6 April 2026
Beranda blog Halaman 41356

Konflik PPP dan Golkar, Posisi Pemerintah Makin Sulit

Jakarta, Aktual.co — Posisi pemerintah akan sulit jika konflik dua partai yakni Partai Golkar dan PPP masih berlangsung. 
“Karena itu, Golkar dan PPP disarankan islah alias berdamai dengan berupaya menyelesaikan sendiri konflik mereka,” sebut pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris lewat akun twitter @sy_haris, Selasa (9/12).
Syamsuddin juga menjelaskan pemerintah tidak akan memberikan solusi terbaik jika mengesahkan salah satu kubu di Golkar dan PPP. 
“Jika pemerintah mengakui salah satu kubu konflik Golkar dan PPP sebelum mahkamah internal partai selesaikan konflik, dampak dan presedennya buruk,” papar dia.
Seperti diketahui, Partai Gerindra hanya mengakui Munas yang digelar di Bali dengan terpilihnya Aburizal Bakrie (Ical) sebagai perhelatan yang sah sesuai ketentuan partai Golkar. Sedangkan, Munas  Ancol yang dibuat Agung Laksono, disebut sebagai acara abal-abal.

Artikel ini ditulis oleh:

Konflik PPP dan Golkar, Posisi Pemerintah Makin Sulit

Jakarta, Aktual.co — Posisi pemerintah akan sulit jika konflik dua partai yakni Partai Golkar dan PPP masih berlangsung. 
“Karena itu, Golkar dan PPP disarankan islah alias berdamai dengan berupaya menyelesaikan sendiri konflik mereka,” sebut pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris lewat akun twitter @sy_haris, Selasa (9/12).
Syamsuddin juga menjelaskan pemerintah tidak akan memberikan solusi terbaik jika mengesahkan salah satu kubu di Golkar dan PPP. 
“Jika pemerintah mengakui salah satu kubu konflik Golkar dan PPP sebelum mahkamah internal partai selesaikan konflik, dampak dan presedennya buruk,” papar dia.
Seperti diketahui, Partai Gerindra hanya mengakui Munas yang digelar di Bali dengan terpilihnya Aburizal Bakrie (Ical) sebagai perhelatan yang sah sesuai ketentuan partai Golkar. Sedangkan, Munas  Ancol yang dibuat Agung Laksono, disebut sebagai acara abal-abal.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Bertemu AusAid Bahas Revitalisasi Angkutan Umum

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI bertemu dengan Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) dari AusAid untuk membicarakan mengenai revitalisasi angkutan umum.
Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emmanuel Kristanto mengatakan pihak AusAid ingin membantu Pemprov DKI untuk merevitalisasi angkutan umum.
“Dia tadi laporan bahwa akan melakukan revitalisasi kemudian akan merubah pola yang semula dari setoran menjadi sistem penggajian dan step-stepnya seperti apa,” ujarnya di Balai Kota, Selasa (9/10).
Emmanuel mengatakan, nantinya pola layanan akan diubah dari perorangan menjadi bentuk badan usaha. Nantinya badan usaha tersebut akan berkontrak dengan PT Transjakarta.
“Kontraknya kontrak layanan. Jadi bukan kontrak barang/jasa,” ujarnya.
Ia mengatakan, nantinya Pemprov DKI Jakarta melalui PT Transjakarta akan membayar badan usaha tersebut dalam bentuk subsidi tergantung dengan tarif yang ditetapkan.
“Nah ini kita sedang hitung kira-kira itu pilot projectnya di mana, kemudian mereka akan kita gaji berapa, ini sedang kita hitung. Masih kita godok terus sistemnya. Pak Gubernur mintanya dalam 1 atau 2 tahun ini pematangan konsepnya,” ujarnya.
Jika dalam 1 atau 2 tahun sudah dilakukan pematangan konsep, maka tahun 2017 akan dilakukan impelementasi kebijakan tersebut.
“Jadi AusAid seperti konsultan. Dia merumuskan stepnya seperti apa,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemprov DKI Bertemu AusAid Bahas Revitalisasi Angkutan Umum

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI bertemu dengan Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) dari AusAid untuk membicarakan mengenai revitalisasi angkutan umum.
Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emmanuel Kristanto mengatakan pihak AusAid ingin membantu Pemprov DKI untuk merevitalisasi angkutan umum.
“Dia tadi laporan bahwa akan melakukan revitalisasi kemudian akan merubah pola yang semula dari setoran menjadi sistem penggajian dan step-stepnya seperti apa,” ujarnya di Balai Kota, Selasa (9/10).
Emmanuel mengatakan, nantinya pola layanan akan diubah dari perorangan menjadi bentuk badan usaha. Nantinya badan usaha tersebut akan berkontrak dengan PT Transjakarta.
“Kontraknya kontrak layanan. Jadi bukan kontrak barang/jasa,” ujarnya.
Ia mengatakan, nantinya Pemprov DKI Jakarta melalui PT Transjakarta akan membayar badan usaha tersebut dalam bentuk subsidi tergantung dengan tarif yang ditetapkan.
“Nah ini kita sedang hitung kira-kira itu pilot projectnya di mana, kemudian mereka akan kita gaji berapa, ini sedang kita hitung. Masih kita godok terus sistemnya. Pak Gubernur mintanya dalam 1 atau 2 tahun ini pematangan konsepnya,” ujarnya.
Jika dalam 1 atau 2 tahun sudah dilakukan pematangan konsep, maka tahun 2017 akan dilakukan impelementasi kebijakan tersebut.
“Jadi AusAid seperti konsultan. Dia merumuskan stepnya seperti apa,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Oknum TNI Diduga Rampas Motor

Jakarta, Aktual.co —Seorang oknum anggota TNI, berinisial AH dicokok POM TNI dan Polisi setelah merampas motor milik Arief, sesaat korban tengah melintas di Jalan Gambir, Jakarta Pusat. Merasa menjadi korban, Arif pun langsung melapor ke POM dan Polisi.
Saat proses perampasan tersebut, pelaku mengaku akan mengembalikan motor tersebut apabila korban telah memenuhi beberapa persyaratan. 
“Saya minta motor saya di kembalikan,” katanya kepada Aktual.co, Rabu (9/12) dini hari.
Peristiwa perampasan tersebut bermula saat korban yang tengah mengendarai kendaraannya melintas di sekitaran Gambir. Saat tengah melajukan kendaraannya, korban pun dihentikan oleh pelaku. Pelaku yang mengaku sebagai anggota TNI pun mengambil sepeda motor milik korban.
“Saat saya meminta di kembalikan dia malah beralasan motornya sudah diambil lising,” ujarnya.
Korban yang merasa kesal pun, akhirnya berupaya memancing pelaku yang saat itu korban memiliki nomor telepon pelaku. Saat itulah korban meminta adakan pertemuan dengan pelaku. Bersama POM TNI dan Polisi, korban pun menuju tempat yang telah disepakati oleh pelaku. Pelaku sendiri, kata Arif meminta Ia untuk bertemu dengan pelaku disebuah hotel di kawasan Juanda, Jakarta Pusat. 
“Saya dan warga memancing dia, saat saya lihat di dalam kamar ada alat hisap sabu beserta wanita langsung saya  panggil polisi dan Polisi Militer TNI,” ungkapnya.
Hingga saat ini anggota TNI tersebut belum di ketahui dari kesatuan mana karena pihak kepolisian tidak mau memberikan keterangan dan kasus ini masih di selidiki POM TNI.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Oknum TNI Diduga Rampas Motor

Jakarta, Aktual.co —Seorang oknum anggota TNI, berinisial AH dicokok POM TNI dan Polisi setelah merampas motor milik Arief, sesaat korban tengah melintas di Jalan Gambir, Jakarta Pusat. Merasa menjadi korban, Arif pun langsung melapor ke POM dan Polisi.
Saat proses perampasan tersebut, pelaku mengaku akan mengembalikan motor tersebut apabila korban telah memenuhi beberapa persyaratan. 
“Saya minta motor saya di kembalikan,” katanya kepada Aktual.co, Rabu (9/12) dini hari.
Peristiwa perampasan tersebut bermula saat korban yang tengah mengendarai kendaraannya melintas di sekitaran Gambir. Saat tengah melajukan kendaraannya, korban pun dihentikan oleh pelaku. Pelaku yang mengaku sebagai anggota TNI pun mengambil sepeda motor milik korban.
“Saat saya meminta di kembalikan dia malah beralasan motornya sudah diambil lising,” ujarnya.
Korban yang merasa kesal pun, akhirnya berupaya memancing pelaku yang saat itu korban memiliki nomor telepon pelaku. Saat itulah korban meminta adakan pertemuan dengan pelaku. Bersama POM TNI dan Polisi, korban pun menuju tempat yang telah disepakati oleh pelaku. Pelaku sendiri, kata Arif meminta Ia untuk bertemu dengan pelaku disebuah hotel di kawasan Juanda, Jakarta Pusat. 
“Saya dan warga memancing dia, saat saya lihat di dalam kamar ada alat hisap sabu beserta wanita langsung saya  panggil polisi dan Polisi Militer TNI,” ungkapnya.
Hingga saat ini anggota TNI tersebut belum di ketahui dari kesatuan mana karena pihak kepolisian tidak mau memberikan keterangan dan kasus ini masih di selidiki POM TNI.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain