9 April 2026
Beranda blog Halaman 41370

PDIP Sambut Baik Pertemuan Jokowi-SBY

Jakarta, Aktual.co — PDIP menyambut baik prakarsa Ketum PD, SBY untuk menemui Presiden Jokowi dalam rangka penjajakan kerja sama politik antara PD dan Pemerintah.
“Pertemuan tersebut semoga menjadi pintu masuk untuk menjalin kerja sama politik yahg lebih komprehensif antara PD dan Pemerintah diluar kesepakatan mengenai dukungan terhadap Perppu pilkada langsung,” kata Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah, Jakarta, Selasa (9/12).
Sebagai seorang Ketum parpol yang juga mantan presiden RI, SBY pasti tahu persis beban presiden Jokowi dalam memimpin pemerintahan nasional.
“Sebagai seorang negarawan, SBY memang sudah  seharusnya ikut membantu dan memberikan dukungan terhadap presiden Jokowi agar dia dapat memimpin pemerintahan nasional dengan baik dan efektif,” ujar Ketua Fraksi MPR PDIP itu
Kerja sama PD dan pemerintah juga akan menjamin terselenggaranya sistem pemerintahan presidensial yang dulu juga dikampanyekan pemerintahan SBY.
“Tentu saja dukungan politik yang bersifat konstruktif dalam hubungan antara pemerintah dengan DPR. Meskipun Demokraat tidak masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi bukan berarti peluang kerja sama politik akan tertutup karena memang ruang pengabdian terhadap bangsa dan negara masih begitu luas dan kompleks yang masih membutuhkan kerja sama antar kekuatan-kekuatan politik nasional,” katanya.
“Peluang kerja sama dalam pemerintahan selalu terbuka karena memang cukup banyak spektrum pemerintahan yang dapat dikerjasamakan dengan PD ke depan,” imbuhnya.
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

PDIP Sambut Baik Pertemuan Jokowi-SBY

Jakarta, Aktual.co — PDIP menyambut baik prakarsa Ketum PD, SBY untuk menemui Presiden Jokowi dalam rangka penjajakan kerja sama politik antara PD dan Pemerintah.
“Pertemuan tersebut semoga menjadi pintu masuk untuk menjalin kerja sama politik yahg lebih komprehensif antara PD dan Pemerintah diluar kesepakatan mengenai dukungan terhadap Perppu pilkada langsung,” kata Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah, Jakarta, Selasa (9/12).
Sebagai seorang Ketum parpol yang juga mantan presiden RI, SBY pasti tahu persis beban presiden Jokowi dalam memimpin pemerintahan nasional.
“Sebagai seorang negarawan, SBY memang sudah  seharusnya ikut membantu dan memberikan dukungan terhadap presiden Jokowi agar dia dapat memimpin pemerintahan nasional dengan baik dan efektif,” ujar Ketua Fraksi MPR PDIP itu
Kerja sama PD dan pemerintah juga akan menjamin terselenggaranya sistem pemerintahan presidensial yang dulu juga dikampanyekan pemerintahan SBY.
“Tentu saja dukungan politik yang bersifat konstruktif dalam hubungan antara pemerintah dengan DPR. Meskipun Demokraat tidak masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi bukan berarti peluang kerja sama politik akan tertutup karena memang ruang pengabdian terhadap bangsa dan negara masih begitu luas dan kompleks yang masih membutuhkan kerja sama antar kekuatan-kekuatan politik nasional,” katanya.
“Peluang kerja sama dalam pemerintahan selalu terbuka karena memang cukup banyak spektrum pemerintahan yang dapat dikerjasamakan dengan PD ke depan,” imbuhnya.
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Menguat 20 Poin ke Posisi Rp12.335

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada bergerak menguat 20 poin menjadi Rp12.335 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.355 per dolar AS.

“Laju mata uang rupiah bergerak menguat, diperkirakan Bank Indonesia melakukan intervensi agar tidak tertekan lebih dalam,” kata Kepala riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (9/12).

Namun, menurut dia, laju rupiah cenderung masih tertahan di tengah sentimen negatif saat ini yang cukup dominan. Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 menjadi salah satu faktor negatif bagi mata uang domestik.

“Kondisi itu akan membawa dampak buruk bagi fundamental rupiah ke depannya dan mendorong pelaku pasar untuk lebih memilih masuk ke dolar AS untuk menjaga nilai aset,” katanya.

Ia mengatakan bahwa Bank Dunia memangkas pertumbuhan ekonomi 2015 menjadi 5,2 persen dari perkiraan sebelumnya 5,6 persen. Selain itu, Bank Dunia juga memangkas pertumbuhan kredit dan laju neraca perdagangan.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa Bank Indonesia cukup aktif melakukan intervensi di tengah kondisi kurs rupiah yang mengalami pelemahan cukup dalam.

“Bank Indonesia menyatakan terus melakukan intervensi di pasar valas dan terlihat bahwa intensitasnya semakin besar dari periode normal, kondisi itu membuat peluang rupiah naik dapat terbuka,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rupiah Menguat 20 Poin ke Posisi Rp12.335

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada bergerak menguat 20 poin menjadi Rp12.335 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.355 per dolar AS.

“Laju mata uang rupiah bergerak menguat, diperkirakan Bank Indonesia melakukan intervensi agar tidak tertekan lebih dalam,” kata Kepala riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (9/12).

Namun, menurut dia, laju rupiah cenderung masih tertahan di tengah sentimen negatif saat ini yang cukup dominan. Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 menjadi salah satu faktor negatif bagi mata uang domestik.

“Kondisi itu akan membawa dampak buruk bagi fundamental rupiah ke depannya dan mendorong pelaku pasar untuk lebih memilih masuk ke dolar AS untuk menjaga nilai aset,” katanya.

Ia mengatakan bahwa Bank Dunia memangkas pertumbuhan ekonomi 2015 menjadi 5,2 persen dari perkiraan sebelumnya 5,6 persen. Selain itu, Bank Dunia juga memangkas pertumbuhan kredit dan laju neraca perdagangan.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa Bank Indonesia cukup aktif melakukan intervensi di tengah kondisi kurs rupiah yang mengalami pelemahan cukup dalam.

“Bank Indonesia menyatakan terus melakukan intervensi di pasar valas dan terlihat bahwa intensitasnya semakin besar dari periode normal, kondisi itu membuat peluang rupiah naik dapat terbuka,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kilas Balik Gerakan Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — Polemik soal kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintahan Jokowi terus menuai kritik keras dari sejumlah kalangan baik akademisi maupun politisi.
Hari ini, Selasa (9/12) pukul 12.00 WIB, bertempat di Restoran Pulau Dua Jl. Gatot Subroto, Kompleks Taman Ria Senayan, Jakarta, akan dilangsungkan sebuah acara diskusi untuk menanggapi persoalan kenaikan BBM di tengah turunnya harga minyak dunia.
Dengan tema “Kilas Balik Gerakan Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM” sejumlah pembicara, seperti aktivis yang dipenjara menolak kenaikan harga BBM pada tahun 2008, Ferry Julianto.
“Rencananya Ferry Julianto akan memberikan testimoni politiknya terlebih dahulu sebelum kemudian dilanjutkan kepada narasumberlainnya,” kata Suryawijaya seperti yang dikutip dalam undangan acara, di Jakarta, Selasa (9/12).
Selain itu, dalam acara tersebut juga aan dihadiri sejumlah pembicara, yakni, Ketua BPM FH/Aktifis Mahasiswa UMI Makasar, Muhammad Wildan. Pengamat Ekonomi, Ichsanuddin Noorsy. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar M.Misbakhun, dan Akademisi Universitas Indonesia (UI) sekaligus pengamat komunikasi politik, Effendi Ghozali.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kilas Balik Gerakan Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — Polemik soal kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintahan Jokowi terus menuai kritik keras dari sejumlah kalangan baik akademisi maupun politisi.
Hari ini, Selasa (9/12) pukul 12.00 WIB, bertempat di Restoran Pulau Dua Jl. Gatot Subroto, Kompleks Taman Ria Senayan, Jakarta, akan dilangsungkan sebuah acara diskusi untuk menanggapi persoalan kenaikan BBM di tengah turunnya harga minyak dunia.
Dengan tema “Kilas Balik Gerakan Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM” sejumlah pembicara, seperti aktivis yang dipenjara menolak kenaikan harga BBM pada tahun 2008, Ferry Julianto.
“Rencananya Ferry Julianto akan memberikan testimoni politiknya terlebih dahulu sebelum kemudian dilanjutkan kepada narasumberlainnya,” kata Suryawijaya seperti yang dikutip dalam undangan acara, di Jakarta, Selasa (9/12).
Selain itu, dalam acara tersebut juga aan dihadiri sejumlah pembicara, yakni, Ketua BPM FH/Aktifis Mahasiswa UMI Makasar, Muhammad Wildan. Pengamat Ekonomi, Ichsanuddin Noorsy. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar M.Misbakhun, dan Akademisi Universitas Indonesia (UI) sekaligus pengamat komunikasi politik, Effendi Ghozali.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain