10 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41518

Jaksa Agung Beralasan Tak Ada Izin Menyadap Jadi Penghambat Tangani Perkara

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku belum dapat memaksimalkan penanganan kasus.  Ada beberapa kendala yang membuat Korps Adhyaksa tersebut, belum maksimal dalam menangani sebuah perkara.
Salah satunya, yakni ijin penyadapan yang belum didapat Kejagung.Kendala itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.
Jaksa Agung HM Prasetyo berharap, Kejagung diberikan kewenangan untuk melakukan penyadapan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena kewenangan itu diyakininya bisa mengoptimalkan kinerja Kejaksaan di tengah maraknya tindak pidana korupsi.
“Kalau Kejaksaan diberikan ijin melakukan penyadapan, mungkin akan memudahkan kita melakukan penangkapan,” kata Prasetyo, Jakarta, Selasa (25/11).
Menurut Prasetyo, penyadapan merupakan bagian penting untuk mengungkap sebuah tindak pidana. Pasalnya Kejagung tidak bisa melakukan operasi tangkap tangan (OTT) seperti yang kerap dilakukan KPK.
“Kalau tangkap tangan lebih enak, beda dengan kami harus melakukan penyelidikan. Kalau tangkap tangan langsung ada barang bukti dan bisa langsung dijebloskan ke tahanan,” ujarnya.
Kejagung diketahui sudah mempunyai alat penyadapan yang cukup memadai. Namun barang itu tak serta merta dapat digunakan sebagai alat bantu melakukan penyelidikan. “Alat kita sudah punya, tinggal menunggu izin revisi UU-nya saja. Tapi tidak percuma juga, karena kita fungsikan untuk melacak buronan korupsi,” katanya.
Prasetyo belum dapat memastikan, apakah pihaknya bakal meminta pemerintah dan DPR untuk merevisi UU  Kejaksaan terkait penyadapan. Namun apabila undang-undang memberikan kewenangan itu, Kejaksaan akan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. “Kita lihat nanti, karena itu politik. Yang jelas Kejaksaan harus eksis dan besar,” ujarnya.
Kewenangan Kejaksaan harus diperkuat dengan tetap memperhatikan aspek Independensi instansi tersebut. Sehubungan dengan itu, maka kejaksaan memiliki kewenangan penyadapan yang diatur dalam revisi UU Kejaksaan.
Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin mengatakan, pihaknya bakal menggodok permasalahan yang dialami Kejagung. Dia mengatakan, izin penyadapan yang diinginkan Kejagung akan dimasukkan dalam agenda rapat kerja di parlemen.
“Kita agendakan dalam rapat kerja,” kata Aziz saat dihubungi wartawan, Senin (24/11) malam.
Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mendukung upaya Kejagung terkait ijin penyadapan. Hal tersebut kata dia, agar efektiitas kinerja Kejagung dapat berjalan maksimal. “Saya setuju Kejagung punya hak penyadapan, agar kinerjanya lebih efektif,” ujar Bambang.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Persiwa Wamena Kembali Promosi ke ISL

Jakarta, Aktual.co — Kesebelasan Persiwa Wamena, akhirnya kembali mendapatkan tiket promosi ke Indonesia Super League musim 2015, setelah memastikan lolos ke babak final kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014.

Persiwa lolos ke partai puncak Divisi Utama, setelah mengalahkan Martapura FC dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan semifinal di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (24/11) malam, lewat gol tunggal dari Fransiskus Mumpo pada menit ke-25.

Pada laga final yang digelar Kamis (27/11), Eduard Ivak Dalam dan kawan-kawan akan bertemu Pusamania Borneo FC, yang pada laga sebelumnya menundukkan PSGC Ciamis melalui drama adu penalti yang berkesudahan 3-1.

Baik Persiwa maupun PSGC Ciamis lolos ke babak empat besar Divisi Utama Liga Indonesia dengan status sebagai tim pengganti, setelah PSS Sleman dan PSIS Semarang didiskualifikasi oleh Komisi Disiplin PSSI karena terlibat kasus “sepak bola gajah”.

Persiwa terdegradasi ke Divisi Utama pada akhir musim kompetisi ISL 2013 dan mereka hanya membutuhkan satu musim untuk kembali ke kompetisi strata tertinggi di Tanah Air tersebut.

“Kami sangat bersyukur bisa lolos ke final dan kembali ke ISL. Sejak awal, kami juga tidak terlalu yakin bisa lolos, mengingat persiapan menghadapi babak empat besar yang sangat minim,” kata pelatih Persiwa Wamena, Mahmud Diana, usai pertandingan.

Menurut ia, timnya sempat tidak menjalani latihan hampir selama satu bulan dan baru kembali berlatih setelah Komdis PSSI memutuskan Persiwa tampil di babak empat besar bersama PSGC Ciamis, menggantikan PSS Sleman dan PSIS Semarang.

“Bisa dibilang kondisi fisik pemain baru kembali sekitar 60 persen, karena persiapan hanya seminggu,” tambah Mahmud Diana.

Kapten tim Persiwa Wamena Eduard Ivak Dalam juga mengaku tidak menyangka timnya bisa mengimbangi permainan Martapura FC selama 90 menit, bahkan meraih kemenangan.

“Ini sebuah mukjizat dari Tuhan. Saya salut dengan semangat juang teman-teman dan tidak tahu mereka dapat tenaga ekstra darimana bisa main penuh selama 90 menit,” kata mantan pemain Persipura Jayapura itu.

Sementara itu, pelatih tim Martapura FC Frans Sinatra mengatakan anak-anak asuhnya telah bermain secara maksimal, tetapi gagal memanfaatkan sejumlah peluang untuk mencetak gol.

“Anak-anak sudah mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik, tetapi hasil akhir tidak berpihak kepada kami. Selamat buat Persiwa yang lolos ke final dan ISL musim depan,” kata mantan pemain nasional itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Tenggat Perundingan Nuklir Iran Diperpanjang Hingga Juli 2015

Jakarta, Aktual.co — Iran dan negara-negara kuat dunia, gagal membuat persetujuan nuklir bersejarah pada saat jatuhnya tenggat waktu, Senin (24/11), alih-alih mereka menetapkan waktu tujuh bulan lagi untuk mencapai kesepakatan.

Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa –ditambah Jerman– akan berupaya untuk menghasilkan kesepakatan secara garis pada 1 Maret dan membukukan kesepakatan teknis secara penuh pada 1 Juli 2015 mendatang.

“Kami telah menyimpulkan bahwa tidak mungkin menghasilkan persetujuan berdasarkan tenggat waktu, yang ditentukan hari ini (Senin), dan karena itu, kami akan memperpanjangnya… ke tanggal 30 Juni tahun 2015,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond di Wina, dikutip AFP.

“Akan ada pertemuan-pertemuan lebih lanjut pada Desember. Target kami adalah membuat persetujuan utama, kesepakatan dalam hal substansi, dalam waktu sekira tiga bulan mendatang, serta semua aspek teknis pada 1 Juli,” katanya.

Dalam upaya menyelesaikan permusuhan 12 tahun menyangkut program nuklir Iran, negara-negara kuat dunia yang disebut dengan P5+1, itu telah selama berbulan-bulan berupaya membuat kesepakatan sementara dengan Iran menuju perjanjian abadi.

Perjanjian tersebut ditujukan untuk menghapuskan ketakutan bahwa Teheran akan mengembangkan senjata nuklir dengan menyamarkannya sebagai kegiatan sipil. Ambisi soal senjata nuklir itu telah dibantah oleh Iran.

Jika tercapai, perjanjian tersebut akan memungkinan dicabutnya sanksi-sanksi memberatkan terhadap Iran, memupus pembicaraan soal perang serta menggambarkan keberhasilan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan mitranya dari Iran, Presiden Hassan Rouhani.

Kesepakatan akan memungkinkan dimulainya proses, yang di dalamnya “hubungan antara Iran dan dunia, dan kawasan, mulai berubah,” kata Obama dalam wawancaranya dengan televisi ABC News, Minggu (23/11).

Namun, upaya diplomatik di Wina dalam beberapa hari terakhir ini, yang melibatkan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry serta menteri-menteri luar negeri lainnya, gagal menjembatani perbedaan-perbedaan utama yang masih ada.

Upaya diplomatik yang telah dijalankan adalah termasuk dilakukannya tujuh pertemuan sejak Selasa pekan lalu antara Kerry dan mitranya dari Iran, Menlu Mohammad Javad Zarif, serta sejumlah pertemuan lainnya di ibu kota Austria itu.

“Walaupun kondisinya bagus, walaupun suasana perundingan sangat konstruktif, kami tidak mendapatkan apa yang kami inginkan,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.

Para diplomat mengatakan, kendati ada kemajuan, posisi kedua belah pihak masih terpisah jauh soal dua butir sangat penting, yaitu pengayaan uranium dan pemberian keringanan sanksi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu memperingatkan kekuatan-kekuatan dunia untuk tidak membuat “kesalahan bersejarah” dalam perundingan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Atlet Harap Intensitas Uji Coba Ditingkatkan

Jakarta, Aktual.co — Atlet biliar, Jaka Kurniawan Ginting, berharap proporsi intensitas uji coba semakin ditingkatkan menjelang pelaksanaan SEA Games 2015 Singapura.

“Dari sisi kesiapan fisik tidak masalah. Tapi untuk mengasah kemampuan harus ditingkatkan dengan memperbanyak uji coba. Semakin banyak jam terbang, akan sangat berpengaruh besar terhadap permainan seseorang,” kata Jaka Kurniawan Ginting di sela-sela latihan di Jakarta, ditulis Selasa (25/11).

Jaka mengatakan, uji coba english biliar, snooker dan carom terbatas karena hanya menunggu digelar kejuaraan nasional (Kejurnas).

Sementara frekuensi uji coba atau pertandingan relatif beda dengan biliar jenis pool yang cukup banyak ivennya dilaksanakan di Indonesia.

“Mudah-mudahan tahun depan semakin banyak kita melakukan try out atau mengikuti kejuaraan. Apalagi untuk SEA Games, berpeluang mendapatkan medali,” kata peraih medali perunggu SEA Games Myanmar ini.

Jaka menambahkan, untuk peta kekuatan english biliar berada di tiga negara yaitu Singapura yang diperkuat seorang atlet profesional Inggris yang telah dinaturalisasi, Thailand kompetitif karena memiliki seorang juara Asia serta Myanmar yang memiliki talenta-talenta bagus.

Meski begitu kata dia, bukan berarti peluang Indonesia meraih medali tertutup, sebab menurut penilaian dia, tempaan fisik, mental dan kematangan akan sangat memengaruhi prestasi seorang atlet.

Persiapan atlet biliar SEA Games terus dilakukan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia, dan sejumlah nama sementara mengiktui pelatnas seperti Rudi Siswanto, Syahroni dan Irzal Nasution akan memerkuat nomor nomor pool putra, Angelina Ticoalu, Fatrah Matzum dan Amanda Rahayu akan memerkuat pool putri.

Pada nomor snooker akan diperkuat Yonie Rahmanto dan Gebby A, english biliar diperkuat Jaka Kurniawan dan Marlanda Sihombing serta di nomor carom Nova Rahman dan Rudi Hasan.

Artikel ini ditulis oleh:

Jenderal PLA: Proyek Pulau Tiongkok di Perairan Sengketa “Dapat Dibenarkan”

Jakarta, Aktual.co — Beijing membalas kritik Amerika Serikat terkait proyek pulau buatan, di Laut Tiongkok Selatan, yang diberitakan dapat mencakup satu lapangan terbang, dengan seorang jenderal membelanya “dapat dibenarkan”.

Mayor Jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Luo Yuan, mengatakan bahwa Beijing sedang membangun prasarana di pulau karang dan Amerika Serikat hendaknya menjauhkan diri dari masalah tersebut.

“AS jelas bias dalam memandang bahwa Filipina, Malaysia, Vietnam sudah mendirikan fasilitas militer,” kata Lou seperti dikutip surat kabar The Global Times, Selasa (25/11).

“Tiongkok mungkin menahan tekanan internasional dan melanjutkan konstruksi itu karena hal ini sah dan dapat dibernarkan,” tambah dia.

Satu laporan pekan lalu oleh majalah IHS Jane’s Defence mengungkap rincian-rincian baru satu proyek reklamasi yang Tiongkok sedang lakukan di Pulau Karang Fiery Cross, yang dikenal dengan nama Yongshu di Tiongkok.

Pulau itu merupakan bagian dari Kepulauan Spratly, yang Tiongkok sebut Nansha.

Beijing mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan yang kaya sumber daya, sementara Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam ikut mengklaim juga, beberapa diantaranya juga membangun struktur di pulau-pulau karang atau menduduki pulau-pulau.

Menurut laporan IHS Jane’s Defence, pulau buatan berukuran panjang 3.000 meter dan lebar 200-300, salah satu proyek reklamasi yang Tiongkok galang di kawasan itu, tetapi jelas proyek pertama yang dapat mengakomodasi satu lapangan terbang.

Satu pelabuhan juga dibuat di bagian sisi timur dari pulau tersebut, yang tampaknya cukup besar untuk menampung kapal tanker dan kapal perang angkatan laut, katanya.

Beberapa hari setelah laporan itu tersiar, AS menyerukan Tiongkok untuk menghentikan proyek tersebut dan bagi pemerintah-pemerintah lain untuk menghentikan usaha-usaha serupa.

“Kami mendesak Tiongkok menghentikan program reklamasi tanahnya, dan libatkan prakarsa diplomatik untuk mendorong semua pihak menahan dirinya dalam kegiatan-kegiatan seperti ini,” kata juru bicara militer AS Letnan Kolonel Jeffrey Pool.

Tetapi the Global Times berpendapat Senin bahwa Tiongkok membangun “sebagian besar untuk memperbaiki standar hidup tentara yang ditempat di pulau itu”.

AS yang bukan negara pengklaim di Laut Tiongkok Selatan, telah bertindak “egois” di kawasan itu, kata harian tersebut dalam editorialnya.

“Konstruksi Tiongkok di Pulau Karang Yongshu tak akan terpengaruh oleh kata-kata AS,” tulis the Global Times.

Ditambahkannya, “Pulau karang Yongshu akan menjadi satu pulau besar, yang menunjukkan kapabilitas konstruksi terkemuka Tiongkok.”

Artikel ini ditulis oleh:

Rio Haryanto Tempati Posisi Ke-15 di Abu Dhabi

Jakarta, Aktual.co — Pebalap nasional, Rio Haryanto yang tergabung di tim EQ8 Caterham Racing menempati posisi ke-15 setelah berakhirnya lomba balap mobil GP2 Series 2014.

Victoria Lloyd dari tim EQ8 Caterham Racing dalam surat elektroniknya, Senin (24/11) mengatakan, pada seri terakhir atau ke-11 di Sirkuit Yas Marina Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rio Haryanto menambah poin dua dari sebelumnya yang mengumpulkan nilai 26.

Total nilai yang dikumpulkan pebalap asal Solo, Jawa Tengah, tersebut menjadi 28 dan menempati posisi ke-15.

Rio Haryanto mendapatkan tambahan dua poin setelah pada race pertama atau “feature race” di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi tersebut, Sabtu (22/11), menempati peringkat kesembilan dengan catatan waktu 1:01:33,522 dari 31 kali putaran.

Tetapi pada race kedua atau “sprint race”, Minggu (23/11), Rio Haryanto gagal mendapat tambahan poin setelah hanya menempati posisi ke-12 dengan catatan waktu 42:07,943 dari 22 kali putaran.

Rio Haryanto mendapatkan nilai itu dari seri kedua di Sirkuit Catalunya, Spanyol, (mendapat nilai 10) kemudian seri ketiga di Monaco (mendapat tambahan nilai 16, yaitu pada race pertama meraih 10 poin dan race kedua mendapat enam poin).

Lomba balap mobil GP2 Series 2014 itu, dibagi dalam 11 seri yang dimulai di Sirkuit Sakhir Interantional Bahrain (4-6 April), Barcelona, Spanyol (9-11 Mei), Monte Carlo, Monaco (22-24 Mei), Red Bull Ring, Austria (20-22 Juni), Sirkuit Silverstone, Inggris (4-6 Juli), Hockenheimring, Jerman (18-20 Juli).

Kemudian Budapes, Hongaria (25-27 Juli), Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia (22-24 Agustus), Monza, Italia (5-7 September), Sochi, Rusia (10-12 Oktober), dan seri ke-11 atau terakhir di Yas Marina, Abu Dhabi (21-23 November).

Peringkat pertama ditempati pebalap tim DAMS J. Palmer dengan total nilai 276 kemudian disusul S. Vandoorne dari tim ART Grand Prix dengan total nilai 229, sedangkan ketiga F. Nasr dari tim Carlin dengan nilai 224.

Secara tim, peringkat pertama ditempati tim DAMS dengan total nilai 349, kedua Carlin dengan total nilai 292, sedangkan ketiga ART Grand Prix dengan total nilai 255. Tim EQ8 Caterham Racing menempati posisi ke-11 dengan total nilai 42.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain