13 April 2026
Beranda blog Halaman 41359

Bisnis Gas Pertamina Dialihkan, Pemerintah Tidak Pro Kepentingan Bangsa

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) telah melakukan perampingan jumlah direksi menjadi tujuh orang dari sebelumnya mencapai sembilan orang. Dengan perampingan tersebut, Pertamina pun menghapus jabatan direktur pengelolaan gas. Akibatnya, banyak spekulasi mencuat dari berbagai pihak bahwa bisnis gas Pertamina akan dialihkan ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean, jika spekulasi tersebut benar terjadi maka bisa dikatakan visi misi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said serta Dirut Pertamina Dwi Soetjipto tidak pro terhadap kepentingan bangsa.

“Inilah yang sangat disayangkan bahwa visi misi Menteri BUMN dan Menteri ESDM dan Dirut Pertamina tidak pro pada kepentingan bangsa,” kata Ferdinand saat dihubungi Aktual.co, Jakarta, Selasa (9/12).

Dikatakannya, agenda seharusnya yang diusung oleh tiga orang tersebut adalah agenda zero impor terhadap kebutuhan nasional kita.

“Ini adalah agenda untuk menyuburkan kepentingan kelompok mafia yang bermain. Bagus saja sebetulnya jika jabatan Direktur pengelolaan Gas itu dihapus, tapi tidak dengan menghapus fungsi pengolahan gas di Pertamina,” ujarnya.

Ia menambahkan, Rini dan Sudirman selaku Menteri seharusnya lebih mendorong pada Pertamina agar menjadi jantung utama pemenuhan kebutuhan minyak dan gas Nasional.

“Bukan malah mengerdilkan Pertamina dengan memberikan gas pada PGN yang sudah dimiliki oleh publik sahamnya hingga 47 persen. Ini upaya pelemahan Pertamina dan pengerdilan Pertamina yang dilakukan oleh Menteri dan Dirut pertamina,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bisnis Gas Pertamina Dialihkan, Pemerintah Tidak Pro Kepentingan Bangsa

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) telah melakukan perampingan jumlah direksi menjadi tujuh orang dari sebelumnya mencapai sembilan orang. Dengan perampingan tersebut, Pertamina pun menghapus jabatan direktur pengelolaan gas. Akibatnya, banyak spekulasi mencuat dari berbagai pihak bahwa bisnis gas Pertamina akan dialihkan ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean, jika spekulasi tersebut benar terjadi maka bisa dikatakan visi misi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said serta Dirut Pertamina Dwi Soetjipto tidak pro terhadap kepentingan bangsa.

“Inilah yang sangat disayangkan bahwa visi misi Menteri BUMN dan Menteri ESDM dan Dirut Pertamina tidak pro pada kepentingan bangsa,” kata Ferdinand saat dihubungi Aktual.co, Jakarta, Selasa (9/12).

Dikatakannya, agenda seharusnya yang diusung oleh tiga orang tersebut adalah agenda zero impor terhadap kebutuhan nasional kita.

“Ini adalah agenda untuk menyuburkan kepentingan kelompok mafia yang bermain. Bagus saja sebetulnya jika jabatan Direktur pengelolaan Gas itu dihapus, tapi tidak dengan menghapus fungsi pengolahan gas di Pertamina,” ujarnya.

Ia menambahkan, Rini dan Sudirman selaku Menteri seharusnya lebih mendorong pada Pertamina agar menjadi jantung utama pemenuhan kebutuhan minyak dan gas Nasional.

“Bukan malah mengerdilkan Pertamina dengan memberikan gas pada PGN yang sudah dimiliki oleh publik sahamnya hingga 47 persen. Ini upaya pelemahan Pertamina dan pengerdilan Pertamina yang dilakukan oleh Menteri dan Dirut pertamina,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Arema Datangkan Striker Timnas Kamerun

Malang, Aktual.co — Arema Cronus benar-benar mempersiapkan diri untuk berlaga di kompetisi Indonesian Super League (ISL) pada musim depan. Tim berjuluk Singo Edan ini, pada Selasa (8/12) mengenalkan striker terbarunya bernama Somen Alfred Tchoyi.

Tchoyi diketahui adalah mantan pemain Liga Inggris, West Bromwich Albion yang diproyeksi mengisi posisi Beto Gonzalves di lini depan Singo Edan.

General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo mengungkapkan, keputusan manajemen Arema untuk mengontrak Tchoyi berdasarkan rekomendasi asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo dan agen pemain Onana Jules Denis.

“Sebulan yang lalu, Onana menyodorkan 17 nama pemain asing dan kemudian dia merekomendasikan Tchoyi, dan rupanya Pak Gethuk juga merekomendasikan nama yang sama,” ujar Ruddy Widodo di Malang, Jawa Timur.

Rudi yakin, Tchoyi bisa memberikan kontribusi maksimal untuk Arema. Sebab ia merupakan salah satu pemain asal Kamerun yang memiliki pengalaman dan skill bagus.

“Saya pernah bertanya pada Herman Dzumafo soal kiprah Tchoyi di sepak bola, dia menjawab jika Tchoyi pemain yang terkenal di Kamerun. Kami jadi semakin yakin merekrut Tchoyi,” katanya.

Pemain berusia 31 tahun tersebut telah sampai di Indonesia pada 5 Desember lalu. Kemudia menuju Malang pada Senin (8/12) kemarin. “Besok dia akan menjalani medical check-up. Jika semua proses telah tuntas, Tchoyi siap merumput bersama Arema musim depan,” tandasnya.

Ditanya harga pemain Timnas Kamerun ini, Ruddy enggan membeberkannya. Namun kabar yang beredar, manajemen Arema Cronus harus merogoh kocek hingga Rp3 miliar untuk mendapatkan pemain yang telah menyumbangkan tujuh gol untuk West Bromwich Albion ini.

“Yang jelas harganya sesuai dengan kualitas pemain,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Arema Datangkan Striker Timnas Kamerun

Malang, Aktual.co — Arema Cronus benar-benar mempersiapkan diri untuk berlaga di kompetisi Indonesian Super League (ISL) pada musim depan. Tim berjuluk Singo Edan ini, pada Selasa (8/12) mengenalkan striker terbarunya bernama Somen Alfred Tchoyi.

Tchoyi diketahui adalah mantan pemain Liga Inggris, West Bromwich Albion yang diproyeksi mengisi posisi Beto Gonzalves di lini depan Singo Edan.

General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo mengungkapkan, keputusan manajemen Arema untuk mengontrak Tchoyi berdasarkan rekomendasi asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo dan agen pemain Onana Jules Denis.

“Sebulan yang lalu, Onana menyodorkan 17 nama pemain asing dan kemudian dia merekomendasikan Tchoyi, dan rupanya Pak Gethuk juga merekomendasikan nama yang sama,” ujar Ruddy Widodo di Malang, Jawa Timur.

Rudi yakin, Tchoyi bisa memberikan kontribusi maksimal untuk Arema. Sebab ia merupakan salah satu pemain asal Kamerun yang memiliki pengalaman dan skill bagus.

“Saya pernah bertanya pada Herman Dzumafo soal kiprah Tchoyi di sepak bola, dia menjawab jika Tchoyi pemain yang terkenal di Kamerun. Kami jadi semakin yakin merekrut Tchoyi,” katanya.

Pemain berusia 31 tahun tersebut telah sampai di Indonesia pada 5 Desember lalu. Kemudia menuju Malang pada Senin (8/12) kemarin. “Besok dia akan menjalani medical check-up. Jika semua proses telah tuntas, Tchoyi siap merumput bersama Arema musim depan,” tandasnya.

Ditanya harga pemain Timnas Kamerun ini, Ruddy enggan membeberkannya. Namun kabar yang beredar, manajemen Arema Cronus harus merogoh kocek hingga Rp3 miliar untuk mendapatkan pemain yang telah menyumbangkan tujuh gol untuk West Bromwich Albion ini.

“Yang jelas harganya sesuai dengan kualitas pemain,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polri Terjunkan Tim Investigasi Usut Insiden Paniai Papua

Jakarta, Aktual.co — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Badrodin Haiti mengatakan Polri menerjunkan tim investigasi untuk mengusut insiden kerusuhan di Paniai, Papua.
“Kami turunkan tim untuk investigasi, apakah tembakan itu dari polisi atau apakah dari pihak lain. Dari Propam dan Irwasum Mabes Polri sudah ke sana,” kata Badrodin di Jakarta, Selasa (9/12).
Tim tersebut bertugas untuk menyelidiki asal tembakan dalam peristiwa itu yang hingga kini belum diketahui.
Pihaknya juga membenarkan ada sebanyak empat orang warga sipil yang tewas dalam insiden tersebut. Selain menyebabkan empat orang tewas, peristiwa tersebut juga menyebabkan kantor Polsek Paniai Timur rusak dan beberapa polisi terluka.
Saat ini, kata Badrodin, situasi di wilayah tersebut sudah kondusif kembali. Meski demikian, sejumlah aparat tetap disiagakan di daerah itu.
Sementara menurut Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende, kasus kerusuhan itu berawal dari adanya perselisihan antara aparat dengan masyarakat di jalan raya hingga terjadi bentrok fisik di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua.
Tak lama kemudian terdengar bunyi tembakan dari arah pegunungan dan ratusan masyarakat menyerang kantor Koramil dan Polsek yang letaknya bersebelahan, jelas Irjen Pol Mende.
Menurutnya, dari laporan yang diterima terungkap selain menyebabkan empat orang tewas, 15 orang luka-luka, termasuk lima anggota polisi dan TNI, insiden tersebut juga menyebabkan empat mobil rusak. Keempat korban yang tewas, yakni Yulian Yeimo, Simon Degei, Alpius Gogai dan Alpius Youw.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Polri Terjunkan Tim Investigasi Usut Insiden Paniai Papua

Jakarta, Aktual.co — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Badrodin Haiti mengatakan Polri menerjunkan tim investigasi untuk mengusut insiden kerusuhan di Paniai, Papua.
“Kami turunkan tim untuk investigasi, apakah tembakan itu dari polisi atau apakah dari pihak lain. Dari Propam dan Irwasum Mabes Polri sudah ke sana,” kata Badrodin di Jakarta, Selasa (9/12).
Tim tersebut bertugas untuk menyelidiki asal tembakan dalam peristiwa itu yang hingga kini belum diketahui.
Pihaknya juga membenarkan ada sebanyak empat orang warga sipil yang tewas dalam insiden tersebut. Selain menyebabkan empat orang tewas, peristiwa tersebut juga menyebabkan kantor Polsek Paniai Timur rusak dan beberapa polisi terluka.
Saat ini, kata Badrodin, situasi di wilayah tersebut sudah kondusif kembali. Meski demikian, sejumlah aparat tetap disiagakan di daerah itu.
Sementara menurut Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende, kasus kerusuhan itu berawal dari adanya perselisihan antara aparat dengan masyarakat di jalan raya hingga terjadi bentrok fisik di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua.
Tak lama kemudian terdengar bunyi tembakan dari arah pegunungan dan ratusan masyarakat menyerang kantor Koramil dan Polsek yang letaknya bersebelahan, jelas Irjen Pol Mende.
Menurutnya, dari laporan yang diterima terungkap selain menyebabkan empat orang tewas, 15 orang luka-luka, termasuk lima anggota polisi dan TNI, insiden tersebut juga menyebabkan empat mobil rusak. Keempat korban yang tewas, yakni Yulian Yeimo, Simon Degei, Alpius Gogai dan Alpius Youw.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain