13 April 2026
Beranda blog Halaman 41400

Menkumham Harus Sahkan Munas Yang Sah, Bukan Yang Abal-abal

Jakarta, Aktual.co — Partai Gerindra hanya mengakui Munas yang digelar di Bali dengan terpilihnya Aburizal Bakrie (Ical) sebagai perhelatan yang sah sesuai ketentuan partai Golkar. Sedangkan, Munas  Ancol yang dibuat Agung Laksono, disebut sebagai acara abal-abal.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
“Kalau kami (Gerindra) yang kita akui Munas yang sah yaitu Munas yang di Bali. Kita ini kan orang politik, tahu aturan main, ada AD/ART, siapa yang milih ketua DPD, DPC itulah yang sah,” kata dia.
Karena itu, sambung dia, Kemenkum HAM untuk mengabaikan kepengurusan partai yang diajukan Agung Laksono.
“Kalau orang politik yang ngerti yang sah jelas Aburizal, kalau inikan ya apa namanya bukan organisasi Munas karena orang yang datang tidak jelas. Saya kira Menkum HAM abaikan saja yang seperti itu, buang-buang waktu,” terang Wakil Ketua DPR ini.
Fadli mengibaratkan, bahwa Munas bukan soal banyak-banyakan yang datang. Dia menambahkan, yang hadir dalam Munas harus memiliki hak suara.
“Yang penting mandat, DPD 1 dan DPD 2 tidak sembarangan, organisasi politik yang ada diatur AD/ART yang bersifat internal pemerintah tidak boleh ikut campur,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menkumham Harus Sahkan Munas Yang Sah, Bukan Yang Abal-abal

Jakarta, Aktual.co — Partai Gerindra hanya mengakui Munas yang digelar di Bali dengan terpilihnya Aburizal Bakrie (Ical) sebagai perhelatan yang sah sesuai ketentuan partai Golkar. Sedangkan, Munas  Ancol yang dibuat Agung Laksono, disebut sebagai acara abal-abal.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
“Kalau kami (Gerindra) yang kita akui Munas yang sah yaitu Munas yang di Bali. Kita ini kan orang politik, tahu aturan main, ada AD/ART, siapa yang milih ketua DPD, DPC itulah yang sah,” kata dia.
Karena itu, sambung dia, Kemenkum HAM untuk mengabaikan kepengurusan partai yang diajukan Agung Laksono.
“Kalau orang politik yang ngerti yang sah jelas Aburizal, kalau inikan ya apa namanya bukan organisasi Munas karena orang yang datang tidak jelas. Saya kira Menkum HAM abaikan saja yang seperti itu, buang-buang waktu,” terang Wakil Ketua DPR ini.
Fadli mengibaratkan, bahwa Munas bukan soal banyak-banyakan yang datang. Dia menambahkan, yang hadir dalam Munas harus memiliki hak suara.
“Yang penting mandat, DPD 1 dan DPD 2 tidak sembarangan, organisasi politik yang ada diatur AD/ART yang bersifat internal pemerintah tidak boleh ikut campur,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Transjakarta Minta Separator Jalur Dipasang Menyeluruh

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pekerjaan Umum DKI diminta membuat separator secara menyeluruh di jalur bus Transjakarta. Direktur Utama PT Transjakarta ANS Kosasih mengaku sudah pernah menyampaikan permintaan itu ke Dinas Pekerjaan Umum sebelumnya.
“Kami pernah memberikan masukan agar diberikan separator karena jika diberikan separator akan lebih baik,” ujarnya ketika dihubungi, Senin (8/12).
Dengan diberikan separator, dia yakin pelayanan bus Transjakarta akan lebih baik. Karena jalurnya tidak akan dimasuki oleh kendaraan lainnya.
“Dengan diberikan separator nantinya akan menyebabkan mobil atau motor yang masuk jalur bus akan sedikit. Dengan begitu, akan meminimalisir angka kecelakaan. Kalau jalur bus steril akan lebih baik,” ujarnya.
Sebagai informasi, jalur bus Transjakarta belum dipasang separator seluruhnya. Kalaupun dipasang, separator jalur tersebut terlalu pendek sehingga kendaraan seperti mobil dan motor masih dapat menerobos ke jalur bus Transjakarta.
Akibatnya, tidak jarang menimbulkan kecelakaan akibat kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum selain Transjakarta yang menerobos jalur bus dengan bus Transjakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Transjakarta Minta Separator Jalur Dipasang Menyeluruh

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pekerjaan Umum DKI diminta membuat separator secara menyeluruh di jalur bus Transjakarta. Direktur Utama PT Transjakarta ANS Kosasih mengaku sudah pernah menyampaikan permintaan itu ke Dinas Pekerjaan Umum sebelumnya.
“Kami pernah memberikan masukan agar diberikan separator karena jika diberikan separator akan lebih baik,” ujarnya ketika dihubungi, Senin (8/12).
Dengan diberikan separator, dia yakin pelayanan bus Transjakarta akan lebih baik. Karena jalurnya tidak akan dimasuki oleh kendaraan lainnya.
“Dengan diberikan separator nantinya akan menyebabkan mobil atau motor yang masuk jalur bus akan sedikit. Dengan begitu, akan meminimalisir angka kecelakaan. Kalau jalur bus steril akan lebih baik,” ujarnya.
Sebagai informasi, jalur bus Transjakarta belum dipasang separator seluruhnya. Kalaupun dipasang, separator jalur tersebut terlalu pendek sehingga kendaraan seperti mobil dan motor masih dapat menerobos ke jalur bus Transjakarta.
Akibatnya, tidak jarang menimbulkan kecelakaan akibat kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum selain Transjakarta yang menerobos jalur bus dengan bus Transjakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

UPT: Pembongkaran Lebak Bulus Selesai Akhir Desember

Jakarta, Aktual.co — Pembongkaran komplek Stadion Lebak Bulus, Jakarta, sudah mulai berjalan. Rencananya, akhir Desember ini, pembongkaran seluruh bangunan di kawasan tersebut selesai, yakni stadion, kolam renang serta arena squash.

Pembongkaram kawasan Stadion Lebak Bulus, yang juga menjadi markas dari klub Persija Jakarta, dilakukan sebagai alih fungsi, menjadi terminal Mass Rapid Transit (MRT).

“Rencanyanya Desember ini selesai mas pembongkarannya,” ungkap Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Lebak Bulus, Suratmin ketika dihubungi Aktual.co, Senin (8/12).

Diungkapkan Suratmin, sejak awal Desember, seluruh kegiatan yang berada di lingkungan Stadion Lebak Bulus sudah dihentikan. Ruangan-ruangan yang ada juga sudah dikosongkan.

Namun, masih ada satu ruangan lagi yang belum bisa untuk dikosongkan. Ruangan tersebut yakni sekretariat The Jakmania (pendukung setia Persija).

Pihak pengelola pun mengizinkan The Jakmania untuk tetap memakai ruangan. Karena, lanjut Suratmin, proses pembongkaran tengah terfokus pada arena kolam renang dan squash saja.

“The Jakmania sudah koordinasi dengan kami (pihak pengelola Stadion). Mereka izin supaya bisa pakai ruangan. Katanya mau ada acara di Desember ini,” kata Suratmin.

Artikel ini ditulis oleh:

UPT: Pembongkaran Lebak Bulus Selesai Akhir Desember

Jakarta, Aktual.co — Pembongkaran komplek Stadion Lebak Bulus, Jakarta, sudah mulai berjalan. Rencananya, akhir Desember ini, pembongkaran seluruh bangunan di kawasan tersebut selesai, yakni stadion, kolam renang serta arena squash.

Pembongkaram kawasan Stadion Lebak Bulus, yang juga menjadi markas dari klub Persija Jakarta, dilakukan sebagai alih fungsi, menjadi terminal Mass Rapid Transit (MRT).

“Rencanyanya Desember ini selesai mas pembongkarannya,” ungkap Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Lebak Bulus, Suratmin ketika dihubungi Aktual.co, Senin (8/12).

Diungkapkan Suratmin, sejak awal Desember, seluruh kegiatan yang berada di lingkungan Stadion Lebak Bulus sudah dihentikan. Ruangan-ruangan yang ada juga sudah dikosongkan.

Namun, masih ada satu ruangan lagi yang belum bisa untuk dikosongkan. Ruangan tersebut yakni sekretariat The Jakmania (pendukung setia Persija).

Pihak pengelola pun mengizinkan The Jakmania untuk tetap memakai ruangan. Karena, lanjut Suratmin, proses pembongkaran tengah terfokus pada arena kolam renang dan squash saja.

“The Jakmania sudah koordinasi dengan kami (pihak pengelola Stadion). Mereka izin supaya bisa pakai ruangan. Katanya mau ada acara di Desember ini,” kata Suratmin.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain