14 April 2026
Beranda blog Halaman 416

Polda Kalsel Minta Maaf Usai Anggotanya Terlibat Pembunuhan

Banjarmasin, aktual.com – Kepolisian daerah Kalimantan Selatan menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan seorang anggotanya Brigadir Polisi Dua Muhammad Seili (MS) yang terlibat kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat berinisial ZD (20).

“Atas nama Polda Kalsel, kami turut berduka cita. Kami memohon maaf, khususnya kepada keluarga korban,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalsel Komisaris Besar Polisi Adam Erwindi dalam konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan mahasiswi ULM di Markas Polresta Banjarmasin, Jumat (26/12).

Ia menegaskan bahwa Kepala Polda Kalsel Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan telah berjanji akan menindak tegas tersangka Bripda MS, yang merupakan personel Kepolisian Resor Banjarbaru.

“Kami akan tindak tegas pelaku secara transparan sesuai arahan Bapak Kapolda, baik proses pidana umum maupun kode etik Polri. Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kasus ini terungkap,” tutur Adam.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalsel Komisaris Besar Polisi Heri Purnomo mengatakan bahwa sidang kode etik terhadap tersangka MS akan digelar secara terbuka dan transparan pada Senin (29/12).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan anggota Polres Banjarbaru tersebut.

“Maaf atas perbuatan anak buah saya, seharusnya menjaga citra Polri, justru malah dirusak karena perbuatannya,” katanya.

Heri Purnomo mengatakan saat penemuan jasad korban, Propam Polda Kalsel langsung membentuk tim dan turun ke lapangan berkolaborasi dengan polres jajaran sehingga kasus pembunuhan mahasiswa ULM tersebut dapat terungkap kurang dari 24 jam.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, pada Rabu, 24 Desember 2025, sekitar pukul 01.30 Wita.

Jasad korban ditemukan petugas kebersihan di gorong-gorong kampus STIHSA Banjarmasin pada hari yang sama sekitar pukul 07.30 Wita. Jasad korban kemudian dibawa petugas ke RSUD Ulin, Banjarmasin, untuk proses otopsi.

Setelah melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, akhirnya pelarian tersangka MS berhenti setelah polisi berhasil meringkus dan menangkap tersangka di Kota Banjarbaru, pada malam harinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kapolda Banten Terjunkan 100 Personel Brimob Bantu Korban Banjir di Sumatera

Serang, aktual.com – Kepolisian Daerah Banten mengirimkan 100 personel Satuan Brimob untuk memperkuat Operasi Aman Nusa II di Aceh sebagai bagian dari upaya penanganan dampak banjir dan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki mengatakan penugasan ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya banjir yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Aceh.

“Penugasan ini melibatkan 100 personel Satbrimob Polda Banten yang akan melaksanakan tugas kemanusiaan selama satu hingga enam bulan, sesuai situasi dan petunjuk dari Mabes Polri,” ujar Hengki saat melepas personel di Lapangan Apel Polda Banten, Kota Serang, Jumat (26/12).

Menurut Hengki, personel Brimob yang diberangkatkan berada dalam status Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Aceh dan akan difokuskan pada tugas-tugas kemanusiaan, termasuk evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, pengamanan wilayah terdampak, serta dukungan pemulihan awal bersama unsur terkait.

“Bencana tersebut menimbulkan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, sehingga kehadiran negara melalui Polri, khususnya Korps Brimob, menjadi sangat penting dalam penanganan pascabencana,” katanya.

Ia menegaskan personel akan menghadapi tantangan berat di lapangan, mulai dari cuaca ekstrem, medan sulit, hingga kondisi psikologis masyarakat terdampak.

Oleh karena itu, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas.

“Tugas harus dilaksanakan dengan profesionalisme, disiplin, dan loyalitas, serta dilandasi keikhlasan dan empati. Pendekatan humanis menjadi prioritas, jadi jaga sikap, perilaku, dan tutur kata agar kehadiran Brimob memberi rasa aman dan harapan,” kata Hengki.

Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor selama penugasan, termasuk dengan Polda Aceh, TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur terkait lainnya guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan terpadu.

Ia berharap kehadiran Brimob Polda Banten dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh yang terdampak serta menjadi bentuk pengabdian anggota Polri dalam misi kemanusiaan.

“Penugasan ini diharapkan menjadi ladang pengabdian dan kehormatan bagi personel Brimob. Seluruh anggota juga harus senantiasa menjaga nama baik satuan Brimob Polda Banten dan institusi Polri di mana pun bertugas,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pro-Kontra Pilkada DPRD, Pengamat Soroti Kalkulasi Politik Partai

Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) memindahkan kotak suara Pemilu 2024 di gudang logistik KPU Jakarta Pusat, GOR Cempaka Putih, Senin (5/2/2024). ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom.

Jakarta, Aktual.com — Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah kembali menghangat dan memicu perbedaan sikap di antara partai politik. Sejumlah partai, seperti Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyatakan dukungan terhadap pilkada melalui DPRD. Sementara itu, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat menolak skema tersebut dan tetap mempertahankan pilkada langsung.

Perdebatan ini dinilai bukan semata persoalan prinsip demokrasi, melainkan juga mencerminkan kalkulasi politik dan kepentingan elektoral masing-masing partai.

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai, perbedaan pandangan antarpartai menunjukkan adanya pembacaan untung–rugi yang berbeda terhadap dua model pilkada tersebut. Pilkada langsung, kata dia, memberikan legitimasi kuat karena kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Namun, sistem ini juga dikenal mahal dan rawan praktik politik uang.

“Partai yang mendukung pilkada langsung masih melihat nilai elektoral dari hubungan langsung dengan pemilih. Sementara yang mendorong pilkada lewat DPRD membaca tingginya biaya politik sebagai beban sistemik yang tak pernah benar-benar selesai,” ujar Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia itu, Jumat (25/12/2025).

Menurut Arifki, pilkada melalui DPRD kerap diklaim lebih efisien dari sisi anggaran negara. Namun, efisiensi tersebut menyimpan risiko lain, yakni konsentrasi transaksi politik di ruang-ruang elite yang lebih tertutup.

“Yang terjadi bukan penghapusan biaya politik, melainkan pergeseran. Dari kampanye massal ke lobi elite, dari ruang publik ke ruang tertutup DPRD,” jelasnya.

Ia mengingatkan, perdebatan soal mekanisme pilkada bisa menyesatkan jika tidak dibarengi pembenahan serius terhadap penegakan hukum pemilu. Menurutnya, akar masalah pemilu di Indonesia bukan pada sistem pemilihan, melainkan lemahnya sanksi terhadap pelanggaran.

“Mengganti pilkada langsung ke DPRD tanpa memperkuat penegakan hukum hanya mengubah bentuk masalah, bukan substansinya,” kata Arifki.

Ia menambahkan, pilkada lewat DPRD berpotensi menimbulkan defisit kepercayaan publik jika mekanisme pengawasan elite politik tidak diperkuat.

“Dalam demokrasi, defisit kepercayaan sering kali lebih berbahaya daripada defisit anggaran,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Bencana Sumatra Terus Telan Korban, BNPB Catat 1.135 Jiwa Meninggal dan Hampir 490 Ribu Mengungsi

Jakarta, Aktual.com — Jumlah korban jiwa akibat rangkaian bencana alam di Sumatra terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis (25/12/2025), korban meninggal dunia mencapai 1.135 jiwa, sementara 489.864 orang masih mengungsi.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejak akhir November 2025 dan menimbulkan dampak kemanusiaan serta kerusakan infrastruktur yang luas.

BNPB menilai kondisi darurat di sejumlah wilayah masih membutuhkan percepatan distribusi logistik dan percepatan rehabilitasi, meski akses ke beberapa daerah mulai terbuka.

“Per hari ini ada penambahan korban jiwa sebanyak enam orang, sehingga total yang sebelumnya 1.129 jiwa kini menjadi 1.135 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis.

Abdul menjelaskan, jumlah korban hilang dalam daftar pencarian mengalami penurunan seiring berjalannya operasi SAR. Tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian di kabupaten dan kota terdampak.

BNPB juga melaporkan perkembangan akses logistik. Jalur alternatif dari Bener Meriah menuju Bireuen kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Selain itu, ruas Jalan Nasional Takengon–Bireuen juga mulai fungsional.

“Ini akan memperlancar distribusi logistik, terutama energi dari Bandara Rembele di Bener Meriah menuju Takengon,” kata Abdul.

Selain korban jiwa dan pengungsian massal, dampak kerusakan infrastruktur tercatat sangat besar. BNPB mencatat lebih dari 157 ribu rumah mengalami kerusakan, serta sekitar 1.900 fasilitas umum terdampak, mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan, rumah ibadah, gedung perkantoran, hingga jembatan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan segera membangun hunian sementara dan hunian tetap bagi korban bencana di Sumatra. Ia menyatakan anggaran pembangunan telah disiapkan.

“Kami sudah kerahkan penanganan. Ini tiga provinsi dari total 38 provinsi, jadi situasi masih terkendali. Saya monitor terus,” ujar Prabowo.

Presiden juga berencana membentuk satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Prabowo Ajak Masyarakat Tetap Perhatikan Sumatera

Jakarta, aktual.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dalam perayaan Hari Natal tahun ini hati dan pikiran hampir seluruh rakyat Indonesia tertuju kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam siaran resminya, Presiden pun berdoa Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera, serta warga di daerah lainnya yang juga mengalami kesulitan karena bencana.

“Saudara-saudara sekalian, di tengah perayaan Natal tahun ini, hati kita juga tertuju kepada saudara-saudara kita yang tengah menghadapi akibat bencana di sejumlah tempat di tanah air, di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dan juga di beberapa tempat di tanah air kita,” kata Presiden Prabowo di Jakarta, Kamis (25/12), sebagaimana dikutip dari siaran resmi Presiden, Jumat (26/12).

“Semoga saudara-saudara kita di tempat-tempat tersebut diberi lindungan Yang Maha Kuasa, diringankan penderitaan mereka, juga marilah kita terus bekerja keras untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi saudara-saudara kita,” kata Presiden.

Dalam ucapan yang sama, Presiden kemudian mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat persatuan, semangat solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

“Mari kita jadikan Natal sebagai momentum untuk memperkuat persatuan nasional, memperdalam solidaritas sosial, dan meneguhkan semangat gotong royong. Kita harus bersatu, bekerja sama mengatasi segala perbedaan untuk kepentingan rakyat yang kita cintai,” ujar Presiden Prabowo.

“Atas nama Pemerintah, dan pribadi, saya ucapkan Selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di tanah air. Semoga damai dan pengharapan Natal menyertai saudara-saudara sekalian, dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi seluruh bangsa Indonesia,” sambung Presiden.

Di sejumlah kabupaten/kota yang terdampak bencana, khususnya di Sumatera Utara, masyarakat merayakan Natal dengan sederhana di bangunan-bangunan gereja yang telah dibersihkan dari timbunan lumpur bekas banjir bandang. Di daerah-daerah lainnya, para jemaat melaksanakan ibadah bersama di tenda-tenda pengungsian.

Sejumlah kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bulan lalu (25/11) menghadapi bencana banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan seribuan lebih warga meninggal dunia, ratusan orang hilang, dan puluhan ribu rumah rusak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per Kamis (25/12) jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera mencapai 1.135 orang, sementara 173 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Kemudian, BNPB juga melaporkan per Kamis, terdapat 489.864 warga yang tinggal di pengungsian.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Menjaga Arah Pendidikan Nasional: Catatan Akhir Tahun dan Harapan 2026

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Aktual/HO

Oleh: Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP
Ketua Komisi X DPR RI

Jakarta, Aktual.com – Menjelang berakhirnya tahun 2025, saya memandang perlu menyampaikan refleksi jujur atas perjalanan kebijakan pendidikan nasional. Sepanjang tahun ini, pemerintah telah melaksanakan berbagai program strategis untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan, memperluas akses, serta memperkuat kesejahteraan pendidik.

Sebagai Ketua Komisi X DPR RI, saya mengapresiasi berbagai upaya tersebut. Namun, apresiasi harus selalu disertai evaluasi yang kritis agar kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan zaman dan keadilan sosial.

Salah satu kebijakan penting pada 2025 adalah pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Bidang Pendidikan. Program ini menunjukkan capaian kuantitatif yang cukup signifikan, terutama pada revitalisasi sekolah dan penguatan infrastruktur pembelajaran.

Namun, memasuki 2026, saya meyakini bahwa orientasi kebijakan pendidikan harus bergeser. Kita tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik dan distribusi perangkat, tetapi harus melangkah lebih jauh pada peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru, serta pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Digitalisasi pendidikan, misalnya, tidak cukup diukur dari jumlah perangkat Papan Interaktif Digital yang terdistribusi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bermakna di ruang kelas, didukung oleh guru yang kompeten dan konten pembelajaran yang berkualitas.

Demikian pula pengembangan SMA Unggul Garuda, yang ke depan perlu diperluas agar tidak hanya melahirkan sekolah unggulan di pusat-pusat tertentu, tetapi juga membuka akses pendidikan bermutu bagi anak-anak bangsa di wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Program Sekolah Rakyat dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), walau bukan dilaksanakan langsung oleh mitra Komisi X, juga menjadi perhatian serius kami. Kedua program ini menyasar kelompok masyarakat paling rentan dan memiliki dampak sosial yang besar. Karena itu, pelaksanaannya harus dibangun di atas sistem yang adil, transparan, dan akuntabel.

Sekolah Rakyat membutuhkan kejelasan kriteria penerima manfaat, penentuan lokasi berbasis data, serta pembagian kewenangan yang tegas agar tidak terjadi tumpang tindih dan konflik di lapangan. Sementara itu, MBG yang telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat perlu memasuki fase konsolidasi kualitas pada 2026, agar anggaran besar yang dialokasikan benar-benar tepat sasaran dan mendukung kesiapan belajar peserta didik.

Tahun 2025 juga menandai langkah maju dalam peningkatan kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN. Transfer langsung tunjangan profesi, pemberian insentif bagi guru honorer, serta dukungan peningkatan kualifikasi akademik merupakan kebijakan yang patut diapresiasi.

Namun, saya memandang kebijakan kesejahteraan guru harus diperkuat dengan penataan status, perlindungan kerja, serta integrasi yang lebih erat dengan pembinaan karier dan peningkatan kompetensi. Guru adalah pilar utama reformasi pendidikan; tanpa kesejahteraan dan dukungan yang adil, sulit berharap pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, maraknya kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang 2025 menjadi alarm keras bagi kita semua. Sekolah dan kampus seharusnya menjadi ruang aman dan bermartabat bagi peserta didik. Karena itu, pada 2026 saya mendorong penguatan pencegahan kekerasan berbasis sekolah dan kampus secara lebih sistemik, dengan memastikan regulasi yang ada benar-benar diimplementasikan dan satuan tugas di semua jenjang pendidikan bekerja efektif.

Pengalaman penanganan pendidikan di wilayah terdampak bencana di akhir tahun 2025 juga memberikan pelajaran penting. Pendidikan tidak boleh menunggu situasi benar-benar pulih. Ia harus hadir sejak masa tanggap darurat sebagai kebutuhan dasar. Respons yang lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi perlu menjadi standar baru ke depan.

Akhirnya, saya melihat 2026 sebagai momentum penting pembaruan regulasi pendidikan melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Pendekatan kodifikasi yang sedang disiapkan diharapkan mampu menyederhanakan regulasi, memperkuat pelindungan dan kesejahteraan guru, serta menjamin pendanaan pendidikan.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Evaluasi atas 2025 dan harapan untuk 2026 bukan semata catatan administratif, melainkan komitmen moral dan politik untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh pendidikan yang bermutu, aman, dan berkeadilan. Komisi X DPR RI akan terus mengawal agenda ini dengan keberpihakan yang jelas dan tanggung jawab penuh kepada masa depan Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain