14 April 2026
Beranda blog Halaman 41367

Inilah Sejarah Banjir Jakarta (1)

Jakarta, Aktual.co —Banjir merupakan bencana yang akrab bagi warga Jakarta, terutama warga yang tinggal disepanjang bantaran Kali. Baik Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Sunter yang kerap mengalami dan menjadi korban banjir. Bahkan bencana banjir dengan Jakarta sepertinya merupakan kedua hal yang dulit dipisahkan. 
Selain karena wilayahnya yang lebih rendah dari permukaan laut, curah hujan yang tinggi, dan sistem drainase yang kurang baik, banjir di Jakarta juga disebabkan oleh sampah. Sebenarnya, banjir sudah melanda Jakarta sejak masa kolonial Belanda, ketika masih bernama Batavia.
Menurut Restu Gunawan dalam bukunya yang berjudul Gagalnya Sistem Kanal : Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa, banjir di Batavia pertama kali melanda pada tahun 1621. Untuk itu, Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterzoen Coen mengupayakan penanggulangan banjir dengan membangun kanal-kanal untuk membagi aliran sungai Ciliwung. 
Namun, upaya tersebut gagal dan banjir besar pun masih tetap melanda pada tahun 1654, 1873 dan 1918. Tahun 1920, insinyur hidrologi Herman van Breen mengusulkan rencana penanggulangan banjir dengan memecah aliran sungai yang masuk ke Batavia melalui sebelah kiri dan kanan Batavia sehingga bagian tengah kota terhindar dari aliran air. Untuk itu, maka tahun 1922, pembangunan Banjir Kanal Barat (Manggarai-Karet) dimulai.
Pembangunan BKB dibangun dalam dua tahap. Pertama, pembangunan dimulai dari Pintu Air Manggarai menuju arah barat dan melewati Pasar Rumput, Dukuh Atas, lalu membelok ke arah Karet. Tahap kedua, pembangunannya dibangun dari Karet ke arah Tanah Abang, Tomang, Grogol, Pademangan dan berakhir di Pluit.
Selain membangun BKB, pemerintah kolonial juga melakukan pemeliharaan sungai dengan mengeruk beberapa sungai besar di Batavia seperti Sungai Ciliwung, Kali Angke, Sungai Krukut, Kali Baru, Saluran Sentiong dan lainnya. Namun, sayangnya, upaya tersebut tidak cukup mengatasi banjir di Batavia. Banjir terus melanda Batavia bahkan hingga saat ini dengan nama kota yang telah berubah menjadi Jakarta.
Menurut Dosen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso, pembangunan kanal di Batavia justru menimbulkan masalah baru, yaitu rusaknya ekologi kota bukan mengurangi banjir. Meskipun kanal dibangun, tetapi air tidak lantas mengalir dengan lancar bahkan acapkali tidak dapat menampung air. Saat musim hujan, air di kanal-kanal itu meluap. Sebaliknya, musim kemarau, kanal-kanal itu kering sehingga menimbulkan bau busuk dan penyakit.
Kondisi ini diperparah dengan maraknya pabrik gula pada abad ke-18. Untuk membuat pabrik gula, pohon harus ditebang, kayunya dibuang ke Kali Ciliwung. Saat pabrik gula itu berdiri, ampas penggilingan tebu juga dibuang ke Kali Ciliwung. Air tersumbat sehingga menyebabkan banjir di Batavia. Untuk itu,untuk permasalahan banjir di Jakarta tidak boleh jika hanya terpaku pada drainase horizontal berupa kanal dan saluran air alami daja, tetapi juga dengan konservasi air dengan mengurangi air di permukaan.
(Bersambung…)

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polda Metro Jaya: Dua Hari Demo, Buruh Kerahkan 50.000 Massa

Jakarta, Aktual.co —Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 50.000 buruh dari berbagai elemen akan menggelar demo selama dua hari di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Estimasi (perkiraan) 50.000 buruh dari seluruh Jabodetabeka,” kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono di Jakarta Selasa (9/12).

Para buruh akan menggelar aksi unjukrasa di sekitar Bundara Hotel Indonesia (HI) dan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat pada Rabu-Kamis (10-11 Desember 2014).

Para buruh menuntut penghapusan tenaga alih daya (outsourcing), perbaikan BPJS dan upah layak.

Unggung menyebutkan Polda Metro Jaya mengerahkan 16.000 personel guna mengawal aksi unjuk rasa buruh tersebut.

Jenderal polisi bintang dua itu mengimbau pengunjuk rasa tidak memblokir jalan tol yang dapat mengganggu pengguna jalan lain.

“Jadi akses jalan jangan ditutup semua, kita persilahkan 2/3 jalan itu untuk orasi dan 1/3 jalannya untuk pengguna jalan,” imbau Unggung.

Unggung juga telah memerintahkan petugas kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dan tindakan simpatik kepada pengunjuk rasa agar tidak terjadi bentrokan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polda Metro Jaya: Dua Hari Demo, Buruh Kerahkan 50.000 Massa

Jakarta, Aktual.co —Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 50.000 buruh dari berbagai elemen akan menggelar demo selama dua hari di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Estimasi (perkiraan) 50.000 buruh dari seluruh Jabodetabeka,” kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono di Jakarta Selasa (9/12).

Para buruh akan menggelar aksi unjukrasa di sekitar Bundara Hotel Indonesia (HI) dan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat pada Rabu-Kamis (10-11 Desember 2014).

Para buruh menuntut penghapusan tenaga alih daya (outsourcing), perbaikan BPJS dan upah layak.

Unggung menyebutkan Polda Metro Jaya mengerahkan 16.000 personel guna mengawal aksi unjuk rasa buruh tersebut.

Jenderal polisi bintang dua itu mengimbau pengunjuk rasa tidak memblokir jalan tol yang dapat mengganggu pengguna jalan lain.

“Jadi akses jalan jangan ditutup semua, kita persilahkan 2/3 jalan itu untuk orasi dan 1/3 jalannya untuk pengguna jalan,” imbau Unggung.

Unggung juga telah memerintahkan petugas kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dan tindakan simpatik kepada pengunjuk rasa agar tidak terjadi bentrokan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Jaksa Agung: Pelaku Korupsi Bukan Orang Bodoh

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, bahwa untuk memberantas pelaku korupsi bukan perkara mudah. Banyak tantangan yang dihadapi. Bahkan, tak jarang ada yang ingin menghalangi bahkan menggagalkan upaya penegak hukum dalam memberangus perbuatan yang membuat hancur moral bangsa ini.
“Korupsi itu dilakukan  secara masif, sistematis, dan berencana. Korupsi yang dilakukan bukan oleh orang-orang bodoh. Tapi, dilakukan orang-orang yang punya uang bekerjasama dengan pemegang kekuasaan,” ujar Prasetyo dalam keterangan pers usai peringatan Hari Antikorupsi Dunia di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (9/12).
Bahkan, lanjut Prasetyo, tak jarang koruptor melakukan perlawanan balik terhadap aparat penegak hukum. Dicontohkan dia, beberapa waktu lalu jajaran Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung menggeledah rumah seorang tersangka.
Namun, yang digeledah tak kooperatif dan tak mau membuka gerbang. Terpaksa, petugas melompati pagar rumah meski itu membahayakan. “Padahal ada orang di dalamnya,” ungkap Prasetyo.
Dia mengatakan, banyak hal dan upaya para koruptor untuk menggagalkan pemberantasan korupsi. Misalnya melalui rayuan-rayuan, bisikan-bisikan untuk memperdaya aparat penegak hukum.
“Tapi, kita harus sadari dan jangan terpengaruh rayuan untuk mempengaruhi sedikitpun semangat berantas korupsi,” kata mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejagung itu.
Upaya pemberantasan korupsi tetap terus digeber Prasetyo Cs. Buktinya, sejak Januari-November 2014, Kejagung beserta jajaran menyelidiki 1538 kasus, menyidik 1365 kasus, serta yang dalam tahap penuntutan 1023.
Uang negara yang berhasil diselamatkan dalam kegiatan penyelidikan dan penyidikan adalah Rp 274.844.840.686 dan USD 8.100.000.
Pada tahap eksekusi dan eksaminasi, kejaksaan juga telah melakukan pemidanaan badan sebanyak 590 terpidana dan pidana denda Rp 24.878.506.540.
Tak cuma itu, untuk pemulihan kerugian keuangan atau asset recovery kejaksaan telah berhasil mengembalikan Rp 632.797.812.002,55 ke dalam kas negara. Jumlah itu terdiri dari eksekusi uang rampasan Rp 560.849.123.565,55 dan eksekusi uang pengganti Rp 71.948.688.437,00.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jaksa Agung: Pelaku Korupsi Bukan Orang Bodoh

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, bahwa untuk memberantas pelaku korupsi bukan perkara mudah. Banyak tantangan yang dihadapi. Bahkan, tak jarang ada yang ingin menghalangi bahkan menggagalkan upaya penegak hukum dalam memberangus perbuatan yang membuat hancur moral bangsa ini.
“Korupsi itu dilakukan  secara masif, sistematis, dan berencana. Korupsi yang dilakukan bukan oleh orang-orang bodoh. Tapi, dilakukan orang-orang yang punya uang bekerjasama dengan pemegang kekuasaan,” ujar Prasetyo dalam keterangan pers usai peringatan Hari Antikorupsi Dunia di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (9/12).
Bahkan, lanjut Prasetyo, tak jarang koruptor melakukan perlawanan balik terhadap aparat penegak hukum. Dicontohkan dia, beberapa waktu lalu jajaran Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung menggeledah rumah seorang tersangka.
Namun, yang digeledah tak kooperatif dan tak mau membuka gerbang. Terpaksa, petugas melompati pagar rumah meski itu membahayakan. “Padahal ada orang di dalamnya,” ungkap Prasetyo.
Dia mengatakan, banyak hal dan upaya para koruptor untuk menggagalkan pemberantasan korupsi. Misalnya melalui rayuan-rayuan, bisikan-bisikan untuk memperdaya aparat penegak hukum.
“Tapi, kita harus sadari dan jangan terpengaruh rayuan untuk mempengaruhi sedikitpun semangat berantas korupsi,” kata mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejagung itu.
Upaya pemberantasan korupsi tetap terus digeber Prasetyo Cs. Buktinya, sejak Januari-November 2014, Kejagung beserta jajaran menyelidiki 1538 kasus, menyidik 1365 kasus, serta yang dalam tahap penuntutan 1023.
Uang negara yang berhasil diselamatkan dalam kegiatan penyelidikan dan penyidikan adalah Rp 274.844.840.686 dan USD 8.100.000.
Pada tahap eksekusi dan eksaminasi, kejaksaan juga telah melakukan pemidanaan badan sebanyak 590 terpidana dan pidana denda Rp 24.878.506.540.
Tak cuma itu, untuk pemulihan kerugian keuangan atau asset recovery kejaksaan telah berhasil mengembalikan Rp 632.797.812.002,55 ke dalam kas negara. Jumlah itu terdiri dari eksekusi uang rampasan Rp 560.849.123.565,55 dan eksekusi uang pengganti Rp 71.948.688.437,00.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Menpora Akan Buka PON Remaja 2014

Surabaya, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengaku akan membuka event olahraga nasional Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2014, Selasa (9/12) malam.

“Yang jelas nanti malam saya akan membuka PON Remaja,” ujar Imam Nahrawi kepada Aktual.co ketika melakukan pantauan di lapangan Semanor, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ditegaskan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, dirinya hadir dalam pembukaan PON Remaja ini, untuk melihat langsung prosedur perekrutan atlet yang memperkuat daerah masing-masing, sudah sesuai dengan aturan atau tidak.

Diungkapkan Menpora, selama ini banyak kabupaten atau provinsi yang atletnya berasal dari daerah lain. Oleh sebab itu dirinya berharap di PON Remaja ini tidak terjadi hal seperti itu.

“Saya juga ingin melihat apakah proses rekrutmen atlet-atlet kita sudah memenuhi standart atau belum,” ungkapnya.

PON Remaja 2014 ini, merupakan event olahraga nasional pertama yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur.

Menpora berjanji, jika PON Remaja ini bisa memunculkan atlet-atlet berkualitas, maka event nasional ini, akan dijadikan agenda tahunan.

PON Remaja akan berlangsung mulai hari ini hingga 15 Desember mendatang, dengan mempertandingkan sebanyak 15 cabang olahraga, yang diikuti seluruh wilayah di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain