelayakan (feasibility study) dan akan beroperasi dalam waktu enam bulan ke depan.

“Survei sudah dilakukan beberapa hari lalu, untuk saat ini masih rute Tobelo dan Tual nanti enam bulan sudah selesai semuanya,” katanya.

Untuk itu, dia belum mengatakan jumlah dan jenis kapal yang akan mengisi lintasan tol laut yang terdiri dari rute Kreo, Tobelo, Biak, Tual dan Tanjung Pinang.

“Kapal itu tergantung pelabuhannya, seperti Transjakarta ‘kan enggak bisa berhenti di sembarang tempat. Kita lihat ‘garasinya’ dulu, baru memutuskan beli ‘mobil’ apa,” katanya.

Ia juga enggan menyampaikan terkait subsidi yang diberikan oleh pemerintah untuk pengadaan kapal perintis yang akan melintas di tol laut tersebut.

“Kita tunggu dari Kemenkeu dan arahan dari Pak Jonan (Menhub),” katanya.

Namun, ia mengaku tidak masalah jika nantinya lintasan kapal perintis tersebut dilalui kapal komersil milik swasta.

“Ya terserah, kita sering kok bertemu dengan kapal komersil,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Terkait Tol Laut, Pelni Tegaskan Hanya Layani Kapal Perintis

Jakarta, Aktual.co — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menegaskan hanya mengoperasikan kapal perintis untuk melintas di tol laut bukan kapal komersil.

“Kami melayani perintis saja, sedangkan untuk kapal komersil tidak, terutama untuk daerah Timur,” kata Direktur Utama Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito di Jakarta, Selasa (9/12).

Wimbo mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan survei untuk mengetahui kapal-kapal apa saja yang bisa beroperasi. Survei tersebut akan selesai dalam waktu dua minggu, setelah itu dilanjutkan dengan uji kelayakan (feasibility study) dan akan beroperasi dalam waktu enam bulan ke depan.

“Survei sudah dilakukan beberapa hari lalu, untuk saat ini masih rute Tobelo dan Tual nanti enam bulan sudah selesai semuanya,” katanya.

Untuk itu, dia belum mengatakan jumlah dan jenis kapal yang akan mengisi lintasan tol laut yang terdiri dari rute Kreo, Tobelo, Biak, Tual dan Tanjung Pinang.

“Kapal itu tergantung pelabuhannya, seperti Transjakarta ‘kan enggak bisa berhenti di sembarang tempat. Kita lihat ‘garasinya’ dulu, baru memutuskan beli ‘mobil’ apa,” katanya.

Ia juga enggan menyampaikan terkait subsidi yang diberikan oleh pemerintah untuk pengadaan kapal perintis yang akan melintas di tol laut tersebut.

“Kita tunggu dari Kemenkeu dan arahan dari Pak Jonan (Menhub),” katanya.

Namun, ia mengaku tidak masalah jika nantinya lintasan kapal perintis tersebut dilalui kapal komersil milik swasta.

“Ya terserah, kita sering kok bertemu dengan kapal komersil,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menpora Tanggapi Keluhan KONI Terkait Dana PON Remaja

Surabaya, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Tanggapan ini terkait dengan dana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2014.

Menteri yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berdalih, dana minim yang dikeluarkan oleh Kemenpora, harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penyelenggara PON Remaja 2014.

“Dengan dana terbatas, saya rasa kalau ada kemauan yang tinggi pasti hasilnya bagus. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa memunculkan atlet-atlet bagus,” ujar Imam Nahrawi kepada Aktual.co ketika melakukan pantauan di lapangan Semanor, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/12).

Seperti diwartakan Aktual.co sebelumnya, KONI melalui Wakil Ketua Umum Satu KONI, Suharno, menyayangkan dana yang dikeluarkan oleh Kemenpora untuk PON Remaja 2014.

Padahal, kata Suharno, pihaknya telah mengajukan anggaran dana sebesar Rp120 miliar kepada pemerintah, tapi yang cair hanya Rp10 miliar.

“Kemenpora janji akan cairkan (dana) Rp30 miliar, tapi yang cair cuma Rp10 miliar,” ungkap Suharno di kantor KONI, ditulis Selasa (9/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Tanggapi Keluhan KONI Terkait Dana PON Remaja

Surabaya, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Tanggapan ini terkait dengan dana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2014.

Menteri yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berdalih, dana minim yang dikeluarkan oleh Kemenpora, harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penyelenggara PON Remaja 2014.

“Dengan dana terbatas, saya rasa kalau ada kemauan yang tinggi pasti hasilnya bagus. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa memunculkan atlet-atlet bagus,” ujar Imam Nahrawi kepada Aktual.co ketika melakukan pantauan di lapangan Semanor, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/12).

Seperti diwartakan Aktual.co sebelumnya, KONI melalui Wakil Ketua Umum Satu KONI, Suharno, menyayangkan dana yang dikeluarkan oleh Kemenpora untuk PON Remaja 2014.

Padahal, kata Suharno, pihaknya telah mengajukan anggaran dana sebesar Rp120 miliar kepada pemerintah, tapi yang cair hanya Rp10 miliar.

“Kemenpora janji akan cairkan (dana) Rp30 miliar, tapi yang cair cuma Rp10 miliar,” ungkap Suharno di kantor KONI, ditulis Selasa (9/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain