7 April 2026
Beranda blog Halaman 41359

Insiden Paniai, Presiden: Sesuaikan Saja!

Jakarta, Aktual.co — Insiden penembakan empat warga sipil yang diduga dilakukan oleh aparat kepolisian di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua sudah sampai di telinga Presiden Joko Widodo. 
Hal itu disampaikan oleh Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Senin (8/12) malam. 
Kata mantan KSAL itu, hingga Senin (8/12) malam, kepolisian masih melakukan verifikasi tentang jumlah korban dalam insiden tersebut.
“Kapolri sudah melapor ke beliau (Jokowi). Presiden meminta kapolri menyesuaikan saja, karena beliau tahu medannya,” ujarnya. 
Tedjo Edi juga mengatakan adapun kronologis dan jumlah korban penembakan tersebut masih simpang siur.
“Informasi terakhir yang didapat adalah 4 warga sipil tewas,” sergahnya.
Sedangkan, lanjutnya, informasi kronologis penembakan ini diduga berawal dari aksi massa yang melawan aparat. Nah, saat itu aparat membela diri, dan sudah diberikan peringatan, tapi akhirnya ada korban.
Sebelumnya, Dewan Adat Paniai, John Gobay mengatakan, kerusuhan ini disebabkan aksi penembakan lima warga sipil oleh aparat TNI-Polri di Lapangan Karel Gobai, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Enarotali, Senin.
Menurut John, lima warga yang tewas itu sebelumnya berniat menuntut klarifikasi atas kasus penganiayaan warga oleh dua orang yang diduga adalah aparat pada Minggu (7/12) malam. John Gobay menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIT, ketika ratusan warga dari Kampung Ipakije berkumpul di Lapangan Karel Gobai. Suasana memanas, ujar dia, ketika massa membakar mobil Fortuner yang dipakai dua orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.
Usai pembakaran mobil tersebut, massa kembali ke lapangan sembari melakukan waita, tarian perang. Aparat TNI-Polri yang berkumpul di Mapolsek Paniai Timur berusaha membubarkan massa tetapi justru massa bertambah banyak dan masih terus melakukan waita.
“Aparat kemudian melepaskan tembakan yang mengakibatkan 4 warga meninggal di tempat, dan puluhan orang lainnya luka-luka. Lima orang yang meninggal yakni Habakuk Degei, Neles Gobay, Bertus Gobai, Saday Yeimo dan Apinus Gobai,” sebut John Gobay.

Artikel ini ditulis oleh:

Insiden Paniai, Presiden: Sesuaikan Saja!

Jakarta, Aktual.co — Insiden penembakan empat warga sipil yang diduga dilakukan oleh aparat kepolisian di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua sudah sampai di telinga Presiden Joko Widodo. 
Hal itu disampaikan oleh Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Senin (8/12) malam. 
Kata mantan KSAL itu, hingga Senin (8/12) malam, kepolisian masih melakukan verifikasi tentang jumlah korban dalam insiden tersebut.
“Kapolri sudah melapor ke beliau (Jokowi). Presiden meminta kapolri menyesuaikan saja, karena beliau tahu medannya,” ujarnya. 
Tedjo Edi juga mengatakan adapun kronologis dan jumlah korban penembakan tersebut masih simpang siur.
“Informasi terakhir yang didapat adalah 4 warga sipil tewas,” sergahnya.
Sedangkan, lanjutnya, informasi kronologis penembakan ini diduga berawal dari aksi massa yang melawan aparat. Nah, saat itu aparat membela diri, dan sudah diberikan peringatan, tapi akhirnya ada korban.
Sebelumnya, Dewan Adat Paniai, John Gobay mengatakan, kerusuhan ini disebabkan aksi penembakan lima warga sipil oleh aparat TNI-Polri di Lapangan Karel Gobai, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Enarotali, Senin.
Menurut John, lima warga yang tewas itu sebelumnya berniat menuntut klarifikasi atas kasus penganiayaan warga oleh dua orang yang diduga adalah aparat pada Minggu (7/12) malam. John Gobay menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIT, ketika ratusan warga dari Kampung Ipakije berkumpul di Lapangan Karel Gobai. Suasana memanas, ujar dia, ketika massa membakar mobil Fortuner yang dipakai dua orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.
Usai pembakaran mobil tersebut, massa kembali ke lapangan sembari melakukan waita, tarian perang. Aparat TNI-Polri yang berkumpul di Mapolsek Paniai Timur berusaha membubarkan massa tetapi justru massa bertambah banyak dan masih terus melakukan waita.
“Aparat kemudian melepaskan tembakan yang mengakibatkan 4 warga meninggal di tempat, dan puluhan orang lainnya luka-luka. Lima orang yang meninggal yakni Habakuk Degei, Neles Gobay, Bertus Gobai, Saday Yeimo dan Apinus Gobai,” sebut John Gobay.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Diminta Tegas Sikapi Kasus Paniai

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPRD Papua, Wilhelmus Pigai meminta Presiden Joko Widodo segera mengambil langkah tegas menyikapi kasus penembakan yang menewaskan lima warga sipil di Kabupaten Paniai pada Minggu (7/12) hingga Senin (8/12).
Berdasaekan laporan yang diterimanya, kasus penembakan warga sipil di Enarotali, Paniai, tersebut merupakan kasus pelanggaran HAM berat, sehingga pemerintah diminta untuk segera mengambil langkah-langkah tegas melakukan investigasi mendalam dan pelaku yang terlibat dihukum seberat-beratnya serta dipecat dari kesatuan Polri dan TNI.
“Kami minta Presiden Jokowi segera mengambil langkah tegas dengan memerintahkan Menko Polhukam (Tedjo Edhy,red), Kapolri(Jenderal Polisi Sutarman) dan Panglima TNI(Jenderal TNI Moeldoko,red) segera ke Papua untuk melihat langsung masalah ini. Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa penembakan terhadap warga sipil dilakukan oleh aparat gabungan. Tindakan ini tidak manusiawi dan merupakan kasus pelanggaran HAM berat,” ujar Wilhelmus.
Sesuai informasi yang diterimanya dari warga di Enarotali, Paniai, insiden penembakan oleh aparat tersebut tidak saja menewaskan lima warga, tetapi juga melukai banyak warga yang terkena terjangan peluru tajam dan sebagian dianiaya.
“Kami juga mendesak Komnas HAM untuk segera turun melakukan investigasi dan hasil investigasi tersebut dibuka secara terang-benderang ke publik agar masyarakat mengetahui siapa saja pelaku penembakan hingga mengakibatkan warga sipil menjadi korban,” kata dia.
Menurut Wilhelmus, dalam kasus penembakan terhadap warga sipil di Enarotali, Kabupaten Paniai tersebut maka Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih merupakan pihak yang paling bertanggung jawab.
Karena itu, pimpinan DPRD Papua didesak segera memanggil kedua pejabat tersebut untuk menggelar dengar pendapat dengan seluruh anggota, meminta penjelasan ikhwal kasus penembakan warga sipil yang terjadi di Paniai.
Gubernur Papua, Lukas Enembe juga diminta tidak diam menyikapi maraknya insiden kekerasan yang terjadi di Provinsi Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Diminta Tegas Sikapi Kasus Paniai

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPRD Papua, Wilhelmus Pigai meminta Presiden Joko Widodo segera mengambil langkah tegas menyikapi kasus penembakan yang menewaskan lima warga sipil di Kabupaten Paniai pada Minggu (7/12) hingga Senin (8/12).
Berdasaekan laporan yang diterimanya, kasus penembakan warga sipil di Enarotali, Paniai, tersebut merupakan kasus pelanggaran HAM berat, sehingga pemerintah diminta untuk segera mengambil langkah-langkah tegas melakukan investigasi mendalam dan pelaku yang terlibat dihukum seberat-beratnya serta dipecat dari kesatuan Polri dan TNI.
“Kami minta Presiden Jokowi segera mengambil langkah tegas dengan memerintahkan Menko Polhukam (Tedjo Edhy,red), Kapolri(Jenderal Polisi Sutarman) dan Panglima TNI(Jenderal TNI Moeldoko,red) segera ke Papua untuk melihat langsung masalah ini. Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa penembakan terhadap warga sipil dilakukan oleh aparat gabungan. Tindakan ini tidak manusiawi dan merupakan kasus pelanggaran HAM berat,” ujar Wilhelmus.
Sesuai informasi yang diterimanya dari warga di Enarotali, Paniai, insiden penembakan oleh aparat tersebut tidak saja menewaskan lima warga, tetapi juga melukai banyak warga yang terkena terjangan peluru tajam dan sebagian dianiaya.
“Kami juga mendesak Komnas HAM untuk segera turun melakukan investigasi dan hasil investigasi tersebut dibuka secara terang-benderang ke publik agar masyarakat mengetahui siapa saja pelaku penembakan hingga mengakibatkan warga sipil menjadi korban,” kata dia.
Menurut Wilhelmus, dalam kasus penembakan terhadap warga sipil di Enarotali, Kabupaten Paniai tersebut maka Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih merupakan pihak yang paling bertanggung jawab.
Karena itu, pimpinan DPRD Papua didesak segera memanggil kedua pejabat tersebut untuk menggelar dengar pendapat dengan seluruh anggota, meminta penjelasan ikhwal kasus penembakan warga sipil yang terjadi di Paniai.
Gubernur Papua, Lukas Enembe juga diminta tidak diam menyikapi maraknya insiden kekerasan yang terjadi di Provinsi Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Artikel ini ditulis oleh:

Penyerangan di Jayapura, 4 Orang Tewas

Jakarta, Aktual.co — Ratusan masyarakat dari Gunung Merah, Paniai, Jayapura, melakukan penyerangan terhadap kantor KPU Paniai, Koramil Enarotali, dan Polsek Paniai Timur, pada Senin (8/12).
Penyerangan ini berujung pada tewasnya empat warga Sipil. Sementara beberapa aparat koramil dan Polsek Paniai mengalami luka-luka.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono menyebutkan bahwa kronologis penyerangan bermula pada Minggu (7/12) pukul 20.00 WIT, terjadi kesalahpahaman antar dua kelompok masyarakat di Pondok Natal Gunung Merah, Paniai. Dari pertengkaran dua kelompok warga ini, sempat terdengar suara tembakan oleh salah satu kelompok masyarakat yang belum dapat diidentifikasi.
Beberapa jam kemudian, Senin (8/12) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT terjadi kebakaran di gedung KPU Paniai. Peristiwa ini diduga terkait dengan persoalan pileg yang belum selesai.
Hingga kini pihak kepolisian masih mencari tahu motif penyerangan tersebut. Kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Penyerangan di Jayapura, 4 Orang Tewas

Jakarta, Aktual.co — Ratusan masyarakat dari Gunung Merah, Paniai, Jayapura, melakukan penyerangan terhadap kantor KPU Paniai, Koramil Enarotali, dan Polsek Paniai Timur, pada Senin (8/12).
Penyerangan ini berujung pada tewasnya empat warga Sipil. Sementara beberapa aparat koramil dan Polsek Paniai mengalami luka-luka.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono menyebutkan bahwa kronologis penyerangan bermula pada Minggu (7/12) pukul 20.00 WIT, terjadi kesalahpahaman antar dua kelompok masyarakat di Pondok Natal Gunung Merah, Paniai. Dari pertengkaran dua kelompok warga ini, sempat terdengar suara tembakan oleh salah satu kelompok masyarakat yang belum dapat diidentifikasi.
Beberapa jam kemudian, Senin (8/12) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT terjadi kebakaran di gedung KPU Paniai. Peristiwa ini diduga terkait dengan persoalan pileg yang belum selesai.
Hingga kini pihak kepolisian masih mencari tahu motif penyerangan tersebut. Kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain